Fearless

Fearless
Episode 30



Calista lupa kalau selama ini dirinya memberitahu password sosial medianya kepada Reyhan. Jadi mulai sekarang, Calista mengganti password miliknya agar Reyhan tidak bisa masuk lagi ke akun milik Calista.


Untungnya Reyhan tidak mengirim pesan yang aneh-aneh kepada orang lain, jadi Calista sedikit merasa lega.


Saat di kelas, Calista melihat Kevin, Erick dan Friska yang sedang mengobrol. Lalu, Calista segera duduk di kursinya tanpa menghadap kebelakang, karena ia tahu pasti Kevin masih marah kepadanya.


Bukannya melanjutkan obrolannya, mereka malah terdiam saat ada Calista dan itu membuat Calista yakin bahwa mereka sedang membicarakan Calista.


"Bayu, kemana?" tanya Friska.


"Dia masih ada di kantin."


"Lo beneran pacaran sama dia atau cuma pura-pura supaya gue menjauh dari lo?" tanya Kevin tiba-tiba dan spontan Calista menoleh kebelakang.


"Gue beneran pacaran sama dia kok."


Wajah Kevin terlihat sedih saat Calista memperjelas bahwa ia memang berpacaran dengan Bayu.


"Vin, udah jangan berharap lagi. Lo kan sama Calista hanya sahabatan, jadi seharusnya lo dukung hubungan Calista sama Bayu," kata Friska.


Kevin tidak menghiraukan perkataan Friska, ia memilih untuk memainkan ponselnya.


Tak lama, Bayu datang menghampiri Calista. "Kamu gak apa-apa, kan?"


"Gak apa-apa kok."


"Kenapa, Ta?" tanya Friska, lalu Calista hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak apa-apa.


...****************...


Sepulang sekolah, Bayu mengajak Calista ke sebuah time zone dan tentunya Calista menerima ajakannya, lagipula ia sudah lama tidak bermain di time zone.


Tiba di time zone, mereka langsung membeli koin. Setelah itu, keduanya memainkan permainan-permainan yang tersedia di time zone.


"Ta, gue boleh foto lo gak?"


"Buat apa?"


"Buat di-posting. Soalnya biar mantan gue tahu bahwa lo beneran pacar gue."


"Ya udah boleh."


Bayu segera memotret Calista dan tak lupa keduanya berfoto bersama agar semua orang mempercayai hubungan keduanya.


"Coba gue lihat fotonya."


Bayu memperlihatkan fotonya kepada Calista. Di foto itu terlihat bahwa ekspresi wajah Bayu begitu canggung.


"Kurang mesra deh kayaknya."


"Gue kelihatan canggung ya?" tanya Bayu, lalu Calista hanya mengangguk.


Calista memposisikan dirinya didekat Bayu. "Ayo senyum."


Bayu menuruti perintah Calista. Setelah itu, Calista segera memotret dirinya dan juga Bayu.


"Foto ini kelihatan lebih bagus dibandingkan yang tadi."


Bayu mengambil ponselnya. "Gue posting fotonya ya."


"Iya boleh. Tapi nanti jangan lupa kirim fotonya, soalnya gue juga mau posting."


"Iya, nanti gue kirim fotonya."


Habis itu, keduanya masuk kedalam ruangan karaoke karena Calista ingin sekali bernyanyi bersama Bayu. Meskipun suara Calista pas-pasan, tapi setidaknya ia bisa menghilangkan stres dengan cara bernyanyi.


Skip


Sesudah dari time zone, keduanya segera pulang karena mamah Calista berkata bahwa dia sudah membelikan sesuatu untuk Calista.


Meskipun mamah tidak menyuruh Calista untuk cepat-cepat pulang, namun Calista sangat penasaran dengan sesuatu yang sudah dibelikan mamah.


"Bayu, cepetan bawa motornya."


"Emang ada apa sih?"


"Gak ada apa-apa, cuma gue pingin cepat-cepat pulang ke rumah."


Bayu mempercepat laju motornya dan pada saat itu juga tiba-tiba ada motor yang menghalanginya sehingga membuat Bayu tak sengaja menabrak motor yang berada didepannya.


Bruk!


"Woy! hati-hati dong!" teriak pengendara yang motornya ditabrak oleh Bayu.


"Maaf, gue gak sengaja," ujar Bayu.


