
teruslah melangkah mengikuti keyakinanmu, berhentilah sejenak jika kamu lelah, jangan menyerah apalagi berbalik arah"
-Sachiko-
Malam itu...
Setelah Chiko belajar sejenak, kepalanya kembali pusing karena otaknya terus dipaksakan mencerna pelajaran itu. Bulan kembali masuk ke kamarnya membawa susu hangat.
"Bulan, Gue gak percaya kalo loe beneran suka sama tu anak," Ucap Chiko tiba tiba.
"Anak yang mana?" Tanya Bulan aneh.
"Elang lah, siapa lagi?"
"Oooh... Ya gak tau, gimana ya? Elang tuh... Uniq aja gitu, beda dari cowok yang lain," Jawab Bulan tertunduk dan tersenyum, bisa terlihat bahwa bulan cukup senang. Apakah pada akhirnya ia bisa menerima Elang?
"Hh, gak nyangka yang kayak gitu bakal jadi adek ipar gua nanti, tapi loe gak salah sih. Elang itu bakal ngerelain semuanya buat orang yang menurut dia penting di hidup dia. Makannya lu jangan buat dia kecewa ya? Sekalinya lu buat dia marah, Kecewa atau sakit hati, udah gak bakal ada lagi yang namanya 'Elang baik dan ramah', kita aja ngejaga gimana caranya bisa buat dia bahagia dan gak pernah dikecewain sama kita, mulut juga gak kalah penting, lu juga harus jaga ucapan lu ya," Ucap Chiko menasehati.
5 tahun yang lalu...
Saat Elang duduk di kelas 6 SD, banyak sekali orang yang membully si Cintah, apalagi ciwik ini lugu, polos, dan disangka gatelan gara gara nempel nya sama Elang dan Kevin. Sampai suatu ketika, Cintah atau yang bernama asli louisa ini mengungkapkan perasaannya pada elang di kelasnya.
"Erlangga, aku suka sama kamu! Kamu itu tipe aku banget, jadiin aku pacar kamu!" Ungkap Louisa sambil membungkukkan badannya, ditangannya ada sebuah cokelat dan surat yang dibungkus rapi.
Elang pun terdiam sesaat melihat Louisa begitu. Apakah ini adalah sebuah dialog drama? Berarti dia harus memerankan apa? Begitu pikir Elang, karena ia tahu kalau louisa tidak mungkin menyukainya.
"Pht! Haha, oke deh. Aku terima permintaan kamu untuk jadi pendamping hidupku selamanya, aku juga suka kamu, Cintah." Begitu jawaban Elang nya, ia kira itu hanyalah semata mata candaan louisa.
Senyuman terpancar di wajah louisa, ia kira ia benar benar diterima oleh Elang, ternyata dua² nya sama sama salah paham.
"Idih, dikemanain tuh harga diri elang?"
"Bisa bisanya nerima cewek jelek kek begituan,"
"Gak nyangka sih..."
"Mata si Elang buta kali ya? Gak bisa bedain mana yang cantik sama yang jelek,"
Seketika raut wajah yang awalnya tersenyum pun jadi badmood. Jangan salah, Elang kalo badmood suka hilang kendali, kayak kevin. Elang paling gak suka ada yang ngehujat sahabatnya, apalagi dengan perkataan kotor kayak gitu.
"Haha, tolol ya kalian, di depan— aja sok suci, sok baik, sok sok lah pokoknya. Taunya dibelakang kayak bangsat semua ya kelakuannya,"
Hening...
Teman temannya menundukkan kepala tatkala Elang berkata begitu. Tapi kevin merasa puas dan malah tersenyum, karena ia juga lelah kalau Elang terus²an dihujat dibelakangnya.
"Yang ngomong barusan, coba maju. Gua pengen liat muka busuk kalian," Ketus Elang mendelik, tatapannya benar benar tajam. Tak ada Elang yang baik hati lagi.
Namun tak ada seorang pun yang berani maju, takut kena tampol olehnya. Sampai pada akhirnya, salah satu di antara mereka berani mengangkat suara.
"Weehh... Santai dong bro, bukannya emang kenyataan ya kalo dia jelek? Lu beneran buta kali ya? Ternyata Keluarga Aileen ada yang cacat rupanya—
Bugh!!!
Tanpa basa basi Elang memukul Edo yang memang adalah anak nakal yang suka mengejek keluarganya. Ia benar benar kesal sekarang, sehingga menyebabkan perkelahian yang lebih lama.
