
Jika orang lain pastinya akan menangis jika sedang berada di makam orang yang mereka sayang. Tetapi beda dengan Calista, ia malah bercerita tentang kesehariannya didepan makam mamahnya.
Ya, Kevin memaklumi hal itu. Bahkan Kevin juga suka melakukannya didepan makam mamahnya.
"Mah, Calista kemarin ulang tahun. Mamah tolong doakan Calista supaya sukses ya, Mah."
"Aamiin," jawab Kevin.
"Oh iya, Mah. Doakan Calista juga biar nanti dapat jodoh yang baik, ganteng, dan yang sayang sama Calista."
"Tante, jodohnya udah ada disini," ucap Kevin pelan, namun masih terdengar oleh Calista. Selesai berdoa dan curhat kepada mamah, Calista dan Kevin segera pergi karena cuaca semakin panas.
Skip
Hari ini Kevin sangat kelelahan, apalagi ia dari tadi menyetir mobil. Tetapi sebagai laki-laki, ia harus bertanggung jawab mengantarkan Calista pulang dengan selamat.
"Mau gantian menyetirnya gak?"
"Gak usah. Nanti bisa-bisa kamu nabrak lagi kayak waktu itu."
Calista hanya cengengesan karena mengingat kejadian waktu ia ingin menemui Kevin di rumah Erick. Saat itu dirinya benar-benar ketakutan karena tak ada satupun orang ditempat kecelakaannya.
"Nanti kalau libur sekolah mau belajar mobil sama aku gak?"
"Emang kamu gak sibuk?"
"Namanya libur pastinya enggak sibuk."
"Ya siapa tahu kamu mau main basket sama teman-teman kamu."
Meski ia diajak main basket oleh teman-temannya tetapi pada saat itu juga Calista memintanya untuk bertemu, pastinya Kevin akan lebih memilih bertemu dengan Calista. Karena menurutnya Calista lebih penting dari segalanya.
"Kok aku jarang lihat kamu main basket lagi, Vin? kamu gak musuhan kan sama teman-teman kamu?"
"Enggak kok."
"Ini pasti gara-gara aku. Makanya kamu jadi gak punya waktu main sama teman-teman kamu."
"Bukan gara-gara kamu. Cuma aku emang keluar dari tim basket."
Calista sangat terkejut, ia merasa ada yang aneh dengan Kevin. Calista sangat tahu bahwa Kevin sangat menyukai olahraga basket, jadi tak mungkin dia keluar begitu saja apalagi dia merupakan seorang kapten.
"Ada masalah apa sih? kok bisa-bisanya kamu memutuskan untuk keluar."
"Aku cuma capek aja, makanya aku keluar."
Calista masih yakin bahwa Kevin sedang bermasalah dengan anak-anak basket. Dan sepertinya ini ada hubungannya dengan chat-nya bersama Erick. Tentunya Kevin menceritakan semua masalahnya kepada Erick melalui chat, makanya tadi Kevin melarang Calista untuk melihat isi chat-nya.
"Kalau ada masalah, cerita aja sama aku."
"Aku gak punya masalah kok."
"Yakin?"
Kevin terdiam sejenak. "Iya, yakin."
Calista akan bertanya kepada Erick tentang masalah Kevin. Percuma saja jika bertanya langsung kepada Kevin, karena pastinya dia tidak akan memberitahu masalahnya kepada Calista.
"Vin, kamu kalau curhat suka ke siapa?"
"Ya aku curhat ke kamu. Waktu itu kan aku pernah curhat kalau aku sering dipukul sama papah."
"Kalau sekarang masih sering dipukul gak?"
"Enggak, karena mungkin papah kasihan karena waktu itu aku pernah kecelakaan. Makanya sekarang kalau dia marah paling aku cuma dimarahi doang."
Calista menatap wajah sambil mengelus rambut Kevin. Calista tidak tahu bahwa yang tadi itu benar atau hanya untuk membuat Calista tidak khawatir lagi. Entahlah, Calista tidak bisa menebak raut wajah Kevin sekarang, padahal biasanya Calista bisa mengetahui bahwa yang dikatakan Kevin itu benar atau tidak.
"Kenapa?" bingung Kevin, karena tiba-tiba Calista mengelus rambut Kevin.
"Kok malah bilang kenapa, bukannya kamu sendiri yang pingin aku bersikap romantis."
