First Sight

First Sight
S2.29



*


*


" Apa? jadi benar kalian sedang ada hubungan?" Tanya Lio.


Kini para anak Hansel sedang berkumpul di Gazebo belakang Mansion.


" Ya seperti yang kalian dengar kita akan menikah secepatnya." Sahut Devan.


" Ohhh God. takdir macam apa ini? Uncle ku akan menjadi adik iparku!" Kata Lio merasa speechless.


" Aku memang sudah curiga sejak mengetahui Uncle Devan tidur di Kamar kak Fio." Celetuk Marvel.


Fio yang sedang memakan Cake pun tersedak mendengar penuturan Dari Marvel. Devan menepuk punggung gadisnya berharap bisa meredakan rasa tak nyaman akibat terdesak.


" What?!" Pekik Lio membulatkan matanya.


Sementara Marchel dan Michelle langsung menatap kearah Marvel dengan Raut yang begitu penasaran.


" Iya kak, Waktu di Paris ketika aku ingin mengembalikan laptop teryata Uncle yang membukakan pintu kamar kak Fio dengan penampilan khas bangun tidur." Marvel menceritakan sesuatu yang sempat membuatnya curiga pada para saudara nya.


" Bocah tengik! Lemes banget tu mulut!" Umpat Fio dalam hati.


" Uncle aku tak menyangka jika hubungan kalian sudah sejauh itu." Ucap Lio dengan senyum menggoda.


" Tidak kak, Kita waktu itu memang tidur sekamar tapi tidak melakukan apapun sungguh." Kilah Fio.


" Tidak perlu malu. Kakak cukup mengerti hal seperti itu." Sahut Lio mengedipkan sebelah matanya.


" Tapi k---


" Sudahlah sayang terserah mereka mau berpikir bagaimana toh kita juga akan menikah bukan?" Potong Devan.


Benar juga mau di jelaskan bagaimana pun juga mereka tidak akan percaya. seorang pria dewasa dan wanita dewasa dalam satu ruangan apalagi saling mencintai pasti arah yang di tuju yah urusan ranjang.


" Tapi ngomong-ngomong apa kita harus mengganti panggilan ke Uncle menjadi kakak?" Tanya Michelle dengan polosnya.


" Haruskah?" Timpal Marchel.


Mereka tampak berpikir sejenak akan sangat canggung jika tiba-tiba memanggil dengan sebutan kakak, seperti tak nyaman untuk diucapkan.


" Kalian bisa merubah panggilan padaku menjadi kakak pelan-pelan sampai kalian nyaman mengucapkan panggilan itu padaku." Jawab Devan.


" Berarti kau harus memanggil ku Kakak! Aku kan akan menjadi kakak ipar bagimu!" Ucap Lio dengan menampilkan wajah songongnya.


" Cih. Kau itu hanya tua Lima menit saja dari Fio!" Sahut Devan berdecak.


" Hey pria tua! Walaupun lima menit tetap saja aku ini lahir lebih dulu dan menyandang gelar sebagai kakak." Sewot Lio.


" Apa kau bilang pria tua? Kau mengataiku tua dasar bocah ingusan!" Devan yang tak terima di katai tua membalas dengan mengatai Lio balik.


" Kau memang sudah tua bukan begitu Fio?" Ucap Lio yang melibatkan Fio dalam perdebatan kekanakan dua pria tampan itu.


Devan menatap ke Fio " Apa aku tua Sayang?" Tanya Devan pada Fio.


Fio Refleks mengaguk sebagai Jawaban.


" See? Bahkan calon istrimu juga mengatakan hal itu." Ucap Lio dengan bangga.


" Sayang?" Rengek Devan Seperti anak kecil.


Semua yang melihat pria kekar dengan tubuh banyak tato bersikap manja Seperti itu merasa sangat geli melihatnya. Sangat aneh.


" Kalian berhentilah bersikap kekanakan apa kalian tidak malu kepada Triplet?" Kata Fio.


" Justru kita yang malu dengan tingkah Uncle Devan padamu kak, itu menggelikan melihat pria dengan tubuh seperti itu ditambah banyaknya tato ditubuhnya sedang bersikap manja pada kakak." Sahut Michelle yang di angguki Marvel dan Marchel.


Blush..


Malu sekali rasanya. Fio benar-benar malu pada adik kembarnya. Terang saja saat ini Devan malah memeluknya dari samping dengan posesif sesekali mengecup pipinya juga.


...****...


Selagi nunggu up novel ini, mampir di novel satunya juga oke loh. Judulnya ( Krystal Wanita Kesayangan Male Lead )


**** Thank You and Happy Reading *****