Fearless

Fearless
Bab 23



Suara bel membuyarkan semua lamunan Calista. Saking asiknya melamun, hingga ia baru sadar bahwa tugasnya masih belum selesai.


"Ayo istirahat!" ajak Friska.


"Lo istirahat duluan aja, soalnya gue belum selesai."


"Salsa!" teriak Friska dan sontak Salsa menghampiri Friska.


"Kenapa?" tanya Salsa.


Friska menyuruh Salsa untuk mengerjakan tugas Calista yang belum selesai dan tentu saja Salsa menyetujuinya, karena Friska mengatakan bahwa nantinya Salsa akan mendapatkan bayaran.


"Jangan! nanti ketahuan guru, soalnya tulisan kita berbeda."


"Gak akan ketahuan kok. Percaya deh sama gue," kata Friska, karena ia juga sering menyuruh orang lain mengerjakan tugasnya.


Karena sepertinya ucapan Friska sangat meyakinkan, akhirnya Calista memberikan uang kepada Salsa karena dia sudah mau disuruh untuk mengerjakan tugas milik Calista.


Setelah itu, Calista dan Friska segera pergi menuju kantin. Mereka hanya pergi berdua saja karena Kevin dan Erick sedang menemui guru olahraga.


"Ta, kelihatannya lo lemas banget hari ini," kata Friska.


"Iya, soalnya gue masih gak enak badan."


"Kalau masih sakit, kenapa lo sekolah?"


Calista tidak menjawab pertanyaan dari Friska, dikarenakan ia terfokus pada salah satu lelaki yang baru saja lewat dihadapannya.


"Lo kenapa sih? perasaan dari tadi melamun mulu kerjaannya," kata Friska.


"Itu siapa, Ka?" tunjuk Calista.


Friska melihat kearah orang yang ditunjuk oleh Calista. "Gila! ganteng banget."


Melihat reaksi Friska membuat Calista jadi tahu bahwa Friska juga baru pertama kali melihat lelaki itu dan sudah dipastikan bahwa lelaki itu adalah murid baru.


"Kita kesana yuk!" ajak Friska.


"Mau ngapain?"


"Kenalan." Friska tersenyum lebar.


"Gak mau! lo aja yang kesana."


Calista mengira bahwa Friska tidak akan pergi, namun kenyataannya dia justru pergi meninggalkan Calista hanya untuk berkenalan dengan lelaki itu.


Jujur saja lelaki itu sangat tampan. Mungkin dia adalah satu-satunya lelaki yang ketampanannya setara dengan Kevin. Meskipun lelaki itu tampan, bukan berarti Calista jatuh cinta dengannya, hanya saja Calista cukup terkejut karena ternyata masih ada lelaki yang sangat tampan di SMA Nusa Indah.


Dari jauh Calista terus memperhatikan Friska yang sedang mengobrol bersama lelaki itu. Bahkan Calista tersenyum saat melihat tingkah sahabatnya yang seperti tidak punya malu.


"Kok gak ke kantin?" tanya Kevin yang datang bersama Erick.


"Soalnya lagi nunggu Friska. Katanya dia mau kenalan sama cowok itu," tunjuk Calista.


"Dia anak baru ya?" tanya Erick.


"Kayaknya sih iya."


...****************...


Disaat sedang asiknya menikmati makanan, tiba-tiba seseorang datang menghampiri Calista dan sahabat-sahabatnya.


"Kak Kevin!" panggil Haura dan otomatis Kevin menoleh kearah pacarnya.


"Boleh gabung gak?" tanya Haura, lalu Kevin melirik kearah sahabat-sahabatnya karena untuk memastikan apakah Haura boleh atau tidak duduk bersama mereka.


"Boleh. Cuma masalahnya kursinya gak ada," kata Friska.


"Ya udah kalau gitu aku cari dulu," kata Haura.


Saat Haura hendak pergi, dengan cepat Calista langsung menyuruh Haura untuk duduk di kursinya.


"Duduk disini aja. Lagipula aku mau pergi."


"Mau kemana, Ta?" tanya Kevin.


"Mau ke kelas." Calista buru-buru pergi, karena ia ingin memastikan apakah tugasnya sudah selesai atau belum.


Skip


Sesampainya di kelas, Calista langsung menghampiri Salsa yang baru saja mengumpulkan buku Calista di meja.


"Udah kok."


