
Semua murid-murid SMA Nusa Indah sedang mengikuti lomba diberbagai pertandingan, mulai dari sepakbola, basket, lomba menyanyi dan lain-lain.
Disaat semua murid berada di lapangan, Calista malah berdiam diri di kelas karena semenjak kemarin sampai sekarang, Kevin sama sekali tidak berbicara, mengirim pesan ataupun menelpon Calista. Bahkan tadi pagi pun Calista berangkat sekolah diantar oleh papah.
Calista tak menyangka bahwa Kevin akan mempercayai ucapan Reyhan yang jelas-jelas bohong.
"Ta, lo gak ke lapang?" tanya Ridho sang ketua kelas.
Calista tak menjawab perkataan Ridho karena terlalu fokus melamun. Dengan begitu, Ridho berjalan mendekati Calista karena dia takut Calista sedang sakit. Karena Calista merasa ada seseorang yang mendekatinya, akhirnya ia menoleh kearah orang itu.
"Lo kenapa?" bingung Ridho dan spontan saja Calista menangis saat Ridho bertanya seperti.
"Loh! kok jadi tambah nangis," panik Ridho.
"Sebentar! gue mau panggil Kevin dulu," ujar Ridho sambil berlari keluar kelas.
Beberapa menit kemudian...
Kevin masuk kedalam kelas dan ia segera menghampiri Calista.
"Vin, ucapan Reyhan yang kemarin itu bohong. Aku sama dia gak pernah melakukan hal itu."
"Ta, gue mau putus," jelas Kevin dan itu membuat Calista terdiam karena saking syoknya.
"Sumpah! aku gak melakukan hal itu, Vin. Kok kamu lebih percaya dia sih daripada aku."
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Calista dan Kevin.
"Oh ternyata lo pernah melakukan itu sama mantan lo," ujar lelaki yang kemarin menjambak rambut Calista.
Dengan hadirnya orang itu, Kevin langsung saja pergi keluar kelas.
"Tadi gue udah rekam percakapan lo sama Kevin. Jadi tunggu aja, nanti pasti orang-orang akan tahu kalau lo udah melakukan hal itu bareng mantan lo."
"Gak! itu semua bohong. Gue sama sekali gak pernah melakukan itu sama Reyhan."
Calista mengambil tasnya dan pergi keluar karena ia malas mendengar perkataan lelaki itu. Dan ketika keluar kelas, Calista melihat sekelompok perempuan yang ia yakin bahwa ketiga perempuan itu pastinya mendengar pembicaraan Calista, Kevin dan lelaki yang waktu itu menjambak Calista.
...****************...
Kevin POV
Kevin menghampiri Erick yang sedang menonton pertandingan sepak bola. Disaat yang lainnya fokus menyaksikan pertandingan, Kevin justru melamun sambil memikirkan perkataannya pada saat tadi di kelas.
Tiba-tiba saja ia mengeluarkan kalimat putus kepada Calista. Mungkin karena ia sangat kecewa dan spontan saja Kevin jadi berkata seperti itu.
Sejujurnya Kevin sangat mencintai Calista, namun karena sepertinya Calista seperti itu, ia jadi ragu untuk berhubungan dengannya. Jelas saja, lagipula cowok mana yang mau menjalin hubungan dengan perempuan yang sudah berhubungan badan dengan lelaki lain.
Bukan hanya hal itu saja, tapi entah kenapa Kevin merasa bahwa Calista masih menyukai Reyhan. Maka dari itu, Kevin tadi memutuskan hubungan dengan Calista.
Kevin merasa Calista masih menyukai Reyhan karena waktu itu ia pernah dikirim foto oleh Haura dan foto itu adalah foto Reyhan yang sedang memeluk Calista. Meskipun Calista sudah menjelaskan tentang foto itu, tetap saja Kevin yakin bahwa Calista masih suka dengan Reyhan.
"Pacar lo mana, Vin?" tanya Erick.
"Gue sekarang gak punya pacar," jelas Kevin.
"Jangan bercanda deh."
"Serius. Gue tadi baru aja putus sama Calista."
Erick masih tidak mempercayainya, karena ia tahu bahwa kemarin Kevin dan Calista masih baik-baik saja.
