Fearless

Fearless
Episode 46



Kevin POV


Kevin merasa ada yang janggal semenjak Calista mengatakan bahwa dia ingin putus. Kevin juga bisa merasakan bahwa cinta Calista kepada Kevin tidak pura-pura. Awalnya Kevin memang tahu bahwa Calista masih mencoba mencintai Kevin, tapi setelah hubungannya berjalan, Kevin merasa bahwa Calista memang sudah mencintai Kevin. Bahkan waktu itu juga Calista pernah mengakui bahwa dia sudah mencintai Kevin.


Walaupun sekarang Kevin tidak mengetahui apa alasan Calista meminta putus, namun Kevin akan menghargai keputusannya.


Ngomong-ngomong soal kalung, Kevin tetap tidak ingin menerimanya karena kalung itu adalah milik Calista.


"Kalau kamu gak mau ambil kalung ini, aku transfer aja ya uangnya. Tapi aku bayar separuh dulu ya, soalnya aku belum punya uangnya. Atau enggak nanti aku mau minta ke orang tua aku," kata Calista.


"Ta, kamu kok segitunya sih. Aku ikhlas kok kasih kalung itu ke kamu."


"Iya, aku tahu kamu ikhlas kasih kalung itu. Tetapi, aku merasa gak enak menerimanya."


Kevin terdiam sejenak. "Ya udah aku ambil lagi aja kalungnya," ujarnya, karena ia tidak mau nantinya Calista jadi membayar.


Kevin akan menyimpan kalung tersebut, karena siapa tahu Calista nanti menginginkannya lagi.


"Oh iya, Vin. Nanti kamu jangan kasih barang-barang apapun lagi ya ke aku dan juga kamu gak usah sering traktir aku."


Kevin terdiam, ia merasa ada yang aneh dengan sikap Calista. Tak lama, Kevin jadi teringat dengan kejadian semalam, yang mana ponselnya dipinjam oleh Papah.


Sepertinya Papah meminjam ponselku bukan untuk menelpon saudaranya, melainkan Papah semalam sedang menelpon Calista.


Ya, benar. Aku sangat yakin, pasti Papah menyuruh Calista untuk menjauhiku. Selain itu, Papah juga tahu bahwa aku akhir-akhir ini membeli dua kalung yang cukup mahal. Sepertinya Papah mengira bahwa kedua kalung itu untuk Calista, padahal sebenarnya kalung itu untuk Calista dan juga Rania.


"Ta, semalam papah telepon kamu ya?" tanya Kevin, lalu Calista hanya diam saja.


"Sudah aku duga, pasti ini gara-gara papah."


Calista menunduk dan sepertinya dia sedang menahan agar tidak menangis.


"Nanti aku akan bicara tentang hal ini ke papah dan juga aku akan jelaskan bahwa selama ini kamu gak minta apapun ke aku, cuma aku aja yang inisiatif kasih barang ke kamu."


"Gak usah, Vin! aku gak mau nanti masalahnya jadi tambah besar."


Kevin menghela nafasnya. "Masalahnya cuma gara-gara aku sering kasih sesuatu sama kamu, kan?Ya udah kalau gitu kita jangan putus. Aku janji gak akan kasih apapun lagi ke kamu. Dengan begitu, pastinya Papah gak akan marah lagi."


Calista sangat kebingungan. Ia tak tahu harus melanjutkan hubungan atau tidak, dikarenakan ia sangat takut jika papahnya Kevin kembali marah kepada Calista.


"Jangan putus ya," mohon Kevin.


"Tapi kamu janji jangan kasih apapun lagi."


"Iya, aku janji. Tapi kalau nanti aku udah punya uang dari hasil kerja dan gak mengandalkan uang papah, pastinya aku akan kasih hadiah buat kamu."


"Ya udah kita gak jadi putus," jelas Calista.


...****************...


Setelah perbincangan di perpustakaan, kini hubungan Calista dan Kevin kembali baik. Sejujurnya Calista sangat malu kepada Kevin, karena dirinya tadi sempat menginginkan untuk putus gara-gara masalah sepele seperti itu.


"Kalian tadi dari mana?" tanya Friska.


"Tadi kita habis dari perpustakaan."