"Iya, juga ya."
Chup!
Seketika tubuh Kevin membeku saat Calista tiba-tiba mencium pipi kirinya. Ia seperti sedang bermimpi karena tak mungkin Calista bersikap seperti ini.
"Maaf sengaja," ujar Calista sambil tersenyum, lalu Kevin juga ikut tersenyum.
"Ini aku mimpi gak sih?"
"Gak mimpi kok. Ini nyata."
"Beneran nyata? ya udah coba cium lagi, soalnya tadi gak kerasa."
Calista mengalihkan pandangannya karena ia sangat malu untuk melakukannya lagi.
"Ta, anak basket ada yang pernah chat kamu gak?"
"Gak ada. Emang kenapa?"
"Gak apa-apa."
Calista membuka instagramnya dan ia melihat pesan-pesan karena siapa tahu ada anak basket yang mengirim pesan namun belum Calista baca.
Namun saat dilihat, tidak ada satupun anak basket yang mengirim chat kepada Calista.
"Tapi kamu saling follow gak sama anak-anak basket?"
"Ada beberapa sih yang aku follow."
"Ya udah kalau gitu kamu blokir aja instagram-nya."
"Emang kenapa sih, Vin? kamu ada masalah ya sama anak basket?"
Kevin tetap mengatakan bahwa dia tidak memiliki masalah dengan anak-anak basket. Namun kali ini feeling Calista sangat kuat, ia yakin bahwa Kevin telah menyembunyikan sesuatu dari Calista.
"Tergantung. Kalau masalahnya serius, aku gak akan memaafkan kamu."
Kevin menghela nafasnya saat mendengar perkataan Calista. Kevin sangat yakin jika Calista nantinya tahu tentang apa yang Kevin perbuat, pastinya Calista tidak akan memaafkan Kevin.
"Kamu melakukan kesalahan yang aku gak tahu ya?" tuduh Calista.
Kevin memberhentikan mobilnya saat tiba didepan rumah Calista. "Ta, udah sampai."
"Jawab dulu pertanyaan aku."
"Enggak kok. Aku gak melakukan kesalahan."
Kevin menyuruh Calista untuk cepat-cepat keluar dari mobil, karena Kevin ingin segera pulang dan beristirahat.
...****************...
Rasa penasaran Calista kembali muncul setelah melihat foto-foto di instagram Kevin. Foto-foto Kevin bersama anak-anak basket telah dihapus dan itu membuat Calista semakin yakin bahwa Kevin mempunyai masalah dengan anak-anak basket.
Setelah Calista memeriksa following instagram-nya Kevin, hanya ada dua orang saja yang Kevin ikuti. Sedangkan yang lainnya tidak Kevin ikuti dan tentunya Calista jadi penasaran dengan permasalahan mereka.
Jika Calista bertanya kepada dua teman Kevin pastinya dua orang itu tidak akan memberitahu Calista. Maka dari itu, Calista memilih untuk bertanya kepada Erick saja. Tetapi karena Erick sedang pemulihan, jadi Calista memutuskan untuk bertanya nanti saja.
"Mah, kado yang tadi mana?"
"Ada di kamar kamu, tadi Mamah simpan di meja."
Calista segera pergi ke kamarnya, ia sangat penasaran dengan kado yang diberikan Ella.
Ketika sampai kamar, Calista membuka kado pemberian Ella. Isi kado tersebut adalah sebuah dress yang sangat indah dan juga Ella mengirimkan sebuah surat yang berisikan doa-doa untuk Calista.
Setelah membuka kado dari Ella, akhirnya Calista membuka kado yang entah dari siapa.
Ketika kado itu dibuka, Calista sangat terkejut karena isi kado itu berupa foto-foto Kevin yang sedang berciuman dengan seorang perempuan yang Calista tidak kenal.
Calista langsung merobek foto-foto itu, ia yakin bahwa foto-foto tersebut hanyalah editan, karena tidak mungkin Kevin berselingkuh.
"Gak mungkin! Kevin gak mungkin kayak gitu. Dia kan udah janji sama gue kalau dia gak akan selingkuh."
Untuk memastikannya, Calista nanti akan menelpon Kevin untuk menanyakan tentang foto-foto ini. Ya, mungkin besok Calista akan bertanya kepadanya, karena jika sekarang Calista sangat lelah.
...****************...
