First Sight

First Sight
Part 71



*


*


Pukul 23;00 malam Jack memasuki Rumahnya yang sudah terlihat sepi yah Tentu saja istri dan putrinya sudah tertidur karena hari sudah sangat malam.


Jack berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan, beberapa saat kemudian Jack Keluar dengan sudah memakai piyama tidurnya, Jack dengan perlahan naik keranjang Dimana disana terdapat Jessica yang tertidur karena Jenny Putrinya sudah memiliki kamar sendiri di temani pengasuh-nya.


" Kau sudah pulang Jack?" Tanya Jessica yang terbangun karena gerakan Jack.


" Hemm, Tidurlah sayang," Ucap Jack lembut.


" Kenapa pulang larut sekali? Apa semua baik-baik saja?" Tanya Jessica lagi.


" Aku harus pergi ke kota J mangkanya pulang Telat hari ini." Jawab Jack.


" Kota J?" Tanya Jessica


" Ya, aku mengantar Tuan Hansel menjemput Nona Jesslyn dan kedua anaknya," Jelas Jack.


" Apa sayang? Jadi Jesslyn masih hidup?" Tanya Jessica kaget.


" Iya dan memiliki anak kembar berumur lima tahun," Jawab Jack.


" Oh my god! Aku sangat senang mendengarnya!" Pekik Jessica.


" Yah aku juga senang melihat Tuan Muda bisa tersenyum kembali," Ucap Jack


" Syukurlah Semua kembali seperti semula sayang." Ucap Jessica.


" Hemm. Sudah ayo tidur ini sudah sangat malam!" Ucap Jack memeluk Jessica erat.


Jessica mengangguk dalam dekapan suaminya mereka akhirnya tertidur pulas dengan saling berpelukan.


*


*


Sementara itu seorang wanita berumur tigapuluh tahunan tengah menggedor-gedor sebuah pintu apartemen mewah dengan bergumam tidak Jelas.


" Jimmy sayang!" Teriak wanita itu setengah berteriak.


" Sayang buka! Kau kemana sih? Kenapa tidak membukakan pintu untuk-ku!" Teriaknya lagi.


Wanita itu terus menggedor-gedor pintu sambil berteriak bahkan tetangga Apartemen sampai menegurnya karena terlalu berisik di tengah malam.


" Hey kau pikir tempat ini punya nenek moyang mu sehingga kau bisa teriak malam-malam begini! Mengganggu saja!" Protes salah satu tetangga yang merasa terganggu oleh Teriakan Wanita itu.


Ceklekk Suara pintu dibuka dari dalam dan muncullah Jimmy dengan pakaian santainya dan rambut setengah basah Sepertinya pria itu baru selesai mandi.


" Sayang Akhirnya kau membuka pintu juga." Ucap Vanya yang langsung memeluk Jimmy


Yah Wanita itu Vanya yang sedang mabuk dan mengunjungi Apartemen Jimmy.


" Tuan tolong jaga istrinya kalau sedang mabuk jangan biarkan berteriak di tengah malam begini! Mengganggu Saja!" Tegur tetangga pada Jimmy.


Jimmy yang Merasa tak enak segera meminta maaf dan membawa Vanya masuk kedalam Apartemen nya.


" Hey sayang? Kenapa bisa mabuk begini sih?" Tanya Jimmy yang sudah mendudukkan Vanya di Sofa.


" Sayang aku sangat merindukanmu," Ucap Vanya mengabaikan pertanyaan Jimmy.


Cup...


Vanya mengecup bibir Jimmy dan terseyum dengan mata terpejam.


" Ck. Kau sangat menggemaskan sekali!" Decih Jimmy memalingkan wajahnya sembari tersenyum.


" Sayang aku ingin bercinta dengan-mu" bisik Vanya di telinga Jimmy.


" Vanya kau benar-benar sudah sangat mabuk!" Ucap Jimmy dengan wajah merahnya.


" Husstt Aku tidak mabuk sayang, Aku benar-benar menginginkan dirimu saat ini." Ucap Vanya mencium telinga Jimmy.


Tentu saja perlakuan Vanya itu membuat darah Jimmy berdesir Hebat sebagai laki-laki Normal yang mendapatkan godaan sensual Seperti itu pasti akan langsung on begitupun dengan Jimmy saat ini.


" Kenapa? Apa kau tak mau bercinta dengan ku?" Tanya Vanya memandang Jimmy dengan wajah serius.


" Bukan begitu maksud ku sayang.


" Aku yang menginginkan dirimu dan aku ingin bercinta dengan Sayang," Ucap Vanya dan langsung mencium bibir Jimmy .


