
*
*
*
Tak terasa sudah satu minggu Lio dan Agatha menikah. Hari ini keduanya akan kembali bekerja setelah mengambil cuti satu minggu paska menikah.
" Sayang, Aku malas ke kantor kita nambah libur saja gimana?" Tanya Lio
" No, No, No, Kita harus kembali bekerja, Aku seorang Dokter sayang, gak boleh seenaknya main libur-libur terus. Dan kamu sebagai boss juga harus bersikap profesional dong jangan seenaknya sendiri." Kata Agatha menoel gemas hidung mancung suaminya.
Lio menampilkan wajah cemberut saat
mendapatkan ultimatum dari Agatha. Sungguh saat ini Lio sangat malas bekerja, alasan sebenarnya adalah karena tak mau berpisah dengan Agatha.
" Semangat Sayang!" Agatha mengangkat kedua tangan Lio.
" Gak di beri Vitamin mana bisa semangat? Lihat tanganku saja sangat lemas begini." Kata Lio dengan lemas dibuat-buat.
Agatha memutar bola matanya. Kang modus mode on. Pikirnya.
Cup... Cup....cup...
Agatha memberikan ciuman di kedua pipi dan bibir Lio berharap suami modusnya ini berhenti ngedrama di pagi hari.
Lio tersenyum puas " Semangatnya gak Full sayang, Aku masih setengah malas." Ucap Lio menunduk Lesu.
" Oh God!!" Suamiku benar-benar licik," batin Agatha
" Aku akan memberikan Full Servis nanti malam jika kau bekerja tanpa banyak drama sayang." Bisik Agatha dengan nadabada menggoda.
Glek!!
Lio menelan Salivanya. Suara sexy istrinya saat menjanjikan hal menggoda padanya membuat darah di tubuhnya berdesir.
" Baiklah aku akan berangkat kerja dengan semangat penuh. Ingat janjimu nanti malam Baby." Lio dengan cepat meraih tas kerjanya kemudian mengecup bibir Agatha dan berlalu untuk berangkat ke kantor bahkan Pria itu keluar kamar setengah berlari saking semangatnya.
" Dasar laki kalo urusan gituan aja langsung semangat empat lima." Guman Agatha setelah tubuh suaminya tak terlihat.
*
Sementara itu di kantor Devan.
Devan yang saat itu tengah duduk di kursi kebesaran-nya dengan tangan dan mata yang fokus pada komputer segera menoleh kebelakang dan memegang tangan Fio yang melingkar di lehernya.
" Teman yang mana?" Tanya Devan pria itu mengecup tangan Fio dengan sayang.
" Teman Sekolah SMA ku dulu. Udah lama banget kita nggak ngumpul jadi kita berencana ketemuan siang ini. Boleh ya please?" Fio merengek dengan manja berharap Prianya memberikan izin.
" Pasti ada teman Cowoknya juga kan?" Tanya Lio dengan nada tak suka.
" Iya pasti ada dong sayang, Teman SMA ku kan bukan hanya Cewek doang." Jujur Fio.
Devan menarik Fio hingga wanitanya duduk di pangkuannya.
" Aku tidak suka jika kau dekat-dekat dengan Pria lain, Honey." Kata Devan tangan kekar itu menyisihkan anak rambut yang berantahkan di dahi Fio.
" Apa ada si Prancis juga?" Tanya Devan.
Fio kebingungan siapa Prancis?. Pikirnya.
" Itu laki-laki yang pernah ketemu di Paris." Jelas Devan seakan tahu kebingungan Fio.
." Ohh si Frans. Yah dia juga akan datang." Jawab Fio.
" Kalo begitu aku tak mengizinkan kau datang." Putus Devan.
" Sayang, mana bisa begitu aku sudah janji akan datang." Protes Fio bangkit dari pangkuan Devan.
" Tapi ada si Prancis! dia mantanmu aku cemburu melihat dia yang melihat mu dengan pandangan penuh cinta!
" Oh God, Come On Honey, aku dan Frans sudah masalalu kita berakhir dengan sangat baik. Aku juga tak punya perasaan lebih padanya jadi untuk apa kau cemburu? Cintaku sudah Full untuk mu seorang." Kata Fio sungguh-sungguh.
" Tidak, aku tetap tidak setuju kecuali---
" Kecuali apa?" Potong Fio Cepat.
" Aku ikut ke pertemuan itu." Sahut Devan.
" What?"
...******...