
Beberapa murid heboh disaat Bayu masuk ke kelas XII IPS 1. Pasalnya beberapa orang mengetahui bahwa Bayu kemarin masuk ke kelas XII IPS 2, tetapi sekarang dia malah pindah ke kelas XII IPS 1.
Setelah Bayu sudah memperkenalkan dirinya, lalu dia berjalan menuju tempat duduknya yang berada dibelakang Erick dan Kevin.
Saat Bayu berjalan kearah kursinya, ia tersenyum kepada Calista dan otomatis murid-murid lain langsung bergosip tentang mereka berdua. Dikarenakan, ada beberapa murid yang melihat Calista berangkat sekolah bersama Bayu.
"Bayu itu teman lo waktu SMP ya?" tanya Friska, lalu Calista hanya mengangguk.
"Jadi lo beneran pernah dibully sama dia?" bisik Friska.
"Enggak kok. Waktu itu dia gak bully gue, dia cuma bercanda aja sama gue," bohong Calista.
"Apa jangan-jangan dia suka sama lo ya? makanya tadi gue lihat dia tersenyum kearah lo," tebak Friska.
Calista dengan sengaja tersenyum agar Friska menduga bahwa Bayu memang menyukai Calista. Maka dengan begitu, Friska pastinya akan melaporkan hal ini kepada Kevin dan juga Erick.
"Serius dia suka sama lo?" tanya Friska.
Calista mendekat kearah Friska. "Sebenarnya semalam dia menyatakan cinta sama gue," bisik Calista.
Friska langsung menutup mulutnya karena dia tak menyangka bahwa Bayu sangat bergerak cepat untuk mendekati Calista.
"Jangan dikasih tahu ke yang lain, soalnya ini rahasia."
Walaupun Calista meminta Friska untuk merahasiakannya, tetapi ia yakin seratus persen bahwa Friska nantinya akan memberitahu hal ini kepada Kevin dan Erick.
"Jadi lo pacaran sama dia?" bisik Friska, lalu Calista mengiyakan perkataan Friska.
...****************...
Bel istirahat berbunyi, serentak semua murid bergegas menuju kantin karena mereka takut tidak mendapatkan tempat duduk untuk menikmati makan siangnya.
Lain halnya dengan geng fearless, mereka selalu mendapatkan tempat duduk di kantin. Bahkan tempat duduk itu terasa seperti milik mereka, dikarenakan tak ada satupun yang berani duduk disana. Jikapun ada, pastinya orang itu dekat dengan salah satu diantara mereka.
"Gue boleh gabung gak?" tanya Bayu.
"Gak boleh! ini tempat kita" sahut Kevin.
"Boleh kok, lagian kursi yang satu kosong."
Bayu mendekatkan kursinya agar dekat dengan Calista. "Kalau gitu aku pesan makanan dulu ya," ujar Bayu.
Bayu sempat menawarkan untuk membelikan makanan, namun Calista menolaknya karena ia sudah memesan makanan. Dengan demikian, Bayu segera pergi membeli makanan dan minuman untuk dirinya sendiri.
"Kenapa dibolehin sih? padahal kan masih banyak tempat yang kosong," kesal Kevin.
"Gak apa-apa kali, Vin. Lagipula dia kan ingin makan," ujar Friska sambil melirik sekilas kearah Calista.
"Mentang-mentang ganteng jadi dibela," sindir Kevin.
Erick tertawa kecil saat melihat Kevin yang kesal kepada Calista dan Friska.
Kevin menatap Erick dengan datar. "Gak ada yang lucu."
"Vin, lo kenapa sih? masa cuma masalah gitu doang marah."
Kini Kevin terdiam saat mendengar ucapan Calista. Karena percuma saja jika berdebat dengan Calista, sebab pasti ujung-ujungnya Kevin akan mengalah.
"Mana sih? lama banget deh." Friska mengalihkan pembicaraan agar suasananya tidak canggung.
"Sabar, nanti juga dia datang bawa pesanan kita," kata Erick.
Beberapa menit kemudian, Bayu kembali menghampiri Calista dan yang lainnya. Lalu, Bayu duduk didekat Calista. Tak lama setelah itu, datanglah seseorang dengan membawa nampan yang berisi pesanan Calista dan sahabat-sahabatnya.
