
Kevin POV
Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam, namun aku masih belum pulang ke rumah. Dan saat ini aku berada di rumah Erick dan mungkin juga malam ini aku akan menginap disini.
Alasan menginap disini dikarenakan aku sedang ada masalah dengan kedua orang tuaku. Mereka marah kepadaku karena aku ketahuan merokok. Selain itu, mereka juga memarahiku dikarenakan ada seseorang yang mengirim video, yang mana di video itu terlihat diriku yang sedang berkelahi dengan seseorang.
Entah siapa yang mengirim video itu, tetapi yang jelas aku akan memberinya pelajaran jika nantinya aku mengetahui siapa orangnya.
Selain dua hal tadi, aku juga sedang memikirkan tentang Haura. Sikap aku kepadanya saat di sekolah sangatlah kasar dan itu membuatku menjadi merasa bersalah kepadanya.
Dug!
Bantal dilemparkan begitu saja kepadaku dan spontan aku menoleh kepada seseorang yang melempar bantal itu.
"Kenapa lo? berantem ya sama Haura?" tanya Erick yang entah mengapa dia seakan-akan tahu permasalahan Kevin.
"Gue sama Haura udah putus."
"Udah gue tebak sih endingnya gimana," ujar Erick.
Dari awal Erick mengetahui bahwa Kevin tidak benar-benar mencintai Haura. Jadi, tentunya Erick yakin bahwa hubungan Kevin dan Haura tidak akan lama.
"Lo cinta banget ya sama Calista?" tanya Erick.
"Entahlah, gue gak tahu. Tapi yang jelas, gue bahagia saat bersama dia."
"Bukannya gue menjelekkan Calista ya. Tapi secara sikap, lebih baik Haura daripada Calista. Lo juga kan tahu kalau Calista itu emosian banget, jadi seharusnya lo bersyukur punya cewek yang sabar kayak Haura," kata Erick.
"Gue gak peduli mau seburuk apapun sikap dia."
Erick menatap Kevin dengan tatapan datar. Meskipun berkali-kali Erick menyadarkan Kevin, namun Kevin tetap saja dengan pendiriannya.
"Oh iya, waktu itu gue lihat Calista sama Rania ada di rooftop. Gue gak tahu pembicaraan keduanya, tapi intinya waktu itu gue lihat Calista menangis," ucap Erick tiba-tiba.
Mendengar perkataan Erick membuat Kevin teringat tentang Calista yang secara tiba-tiba kembali mendekati Reyhan. Dan Kevin yakin bahwa Rania adalah penyebab Calista menjadi dekat lagi dengan Reyhan.
Kevin langsung menelpon Rania untuk menanyakan tentang hal itu, sebab ia sangat penasaran dengan alasan Calista mendekati Reyhan.
Tak butuh waktu lama, Rania menjawab panggilan telepon dari Kevin. Pada saat itu juga, Kevin langsung bertanya kepada Rania tentang alasan Calista mendekati Reyhan kembali.
Bukannya dijawab, Rania justru diam saja. Rania seolah enggan memberitahu Kevin tentang alasannya. Dan tak lama, Rania mematikan teleponnya begitu saja.
"Sialan! malah dimatikan lagi."
"Emang ada apa sih?" tanya Erick penasaran, karena tiba-tiba Kevin menelpon Rania.
"Kayaknya mereka punya rahasia deh. Makanya Calista sampai berhubungan lagi sama Reyhan."
"Kayaknya sih iya."
...****************...
Calista POV
Calista mendapatkan satu pesan dari nomer yang tidak dikenal. Dipesan itu tertulis bahwa hubungan Kevin dan Haura berakhir gara-gara Calista. Padahal Calista sendiri tidak tahu menahu tentang kabar putus Kevin dan Haura. Selain pesan itu, ada juga pesan dengan kata-kata kasar yang membuat Calista jadi emosi saat membacanya.
Entah siapa yang mengirim pesan itu, tapi yang jelas yang tahu tentang itu hanyalah Kevin dan Haura. Berarti bisa jadi yang mengirim pesan tersebut adalah Haura.
