
Semuanya senang saat melihat Erick yang sudah kembali masuk ke sekolah. Dan tentunya yang paling senang adalah Kevin. Sebab kemarin-kemarin Kevin merasa bosan duduk sendirian. Tapi karena sekarang Erick masuk, jadi ia tidak bosan lagi.
"Rick, lo beneran udah sembuh?" tanya Kevin.
"Iya, berkat masakannya Rania."
Kevin kebingungan, karena mana mungkin hanya gara-gara makanan dia menjadi sembuh.
Tiba-tiba Rania datang menghampiri Erick dan dia memberikan bekal untuk Erick. Dengan begitu Kevin jadi tahu bahwa Erick sekolah karena ingin mendapatkan bekal dari Rania.
"Udah jadian?" bisik Kevin kepada Erick.
"Belum," jawab Erick.
"Btw, cewek gue mana ya?"
"Tadi sih katanya Calista sama Friska mau beli pembalut di minimarket depan sekolah."
Sebab bel masuk berbunyi sekitar lima belas menit lagi, jadi Kevin memutuskan untuk pergi berjalan-jalan disekitar sekolah.
Saat ia melewati lapangan, ada sekelompok adik kelas yang sedang bermain basket dan itu membuat Kevin tersenyum karena sejujurnya ia masih ingin berada di ekskul basket.
Kevin menghampiri mereka. "Gue boleh ikut main gak?"
Awalnya kelima adik kelas itu saling memandang satu sama lain, tetapi akhirnya mereka memperbolehkan Kevin untuk bermain bersamanya.
...****************...
Calista kembali ke kelas dan ia buru-buru menyimpan pembalut yang ia beli kedalam tas. Ia terdiam sejenak untuk memastikan apakah yang ia lihat benar-benar Erick atau bukan.
"Rick, lo udah sembuh?"
"Udah kok," jawab Erick.
"Ta, Friska mana? bukannya tadi sama lo," heran Rania.
"Friska tadi katanya mau ke toilet dulu, makanya gue langsung aja ke kelas."
Calista mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tetapi ia tidak melihat sosok pacarnya didalam kelas.
"Cowok gue mana ya?"
"Gue lihat sih tadi dia lagi sama cewek," bohong Erick.
"Lihat dimana?"
"Pokoknya tadi ada cewek yang kesini, terus Kevin sama cewek itu pergi gak tahu kemana."
Calista segera pergi untuk mencari Kevin. Sebenarnya jika Kevin pergi sendiri, Calista tidak ingin mencarinya. Tetapi karena Kevin pergi bersama perempuan, Calista jadi ingin mencari dan memastikan siapa perempuan yang bersama Kevin.
Setelah berjalan-jalan mencari Kevin, akhirnya Calista ketemu dengannya. Ia melihat Kevin sedang bermain basket bersama sekelompok orang yang Calista tidak kenal. Akhirnya Calista menghampiri dan memanggil Kevin.
Kevin menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara Calista. Kevin berlari kearahnya karena terlihat dari raut wajah Calista bahwa dia sedang badmood.
"Kenapa, sayang?"
"Tadi sama siapa?"
"Aku tadi sama mereka," tunjuk Kevin pada adik kelas yang tadi bermain basket bersamanya.
Calista bertanya tentang siapa perempuan yang bersama Kevin waktu tadi, namun Kevin mengatakan bahwa dia tidak sedang bersama perempuan.
"Jadi Erick bohong sama aku?"
"Iya, dia bohong. Aku tadi gak bareng cewek kok."
Calista melihat kearah adik kelas yang sedang bermain basket. "Kamu pasti kangen main basket ya?"
"Iya, kangen banget. Soalnya udah lama gak main."
Calista menyuruh Kevin untuk kembali mengikuti ekskul basket, namun Kevin menolaknya karena ia malu untuk masuk kembali.
Tiba-tiba Teguh datang menghampiri Calista dan Kevin. Lalu, Teguh melihat kearah Kevin sekilas. "Ta, pulang sekolah free gak?"
"Gue sibuk. Soalnya gue mau main sama Kevin."