Calista mengecek buku tugasnya dan memang benar bahwa tugasnya telah diselesaikan oleh Salsa.


"Makasih ya."


"Iya sama-sama," kata Salsa.


"Ini buat lo." Calista memberikan roti dan minuman dingin kepada Salsa sebagai tanda terima kasih karena telah membantu Calista.


"Serius buat gue?" tanya Salsa, lalu Calista hanya mengangguk. Dengan begitu, Salsa langsung berterima kasih kepada Calista.


Salsa berterima kasih kepada Calista karena telah memberikan makanan dan minuman. Salsa sempat terkejut karena Calista yang dikenal sebagai orang yang jahat oleh orang-orang, ternyata mempunyai sisi kebaikan juga.


Calista mengambil baju olahraganya. Setelah itu, ia memutuskan untuk pergi mengganti pakaiannya.


...****************...


Kevin POV


Selesai makan, Kevin berpamitan kepada Haura untuk kembali ke kelas. Namun ketika ia ingin pergi, tiba-tiba Haura ingin berbicara sesuatu. Jadi akhirnya, Erick dan Friska lebih dulu pergi karena mereka tidak ingin mengganggu Kevin dan Haura.


Haura mendekati Kevin. "Kak, sebenarnya Kakak suka gak sih sama aku?"


Kevin terdiam sejenak, sejujurnya ia menerima Haura karena ia merasa kasihan. Selain itu, ia juga menerima Haura karena pada saat itu Calista menolaknya.


Haura menunduk, karena ia merasa bahwa Kevin memang tidak mencintainya. "Kenapa diam aja, Kak?"


"Aku suka kok sama kamu," bohong Kevin.


Haura tersenyum. "Aku kira Kak Kevin gak benar-benar suka sama aku."


"Ya udah kalau gitu aku ke kelas ya, soalnya aku mau ganti baju." Setelah berkata seperti itu, Kevin segera pergi menuju kelasnya.


Dalam perjalanan menuju kelas, Kevin bertemu dengan Calista.


"Ta, lo mau olahraga?" tanya Kevin, lalu Calista hanya mengangguk.


"Lebih baik jangan, soalnya lo masih sakit."


"Gue udah sembuh kok."


Kevin memegang kening Calista dan ternyata kening Calista masih panas.


"Masih panas lo."


Calista menghempaskan tangan Kevin. "Vin, seharusnya lo jangan kayak gini terus. Gue jadi gak enak sama Haura."


"Maksudnya?"


"Gue gak mau lo kasih perhatian lebih ke gue. Oh iya, mulai sekarang lebih baik kita jaga jarak aja, soalnya gue gak mau nantinya Haura cemburu karena lo dekat sama gue," ujar Calista, setelah itu dia pergi lebih dulu meninggalkan Kevin.


Melihat sikap Calista yang seperti itu, membuat Kevin jadi yakin bahwa sebelumnya Haura telah mengadu kepada Calista mengenai sikap Kevin.


Dengan demikian, Kevin kembali pergi menuju kantin untuk menemui Haura. Ia merasa kesal karena seharusnya Haura berbicara langsung dengan Kevin, bukan malah berbicara dengan Calista.


Ketika sampai di kantin, Kevin langsung menghampiri Haura yang sedang duduk bersama temannya.


"Ra, aku mau bicara sama kamu."


"Mau bicara apa, Kak?" tanya Haura.


Kevin menarik tangan Haura dan dia membawa Haura ke tempat yang lumayan jauh dari keramaian.


Setelah itu, Kevin melepaskan genggamannya. "Maksud kamu apa bicara kayak gitu ke Calista?"


"Maksudnya apa? perasaan aku gak bicara apa-apa ke kak Calista," jelas Haura.


"Kamu pasti mengadu ke dia tentang sikap aku ke kamu, kan?" tanya Kevin, lalu Haura menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak.


Kevin menatap tajam kearah Haura. "Gue gak suka sama cewek pembohong."


Haura berkata bahwa dia memang tidak berbohong kepada Kevin dan juga Haura berkata bahwa dia tidak menjelek-jelekkan Kevin didepan Calista.


"Sumpah, Kak. Aku sama sekali gak bicara hal yang buruk tentang Kak Kevin." Haura menangis karena ia ketakutan dengan tatapan Kevin.


"Mulai sekarang kita putus aja," jelas Kevin, lalu ia segera pergi meninggalkan Haura.