First Sight

First Sight
Part 43



*


*


*


Tok.. tok...


Ceklekk pintu ruangan terbuka menampilkan pria berjas hitam drngan berkas di tangannya.


" Tuan Apa Anda Tidak Pulang,?" Tanya Jimmy pada Tuanya yang saat ini tengah sibuk menatap laptop dan sesekali memperhatikan kertas di tangannya.


Hansel melihat Jam di tangannya yang sudah hampir tengah malam.


" Lebih Baik anda pulang sekarang, Jam sudah menunjukkan pukul 23;00 anda bisa melanjutkan pekerjaan itu besok pagi," Ucap Jimmy melanjutkan, melihat Tuanya yang terlihat tampak lelah Jimmy merasa tak tega.


" Hansel berdiri dari duduknya tanpa menjawab ucapan Jimmy. Hansel mengambil kunci mobilnya dan berjalan ke arah pintu, saat melewati Jimmy Hansel berhenti sejenak dan menoleh pada sekertaris setianya itu..


" Kau dan Jack juga segera pulanglah!" Ucap Hansel serasa memberikan Kartu bewarna Gold pada Jimmy.


" Jimmy menerima kartu itu dengan wajah penuh pertanyaan.


Hansel terseyum tipis sangat tipis hinga tak terlihat oleh Jimmy." Makanlah sesuatu dengan Jack dan bersenang-senang lah malam ini, Good Job! Aku bangga pada kinerja Kalian berdua," Ucap Hansel Menepuk bahu Jimmy dan berjalan pergi untuk pulang..


" Oh My God!!! Ada apa dengan tuan muda tumben sekali memuji kinerja-ku dan Jack," Gunan Jimmy pada dirinya sendiri.


Jimmy memasuki Ruangan kerjanya dengan ekspresi aneh dengan memegang kartu Gold di tangannya, Jack melihat keanehan pada Jimmy dan menegurnya.


" Woy ada apa dengan ekspresi itu,?" Tanya Jack.


" Jack kau mungkin tak percaya dengan apa yang baru saja kualami! Kau tahu kenapa,?" Ucap Jimmy


Jack berdecak kesal. " Jelas saja aku tak tahu! Sudah berapa kali kukatakan bahwa aku bukan cenayang yang tahu pikiran seseorang!! Cepat katakan apa yang Terjadi?!" Tanya Jack yang sudah tak sabar.


" Kau tahu ini apa," Ucap Jimmy memperlihatkan kartu gold di depan wajah Jack.


" Kau bodoh?! Jelas-jelas itu kartu gold!" Decak Jack kesal.


Jack semakin geram dengan sikap Jimmy yang berte-tele hingga membuatnya mengeram kesal.


" Langsung saja pada intinya! Apa yang terjadi?," Tanya Jack yang sudah sangat kesal.


" Ini kartu milik Tuan Muda, Beliau ingin kita bersenang-senang menggunakan kartu ini untuk malam ini, dan yang lebih mengejutkan Tuan Muda memuji kinerja kita yang bagus," Jelas Jimmy panjang lebar.


" Seriously?!! Pekik Jack tak percaya.


" Hemm aku serius!! Tuan muda sudah berubah lebih manusiawi sejak bertemu Nona Jesslyn.


" Oh god!! Iya Nona Jesslyn bagaikan malaikat bagi kita, So mari kita bersenang-senang karena boss lah yang menyuruh, kita seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini," Ucap Jack .


" Hahaha Lets Go brother kuras Habis uang yang ada di kartu ini!!," Ucap Jimmy semangat.


Jack dan Jimmy memutuskan pergi ke sebuah bar untuk bersenang-senang dan kebetulan karena besok weekend jadi mereka bisa minum sepuasnya .


Hansel sampai di Apartemennya tepat pukul 23;25 saat baru membuka pintu mata Hansel menangkap seorang gadis cantik yang tertidur di atas sofa dengan laptop masih menyala di atas meja.


Hansel berjalan mendekati Jesslyn Serasa melepaskan jas dan dasi yang dipakainya dan melemparnya di atas sofa,


" Kenapa tidak pergi ke kamar jika sudah mengantuk emmm?," Guman Hasel lirih Menatap penuh cinta pada Jesslyn yang sedang tertidur pulas.


Cup..


Hansel mengecup kening Jesslyn dengan sayang, " I Love You!" Bisik Hansel kemudian mengangkat Jesslyn ala bridal style menuju bedroom.


Hansel meletakkan Jesslyn di ranjang king size-nya dengan hati-hati dan menyelimutinya sebatas dada.


" Tidurlah Baby, Good Night," Bisik Hansel tak lupa mengecup puncak kepala Jesslyn, kemudian Hansel memasuki Bathroom untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu..


*


*


*