Tetapi jika melihat Haura, rasanya Calista kurang yakin karena Haura sepertinya tidak akan mungkin mengirim pesan itu dikarenakan Haura adalah sosok gadis yang sangat pendiam.
Karena Calista sangat penasaran, jadi ia menelpon orang yang mengirim pesan itu. Tetapi ketika ditelepon, orang itu langsung menolak panggilan telepon dari Calista.
Dengan demikian, Calista ingin menjauhi Kevin karena masalah ini. Meskipun memang berat baginya untuk menjauhi sahabatnya itu, tapi demi kebaikan, jadi Calista harus menghindarinya untuk sementara waktu.
Dipikir-pikir, Calista merasa bahwa semakin kesini persahabatannya menjadi hancur. Mulai dari Rania yang selingkuh dengan pacar Calista, terbongkarnya rahasia Kevin yang menyukai Calista, hingga Calista dituduh sebagai perusak hubungan antara Kevin dan Haura.
Trining! Trining!
Calista mengambil ponselnya dan melihat siapa orang yang menelponnya. Ketika dilihat, ternyata orang yang menelponnya adalah Rania.
Calista menjawab panggilan telepon tersebut untuk memastikan apakah Rania telah menuruti perkataan Calista atau tidak.
"Ada apa?"
"Ta, makasih banyak ya. Gara-gara lo kasih tahu password ponselnya Reyhan, gue jadi bisa hapus foto-foto gue," kata Rania.
"Emang fotonya ada di galeri ponsel Reyhan?"
"Bukan di galeri, tapi ada di brankas pribadi."
Calista merasa senang mendengarnya, karena bagaimanapun foto tersebut adalah aib bagi Rania, jadi Calista senang bila foto tersebut sudah dihapus.
"Ta, sekali lagi maafin gue ya," kata Rania.
Tanpa sadar, Calista meneteskan air matanya saat mendengar perkataan Rania. Sejujurnya ia sangat merindukan Rania. Tetapi karena satu kesalahan Rania, jadi Calista lebih memilih untuk menjaga jarak dengannya.
Calista tidak ingin lagi dikhianati untuk yang kedua kalinya, maka dari itu ia memilih untuk menjauhi Rania.
Terdengar suara berisik dari arah luar dan Calista yakin bahwa diluar sedang ada tamu. Akhirnya ia lebih memilih untuk keluar kamar, karena tahu yang datang itu adalah saudaranya.
Saat sampai di ruang tamu, Calista langsung terdiam sejenak karena ia melihat Bayu dan juga dua orang yang sepertinya seumuran dengan Papah.
"Lo ngapain kesini?" tunjuk Calista.
"Calista!" ujar Papah sambil menatap tajam kearah Calista.
"Pergi sana! ngapain ke rumah gue."
Papah langsung menarik Calista dan membawanya menuju tempat yang agak jauh dari ruang tamu.
"Kamu apa-apaan sih! gak sopan banget," ujar Papah.
"Pah, cowok itu pernah bully Calista saat SMP."
"Maksud kamu Bayu?" tanya Papah, lalu Calista hanya mengangguk.
"Ya udah ayo ikut Papah. Kita bicara tentang hal ini sama Bayu dan orang tuanya," kata Papah.
Akhirnya Calista dan Papahnya kembali pergi menuju ruang tamu.
"Calista, maafkan anak Tante ya. Barusan Bayu udah cerita tentang kamu yang katanya pernah bully kamu," ujar Mamah Bayu.
"Tadi di sekolah gue kan udah minta maaf sama lo," ucap Bayu.
Memang benar bahwa Bayu sudah meminta maaf, tetapi tetap saja Calista masih kesal dengannya.
"Maafkan Bayu ya, dia dulu emang kurang ajar. Tapi sekarang sikapnya sudah jauh lebih baik kok," ucap Papah Bayu.
"Calista udah memaafkan Bayu kok, Om, Tante." Calista tersenyum, padahal sebenarnya ia ingin berkata kasar kepada Bayu.