"Udah jelas-jelas lo yang salah."


"Ta, udah jangan memperpanjang masalah," kata Bayu.


Bayu segera turun dan ia memberikan sejumlah uang kepada pengendara yang ia tabrak motornya.


Setelah itu, pengendara itu segera pergi.


Bayu menghela nafasnya saat melihat bagian depan motornya yang rusak. Dan itu membuat Calista merasa bersalah karena dirinya yang menyuruh Bayu untuk mempercepat laju motornya.


"Gak usah, lagipula rusaknya gak terlalu parah kok," kata Bayu.


Kemudian, mereka segera melanjutkan perjalanan menuju rumah.


Skip


Sesampainya di rumah, Calista segera turun dan meminta maaf atas kejadian tadi. Tetapi Bayu menegaskan bahwa kejadian tadi merupakan kesalahannya karena tidak hati-hati.


"Ya udah kalau gitu aku masuk ya," ujar Calista.


"Iya," ujar Bayu yang juga langsung melajukan motornya menuju rumah.


Saat masuk kedalam rumah, Calista langsung mencari mamahnya.


"Mah!" panggil Calista dan tak lama Mamahnya datang menghampiri Calista.


"Iya, ada apa?" tanya Mamah.


"Tadi katanya mau kasih sesuatu."


Mamah menunjuk kearah ruang tengah dan disitu terdapat satu ekor kelinci berwarna putih. Dengan begitu, Calista berlari untuk melihat kelinci itu.


"Mamah beli kelinci dimana?"


"Mamah gak beli, cuma saudara Mamah punya kelinci banyak, jadi Mamah minta satu buat dikasih ke kamu," jelas Mamah.


"Makasih ya, Mah."


"Suka gak?" tanya Mamah memastikan, lalu Calista mengangguk mengisyaratkan bahwa ia suka dengan pemberian Mamahnya.


Ini pertama kalinya Calista diberikan hewan peliharaan oleh seseorang. Rasanya ia sangat senang sekaligus khawatir karena ia takut tidak bisa merawatnya dengan baik.


"Oh iya, nanti jam 4 antar Mamah beli makanan buat kelinci yuk."


"Biar Calista aja yang beli, Mah."


"Emang kamu tahu tempatnya?"


"Tahu kok," bohong Calista, padahal ia tidak mengetahuinya.


...****************...


Disaat Calista hendak membuka pagar rumahnya, tiba-tiba ia melihat Bayu yang sedang membuang sampah.


"Mau kemana, Ta?" tanya Bayu saat melihat Calista berdandan rapi.


"Mau beli makanan kelinci."


"Gue boleh ikut gak?" tanya Bayu.


"Boleh kok."


Bayu menyuruh agar Calista menunggunya, sebab Bayu ingin mencuci tangannya dulu karena tadi ia habis membuang sampah.


Sambil menunggu Bayu, Calista langsung saja mengeluarkan mobilnya.


Tak lama, Bayu keluar dengan membawa motornya. "Kesananya naik mobil?"


"Iya."


"Ya udah kalau gitu gue masukin lagi motornya," ujar Bayu dan itu membuat Calista tertawa kecil karena menurutnya ekspresi Bayu sangat lucu.


Setelah itu, Bayu berjalan menghampiri Calista dengan helm yang masih terpasang di kepalanya.


"Helmnya gak akan dibuka dulu?"


Sontak Bayu memegang kepalanya yang mana ia masih mengenakan helm. "Ya ampun, gue kenapa sih."


Bayu berlari lagi ke rumahnya untuk menyimpan helm. Tidak menunggu lama, ia kembali masuk kedalam mobil Calista.


"Lo bisa bawa mobil?" tanya Bayu.


"Bisa."


Baru saja Calista melajukan mobilnya, tiba-tiba ia langsung mengerem mobilnya dengan mendadak.


"Lo serius bisa bawa mobil, kan?"


"Bisa, cuma gak terlalu lancar."


"Ya udah gue aja yang menyetir, dari pada bahaya nantinya."


"Udah tenang aja, gue akan hati-hati kok bawanya."


Calista kembali melajukan mobilnya dengan hati-hati. Sedangkan disisi lain, Bayu sangat tegang karena ia takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Lo punya piaraan gak di rumah?"


"Jangan banyak tanya, fokus aja menyetir," kata Bayu.


"Tenang aja, gue bisa kok."