Fearless

Fearless
Bab 24



Karena murid-murid perempuan selesai berolahraga, jadi mereka diperbolehkan untuk istirahat sejenak. Dan saat istirahat dipinggir lapangan, Calista salah fokus pada seseorang yang sedang duduk dipinggir lapangan namun posisinya lumayan jauh. Orang itu tak lain adalah murid baru yang ketampanannya setara dengan Kevin.


"Ka, cowok yang tadi lo ajak kenalan siapa namanya?"


"Bayu."


Calista kembali menoleh kearah Bayu dan ia menatap lelaki itu cukup lama. Semakin lama dilihat, Calista merasa tak asing dengan wajah lelaki itu.


"Kenapa, Ta?" tanya Friska saat melihat Calista yang menatap kearah Bayu.


"Gue kayak kenal sama dia."


Friska tertawa mendengar ucapan Calista, karena wajar saja Calista mengenalnya, secara tadi Calista sempat berpapasan dengan Bayu.


"Lo naksir sama dia?" tanya Friska.


"Enggak kok."


Friska menarik Calista dan membawanya menuju Bayu yang juga sedang duduk bersama teman-temannya.


"Bayu!" panggil Friska dan otomatis Bayu dan kedua temannya menoleh kearah Friska dan Calista.


Bayu tersenyum dan ia mendekat kearah Calista. "Lo Calista, kan?" tanya Bayu, lalu Calista hanya mengangguk.


"Gila! berubah banget lo. Padahal dulu lo cupu banget. Tapi sekarang, rambut aja diwarnai pirang kayak gini," ujar Bayu sambil memainkan rambut Calista.


"Apaan sih lo! jangan sok kenal deh." Calista segera pergi karena ia baru mengingat bahwa Bayu adalah teman lamanya saat SMP.


Skip


Calista meminta ijin kepada guru untuk pergi ke UKS, dikarenakan ia merasa bahwa tubuhnya masih tidak enak badan.


Sesampainya di UKS, ia hanya melamun sambil memikirkan kejadian di masa lalu saat ia di-bully oleh Bayu beserta teman-temannya.


Dulu Calista memang sering diejek karena penampilannya. Maka dari itu, Calista langsung berpindah sekolah agar tidak dibully lagi oleh Bayu dan teman-temannya.


Cklek


Pintu UKS terbuka, otomatis Calista langsung menoleh kearah pintu.


"Lo ngapain kesini?"


"Gue gak enak badan," ujar Kevin sambil tiduran di ranjang yang berbeda.


"Perasaan tadi lo gak kenapa-napa."


Kevin tidak menjawab perkataan Calista, ia hanya memainkan ponselnya.


"Lo udah baikan sama Rania?" tanya Kevin tiba-tiba.


"Gak, gue gak baikan sama dia."


"Lo dekat sama Reyhan lagi karena disuruh Rania, kan?"


Calista merasa tidak nyaman karena Kevin terus-menerus membahas tentang Reyhan. Calista tahu bahwa Kevin sangat penasaran, tetapi karena ini masalah penting, jadi seharusnya Kevin bisa mengerti bahwa tidak semuanya harus diceritakan kepadanya.


Disaat Calista baru saja keluar dari UKS, tiba-tiba ia berpapasan dengan Bayu.


Sepertinya Bayu memang sengaja mengikuti Calista sampai Calista mengenalinya.


Calista memang baru mengingatnya, tetapi untuk saat ini lebih baik ia pura-pura tidak mengenal Bayu.


"Yakin lo gak ingat siapa gue?" tanya Bayu, namun tak dijawab oleh Calista karena ia buru-buru pergi ke kelas.


...****************...


Tiba di kelas, Calista melihat Rania yang sedang duduk di kursi. Rania memang tidak berolahraga dikarenakan tidak enak badan, makanya sekarang dia berada di kelas sendirian.


Calista tahu penyebab Rania tidak enak badan karena dia menderita sebab harus menuruti semua perintah Reyhan. Karena jika Rania tidak menurutinya, mungkin Reyhan akan menyebarkan foto-foto Rania. Maka dari itu, Rania pasti kepikiran tentang hal itu.


