
Guru-guru sedang ada rapat, jadi tak ada yang dapat melerai perkelahian tersebut. Dengan begitu, Bayu dan Erick berusaha memisahkan keduanya. Namun ketika Bayu hendak melerai, tiba-tiba Kevin memarahinya dan ia hampir memukul Bayu. Tapi untungnya Erick langsung sigap, sehingga Bayu tidak terkena pukulan Kevin.
"Jangan ikut campur deh!" teriak Kevin.
Calista berjalan menghampiri mereka dan ia menarik Bayu. Calista tahu betul bahwa Kevin pasti emosi jika ada seseorang yang ikut campur, apalagi posisi Kevin tahu bahwa Bayu adalah pacar Calista dan tentunya itu akan membuat Kevin semakin kesal kepada Bayu.
"Mau kemana?" tanya Bayu, karena Calista terus membawa Bayu entah kemana.
"Harusnya tadi lo gak usah melerai mereka."
"Masa iya gue harus diam aja lihat orang yang berantem," heran Bayu.
"Tapi kalau lo ikut campur, nantinya Kevin akan marah sama lo. Dan gue khawatir kalau Kevin akan berantem sama lo."
Bayu senyum-senyum sendiri saat Calista mengatakan bahwa dia khawatir dengan Bayu.
"Jadi lo khawatir sama gue?" tanya Bayu.
"Jangan salah paham. Gue cuma takut aja muka lo jadi babak belur karena dipukuli oleh Kevin."
"Jangan meremehkan gue, gini-gini juga gue jago bela diri."
Calista tertawa meledek. "Gue gak percaya."
Sebagai pemegang sabuk hitam taekwondo, Bayu merasa harga dirinya direndahkan oleh Calista. Dengan begitu, Bayu menunjukkan ponselnya untuk memperlihatkan video dirinya yang sedang latihan taekwondo.
"Sekarang percaya, kan?" tanya Bayu.
Calista tidak menjawab perkataan Bayu karena merasa malu.
Disaat Calista hendak pergi, Bayu dengan sigap memegang tangan Calista agar Calista tidak pergi.
"Mau kemana?" tanya Bayu, lalu Calista berkata bahwa ia ingin ke kantin karena makanan yang tadi belum habis.
"Ya udah ayo pergi." Bayu mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Calista.
"Ih lepasin!" ujar Calista, namun Bayu tidak menuruti perkataan Calista. Dan Bayu juga mempererat genggamannya.
Pada saat berjalan menuju kantin, Calista bertemu dengan Haura. Bisa dilihat kalau Haura seperti berjalan cepat saat bertemu dengan Calista.
"Haura!" panggil Calista, namun Haura seolah tidak mendengar panggilan Calista.
"Itu siapa?" tanya Bayu, lalu Calista memberitahu bahwa Haura adalah mantan pacar Kevin.
Skip
Tatapan Bayu terus tertuju kearah Calista dan itu membuat Calista merasa canggung. Ditambah lagi sahabat-sahabat Calista tidak ada, jadinya Calista bingung harus mengobrol apa dengan Bayu.
"Waktu itu gue dengar kalau geng Fearless ada lima orang, terus satu orang lagi kemana?" tanya Bayu.
"Keluar. Lebih tepatnya gue yang keluarkan dia dari geng."
"Kenapa?" tanya Bayu penasaran.
"Dia merebut pacar gue, makanya gue keluarkan dia dari grup."
Sekarang Bayu jadi mengerti tentang kenapa Calista menjadi trauma dengan mantan pacarnya. Bayu juga tak habis pikir, padahal mereka bersahabat namun sahabat Calista malah menikung Calista dari belakang.
"Oh iya, Ta. Gue punya sesuatu buat lo."
"Sesuatu apa?"
"Coba lihat pesan dari gue."
Calista membuka pesan dari Bayu dan ternyata itu adalah sebuah foto Calista saat SMP.
"Lo suka ya sama gue?" tebak Calista.
"Gue gak suka. Cuma gue senang aja menyimpan foto aib orang."
"Mana coba lihat foto-fotonya," pinta Calista, padahal sebenarnya ia berniat untuk merebut dan menghapus fotonya di galeri Bayu.
"Gak mau, nanti lo pasti bakal hapus fotonya."