"Hai guys," sapa Rania sambil duduk disebelah Kevin.
"Calista mana?" tanya Rania.
"Ran, ikut gue! gue pingin bicara sesuatu yang penting sama lo," kata Kevin.
Kevin segera mengajak Rania ke tempat yang jauh dari keramaian. Kevin ingin menanyakan kepada Rania tentang perkataan Reyhan.
"Ada apa sih?" tanya Rania penasaran.
"Jawab jujur. Lo pernah melakukan itu ya sama Reyhan?"
Tiba-tiba tubuh Rania berkeringat dingin saat mendengar perkataan Kevin.
"Vin, lo apa-apaan sih! gak lucu tahu tanya-tanya hal kayak gitu."
"Benar ya? gue gak menyangka kalau lo sama Calista ternyata cewek murahan."
Plak!
"Jaga ya mulut lo!" kesal Rania sambil pergi meninggalkan Kevin.
...****************...
Calista tak berhenti menangis karena ucapan Kevin. Ia tak menyangka bahwa Kevin akan memutuskannya disaat Calista mencintainya dengan sepenuh hati.
Jika diingat tentang perjuangan Kevin, dia sama sekali tak pantang menyerah untuk meluluhkan hati Calista. Namun sekarang, dia justru menyudahi hubungan hanya karena mendengar perkataan Reyhan.
"Calista!" panggil Rania sambil berjalan menghampiri Calista.
"Lo tega banget, Ta. Lo ngapain kasih tahu rahasia gue ke Kevin."
"Bukan gue yang kasih tahu, tapi Reyhan yang kasih tahu itu semua. Bahkan dia juga bilang ke Kevin kalau gue dan Reyhan pernah melakukan hubungan intim, padahal kenyataannya gue gak pernah melakukan itu. Dan karena hal itu, tadi Kevin putusin gue," ujar Calista sambil menangis tersedu-sedu.
Rania mendekati Calista, lalu ia memeluk Calista untuk menenangkannya.
"Maaf ya udah nuduh lo, gue kira Kevin tahu itu semua dari lo."
"Iya, gak apa-apa."
"Ya udah kalau gitu gue akan jelaskan ini ke Kevin ya, biar hubungan lo sama dia kembali baik lagi."
Calista mengusap air matanya. "Gak usah. Gue gak mau pacaran lagi sama orang kayak dia. Gue gak suka sama orang yang main ambil kesimpulan tanpa tahu kebenarannya."
Calista mengatakan bahwa dirinya akan pindah sekolah, dikarenakan ia sangat yakin bahwa orang-orang yang tadi mendengar pembicaraannya dengan Kevin pasti akan langsung menyebarkan rumor itu.
"Jangan pindah, Ta. Dengan lo pindah, orang-orang pasti berpikir bahwa rumor itu benar."
"Tapi kalau gue masih sekolah disini, pastinya orang-orang akan bergosip tentang gue."
"Ta, Jadilah Calista yang dulu gue kenal. Calista yang dulu gak pernah tuh lemah hanya gara-gara digosipkan orang, bahkan Calista yang dulu pasti selalu melawan orang-orang yang cari masalah sama lo."
Mendengar ucapan itu, membuat Calista tersadar bahwa dulu ia sangat pemberani. Tetapi sekarang ketika Calista ingin menjadi orang yang lebih baik, ia merasa bahwa dirinya sangat lemah dan gampang menangis.
Sekilas terpikir disaat Calista ingin menjadi orang baik, entah kenapa cobaan terus saja datang. Entah ini karena memang ujian untuk menjadi orang yang lebih baik ataukah ini merupakan sebuah hukuman karena dulu Calista sering mem-bully orang.
"Ta, pokoknya lo gak boleh pindah. Kalaupun orang-orang membicarakan lo, gue janji akan selalu membela lo."
"Makasih ya, Ran." Calista tersenyum sambil memeluk Rania.
"Ngomong-ngomong Friska liburan kemana sih? perasaan lama banget pulangnya," ujar Rania mengalihkan pembicaraan.
"Gue gak tahu."
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya keduanya segera pergi untuk menyaksikan lomba-lomba yang sedang berlangsung.