
"Jadi gitu ceritanya Lan... Kenapa gua bisa ke korea, disana gua hampir 1 tahun, gara gara... Katanya gua koma 3 bulan, di tambah lumpuh 1 bulan, dan perawatan serta terapi 5 bulan, satu semester gua gak sekolah hehe^^ dan langsung masuk ke SMP," Ucap Elang mengakhiri ceritanya.
"Berasa drama pembunuhan... Merinding,"
"Hahaha, gua ketemu mbak ayu tuh waktu acara award, gua bilang 'Mah, tipe Elang mbak ayu, boleh gak Elang cari pacar kayak mbak ayu?' dan jawaban ci mamah cuma ketawa," Jawab Elang sambil memperagakan bagaimana ia dulu.
'Ampun... Kenapa ngedadak jadi imut gitu sih?' Batin Bulan, jiwa nya meronga ronta ingin mencubit si elang.
"Sekarang udah ada belom? Kan nyari tipe yang kepribadian kayak IU tuh susah," tanya Bulan penasaran.
"Hm, nggak papa... Karna tipe Elang sekarang tuh cuma Bulan, (calon) pacar gua, yang duduk di sebelah gua," Jawab Elang mulai gombal, mode biawak nya aktif.
Bulan kembali diam menatap Elang dengan datar, sedangkan Elang terus bergaya imut depan Bulan. Ingin sekali rasanya berbicara kasar pada anak ini, namun bulan harus tahan karena elang sedang sakit.
Ia pun menyentuh pelipis Elang.
"Uuh... Bener, dia ngawur bang, soalnya badan nya juga panas," Kata Bulan pada Chiko yang membuat Elang kesal.
"Haaah... Bener kok, malah dibilang ngawur," Keluh Elang sedikit kesal namun malu karena di sentuh Bulan.
Sampailah mereka di rumah mewah Elang...
Bulan menganga melihatnya, sebesar ini kah rumah Elang? Bulan tak berani masuk karena malu, makannya ia menunggu di mobil.
"Kayaknya banyak tamu di rumah loe El," Ucap Chiko mengamati sekitar.
"Iya sih... Mau masuk dulu gak?" Tawar Elang pada chiko.
"Gak usah gak papa, salamin aja ke tante, eh tapi, loe kuat gak?" Tanya Chiko memastikan.
"Gua kan gak lumpuh, hahahaha oke, thanks ya, " Jawab Elang sebelum masuk ke rumah.
"Jagain Bulan buat gua ya, dadah..."
Chiko pun sempat terkejut namun akhirnya ia tersenyum. Entahlah, apakah Elang itu sosok yang baik untuk Bulan dan benar benar serius untuknya, atau... Ia sengaja mempermainkan bulan?
Elang masih diam diluar rumah, kepalanya sedikit pusing karena efek alergi sinar matahari tadi. Di dalam rumahnya terlihat ramai, dan masa bodo lah, Elang pun masuk saja kerumah.
"Assalamualaikum...
"ERLANGGA!"
DEG!
"Apaan sih ah?! Ngagetin," Kata Elang sambil mengelus dadanya.
"Elang, kamu punya pacar berapa nak...? Mereka semua bilang kalo mereka pacar kamu..." Tanya mamah sambil memijit batang hidungnya.
"Hah? Ooohh... Ini pacar Elang toh... Kirain temen temen arisan mamah, kok wajahnya kayak tante tante ya?"
"Erlangga! Apa ini?! Kamu bilang malem sekarang mau nge date bareng aku, tapi katanya dia yang mau nge-date sama kamu!"
"Elang! Jelasin ke mereka kalo aku ini pacar kamu! Jangan pada ngaku ngaku kalian! Saya pacar Elang!"
"Erlangga aileen! Kamu bilang cuma saya satu satunya pacar kamu! Nyatanya banyak yang ngaku mereka pacar kamu!"
"Mas El... wani ngalakukeun ieu ka kuring? ceuk maneh kuring nu paling geulis jeung tipe maneh tapi naha maneh wani nipu kuring mas elang, kumaha ieu teh...? "
NGUUUNG...