Calista mendekat kearah Rania. "Kenapa harus nangis sih? lo kan bisa ambil handphone dia secara diam-diam."


"Masalahnya gue gak tahu password ponselnya dan juga pastinya dia akan selalu bawa ponselnya kemana-mana. Jadi gue gak bisa curi handphone dia," jelas Rania.


"Tapi meskipun gue curi handphone dia, kayaknya gue gak bisa menemukan foto gue. Dan kemarin lo juga bilang katanya foto gue gak ada di galerinya."


Tok! Tok!


Seseorang mengetuk pintu dan ia masuk kedalam kelas. Dan itu membuat Calista ketakutan dikarenakan ia seperti sedang diteror.


"Lo kenapa ikuti gue terus sih?" kesal Calista.


"Dia siapa, Ta?" tanya Rania.


"Gak tahu, gue gak kenal." Calista segera pergi keluar, karena ia takut jika Bayu menceritakan bahwa dulu Calista pernah dibully.


Grep!


Tangan Calista dipegang erat oleh Bayu dan spontan Calista menghempaskan tangan Bayu.


"Lo kenapa sih ikuti gue terus? naksir lo sama gue?" kesal Calista.


"Mana ada gue naksir sama lo. Yang ada lo yang suka sama gue."


"Sejak kapan gue suka sama lo?"


Bayu tersenyum miring. "Lo gak ingat ya? waktu dulu kan lo pernah suka sama gue."


Sebenarnya waktu dulu Calista sama sekali tidak menyukai Bayu, hanya saja waktu itu teman sebangkunya menjodoh-jodohkan Calista dengan Bayu. Dan pada akhirnya Bayu menjadi kesal karena disukai oleh gadis culun, sehingga dia mengajak teman-temannya untuk mem-bully Calista.


"Gue gak pernah suka lo. Lagipula gue gak kenal sama lo."


"Lo masih dendam ya sama gue?" tanya Bayu memastikan.


Mata Calista mulai berkaca-kaca karena mengingat kejadian saat dirinya dihina oleh Bayu dan teman-temannya.


"Gue paham. Lo masih dendam sama gue," kata Bayu.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Calista. Rasanya Calista sangat lega setelah dendamnya terbalaskan.


"Gila lo ya!" kesal Bayu karena Calista tiba-tiba menamparnya.


"Lo yang gila," ujar Calista, lalu Calista berlari karena ia merasa takut.


Jalan satu-satunya adalah pergi menuju UKS, karena disitu ada Kevin. Jadi kalaupun Bayu akan membalas Calista, pastinya Kevin akan membantunya.


Biasanya Calista tidak penakut seperti ini. Tetapi karena saat ini ia berhadapan dengan orang yang pernah mem-bully nya, jadi ia merasa sangat ketakutan.


Ketika sampai di UKS, Calista sama sekali tidak melihat keberadaan Kevin dan sepertinya Kevin sudah kembali menuju lapangan.


Karena Calista merasa lelah karena terus-menerus menghindar, akhirnya ia lebih memilih untuk tidur di UKS. Selain itu, guru mata pelajaran terakhir juga tidak masuk dan itu membuat Calista tidak khawatir, lagipula jika bel pulang sudah berbunyi pun pastinya sahabat-sahabatnya akan datang untuk membangunkan Calista.


1 jam kemudian...


Calista terbangun dari tidurnya sebab ia mendengar suara seseorang. Dan ketika dilihat, ternyata orang itu adalah Friska dan Erick.


"Udah bel ya?"


"Udah dari tadi," jawab Friska.


Tak lama, seseorang datang dengan membawa tas Calista.


"Ayo pulang!" ajak Kevin.


"Gue pulang sama Friska aja deh."


"Arah rumah kita kan jauh banget, Ta. Jadi lebih baik lo bareng Kevin aja, soalnya kan searah," jelas Friska.


"Ya udah kalau gitu gue naik taksi aja deh."


Pada saat Calista ingin mengambil tasnya, tiba-tiba Kevin berjalan kearah luar. Kevin melakukan hal itu dengan sengaja agar Calista mau pulang bersamanya.