Sampai pada akhirnya...
"Edo yang nyari masalah duluan bu. Elang gak suka temen Elang di ejek kayak gitu," Ucap Elang saat ia dan Edo dipanggil karena berkelahi.
"Wajar att bu, Elang juga sering marah². Apa salahnya coba maen drama percintaan sama si Cintah? Gak salah kan Elang kalo ngebela si Cintah?" Tanya Elang memunta pengakuan dari Ibu.
"Drama?"
"Iya drama, Jadi si Cintah pura pura nembak Elang, yaudah El juga terima karna cuma boong boongan. Taunya mereka malah nganggep serius dan ngatain si Cintah." Jelas Elangi kesal.
"Lu bego, dia tuh beneran suka sama Elu tau," Sahut Edo.
"Diem lu gak usah ngomong,"
Akhirnya setelah menyelesaikan permasalahan tadi, mereka pun pulang ke kelas. Edo meminta maaf pada Elang karena sudah berbuat keterlaluan apalagi mengatai keluarga Elang cacat. Elang memang menerima permintaan maafnya, tapi sampai kapan pun ia tak akan pernah melupakan kejadian itu.
Begitulah cerita yang didengar Chiko dari Kevin. Intinya ia benar benar kagum pada Elang yang rela berkelahi demi orang lain. Membuat bulan tertawa saja saat ia mendengar pernyataan cinta dari si Cintah. Masalahnya si Elang ini nganggep bercanda, sedangkan di pihak lainnya nganggep itu serius.
Dua hari kemudian...
Akhirnya datang hari itu! Hari dimana Elang akan bertarung melawan mewakili sekolahnya untuk perlombaan antar sekolah se provinsi jawa barat. Tentu saja itu adalah hari yang besar untuknya. Elang sudah bersiap dengan pakaian rapinya di depan cermin.
"Gua deg²an euy. Bakal menang gak ya??? Gak yakin sama kemampuan gua, apalagi camer bilangnya dadakan, gua kira cuma se-bandoeng aja," Gumam Elang sambil memegang dadanya yang berdebar.
"Halo El! Semangat dong lombanya! Masa loe letoy gini sih???" Sahut Zhao merangkul kedua bahu adiknya yang masih gugup.
"Eeeh... Teteh..." Jawab Elang cengengesan.
"Udah gak usah gugup. Harus yakin dong, lu kan udah sering pamer IQ ke gue, jadi harusnya bisa dong menangin kompetisi ini," Ucap Zhao menyemangati.
Elang pun memandangi piagam dan pialanya yang berjajar rapi di kamarnya. Elang sudah mewakili sekolahnya dari tahun ke tahun. Dan sekarang rekor baru jika ia bisa mengalahkan orang paling cerdas yang menduduki posisi satu se provinsi. Siapakah dia? Elang juga tidak tahu. Setelah ia mendapat semangat dari kakaknya, ia pamit izin pergi ke sekolahnya. Namun kali ini berbeda, bapak ingin mengantar kepergian Elang selama kurang lebih satu minggu. Sebenarnya mamahnya juga masih khawatir akan kondisi Elang. Namun lagi lagi bapak selalu menguatkan bahwa Elang akan baik baik saja.
"Jimat, jangan lupa dipake ya." Ucap Mamah sambil memberikan sebuah kalung berlafadz allah.
"Buat apa mah?"
"Buat nguatin stamina kamu, ngelancarin selalu darah, banyak lah manfaat nya. Kamu harus jaga diri baik baik ya, berangkat dalam keadaan sehat, pulang juga harus dalam keadaan sehat," Ucap Mamah sambil mencolek hidung Elang.
"Siip. Mamah juga jangan lupain buat doain Elang ya. Assalamu'alaikum..."
"Waalaikumussalam, hati hati nak."
Elang pun melambaikan tangannya, mamah sedih dengan kepergian Elang menuju kompetisi itu, ia belum bisa melihat Elang lomba karena pekerjaannya.
"Tenang aja mam, Zhao bakal kesana kok, sama Langit. Gak papa kan?" Ujar Zhao saat mamanya menyeka air matanya.
"Iya... Hati hati aja, mamah juga harus titipin kamu ke Langit,"
"Makasih mam,"
Bersambung....
Elang waktu dikasih nasihat sama mamanya. Dia kayaknya sedih juga denger mama ngomong gitu.
...
Perkumpulan murid SMA harapan 1 di lapangan, Elang ngetawain apa ya???...