
Selesai membeli makanan kelinci, Calista segera melajukan mobilnya menuju cafe terdekat. Calista memang berniat untuk mentraktir Bayu dikarenakan ia merasa bersalah akibat kejadian tadi.
"Kita ke cafe dulu ya."
"Langsung pulang aja, soalnya perasaan gue gak enak," kata Bayu.
"Ya ampun, gue kan udah bilang kalau gue bawa mobilnya dengan hati-hati."
"Tapi tetap aja gue deg-degan."
Calista tertawa mendengar perkataan dari Bayu. Tapi memang benar bahwa dari tadi Bayu seperti sangat ketakutan.
"Lo deg-degan karena ada gue kali," canda Calista.
"Iya, karena ada lo. Soalnya lo kayak setan, jadi bikin gue deg-degan," kata Bayu.
"Jahat banget dibilang setan."
"Gue bercanda kali."
Skip
Sesampainya di cafe, mereka berdua memesan makanan dan minuman. Sehabis itu, keduanya memutuskan untuk duduk di paling pojok.
"Bayu, gue harus ganti berapa?"
"Maksudnya?"
"Soal motor lo yang rusak."
Bayu berkata bahwa Calista tidak usah menggantinya, sebab kerusakan motornya tidak terlalu parah dan juga itu merupakan salah Bayu akibat dirinya tidak hati-hati.
"Ya udah kalau gitu gimana kalau pesanan lo biar gue bayar, soalnya gue merasa gak enak sama lo."
Bayu terdiam sejenak. "Ya udah kalau itu mau lo."
Trining! Trining!
Calista melihat ponselnya dan ia melihat ada telepon masuk dari Kevin. Dengan begitu, Calista hanya membiarkan saja telepon itu berdering.
"Kenapa dibiarkan berdering?"
"Sengaja. Soalnya gue ingin jaga jarak sama Kevin."
"Kenapa harus jaga jarak?"
"Karena gue merasa bersalah. Karena gue, hubungan Kevin sama Haura berakhir."
Calista menceritakan bahwa Kevin memacari Haura karena Kevin ingin membuktikan bahwa dirinya bisa move on dari Calista. Namun pada kenyataannya, itu membuat Kevin merasa menyesal atas perbuatannya dan akhirnya Kevin memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Haura.
"Emang lo gak ada perasaan sama Kevin?" tanya Bayu.
"Ya enggak lah, dia kan sahabat gue."
"Kalau dia bukan sahabat lo gimana? lo akan suka sama dia gak?"
Calista terdiam sejenak, ia bingung harus menjawab apa. Kalau boleh jujur, Kevin memang sangat baik kepada Calista. Namun karena Calista tahu bahwa Kevin itu orangnya sangat mudah bosan, jadi ia khawatir menjalin hubungan dengannya.
"Lo pernah baper gak sama dia?"
"Kalau baper sih pernah."
"Berarti lo suka sama dia."
Trining! Trining!
Lagi-lagi Kevin menelpon Calista dan otomatis Calista mematikan teleponnya karena ia yakin bahwa Kevin menelponnya hanya karena bosan.
"Jawab aja, siapa tahu penting," kata Bayu.
"Enggak kok. Kevin emang suka jail orangnya, bahkan waktu itu dia pernah telepon gue sebanyak sepuluh panggilan."
"Emang saat telepon bicara tentang apa aja sama dia?"
"Random aja sih."
...****************...
Tiba di rumah, Calista langsung memberi makan kelincinya. Dan tak lupa ia memposting foto-foto kelincinya ke sosial medianya.
Trining! Trining!
Entah kenapa hari ini banyak sekali panggilan yang masuk dan itu membuat Calista merasa risih. Dengan demikian, Calista memutuskan untuk mematikan panggilan teleponnya.
Tingtong! Tingtong!
Sampai di luar, Calista menyuruh Bayu untuk masuk kedalam rumah.
"Kucing lo gak akan makan kelinci gue, kan?"
"Gak tahu juga sih. Tapi lebih baik kelinci lo simpan di kandang aja, takutnya nanti kenapa-napa."