Tanpa aba-aba Calista langsung mengambil ponsel Bayu yang berada di meja.
"Gak akan bisa dibuka, handphone gue pakai password," kata Bayu.
"Ya udah cepat buka!" perintah Calista.
"Gak mau!" tolak Bayu.
Bayu kembali merebut ponselnya dari tangan Calista, lalu ia kembali memberikan ponsel itu kepada Calista.
"Boleh dilihat?" tanya Calista memastikan.
"Iya boleh," ujar Bayu, karena ia takut Calista akan marah kepadanya.
Calista buru-buru membuka galeri di ponsel Bayu. Ketika dibuka, Calista sempat terkejut karena Bayu menyimpan banyak sekali foto-foto pada masa SMP.
"Kenapa gue dekil banget sih waktu dulu," gumam Calista.
Saat melihat-lihat, Calista salah fokus dengan satu foto perempuan. "Ini siapa?"
"Mantan gue."
"Pasti masih suka ya? makanya masih disimpan fotonya."
Bayu kembali mengambil ponselnya dan ia menghapus foto mantannya.
"Kenapa dihapus?"
"Gak apa-apa."
"Lo sama dia putus karena apa?"
"Sorry, gue gak bisa cerita."
Rasanya sangat tidak adil. Padahal Calista memberitahu alasannya putus dengan mantannya, tetapi Bayu justru tidak ingin memberitahu penyebab dia dan mantannya putus.
"Lo ketahuan selingkuh ya?" tebak Calista.
"Gue gak selingkuh," jelas Bayu.
"Terus alasan putusnya karena apa?"
"Karena hubungannya toxic."
Calista tidak mengerti tentang hubungan toxic yang dikatakan Bayu.
"Maksudnya dia kasar sama lo?"
"Bisa dibilang gitu sih."
"Gue gak percaya."
Bayu memperlihatkan pesan-pesan dari mantannya kepada Calista dan ternyata memang benar bahwa pacarnya sangat kasar.
Calista mengira bahwa sikap dia sangat buruk. Tapi setelah melihat chat mantan Bayu, ia merasa bahwa mantannya Bayu lebih parah.
"Sejujurnya gue ingin lo jadi pacar pura-pura gue itu bukan karena gue ingin terkenal di sekolah, melainkan gue ingin menunjukkan ke mantan gue bahwa sekarang gue udah punya pacar," jelas Bayu, tapi tak bisa dipungkiri bahwa ia juga ingin dikenal oleh murid-murid SMA Nusa Indah.
"Terus kenapa lo minta gue jadi pacar lo? padahal dengan lo bilang kalau lo udah punya pacar juga pastinya dia akan percaya."
"Masalahnya gue takut dia punya teman di sekolah ini. Nanti pastinya kan temannya melapor bahwa memang benar bahwa gue udah punya pacar."
Tiba-tiba Rania datang menghampiri Calista dan Bayu.
"Lo jahat banget sih," ujar Rania tiba-tiba dan itu membuat Calista dan Bayu spontan menoleh kearah Calista.
"Maksudnya?"
"Lo tega banget sih. Gue tahu kalau gue salah, tapi setidaknya lo jangan menyebarkan hal itu."
"Gue masih gak mengerti tentang apa yang bicarakan."
Rania memperlihatkan status Calista di media sosial. Sontak Calista terkejut karena ia sama sekali tidak mengirim status apapun di sosial medianya.
"Tapi gue sama sekali gak posting status itu."
"Jangan pura-pura gak tahu deh! udah jelas lo posting status itu untuk mempermalukan gue."
Calista membuka ponselnya dan benar saja ada notifikasi bahwa ada seseorang yang masuk ke akun sosial medianya.
"Ada seseorang yang masuk ke akun gue." Calista menunjukkan ponselnya kepada Rania. Lalu, Rania terdiam setelah melihat notifikasi di ponsel Calista.
Calista membuka akunnya dan ia langsung menghapus status itu.
"Kayaknya Reyhan yang posting status itu, soalnya dia tahu password instagram gue."
"Sorry, Ta. Gue kira lo sengaja mau mempermalukan gue dengan bilang bahwa gue udah merebut Reyhan dari lo," ujar Rania, namun Calista tidak menjawabnya dan lebih memilih untuk pergi.