Jimmy yang awalnya kaget dengan serangan mendadak dari Vanya mencoba menahan Ciuman Kekasihnya itu tapi lama kelamaan Jimmy ikut terbuai dan membalas ciuman Vanya dengan lebih ganas lagi.


" Kau yang meminta ini sayang jadi jangan salahkan aku jija kau tak bisa berjalan besok pagi!" Bisik Jimmy sembari membawa Vanya ke dalam kamarnya dengan saling memanggut.


" Lakukan ini kemauan ku aku tak akan menyesal, miliki aku sayang!" Balas Vanya yang membuat Jimmy kian bersemangat.


Jimmy merebahkan Vanya dirancangnya. Jimmy ******* bibir Vanya dengan kasar dan memabukkan.


Eghh desah Vanya di sela Ciumanya Tangan Vanya menyusuri rambut Jimmy dan sesekali meremasnya.


Ciuman Jimmy beralih keleher Vsnya dan menghisapnya Hingga meninggalkan bekas merah disana, Jimmy melepaskan baju Vanya dan penutup dada Vanya dengan cepat dan terlihatlah dada Vanya yang mulus yang membuat gairah Jimmy semakin di puncak.


" Kau sangat indah sayang" bisik Jimmy dan mengecup Dada Vanya. Jimmy memainkan lidahnya di puncak Vanya yang membuat Vanya mendesah merasakan geli bercampur nikmat .


" Sa-sayang ahhhh" desah Vanya sembari menekan kepala Jimmy di dadanya.


Jimmy semakin menggila mendengar ******* sensual yang keluar dari mulut wanitanya dengan cepat Jimmy melepaskan baju dan celananya kini keduanya sudah Naked tanpa sehelai benangpun..


Jimmy melebarkan Kaki Vanya dan menenggelamkan kepalanya di milik Vanya yang membuat mata Vanya membelalak kaget.


" Sayang apa yang kau lakukan! Itu menjijikkan Jim ahhhh sayanggg" Teriak Vanya.


Srrupppp Suara hisapan Jimmy sangat kuat hingga membuat Vanya belingasan menahan gejolak di bawah sana, sungguh permainan Jimmy sangat memabukkan baginya, pikir Vanya.


Jimmy terus memainkan lidahnya dengan cepat sampai Vanya mendapatkan pelepasan.


Jimmy terseyum puas melihat wajah Vanya yang mencapai pelepasan.


" Kau suka sayang? Rasanya sangat enak bukan? Aku akan memberikan yang lebih nikmat dari ini" Ucap Jimmy sensual.


Vanya yang sudah dipuncak gairah Hanya bisa mengangguk sebagai jawaban atas ucapan Jimmy.


" Ini akan sakit di awal jadi tahan sedikit!" Bisik Jimmy sembari mendorong rudalnya ke milik Vanya yang masih bersegel itu.


Jimmy cukup kesulitan memasukkan miliknya hingga benda itu berhasil menerobos masuk dengan sedikit Sentakan bersamaan dengan jeritan kesakitan Vanya.


" Arghh perih Jimmy ini sang-at sakit!" Jerit Vanya


" tahan setelah ini tidak sakit lagi!" Bisik Jimmy mengecup kening Vanya.


Jimmy dengan perlahan menggerakkan pinggulnya saat Vanya sudah sedikit terbiasa dengan miliknya.


" Ah shiiiitt ini sangat nikmat sayang ahhh punyamu sangat sem-pit shiitttt!" Racau Jimmy yang bergerak dengan cepat diatas Vanya.


" Ahhh Fasterr jimm ahhhh yess!" Desah Vanya.


" Seperti ini sayang?" Tanya Jimmy menekan dengan sangat keras dibawah sana.


" Ahhh Sayang yeah seper-ti itu!" Racau Vanya yang menggila atas Sentuhan Jimmy.


Mereka terus melakukan adegan panas itu hingga berkali-kali dan berbagai gaya sampai akhirnya mereka mrndesah panjang secara bersamaan.


" Ahhhhh aku keluar sayang ahhhh Vanya" desah panjang Jimmy dan mengeluarkan benihnya di rahim Vanya.


" Ahhhhh jimmy!" Desah panjai Vanya menerima benih Jimmy.


Jimmy membawa tubuh lelah Vanya kedalam dekapannya dan nengecup dahinya dengan sayang.


" Thank you sayang, I love You, sekarang tidurlah" bisik Jimmy.


Vanya hanya mengangguk dan tersenyum di dalam dekapan Jimmy tanpa bersuara .


Malam ini malam yang indah bagi pasangan ini karena telah bercinta untuk pertama kalinya, dan malam kebahagiaan untuk Vanya Karena benar-benar berhasil mendapatkan Jimmy baik itu Cinta maupun raga dan jiwanya...


*


*