
Dari jauh, Calista melihat Kevin dan Erick yang sedang menonton pertandingan sepak bola. Dengan demikian, Calista lebih memilih pergi untuk menyaksikan lomba yang lain dikarenakan ia tidak ingin bertemu dengan Kevin.
"Mau kemana, Ta?" tanya Rania.
"Gue mau lihat lomba menyanyi aja."
"Tadi katanya lo mau lihat pertandingan sepak bola."
"Gak jadi deh, soalnya gue malas ketemu sama Kevin."
Rania memahami perasaan Calista. Fan sebenarnya bukan hanya Calista saja yang marah terhadap Kevin, tetapi Rania juga marah kepada Kevin sebab Kevin menyebut Rania dan Calista dengan sebutan cewek murahan. Meskipun memang benar bahwa Rania seperti itu, namun kejadian itu sudah lama terjadi dan seharusnya Kevin tidak berkata begitu apalagi Rania merupakan sahabatnya.
"Ya udah ayo pergi, lagian gue juga ogah ketemu sama Kevin."
Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju lapangan upacara, karena disana sedang diadakan lomba menyanyi dan menari.
Diperjalanan menuju ke lapangan, Calista bertemu dengan Rena. Tiba-tiba, Rena datang mendekat kearah Calista, lalu dia ingin berbicara empat mata dengan Calista. Dan Calista tahu pasti bahwa dia ingin supaya Calista tidak melaporkan kejadian tadi kepada kepala sekolah. Karena jika Calista melaporkannya, pastinya beasiswa Rena akan dicabut.
"Lo mau bicara tentang kejadian kemarin, kan?" tanya Calista, lalu Rena hanya mengangguk.
"Tenang aja, gue gak akan melaporkan kalian berdua kok. Oh iya, tolong bilang ke pacar lo, supaya gak menyebarkan rekaman tadi. Kalau sampai rekaman tadi tersebar, nanti gue pasti akan melaporkan kejadian kemarin ke kepala sekolah."
"Emang rekaman apa?" tanya Rena.
"Pokoknya tanya aja ke pacar lo."
...****************...
Kevin POV
Ketika pertandingan babak selanjutnya dimulai, Kevin melihat Calista dan Rania yang hendak duduk dipinggir lapangan. Ketika keduanya melihat kearah Kevin, otomatis Kevin mengalihkan pandangannya.
Setelah memikirkan tentang kejadian tadi, sepertinya Kevin jadi merasa bersalah karena ia merasa sudah keterlaluan kepada Calista maupun Rania. Tetapi jikalau ia meminta maaf kepada keduanya, pastinya Calista dan Rania tidak akan memaafkan Kevin.
"Ada masalah apa sama Calista? kok tiba-tiba putus gitu aja," ujar Erick.
"Gue gak bisa cerita masalahnya."
"Emang masalahnya besar ya? kok sampai-sampai putus segala."
"Iya, masalahnya besar banget."
Erick mengira bahwa masalah itu ada pada Calista. Sebab, Erick merasa bahwa Kevin yang memutuskan hubungan. Karena terlihat sekali bahwa Kevin seakan marah dengan Calista.
"Calista selingkuh ya, Vin?" tebak Erick.
"Enggak kok."
Erick menggaruk kepalanya yang tidak gatal lantaran yang ia tahu kesalahan paling besar adalah perselingkuhan.
"Kalau bukan tentang perselingkuhan, terus tentang apa?"
"Gue gak akan kasih tahu lo."
...****************...
Lagu yang dinyanyikan oleh peserta lomba sangat membuat Calista semakin sedih, lantaran lirik lagu tersebut menceritakan sebuah hubungan yang berakhir, yang mana lagu tersebut sangat pas dengan keadaan Calista sekarang.
"Boleh pulang gak sih?"
"Ya gak boleh lah," kata Rania.
"Ran, kayaknya gue mau pulang nih. Lo bisa bantu gue panjat tembok dibelakang perpustakaan gak?"
"Bisa sih. Cuma lo yakin mau bolos sekolah?" tanya Rania, lalu Calista hanya mengangguk.
Disaat Calista dan Rania ingin pergi, tiba-tiba ada panggilan video call grup dari Friska. Lalu, Calista dan Rania otomatis menolaknya karena keduanya malas menjawab video call tersebut lantaran tak mau melihat Kevin.
