
*
*
" Kalian! Mau kau bawa kemana anak-anak ku brengsek!" Teriak Jesslyn yang melihat sekelompok pria berjas Hitam tengah berada di depan rumahnya bahkan kedua anaknya berada dalam gendongan salah satu pria itu.
Jesslyn menatap Hansel dengan tajam seakan-akan Hansel adalah musuhnya.
" Sayang Aku sangat merindukanmu, Syukurlah kau masih hidup Baby!" Ucap Hansel kemudian menyerahkan kedua anaknya pada Daren dan menghampiri Jesslyn.
Jessly mengangkat sebelah alisnya bingung,
" Sayang? Siapa yang kau panggil sayang itu? Kalian ingin menculik anakku ya?!" Tuduh Jesslyn
" Hey sayang aku Hansel Suamimu, Jangan bilang kau melupakan aku setelah enam tahun berlalu?" Ucap Hansel sembari ingin memeluk Jesslyn tapi Jesslyn dengan cepat menghindar.
" Tapi aku memang tak mengenal dirimu! Cepat Lepaskan kedua anakku!"
Hansel dan Daren saling berpandangan dan mereka tahu mungkin Jesslyn kehilangan ingatannya itulah sebabnya Jesslyn tak bisa kembali kerumah.
" Jess apa kau juga tak ingat dengan Kaka?" Tanya Daren
Jesslyn menggeleng tanda bahwa dirinya memang tak mengenal mereka sama sekali.
" Sa-sayang Jangan bercanda okey? Kau tak mungkin melupakan aku dan kenangan kita bukan?" Ucap Hansel sendu.
Jesslyn mendengus kesal.
" Kau itu bicara apa sih aku sama sekali tak mengenal kalian semua! Jadi pergi dari rumah ku sekarang!" Bentak Jesslyn merebut paksa kedua anaknya dari gendongan Daren.
Sontak saja kata-kata yang keluar dari bibir Jesslyn membuat hati Hansel sangat sakit karena wanita yang begitu dirinya cintai telah melupakan dirinya.
" Baby Lain kali Jangan berbicara dengan orang asing, mungkin saja orang itu adalah penculik anak, Mengerti" Ucap Jesslyn pada anaknya.
" Tapi Mom plia itu Daddy dan Papi," Ucap Fio
Mata Jesslyn membola, Daddy dan Papi? anaknya ini sangat polos sekali.
Jesslyn menantap kearah Hansel dan Daren dengan sinis, Pasti kedua pria ini yang telah mengatakan hal yang tidak-tidak pada anaknya.
" Kau apa yang telah kau katakan pada kedua anakku hingga mengagap kalian ayahnya? Apa ini trik agar kau bisa menculik anak-ku?!" Ucap Jesslyn.
Sakit? Itulah yang dirasakan Hansel saat ini bahkan sang istri menuduhnya akan menculik anaknya sendiri.
" Sayang, Aku adalah Suamimu dan juga daddy mereka jadi mana mungkin aku akan menculik mereka." Ucap Hansel.
" Jangan bicara sembarangan! Aku bukan istrimu dan mereka adalah anakku!" Sinis Jesslyn.
" Kita sudah menikah enam tahun yang lalu aku punya akta nikah kita jika kau tak percaya ucapan ku," Jawab Hansel.
Jesslyn hanya terdiam mencerna ucapan Hansel, apa pria ini benar-benar Daddy kedua anaknya dan Suaminya? Jesslyn sedikit ragu akan hal itu.
" Ikutlah denganku Kembali kerumah kita maka akan ku tunjukkan bukti bahwa kita adalah suami istri" Ucap Hansel saat melihat Jesslyn hanya terdiam.
" Tidak! Bagaimana kalau kalian hanya menipuku! Aku tidak mau ikut denganmu!" Tolak Jesslyn.
Perkataan Daren tersebut sontak membuat Jesslyn memandang pria tampan yang sedikit mirip dengannya itu dengan wajah penasaran penuh tanya.
" A-aku masih punya Mommy?" Lirih Jesslyn.
" Kau juga masih punya Daddy yang memanjakan mu!" Ucap Daren.
" Jesslyn ikutlah dengan kita, Mom dan Dad pasti sangat bahagia melihat-mu masih hidup bahkan memberinya sepasang cucu yang lucu!" Bujuk Daren.
Tidak tahu kenapa Jesslyn secara tidak sadar menetes air matanya ada sesuatu yang membuat dadanya sesak tapi tidak tahu apa itu,
" Mom jangan nangis tidak apa jika Mom tak ingin ikut Daddy!" Ucap Lio sembari mengelap air mata sang mommy.
" Tidak Boy, Mommy hanya tak menyangka bahwa Kalian masih memiliki Grandma " Ucap Jesslyn memandang Lio dengan terseyum.
" Glandma? Apa benal kita punya glanma papi?" Tanya Fio pada Daren yang ada di sebelahnya.
" Ya Kalian punya dua grandma dan juga dua grandpa" Ucap Daren mengangkat Fio dari gendongan Jesslyn yang yang nampak kelelahan menggendong kedua keponakannya itu dari tadi.
" Hole kita punya banyak Glandma dan glandpa!" Pekik kedua bocah itu.
" Dad bicakah Kami beltemu glandma dan glandpa?" Tanya Lio yang kini sudah berada di gendongan Hansel.
" Tentu saja Boy, tapi kalian harus membujuk Mommy kalian dulu" Ucap Hansel memandang Jesslyn dengan sendu.
" MOM!" Panggil kedua bocah itu dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
Jesslyn memilhat kearah kedua anaknya secara bergantian dan menggela nafas dengan pelan.
" Tidak bisa Baby, bagaimana dengan cafe Mom, Jika kita pergi?" Ucap Jesslyn dengan Lembut pada kedua buah hatinya.
Kedua bocah itu menuduk lesu, mereka tidak boleh egois yang dibilang sang mommy benar, Mommynya harus memantau Cafe yang mulai berkembang itu.
" Sayang, kau tidak perlu khawatir Jimmy dan Jack akan mengurus hal ini, BENAR KAN JIM?" Ucap Hansel dengan menekan kalimat terakhirnya.
" Ah ya Benar Nyonya Muda anda tak perlu Khawatir masalah cafe milik anda serahkan pada saya dan Jack." Jelas Jimmy.
" Boleh ya Mom? Kita akan ikut daddy dan papi beltemu Glandma dan Glandpa" Ucap Fio
Jesslyn mengaguk pelan mengiyakan.
" Mereka sepertinya tidak berbohong, aku juga ingin tahu siapa Keluarga ku yang sebenarnya jadi tidak masalah jika mencari tahu terlebih dahulu, toh kelihatannya mereka bukan orang jahat!" Batin Jesslyn.
Hansel senang akhirnya Jesslyn ingin ikut denganya walaupun Istrinya belum mengingatnya paling tidak Jesslyn-nya berada disisinya, Mungkin setelah pulang ke Mansion Johnson ingatan Jesslyn akan segera kembali karena Mansion itu banyak kenangan Jesslyn dari bayi hingga dewasa.
Malam itu juga Hansel dan Daren memboyong Jesslyn beserta Fio dan Lio ke kota A. Kedua pria dewasa itu tidak sabar melihat ekspresi para bos Besar saat melihatnya membawa Hadiah yang spectacular untuk mereka...
*
*
*