First Sight

First Sight
S2.33



*


*


Hari berganti hari Minggu berganti Minggu sejak kejadian beberapa minggu yang lalu Devan dan Fio sering menghabiskan malam panas bersama. Keduanya bahkan tak memikirkan akibat dari kegiatan itu yang dipikirkan nya adalah bahwa keduanya akan menikah dan tak masalah jika Fio hamil.


Tapi Siapa yang tahu pernikahan itu diundur Karena Devan ada urusan penting yah Perusahaan yang ada di paris bermasalah dan Devan harus turun tangan langsung.


Sudah Dua Minggu Devan berada di paris dan selama itu juga keduanya hanya berkomunikasi lewat telepon.


Sudah beberapa hari ini Fio merasa pusing dan selalu muntah di pagi hari. Merasa ada yang aneh Fio Mencoba mengingat kapan waktunya untuk datang bulan. Fio sangat tahu ciri-ciri yang dialaminya saat ini adalah tanda-tanda wanita hamil pada umumnya, apalagi Fio sudah pernah melakukan itu dengan Devan beberapa kali.


Dan disinilah Fio berada di kamar mandi mengahadap kaca sembari memegang benda kecil yang terdapat gari dua warna merah.


" Oh my god! Apa yang harus kulakukan sekarang!" Pekik Fio.


" Pertama-tama Kau harus tenang dan memberitahu ini pada Devan." Ucap Fio mencoba setenang mungkin menghadapi kehamilannya.


Fio mengambil ponsel di atas nakas dan menekan nomer Devan tak lama terdengar suara maskulin dari seberang telepon.


" Hallo Baby? Do you miss me?" Sahut Devan dari seberang sana.


Fio menghembuskan nafasnya sebelum memberi tahu kehamilannya pada Devan.


" Sayang,?" Kata Fio masih ragu-ragu untuk mengatakan itu pada Devan.


" Yes baby? What wrong?" Tanya Devan.


" Sayang A-Aku--


" Tell me what you want to talk about Hemm." Kata Devan merasakan ada sesuatu yang serius sehingga membuat Fio terlihat begitu ragu untuk bercerita padanya.


" Honey I'm pregnant. What should we do now?" Kata Fio .


Tak ada suara dari seberang sana tapi yang jelas Devan merasa bahagia sangat bahagia hingga tak bisa berkata-kata.


" Honey kau masih disana? i'm pregnant apa yang kita lakukan sekarang." Fio mengulang kata-katanya.


" Tentu saja aku akan pulang Sekarang juga dan kita akan segera menikah. Aku begitu bahagia sangat-sangat bahagia mendengar kabar kau hamil sayang." Kata Devan, nadanya terdengar betapa bahagianya dia sekarang.


" Tapi perusahaan mu bagaimana?


" It's okey aku sudah mengurusnya dan bagian kecilnya akan diurus bawahanku. Tunggu aku sayang aku akan segera kembali saat ini juga." Kata Devan.


" Disana sekarang tengah malam kau bisa kembali besok saja." Ucap Fio.


" I Love You too, Berhati-hatilah Honey!" Kata Fio.


" Hemss Bye Sayang." Kata Devan menutup panggilan telepon.


Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar kamar Fio.


" Fio apa kau baik-baik saja? Bolehkah aku masuk?" Tanya Agatha.


" Masuklah kakak ipar pintunya tidak aku kunci." Dahut Fio.


Tak lama Agatah masuk dengan membawa segelas susu untuk adik iparnya.


" Beberapa hari ini aku Lihat wajahmu nampak pucat apa kau baik-baik saja?" Tanya Agatha menyerahkan gelas yang berisi susu coklat pada Fio.


" Yah aku sedikit pusing dan mual Akhir-akhir ini." Sahut Fio kemudian mrnenggak susunya sampai kandas.


" Kau tidak sedang hamil kan Fio?" Tanya Agatha. Nalurinya sebagai dokter tak bisa terbantahkan walaupun bukan dokrer kandungan tapi Agtaha cukup tahu apalagi dirinya juga sudah punya anak.


" Yah aku hamil kak. Baru tadi aku test dan hasilnya positif." Sahut Fio Jujur.


" Oh my god! Really?" Kata agatha nenutup mulutnya.


Fio mengangguk pertanda bahwa dirinya tidak sedang bercanda.


" Kau sudah memberitahu Uncle Devan?" Tanya Agtaha.


" Aku baru menelponnya dan dia akan kembali je Indonesia sekarang juga," sahut Fio.


" Baguslah setidaknya kau sudah memberitahu dia." Ucap Agtaha memeluk Fio.


" Sekarang aku bingung untuk mengatakan ke mommy apalagi daddy." Lirih Fio.


" Mereka tak akan keberataan. Kurasa mom dan daddy akan sangat bahagia mendengar bahwa akan mendapatkan cucu lagi." Sahut Agatha.


" Begitukah?"


" Tentu saja mereka akan bahagia di kelilingi cucu yang banyak apalagi para Grandpa dan grandma nereka pasti jauh lebih senang mendengar kabar ini dan kau lupa jika aku juga sedang hamil anak kedua." Lanjut Agatha.


" Oh iya kita akan melahirkan di waktu yang hampir sama kak." Kata Fio.


Agtaha mengangguk dan mengelus perut rata adik iparnya.


...*****...