Tak lama, keduanya mendapatkan pesan dari Friska dan dia berkata bahwa dia sedang sakit.
"Nanti mau ke rumah Friska gak?" tanya Rania.
Calista bimbang, jika kesana ia takut bertemu dengan Kevin. Tetapi kalau tidak kesana, pastinya Friska akan marah sebab tidak dijenguk oleh sahabat-sahabatnya.
"Ya udah kalau gitu kita jenguk sekarang aja gimana?"
"Ya ampun, Ran. Dulu kan lo sering dihukum, masa sekarang lo masih takut dihukum."
"Masalahnya sekarang gue mau berubah menjadi lebih baik."
Benar juga apa kata Rania, padahal akhir-akhir ini Calista juga memutuskan untuk merubah sikapnya menjadi lebih baik, namun ia justru ingin bolos sekolah.
"Tapi gak apa-apa kali, kan cuma kali ini."
Rania berpikir sejenak. "Ya udah ayo bolos," ujar Rania, sebab jika ia pergi ke rumah Friska setelah pulang sekolah, kemungkinan ia akan bertemu dengan Kevin.
Skip
Setelah sampai di rumah Friska, keduanya segera masuk kedalam rumah, sebab Friska sendiri yang menyuruh agar Calista dan Rania masuk.
Ketika hendak masuk, tiba-tiba keduanya mendengar suara kendaraan dan otomatis keduanya menoleh kebelakang.
"Kok mereka kesini," gumam Rania.
Tak lama, keduanya turun dari kendaraan masing-masing. Lalu, Kevin dan Erick segera menghampiri Calista dan Rania.
"Ngapain lo berdua kesini?" sinis Rania.
"Kita juga kan sahabatnya Friska, jadi wajar kalau kita kesini," kata Erick.
"Ran, gue pulang aja ya. Soalnya gue gak enak badan."
"Ya udah gue juga pulang aja deh."
Cklek!
Pintu tiba-tiba dibuka oleh Friska, lalu Friska menyuruh mereka berempat masuk kedalam. Karena Calista dna Rania tidak enak kepada Friska, akhirnya keduanya terpaksa masuk. kedalam rumah.
"Lo kenapa pakai kacamata hitam?" heran Erick.
"Soalnya gue sakit mata," jelas Friska.
"Jadi lo itu cuma sakit mata doang?" tanya Erick.
"Enggak. Gue sakit flu," kata Friska.
Kevin memberikan beberapa cemilan untuk Friska karena sebelumnya Kevin dan Erick pergi ke mini market. Begitupun dengan Calista dan Rania, keduanya juga memberikan makanan dan minuman yang sebelumnya mereka beli di kantin sekolah.
Saat semuanya duduk di sofa, seketika suasananya menjadi hening. Bahkan Calista, Rania dan Kevin lebih fokus pada ponselnya masing-masing.
"Kalian kenapa sih? perasaan dari semenjak datang kelihatannya gak nyaman," heran Friska.
"Calista sama Kevin kan putus, makanya mereka jadi canggung," sahut Erick.
"Kenapa putus?" tanya Friska, namun tak dijawab oleh Calista maupun Kevin.
"Ka, gue pulang ya. Soalnya gue gak enak badan."
Calista segera pergi keluar. Setelah Calista pergi, Rania juga ikut pergi.
"Ta, gue antar lo pulang ya," ujar Rania.
"Loh! kok lo juga pulang."
"Iya, soalnya gue masih kesal sama Kevin."
Calista sebenarnya tidak tahu alasan mengapa Rania kesal dengan Kevin. Calista hanya menebak bahwa Rania kesal kepada Kevin karena telah menuduh Calista melakukan hubungan intim dengan Reyhan.
"Calista, Rania!" panggil Kevin dan sontak Calista dan Rania menoleh kebelakang.
Kevin mendekati Calista dan Rania. "Maaf, tadi ucapan gue terlalu kasar."
"Baru nyadar lo?" ujar Rania.
"Ran, ayo pulang. Gue malas ketemu sama orang yang suka main tuduh gitu aja tanpa tahu kebenarannya." Calista segera pergi keluar , sedangkan Rania masih bersama Kevin.
"Perkataan Reyhan lo percaya. Sedangkan perkataan Calista, lo gak percaya," sindir Rania.