"Ngapain kesana?" tanya Friska lagi.


"Baca buku," sahut Kevin.


Friska, Rania dan Erick tertawa karena tidak mungkin Calista dan Kevin membaca buku. Memperhatikan guru yang sedang mengajar saja keduanya sangat malas.


"Gue boleh gabung gak?" tanya Bayu karena ia merasa bosan jika terus-menerus sendirian.


"Kalian gak jadi putus?" tanya Bayu dan otomatis yang lainnya menatap kearah Calista dan Kevin.


"Iya, gak jadi. Soalnya kita udah bicarakan masalahnya secara baik-baik," kata Kevin.


Friska, Rania dan Erick bertanya tentang masalah Calista dan Kevin, tetapi Calista dan Kevin tidak ingin memberitahu mereka dikarenakan ini adalah hubungan keduanya dan orang lain tidak boleh tahu tentang apapun masalah yang terjadi didalam hubungan Calista dan Kevin.


"Meskipun kalian gak kasih tahu kita, tapi kayaknya gue tahu masalahnya," kata Erick.


"Apa masalahnya?" tanya Friska karena ia benar-benar penasaran.


"Biasalah, Calista pasti cemburu. Karena kan banyak banget cewek yang naksir Kevin," tebak Erick.


"Tebakan lo seratus persen salah! lagian mana pernah gue cemburu."


Kevin hanya tersenyum saat mendengar perkataan Calista. Padahal ia tahu bahwa Calista pernah cemburu dengan Rania karena waktu itu Kevin sering berangkat ataupun pulang sekolah bersama Rania.


"Bukannya pernah cemburu ke Rania ya?" canda Erick, karena pastinya Calista pernah marah karena Reyhan berselingkuh dengan Rania. Dan tentunya Calista pasti cemburu karena Reyhan sepertinya lebih memilih Rania.


"Erick! bisa gak jangan memanas-manasi keadaan? lo kan tahu kalau gue sama Calista udah baikan," kesal Rania.


"Iya, benar. Lo kenapa sih selalu bahas itu mulu," sahut Friska.


"Ya udah maaf deh," kata Erick.


...****************...


Mata pelajaran kedua dimulai dan guru menyuruh membuat kelompok yang berisikan tiga anggota. Karena geng Calista terdiri dari lima orang, jadi terpaksa harus ada dua orang yang sekelompok dengan satu teman kelasnya.


"Jadi mau sama siapa?" tanya Friska.


"Gini aja, Erick, Friska sama Rania satu kelompok dan gue sama Calista, nanti satu lagi kita cari yang lain," kata Kevin.


"Ya udah satu lagi siapa?"


"Gue aja! soalnya rumah gue kan dekat sama lo," sahut Bayu.


Calista menyetujuinya karena jika bersama Bayu pastinya didalam kelompok tidak ada kecanggungan satu sama lain. Sedangkan Kevin, ia setuju-setuju saja sebab seperti yang sudah Bayu bilang bahwa rumahnya dekat dengan Calista.


"Kalau gitu kita mau mengerjakan tugasnya kapan?"


"Nanti aja," kata Kevin.


"Sepulang sekolah aja. Soalnya lebih cepat, lebih baik," kata Bayu.


Calista kebingungan karena Kevin dan Bayu berbeda pendapat. Jika ia menyetujui perkataan Kevin, nantinya Bayu akan merasa kecewa karena pendapatnya tidak didengar. Dan jika menyetujui perkataan Bayu, nanti yang ada Kevin kesal kepada Calista karena lebih menyetujui pendapat orang lain dibandingkan dengan pendapat Kevin yang berstatus sebagai pacarnya.


"Jangan berbeda pendapat dong."


"Udah pulang sekolah aja," ujar Bayu tetap pada pendiriannya.


"Gak bisa. Nanti pulang sekolah gue mau menjemput seseorang," ujar Kevin.


"Menjemput sama siapa?"


Kevin menjelaskan bahwa dia akan bertemu dengan sepupunya, karena sepupunya nanti akan menginap di rumahnya.


"Bayu, gimana kalau nanti aja mengerjakan tugasnya. Soalnya kan di rumah lo juga ada Randy, kan?"


"Ya udah deh nanti aja," kata Bayu.