"Lama banget sih! kita lapar tahu gak," kata Friska.
Bayu menatap Friska dengan tatapan kesal. Seharusnya Friska berterima kasih kepada orang itu, tetapi dia malah memarahinya.
"Ini uangnya. Oh iya, kembaliannya buat lo aja," kata Erick sambil memberikan uang kepada orang itu. Setelah itu, orang itu berterima kasih dan bergegas pergi.
Disaat sedang menikmati makanan, Calista melihat Kevin yang terus menatap tajam kearah Bayu. Sejujurnya Calista merasa khawatir, karena ia takut jika Bayu akan menjadi sasaran Kevin. Dan tentunya Calista tahu jika Kevin akan mencari cara apapun untuk bertengkar dengan Bayu.
"Lo ngapain pindah ke kelas kita? bukannya asalnya lo kelas XII IPS 2 ya?" tanya Kevin.
"Soalnya di kelas XII IPS 1 ada pacar gue, makanya gue pindah," jelas Bayu.
"Siapa pacar lo?" tanya Kevin penasaran.
Bayu tersenyum sambil menatap kearah Calista. Dengan begitu, Kevin jadi terkejut karena Bayu seperti memberi kode bahwa pacarnya adalah Calista.
"Lo berdua pacaran?" tanya Erick yang juga peka dengan tatapan Bayu.
"Iya, kita pacaran."
Kevin menghentikan aktivitas makannya, lalu ia pergi begitu saja setelah mendengar ucapan Calista.
"Ta, lo serius pacaran sama dia? lo kan baru kenal dia, masa lo terima gitu aja," heran Erick.
"Sebenarnya gue sama dia udah berteman dari SMP."
"Itu Kevin kenapa sih? dia kan udah punya pacar, seharusnya dia gak cemburu dong kalau lo dekat dengan cowok," kata Friska.
"Dia udah putus sama Haura," sahut Erick.
Reaksi Friska terlihat biasa saja saat mendengar ucapan Erick. Dan sepertinya Calista tahu bahwa saat ini Friska sedang menebak bahwa alasan putus Kevin dan Haura itu disebabkan karena Kevin tidak mencintai Haura.
"Jadi Kevin suka sama Calista?" tanya Bayu tiba-tiba dan otomatis Calista, Friska dan Erick menoleh kearahnya.
"Iya, Kevin suka sama Calista," kata Friska.
"Ta, bukannya waktu itu lo bilang gak ingin pacaran karena lo trauma sama Reyhan ya?" tanya Erick.
Calista diam saja, ia jadi teringat dengan perkataannya waktu itu.
Disisi lain, Bayu menatap kearah Calista. Bayu penasaran dengan trauma apa yang dialami Calista sehingga Calista tidak ingin kembali pacaran.
"Oh iya, lo kenapa pindah sekolah?" tanya Friska kepada Bayu.
"Soalnya gue pindah rumah, makanya gue cari sekolah yang dekat," jelas Bayu.
"Ngomong-ngomong katanya lo suka sama Calista dari SMP ya?" tanya Friska dan itu membuat Calista sangat malu.
Bagaimana bisa Friska membicarakan hal ini kepada Bayu, karena sudah jelas-jelas Calista berbohong tentang hal itu.
"Calista bicara kayak gitu sama lo?" tanya Bayu, lalu Friska mengiyakannya.
Bayu menatap Calista dengan ekspresi seperti sedang menahan tawa. "Iya, gue suka Calista dari SMP."
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dan orang itu mengatakan bahwa Kevin sedang bertengkar dengan seseorang. Dengan demikian, Calista dan yang lainnya menunda makannya dan mereka bergegas pergi.
Saat sampai, Calista melihat Kevin yang sedang bertengkar dengan lelaki yang waktu itu pernah bertemu dengannya saat di parkiran.
Entah siapa yang salah diantara keduanya, tetapi yang jelas Calista yakin bahwa lelaki tersebut menyukai Haura. Maka dari itu dia selalu mencari masalah dengan Kevin.