"Jadi kalian pacaran lagi?" tanya Teguh.
"Dari waktu itu juga kita emang pacaran kok. Cuma kemarin gue deketin lo supaya bisa ambil handphone lo agar gue bisa hapus video Kevin."
Teguh menatap tajam setelah mendengar penjelasan Calista. Setelah itu, Teguh pergi dengan raut wajah kesal.
"Jadi nanti pulang mau main kemana?" tanya Kevin.
"Gak main kemana-mana. Tadi aku bohong aja biar nolak ajakan Teguh."
"Ya, aku kangen deh sama kelinci kamu. Pulang sekolah aku boleh main gak ke rumah kamu?"
Calista hanya tertawa, ia tahu jika Kevin sebenarnya hanya ingin main bersama Calista, bukan ingin melihat kelinci.
"Kevin!" panggil Aldo.
"Kenapa?" tanya Kevin dengan ekspresi yang berubah menjadi dingin. Calista sendiri heran, setiap kali Kevin berbicara dengan orang lain pasti auranya menjadi sangat keren. Maka tak heran jika banyak perempuan yang tertarik dengannya.
"Lo serius gak akan kembali ke tim basket?" tanya Aldo memastikan.
"Dia mau kembali kok. Akhir-akhir ini itu Kevin banyak masalah, jadi waktu itu Kevin spontan aja bicara bahwa dia ingin keluar."
Aldo tersenyum karena ia turut senang jika Kevin kembali kedalam tim basket, karena jika tidak ada Kevin mungkin tim basket akan kacau.
"Bro, gue ke kelas dulu ya." Kevin buru-buru membawa Calista menuju kelas.
Calista kebingungan, ia tidak tahu perasaan Kevin sekarang. Entah itu senang atau sedang kesal karena tadi Calista berbicara seperti itu.
"Ta, itu di rooftop ada siapa ya?" tunjuk Kevin karena ia melihat perempuan dan lelaki namun posisinya sedang membelakangi, makanya Kevin tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
"Ya udah kita kesana yuk! siapa tahu itu Erick sama Rania." Akhirnya keduanya pergi menuju rooftop.
Skip
Reaksi Calista dan Kevin persis dengan Friska dan Bayu. Mereka sama-sama terkejut dan yang paling terkejut pastinya Calista dan Kevin karena mereka berdua tahu bahwa Friska kemarin baru saja berkencan dengan seorang pria di cafe, namun saat ini Friska malah sedang bermesraan bersama Bayu.
"Kalian pacaran?" tanya Calista dan Kevin bersamaan.
Friska dan Bayu mengangguk seraya mengiyakan bahwa mereka telah berpacaran.
"Karena kalian pacaran, gimana kalau kita double date setelah pulang sekolah?"
"Gimana? mau gak?" tanya Friska kepada Bayu, lalu Bayu mengiyakannya.
"Kalau kita double date, terus Rania sama Erick gimana? pastinya mereka akan marah kalau gak diajak," kata Kevin.
"Ya udah ajak mereka juga."
...****************...
Jadi seperti yang sudah diketahui bahwa sekarang kita akan kencan bersama, lebih tepatnya Calista, Kevin, Friska dan Bayu yang kencan. Rania dan Erick juga ikut meskipun keduanya tidak berpacaran.
Tujuan pertama mereka adalah tempat karaoke, karena Calista belum pernah berkaraoke bersama sahabat-sahabatnya. Meskipun suara mereka biasa saja, tetapi jika bernyanyi dengan kompak pastinya akan lebih bagus.
Selesai bernyanyi bersama, kini Kevin mengadakan sebuah pertandingan. Barang siapa yang skor nyanyinya terendah, maka dia yang akan membayar.
Tim dibagi menjadi 3. Tim yang pertama yaitu Calista dan Kevin, tim kedua yaitu Friska dan Bayu dan tim ketiga yaitu Rania dan Erick.
Karena tim yang pertama adalah Calista dan Kevin, jadi mereka terlebih dahulu mencari lagu yang akan dinyanyikan.