Besoknya Calista buru-buru keluar karena Kevin sudah menunggunya diluar. Calista langsung masuk mobil tanpa menyapanya sama sekali.
"Lagi badmood ya?" tebak Kevin, namun Calista tidak menjawabnya.
Kevin memberikan permen kepada Calista agar pacarnya itu tidak sedih lagi, karena biasanya jika memakan yang manis-manis dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik.
Calista mengambil foto-foto didalam tasnya dan ia menunjukkannya kepada Kevin. "Ini kamu, Vin?"
Kevin menoleh sekilas dan ia terkejut karena ternyata Teguh melanggar janjinya.
Ya, waktu itu saat putus, Kevin dan teman-temannya pergi ke club. Saat itu Kevin sangat stres karena Calista tidak memaafkannya. Dan pada waktu itu Kevin meminum alkohol sehingga dia khilaf dan malah mencium perempuan yang ada di club.
Ada satu teman Kevin yang bernama Teguh memotret dan merekam video saat Kevin berciuman dengan perempuan itu. Tujuan dia melakukannya karena ingin mengancam Kevin.
Teguh mengancam akan menyebarkan foto dan video itu kepada guru dan semua murid SMA Nusa Indah jika Kevin masih berada dalam tim basket.
Maka dari itu, Kevin memutuskan untuk keluar dari tim basket.
"Iya, itu aku. Maaf ya, waktu itu aku dalam keadaan mabuk," jelas Kevin.
Calista hanya terdiam, ia tidak bisa menyalakan Kevin sepenuhnya karena dia waktu itu terpengaruh alkohol.
"Itu alasan aku keluar dari tim basket, Ta. Ada satu teman aku yang mengancam aku dengan foto dan video, maka dari itu aku memutuskan keluar aja daripada video dan foto itu tersebar."
"Siapa ancam kamu? nanti aku kasih pelajaran ke dia."
"Gak usah, Ta. Biarkan aja."
"Kamu kenapa gak lawan dia aja sih? padahal kan biasanya kamu suka melawan."
Kevin menjelaskan jika dia melawan, nantinya Teguh akan mengancamnya dengan menyebarkan video. Kalau masalah foto, Kevin masih tidak khawatir karena ia bisa berbohong dan membantah kalau itu hanya editan. Tetapi kalau video, Kevin tidak bisa membantahnya dan juga di video itu terlihat Kevin sedang mabuk dan jika guru tahu mungkin Kevin akan dikeluarkan dari sekolah.
"Erick tahu ya tentang hal ini?"
"Iya, waktu itu aku curhat ke dia. Makanya aku gak membiarkan kamu lihat chat aku sama Erick."
...****************...
Sesampainya di kelas, Calista langsung pergi menuju lapangan tanpa sepengetahuan Kevin. Kevin tadi memang sedang mengobrol dengan Bayu, makanya dia tidak melihat Calista yang diam-diam pergi.
Tujuan Calista pergi ke lapangan untuk melihat teman Kevin yang bernama Teguh. Calista memang mengenal orang itu, jadi ia berencana untuk mendekatinya supaya dia bisa mencuri handphone Teguh.
"Teguh!" panggil Calista, otomatis Teguh dan yang lainnya menoleh kearah Calista.
Teguh mendatangi Calista dan dia bertanya mengapa Calista memanggilnya.
"Teguh, emang benar ya kalau Kevin keluar dari tim basket?" tanya Calista dengan lemah lembut.
"Emang lo gak tanya langsung ke pacar lo?"
"Gue sama Kevin kan udah putus waktu itu. Dan meskipun kita sekarang dekat lagi itu bukan berarti kita berdua balikan lagi."
"Iya, dia udah keluar dari tim basket dan sekarang gue yang jadi kapten," ujar Teguh dengan nada sombong.
Calista mengucapkan selamat kepada Teguh. Selain itu Calista mengatakan bahwa ia meminta nomer telepon Teguh karena ia ingin berteman dengannya.
"Lo naksir sama gue?" tanya Teguh, karena sikap Calista menunjukkan bahwa dia tertarik dengan Teguh.
"Kalau boleh jujur, gue sebenarnya pacaran sama Kevin karena dia kapten tim basket. Tapi karena sekarang dia bukan kapten basket, gue jadi gak suka lagi sama dia."
"Ya udah pacaran aja sama gue."