
*
*
*
Setelah menempuh 1 Jam lamanya dari kota A Menuju kota J Hansel dan Daren beserta bawahannya sudah sampai di Bandara.
" Apa kau sudah mendapatkan alamat Rumah yang ditinggali anak dan istriku Jack!" Tanya Hansel saat sudah masuk kedalam mobil.
" Sudah Tuan Muda, Mereka tinggal di Jln X!" Jawab Jack Cepat.
" Bagus! Cepat Jalankan mobilnya! Aku sudah tak sabar Ingin bertemu Jesslyn dan anaku!" Ucap Hansel.
Jack pun dengan cepat melajukan mobilnya dengan kencang karena Titah Tuannya,
Sedari Di pesawat tadi Hansel terus menggerutu, kenapa lama sekali? Pesawat ini harus di ganti karena sangat lambat! Dan menyalahkan Sang pilot Karena tak becus menjalankan pesawatnya, hingga membuat Semua orang pusing dibuatnya, Padahal pesawat ini baru dibelinya dua bulan yang lalu dan dengan entengnya Tuan Muda Arogant itu ingin mengganti yang lebih baru.
Setelah Melakukan perjalanan yang cukup lama Mobil yang membawa Hansel dan Daren sudah sampai di depan Rumah minimalis.
" Kau Benar Jack Adik dan kedua keponakan-ku tinggal di rumah seperti ini?" Tanya Daren yang melihat Rumah minimalis yang sangat jauh berbeda dengan Mansion tempatnya tinggal.
" Saya Yakin Tuan! Lebih Baik anda masuk saja untuk memastikan!" Jawab Jack.
Hansel yang sedari tadi mengamati rumah itu merasa bersalah, Dirinya Hidup di mansion mewah sedangkan anak dan istrinya tinggal di rumah yang sangat kecil menurut Hansel. Kenapa dulu dirinya menyerah mencari Jesslyn dan menganggapnya telah tiada kalau saja dulu dirinya lebih giat mencari Jesslyn pasti anak dan istrinya akan hidup dengan layak dan penuh cinta darinya.
" Woy! Ayo kau mau masuk tidak!" Bentak Daren yang sudah berada di samping pintu mobil tempat Hansel duduk.
Tanpa banyak kata dan menanggapi perkataan Daren, Hansel langsung melenggang pergi untuk mengetuk pintu rumah yang di tempati belahan jiwanya itu.
Tok.. tok..tok..
Hansel mengetuk pintu tiga kali tapi tak ada respon sama sekali.
Sementara di dalam rumah kedua bocah kecil itu nampak sangat sibuk
" Kak ada yang mengetuk pintu itu pasti daddy kita" Teriak Fio yang membenahi penampilanya agar terlihat cetar di depan sang Daddy.
" Tunggu kakak! Jangan membuka pintu sebelum kakak selesai!" Teriak Lio yang lagi buang air kecil di kamar mandi.
" Tapi Kak, aku cudah tak cabal ingin beltenu daddy loh" Ucap Fio.
" Dengal kakak! Atau aku akan malah!" Ancam Lio.
Fio yang sayang pada sang kaka dan tak ingin kakaknya marah padanya dan mendiaminya akhirnya menunggu sang kakak dengan bibir mencebik dan itu malah membuat wajahnya semakin imut.
Sedangkan di luar pintu Hansel sudah uring-uringan dan memarahi Jack yang di anggapnya tak becus.
" Kau itu bisa kerja tidak sih! Mencari Alamat saja kau tak bisa!" Bentak Hansel.
" kau bisa sabar tidak sih bisanya cuma marah-marah! Siapa tahu anakmu lagi tidur!" Ingin rasanya jack Berbicara seperti itu tapi Dirinya masih butuh kerjaan ini untuk menghidupi anak dan istrinya.
" Maaf Tuan, Tolong Bersabarlah dan tunggu sebentar lagi!" Pinta Jack.
" Sabar! Sabar! Aku sudah mengetuk pintu selama Lima Menit! Kau tahu Lima menit tapi tak ada tanda-tanda ada kehidupan di rumah ini" murka Hansel.
" Astaga tuan muda baru juga lima menit, menunggu lima tahun saja kuat ini baru lima menit sudah ngomel-ngomel bikin pusing orang saja!" Batin Jimmy.
" Hansel! Kau bisa diam tidak sih sabar jangan bisanya marah-marah!" Bentak Daren yang mumet melihat tingkah adik iparnya.
