
Kevin POV
Ketika melihat Calista yang tersedak saat mendengar ucapan Kevin, jadi Kevin merasa sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.
"Ta, gue bercanda kok. Mana mungkin gue suka sama sahabat gue sendiri," ujar Kevin sambil tertawa canggung.
Lalu, Calista tertawa mendengar penjelasan dari Kevin. "Syukur deh kalau gitu, gue sempat kaget tadi."
"Emang kalau misalnya gue beneran suka, lo bakal tolak gue ya?"
"Iyalah, soalnya gue gak mau pacaran sama sahabat sendiri."
Kevin merasa kecewa dengan perkataan Calista. Kevin pikir dirinya akan ada peluang untuk berpacaran dengan Calista.
Skip
Selesai dari restoran, Kevin mengantarkan Calista pulang ke rumah.
Selama diperjalanan, Kevin terus mencuri-curi pandang kearah Calista yang sedang tertidur.
Kevin sengaja melambatkan laju mobilnya agar bisa berlama-lama dengan Calista. Meskipun ia tahu bahwa Calista tidak menyukainya, tetapi ia akan terus berada disampingnya.
Padahal dari dulu sampai sekarang, Kevin selalu memperlakukan Calista perlakuan khusus dibandingkan dengan Rania dan Friska.
Hiks...hiks
Kevin menoleh saat melihat Calista yang sedang menangis sambil tertidur. Kevin tahu bahwa dimimpi Calista, pasti dia sedang bermimpi tentang Reyhan.
Rasanya Kevin sangat cemburu karena Calista begitu mencintai Reyhan.
Tiba-tiba Calista membuka kedua matanya dan itu membuat Kevin terkejut.
"Vin, tolong matikan AC. Soalnya dingin banget," ujar Calista. Lalu, Kevin mematikan AC mobilnya. Kemudian ia memberhentikan mobilnya.
Kevin membuka jaketnya dan ia menyuruh Calista untuk memakai jaket. Setelah itu, Calista memakai jaket tersebut.
"Lo gak dingin?"
Kevin menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak dingin.
"Kok masih disini sih? gue kira udah dekat rumah."
Kevin kembali melajukan mobilnya. "Ini kan malam hari, jadi gue bawa mobilnya pelan-pelan biar selamat sampai tujuan."
...****************...
Setibanya di rumah, Calista malas untuk berjalan. Rasanya ia ingin langsung saja berada di kamar.
"Ayo turun!" perintah Kevin.
"Vin, gendong gue dong. Soalnya gue malas gerak," canda Calista.
Akhirnya Kevin turun dan ia membukakan pintu mobil untuk Calista.
"Ya udah ayo naik." Kevin merendahkan badannya agar Calista naik ke punggungnya.
"Lo serius? padahal gue kan cuma bercanda."
"Mau gak? kalau gak mau ya udah," sewot Kevin.
Karena Kevin sudah berniat untuk menggendong Calista, akhirnya Calista naik ke punggungnya.
"Berat gak?"
"Berat banget. Kayak gendong anak gajah."
Calista tertawa mendengar perkataan Kevin.
Ketika sampai didalam, Calista langsung turun karena merasa malu dengan kedua orang tuanya.
"Kamu kenapa? kok digendong sama Kevin," heran Papah.
"Dia yang minta, Om. Tadi katanya Calista malas jalan, makanya Kevin gendong dia," jelas Kevin.
"Maaf ya, Kevin. Calista orangnya emang suka merepotkan," kata Papah.
Karena sudah larut malam, akhirnya Kevin berpamitan untuk pulang.
"Kamu malu-maluin aja," ujar Papah.
"Gak apa-apa dong. Lagipula Kevin gak keberatan kok." Sesudah berbicara seperti itu, Calista langsung pergi menuju kamarnya.
Tiba di kamar, Calista langsung mengumpulkan semua barang pemberian Reyhan. Niatnya besok ia akan memberikan barang itu kepada selingkuhan Reyhan.
Calista tidak ingin lagi menyebut Rania dengan sebutan sahabat. Karena yang namanya sahabat tidak mungkin menikung sahabatnya sendiri.
...****************...
Keesokan paginya, Calista sarapan pagi dengan orang tuanya. Meskipun banyak sekali makanan yang telah dihidangkan, namu Calista jadi tidak nafsu karena mengingat kejadian semalam.