"Stop it! Kalian gak liat kalo Elang lagi sakit?! Coba kalian ngertiin, kalo misalnya kalian sayang sama Elang, kalian gak akan berani nge- jazz ke Elang!!!" Ucap Zhao Emosi, ia tak terima adiknya di perlakukan begitu.
Seketika seluruh isi ruangan itu hening. Mereka semua menunduk takut.
"Lang, istirahat," titah Zhao tetiba lembut.
"Bentar, buat kalian, makasih udah mau main main sama gua, aslinya gua main main, suer. Mau ngetes aja, ternyata aslinya kalian cuma manfaatin gua, dan mau semirip miripnya kalian sama Mbak Ayu, kalian gak akan pernah mirip, makasih lho, da... Gua juga udah nemuin jodoh gua," jawab Elang, pede di duluin:v
"Ck, ngebacot mulu lu, hayu ah ke kamar dulu," Ucap Zhao sambil mencubit hidung mancung Elang.
Dan akhirnya Elang melakukan putus massal kepada seluruh pacarnya. Elang pun menaiki tangganya sempoyongan. Tubuhnya semakin panas dengan wajah yang sangat merah.
"Astaghfirullah... Abis ngapain kamu sampe panas banget kayak gini? Haduuh..." Ucap Zhao khawatir, kakaknya ini amat menyayangi Elang.
"Maen api..."
"Eh?! Yang bene kamu!"
"Haha... Nggak lah... Tadi El dihukum gara gara telat ke... Sekolah... Terus... Dihukum... Di suruh... Hormat..." Jawab Elang setelah sampai di kamarnya.
Zhao hanya mengangguk menanggapi cerita adiknya itu, ia membantu Elang membuka kaos kakinya dan jas sekolah miliknya, zhao juga mengambil air kompres dan bubur dulu sambil menunggu Elang ganti baju.
Sampai di kamar Elang, Elang malah memakai kaos lengan pendek dan terbaring di lantai yang dingin.
"Kamu tuh kenapa El...? Kenapa malah make baju pendek? Abis itu malah tiduran di lantai lagi, udah tau dingin," Pernyataan Zhao itu agak menusuk hatinya.
"Gak kuat teh... Lemes banget... Elang pengen tidur..." Jawab Elang pelan, suaranya mengecil karena serak.
"Haah... Hayu sini, teteh bantuin kamu ke kasur,"
Elang pun akhirnya bisa berbaring di atas kasur empuknya itu. Zhao menarikkan selimut untuknya sampai batas leher karena sepertinya Elang kedinginan. Zhao pun mengompreskan air hangat dan menempelkannya di dahi Elang. Panasnya mencapai 38,41 derajat celcius.
"Haah ... Haah... Haah...
"Kenapa dek?" Tanya zhao lagi.
"Engap... Hidung elang berair... Pilek... Uhuk uhuk,"
"Hmm... Zhao juga bingung, selain bisa ngompres,"
Mamah pun masuk ke kamar bersama dokter. Ia terlalu khawatir pada Elang.
"Haah... Elang demam tinggi, ini juga ada akibat terlalu banyak melakukan aktifitas berat, sama... Alergi sinar matahari," Ucap dokter Rion, bapak Kevin.
"Tapi bagus! Keadaannya tidak sampai kejang, Elang bisa ngontrol tubuhnya, sekarang dia lagi tidur, lelap..." lanjut dokter Rion mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.
"Huuh... Alhamdulillah... Saya lega dengernya,"
"Iya, hm... Kayaknya Elang abis di infus ya?" Tanya Rion lagi.
"Oh, iya, saya denger dari gurunya kalo Elang pingsan hampir 30 menitan, tapi... Karena Elang takut suntikkan, jadi tadi darahnya sempet naik katanya, saya jadi tambah khawatir," Jawab Mamah menjelaskan.
"Gak papa, berarti saya cuma bisa ngeresepin obat yang diminum ya, tadinya kalo pake cairan infusan, bakal lebih cepet ngembaliin daya tahan tubuhnya,"
Setelah menjelaskan semuanya, barulah semuanya keluar, membiarkan Elang beristirahat. Padahal niatnya tadi mau memarahi karena Elang banyak pacarnya, namun niatnya di urungkan saat melihat Elang sakit.