"Nanti nyanyinya harus keras, karena biasanya skornya suka tinggi," bisik Kevin kepada Calista. Calista hanya mengiyakan saja, padahal belum tentu juga skor akan besar jika bernyanyi dengan suara keras.
...****************...
"Vin, bayarnya pakai uang kamu dulu ya soalnya sekarang uang aku habis. Tapi nanti aku akan ganti uangnya kok," bisik Calista.
"Gak usah diganti, lagipula ini salah aku juga karena udah taruhan."
Kevin segera membayarnya, setelah itu Kevin dan Calista segera menghampiri yang lainnya.
Sehabis dari tempat karaoke, mereka segera pergi ke tempat yang telah direkomendasikan oleh Bayu. Karena Calista tahu Bayu dari sejak SMP, jadi Calista menebak kalau Bayu akan mengajak semuanya pergi ke tempat tongkrongannya.
Sekitar 15 menit, mereka telah sampai ditempat yang direkomendasikan oleh Bayu. Bayu sengaja mengajak yang lainnya kesini agar mereka bisa menghemat uang jajannya, karena makanan dan minuman di warung lebih murah dibandingkan dengan makanan dan minuman yang ada di cafe.
"Lo gak salah ngajak kita kesini?" kata Kevin.
"Gak salah kok," kata Bayu.
Karena mereka sangat lapar, akhirnya mereka membeli jajanan yang ada di warung.
"Vin, kamu merokok lagi?" tanya Calista saat melihat Kevin yang sedang membeli rokok.
"Iya, aku merokok lagi," ujar Kevin. Kevin juga menjelaskan bahwa ia merokok kembali semenjak putus dengan Calista dan sampai hari ini Kevin jadi susah lagi untuk berhenti merokok.
"Kamu gak suka ya kalau aku merokok lagi?" tanya Kevin memastikan.
"Mau kamu merokok atau enggak, aku tetap suka kok."
Tiba-tiba Friska mendekati Calista dan dia berkata bahwa darah menstruasi Calista tembus. Calista panik karena ia bingung karena disini tidak ada toilet umum.
"Disini ada toilet umum gak?"
"Gak ada. Paling toilet umum adanya di pom bensin yang jaraknya gak jauh dari sini," kata Bayu.
"Ya udah ayo aku antar kesana," kata Kevin.
Calista dan Kevin segera menghampiri mobil. Sebelum duduk di kursi mobil, Calista lebih dulu mengeluarkan baju olahraga di kursi supaya kursi mobil Kevin tidak kotor.
Skip
Selesai dari toilet, Calista mencari keberadaan Kevin. Tetapi saat keluar, ia tak melihat mobil Kevin di parkiran pom bensin.
Ketika Calista hendak menelepon, tiba-tiba Kevin datang dengan mengendarai mobilnya.
"Kamu dari mana sih?" tanya Calista sambil masuk kedalam mobil.
"Tadi aku mau beli es krim keliling. Tapi karena abang yang jualnya jalannya cepat, jadi aku menyusul pakai mobil.
"Aku pikir kamu pergi."
"Mana mungkin aku tinggalin kamu. Nanti kalau aku tinggalin yang ada kamu ngambek tujuh hari tujuh malam."
Ting!
Calista buru-buru mengambil ponselnya karena ia tahu bahwa itu adalah pesan dari sahabatnya. Dan ketika Calista baca, ternyata Erick dan Rania sudah pulang dikarenakan Erick sedang tidak enak badan.
"Erick sama Rania udah pulang katanya."
"Jadi kamu mau pulang juga?"
"Iya, soalnya aku capek banget."
"Ya udah kita pulang sekarang, tapi sebelumnya kita pamit dulu ke Friska sama Bayu."
Sesudah sampai ditempat tadi, Kevin dan Calista segera menghampiri Friska dan Bayu untuk memberitahu bahwa Calista dan Kevin ingin pamit pulang.
"Kalau gitu kita pulang juga deh," kata Friska.
"Kalian disini aja, sekalian menghabiskan waktu berdua."
Friska sebenarnya setuju saja dengan perkataan Calista, tapi hanya saja Friska takut jika Bayu ingin pulang seperti yang lain.