Saat sampai, Calista segera memasukkan kelincinya ke dalam kandang, karena ia khawatir jika kucing Bayu akan memakan kelinci peliharaannya. Setelah itu, keduanya bermain dengan piaraannya masing-masing.
Skip
Malam hari
Perasaan Calista sangat tidak enak ketika ia baru saja menyalakan ponselnya. Begitu banyak panggilan telepon yang tidak terjawab dan juga beberapa pesan yang belum dibaca.
Seketika tubuh Calista mematung saat membaca pesan dari Friska yang mengabarkan bahwa Mamah Kevin meninggal dunia.
Calista buru-buru mengambil kunci mobilnya dan ia segera pergi keluar.
"Calista, mau kemana?" tanya Papah.
"Pah, Mamahnya Kevin meninggal. Jadi Calista harus kesana."
"Biar Papah yang antar."
"Gak usah," ujar Calista karena ia tahu bahwa Papahnya pasti lelah karena baru pulang kerja."
...****************...
Ketika sampai, banyak sekali keluarga besar Kevin yang berada di rumah Kevin. Dengan begitu, Calista langsung bertanya kepada salah satu orang untuk menanyai keberadaan Kevin. Dan katanya, Kevin saat ini sedang berada di kamarnya.
Calista mengetuk pintu kamar Kevin dan tak lama seseorang membukakan pintunya.
"Ta, lo kemana aja sih?" tanya Friska dengan nada kesal.
Calista tak menghiraukan pertanyaan Friska, ia langsung menerobos masuk kedalam kamar.
Saat masuk, ia melihat ada Erick dan Rania juga yang sedang duduk sambil memperhatikan Kevin.
"Vin, maaf gue datangnya telat." Calista duduk sambil menghadap kearah Kevin.
Kevin hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Calista.
"Sibuk banget lo? sampai-sampai telepon dari sahabat sendiri gak diangkat," sindir Erick.
"Gue minta maaf," ujar Calista dengan mata yang berkaca-kaca.
"Dia sibuk karena lagi sama Bayu kali," kata Rania.
"Ran, lo jangan memanas-manasi keadaan dong!"
PRANG!
Kevin melemparkan sebuah gelas ke lantai dan itu membuat Calista, Friska, Rania dan Erick terkejut.
"Lebih baik kalian keluar! berisik tahu gak!," murka Kevin.
Calista tidak menghiraukan perkataan Kevin, ia justru memunguti pecahan beling yang berserakan di lantai.
"Udah sana pergi!" kesal Kevin dan serentak Friska, Rania dan Erick keluar dari kamar Kevin.
"Lo juga pergi sana! gue gak mau lihat wajah lo lagi."
"Vin, gue minta maaf." Calista menangis karena merasa bersalah. Ia menyesal karena tidak menjawab panggilan telepon dari Kevin.
Kevin mendekat kearah Calista dan ia menarik Calista agar Calista keluar dari kamarnya.
Setelah Kevin mengeluarkan Calista, dia langsung mengunci pintu kamarnya.
Friska, Rania dan Erick menatap sinis kearah Calista dan itu membuat Calista semakin merasa bersalah.
"Guys, maafin gue."
"Gue heran sama lo. Giliran posting foto bisa, tapi giliran gue telepon malah gak dijawab," kata Friska.
Calista diam saja, ia tidak peduli jika sahabat-sahabatnya memarahinya, karena memang Calista salah sebab ia tidak menjawab telepon dari mereka.
"Lo berdua lebih baik pulang aja soalnya udah malam. Nanti Kevin biar gue yang temenin aja," ujar Erick kepada Friska dan Rania.
"Ya udah kalau gitu gue sama Friska pulang dulu, nanti besok kita kesini lagi," kata Rania. Setelah itu Rania dan Friska segera pergi karena memang mereka sudah dari sore berada di rumah Kevin.
"Erick, gue juga mau temenin Kevin."
"Gak usah! Kevin biar gue yang temenin. Lagipula lo cewek, emangnya lo mau bareng sama cowok-cowok?" tanya Erick, lalu Calista hanya diam saja karena tidak mungkin juga ia menemani cowok-cowok, nanti bisa-bisa ia dicap sebagai cewek yang tidak benar.