"Makanannya gak enak ya?" tanya Mamah tiri Calista. Namun Calista tak menjawabnya dikarenakan ia sedang melamun.
"Kenapa, Pah?"
"Kenapa didiamkan makanannya?" tanya Papah, lalu Calista berkata bahwa ia sedang tidak nafsu makan.
Papah memegang kening Calista untuk memastikan apakah Calista sakit atau tidak. Dan saat dicek, ternyata suhu tubuhnya normal.
"Kamu kenapa? ada masalah?" tanya Papah.
"Enggak ada apa-apa kok, Pah."
"Oh iya, semalam kamu sama Kevin kemana?"
"Kita makan malam, Pah."
Papah menunjukkan ekspresi wajah yang seolah-olah menganggap bahwa Calista dan Kevin memiliki hubungan yang lebih daripada sahabat.
"Kalian pacaran ya?" tuduh Papah.
"Enggak, Pah! dari awal kan Calista udah bilang kalau Kevin itu sahabat Calista."
"Jujur aja kali. Lagian Papah gak akan marah kok kalau kamu pacaran."
"Papah gak akan marah kalau tahu Calista pacaran?" tanya Calista, lalu Papah mengangguk.
Padahal sudah berbulan-bulan Calista menyembunyikan hubungannya dengan Reyhan hanya karena takut Papahnya akan marah. Tetapi ternyata, Papahnya justru memperbolehkan Calista menjalin hubungan dengan seseorang.
"Jadi kamu serius pacaran sama Kevin?" tanya Papah.
"Enggak, Pah!" kesal Calista, karena ia sudah berkali-kali mengatakan bahwa dirinya tidak berpacaran dengan Kevin.
Disisi lain, Mamah tiri Calista hanya tersenyum saat melihat suaminya yang sedang menjahili anak tirinya.
...****************...
Tiba di kelas, Calista berjalan menghampiri Rania yang sedang duduk sambil memakai earphone.
Bruk!
Calista menaruh barang-barang pemberian dari Reyhan di meja Rania dan itu membuat Rania terkejut dan langsung membuka earphone-nya.
"Ta, lo kenapa?" bingung Calista, karena sepertinya Calista marah dengan Rania.
"Lo yang kenapa? bisa-bisanya lo rebut Reyhan dari gue. Sahabat macam apa lo!"
Beberapa orang menatap kearah Calista yang sedang memarahi Rania.
Karena merasa malu, Rania berniat untuk pergi. Namun Calista dengan cepat menariknya dan menamparnya.
Plak!
Rania menghempaskan genggaman tangan Calista dan dia berlari kearah luar.
Tiba-tiba Erick menghampiri Calista. "Dia beneran selingkuh sama pacar lo?" tanyanya.
Calista menatap sekilas kearah Erick. Setelah itu, ia pergi untuk mencari keberadaan Rania.
Jujur saja Calista merasa tidak puas jika hanya menamparnya. Maka dari itu Calista ingin menyiksanya agar dendamnya terbalaskan.
Calista sudah mencari Rania di UKS, rooftop dan kantin, namun Rania belum juga ditemukan. Karena tidak ada tempat lain, pastinya Rania kini sedang berada di toilet.
Tak ingin berlama-lama, akhirnya Calista pergi menuju toilet untuk memberi pelajaran kepada Rania.
Skip
Saat di toilet, Calista berjalan kearah Rania dan ia langsung menjambak rambut Rania, hingga membuatnya teriak karena kesakitan.
Seseorang yang sedang berada di toilet langsung melerai keduanya.
"Pergi lo! Jangan ikut campur!" teriak Calista.
Karena orang yang melerai itu posisinya sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk mencari bantuan.
"Ta, maafin gue. Gue janji akan jauhi Reyhan." Rania meringis kesakitan.
"Telat! lo udah menghancurkan hubungan gue!"
Tak lama, seseorang tadi kembali bersama Kevin dan Friska. Lalu, Kevin segera menarik Calista.
"Lepasin!" teriak Calista.
Kevin tak menghiraukannya, ia malah menarik Calista keluar dari toilet. Begitupun Friska, dia mengikuti Calista dan Kevin dari belakang.
"Lo kenapa sih cegah gue? lo kan tahu kalau dia itu yang udah menghancurkan hubungan gue sama Reyhan."
"Iya, gue tahu. Tapi bagaimanapun juga dia sahabat lo."
"Gue gak sudi punya sahabat kayak dia!" teriak Calista, lalu ia segera pergi.