"Ayo pulang, Ta." Kevin segera menggenggam tangan Calista dan membawa Calista menuju mobil.
Ketika Calista dan Kevin sudah masuk mobil, keduanya diam saja sambil memantau Friska dan Bayu. Keduanya sangat penasaran apa yang akan dilakukan mereka saat Calista dan Kevin pergi.
"Mereka beneran pacaran, kan? tanya Kevin memastikan karena Friska dan Bayu hanya menikmati makanan tanpa mengobrol.
"Ya iyalah, tadi kan mereka bilang sendiri kalau mereka udah jadian."
"Tapi kok mereka gak mengobrol sama sekali," heran Kevin.
"Mungkin mereka ngobrol didalam hati kali."
Kevin melajukan mobilnya disaat setelah memantau Friska dan Bayu. Kevin dan Calista berpikir kalau Friska dan Bayu akan mengobrol sambil bergandengan tangan seperti waktu di rooftop.
"Berarti diantara kita sama sahabat-sahabat kita yang jomblo cuma Rania sama Erick ya?"
"Entahlah, tapi aku melihat mereka kayak orang yang pacaran."
"Kalau dari sudut pandang aku sih keduanya saling suka. Cuma kamu tahu sendirilah, cewek kan emang suka tarik ulur. Saat cowok itu mengejar, cewek itu malah cuek. Sedangkan disaat cowok itu pergi, ceweknya merasa kehilangan."
Calista hanya cengengesan karena ia merasa tersindir dengan ucapan Kevin. Waktu itu juga saat Kevin mengejarnya, Calista malah menolak untuk menjadi pacarnya. Tapi setelah Kevin cuek kepadanya, Calista malah merasa bersalah dan ujung-ujungnya Calista menerima Kevin.
"Vin, akhir-akhir ini Haura udah gak ganggu aku lagi."
"Bagus dong kalau gitu."
"Iya, cuma aku penasaran kenapa dia gak ganggu aku. Apa dia lagi sakit ya?"
Kevin sangat heran kepada Calista. Padahal Haura sering mengganggunya, tetapi Calista masih memikirkannya dan juga ingin tahu keadaannya.
"Apa kamu marahin dia ya? makanya akhir-akhir ini dia gak ganggu aku."
"Aku emang selalu marahin dia setiap dia ganggu kamu."
"Emang marahnya kayak gimana? kok dia jadi gak ganggu aku lagi."
Kevin menunjukkan cara dia marah kepada Haura dan itu membuat Calista tertawa terbahak-bahak karena menurutnya itu sama sekali tidak seram.
"Apa jangan-jangan dia udah punya pacar ya? makanya akhir-akhir ini dia gak ganggu aku," tebak Calista.
"Kayaknya enggak sih. Soalnya dua hari yang lalu dia masih chat aku."
"Bukannya nomer telepon dia udah diblokir ya sama kamu?"
"Kamu emang lupa ya? dia kan suka ganti-ganti nomer telepon."
Calista ingin meminjam ponsel Kevin untuk melihat chat dari Haura. Dan tentunya Kevin memberikan ponselnya kepada Calista untuk membuktikan bahwa ucapannya benar.
"Romantis banget ucapannya," gumam Calista saat membaca pesan Haura.
"Yang ada jijik bukan romantis."
"Kamu kelihatannya benci banget ya sama dia?"
"Bukan benci sih, cuma aku risih aja."
Diantara Calista dan Kevin tentunya yang paling risih adalah Kevin. Sebab setiap malam ia selalu dikirimkan berupa foto-foto Haura yang hanya memakai tank top.
"Kalau kamu tahu apa yang dikirim Haura waktu itu, pasti kamu akan syok."
"Emang dia kirim pesan apa?" tanya Calista, lalu Kevin mengatakan yang sebenarnya kepada Calista.
"Gila! terus kamu pasti simpan foto-fotonya ya?"
"Enggaklah! aku langsung hapus foto-fotonya."
Calista tak menyangka seseorang yang awalnya pendiam ternyata bisa melakukan hal seperti itu.