" Ahh terima kasih Tuan Daren telah mewakili perasaan ku yang ingin memaki Tuan Muda!" Batin Jimmy dan Jack.
Tiba-tiba
Ceklekk... Bunyi pintu dibuka dan terdengar suara imut dari belakang para pria dewasa yang sedang ribut itu.
" Daddy! Papi? Kenapa libut-libut di depan lumah kita?" Tanya Fio.
" Jika Kalian ingin libut jangan di depan lumah kami! Kalian cungguh kekanakan!" Cibir Lio dengan wajah sombongnya.
" Astaga bocah ini mirip dengan Tuan Muda mulutnya sangat pedas, memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya itu memang benar adanya" Batin Jimmy.
" Hansel? Kau tahu sifat anakmu itu kirip denganmu!" Celetuk Daren..
" Tentu saja dia harus mirip denganku karena dia adalah anakku!" Jawab Hansel.
" Tapi aku tak Rela jika keponakan ku menuruni sifat sombong dan semena-mena mu itu" Ucap Daren.
" Dia boleh melakukan apapun termasuk menyombongkan diri karena dia adalah pewaris RODRIGUEZ! " Ucap Hansel dengan sombongnya.
Daren hanya geleng-geleng kepala Berbicara sama Hansel itu tidak akan pernah menang.
" Anak Daddy!" Ucap Hansel lembut sembari merentangkan kedua tangannya agar sang anak memeluknya.
Kedua bocah itu segera berlari kearah dirinya tapi wajah Hansel seketika Suram saat kedua anaknya melewatinya dan malah menghampiri Daren yang berdiri di belakangnya.
" Papi kami lindu, kenapa papi tak pelnah menemui kami!" Ucap kedua bocah itu sembari memeluk kaki Daren.
Daren terharu karena keponakannya lebih berlari memeluknya dari pada sang daddy yang saat ini Menatap kearahnya dengan pandangan yang menusuk.
Daren menggendong kedua bocah itu di lengannya .
" Sorry, Papi terlambat menjemput kalian apa kalian mau memaafkan papi" Ucap Daren Lembut matanya menatap ke arah Hansel dengan pandangan mengejeknya.
" Sialan Pejaka tua itu benar-benar tak bisa kubiarkan !" Batin Hansel dongkol.
" Baby kalian salah paham, Pria itu adalah Uncle kalian, akulah Daddy Kalian yang sebenarnya" Jelas Hansel.
" Tidak!! Nama belakang Daddy berbeda dengan nama belakang Kami jadi Papi Dalen adalah papi kami!" Ucap Lio sok polos padahal Lio tahu betul jika Daddy-nya adalah Hansel Rodriguez.
Hansel memijit pelipisnya yang terasa sakit'
" Ayolah Baby biar Dad kasih tahu, Uncle daren adalah kakak mommy kalian dan aku adalah Suami mommy kalian, So kalian adalah anaknya Daddy Hansel!" Jelasnya.
" Astaga telyata kau Daddy kami yang cecungguhnya!" Pekik Fio Semangat.
Hansel mengaguk dan terseyum lebar karena sang putri telah mengerti penjelasannya.
" Dimana Mommy kalian?" Tanya Hansel yang baru sadar jika sedari tadi Jesslyn tak muncul-muncul
" Mom lagi kelja!" Jawab Lio singkat.
" Kalian dirumah Sendiri?" Tanya Hansel
Kedua bocah itu mengangguk polos.
" Astaga Jesslyn! Bagaimana bisa kau meninggalkan anak sekecil ini sendirian dirumah" pekik Hansel tak percaya.
" Ini kemauan kita jadi Daddy gak boleh malah cama mom!" Pekik kedua bocah itu.
" Hey Siapa yang marah sama mommy? daddy gak akan bisa marah sama mommy kalian, tadi Daddy hanya kaget saja," Ucap Hansel dengan lembut.
" Sekarang ayo jemput Mommy ketempat kerjanya" Ajak Hansel dan mengambil alih kedua bocah itu dari gendongan Daren.
Saat kedua bocah itu sudah berada di gendonganya terdengar Teriakan seorang wanita yang sangat Dirinya kenali dan dirindukannya Enam tahun terakhir ini,
" Kalian! Mau kau bawa kemana anak-anak ku brengsek!" Teriak Jesslyn yang melihat sekelompok pria berjas Hitam tengah berada di depan rumahnya bahkan kedua anaknya berada dalam gendongan salah satu pria itu.
*
*
*