
Elang pergi ke belakang panggung menunggunya giliran bernyanyi. Namun, ada saja yang tidak menyukainya. Ia memandang Elang dari atas sampai bawah, membuat Elang tidak nyaman saja.
'Huuh... Biarlah netijen berkoar koar ngomongin lu, lu cukup dengerin aja dan gak usah respon mereka. ' Batin Elang pada dirinya sendiri.
"Cakep bener pacar gue," Ucap Bulan yang menyenggol tangan Kyle. Kyle pun menatap Elang seperti yang dilakukan Bulan.
"Iya, Anaknya kak Sabil cakep." Jawab Kyle ikut tersenyum.
Belum juga namanya di panggil, Elang sudah berkeringat duluan, ia nampak gugup dan takut suaranya bergetar saat menyanyi.
Ia pun menggosok gosok kedua tangannya supaya bisa lebih tenang.
"Baiklah! Kita sambut peserta ketiga kita! Waduh... Siapa nih kira kira ya? Perwakilan dari IPA, anak item, ndut, sukanya makan, Siapa ya kira kira...?"
'Jurinya punya dendam pribadi ya ama gua...?' Batin Elang yang merasa tersindir.
"Tanpa berlama lama lagi, Mari kita sambut... Erlangga Aileen Satria...! Golden child kebanggaan sekolah!!!"
Para siswi berteriak ramai dan memberinya tepuk tangan yang meriah. Elang naik ke atas panggung dengan malu malu dan masih berkeringat dingin.
Musik mulai di nyalakan sesuai lagu yang ingin Elang putar.
Memenangkan hatiku
Bukanlah satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu
Bukanlah satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku
Bukanlah satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati
Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi
Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Tolong kamu camkan itu...
"Waaaaaa!!!!"
"Gile! Suara apaan tuh?!"
"Waaaaahhh Elang!!!! Sukses jadi fangirl nya Elang! Gue kudu beli lightstick khusus buat Elang!"
Begitulah komentar para siswa siswi di sekolahnya. Mau senior maupun para guru, semuanya memberikan tepuk tangan untuk Elang.
"Wahh... Elang ini, calon bintang ya di masa depan. Dari muka nya aja udah bagus, walaupun baju nya terkesan simple, tapi wajah kamu ngedukung kamu sampe bisa pake baju apa aja. Bahkan kalo pake baju compang camping juga pasti dikira itu baju lagi nge-trend. Hebat lah kamu ini."
"Ohohoho... Makasih pujiannya senior, Elang seneng kalo di puji, hahaha." Jawab Elang tertawa.
"Ohohoho... Siap siap. Baik, buat komentar para guru, dimulai dari kepala sekolah."
"Saya... Udah gak bisa bilang apa apa lagi, suaranya udah lembut dan enak aja di telinganya. " Ucap Kepala sekolah yang dulu sempat memohon kepada Elang. Elang kembali tersenyum senang.
"Hmm... Suaranya udah bagus, enak juga didenger. Lagu nya lagi buchin ya...? Sampe sampe guru guru tau lagu itu buat siapa," Ucap Direktur sekolah yang merupakan ayah Bulan. Bulan mematung malu, dan Elang kembali tertawa karenanya.
Elang hanya bisa tersenyum karena direktur sekolahnya itu berkata benar soal makna lagu nya itu. Setelah selesai, akhirnya ia bisa turun dari panggung dan merasa lemas. Linda cepat cepat menghampiri nya bersama Theo dan memberinya air.
"Gila!!! Gila banget! Anjir, masa gua beneran nyanyi sih?! Wah! Is Amazing! Harus bilang mamah nih," Seru Elang pada kedua sahabatnya itu.
"Loe tau? Si Bulan berkaca kaca denger loe nyanyi, katanya dia kira suara loe jelek kayak bebek, Gak nyangka katanya. Terhura sekali itu si Bulan," Jawab Linda ikut terharu karena suara Elang.
"Mana bulan sekarang? Gua jadi malu kalo ketemu Bulan,"
"Ada," Jawab Theo singkat.
Tak lama setelah itu, Bulan datang dan memeluk Elang dengan erat. Ia tak menduga kalau Elang akan menyanyikan lagu seperti itu, apalagi papah nya tahu lagu itu di tujukan untuk siapa.
"Kirain bakal nyanyi lagu indonesia raya," Ucap Bulan padanya.
"Uuuhhh, ya nggak lah... Masa iya gua nyanya lagu itu, dasar loe mah." Jawab Elang sambil mencubit pipi bulan yang seperti mochi.
"Huuuuuu, gue gak bisa dukung kelas gue lagi. Yang ikut lomba nya di diskualifikasi, karena pas di panggil gak muncul muncul," Ucap Bulan lagi yang bercerita pada Elang.
"Oh iya? Kasian banget..." Gumam Elang iba.
"Kalo gitu, ketemunya nanti lagi, acara belom beres. Loe juga harus siap siap buat fashion kan? Lawannya Kyle, hati hati, hihihihi," bisik Bulan padanya, Elang terpaku sebentar.
'Kyle... Kenapa gak ada yang bilang kalo dia yang lomba fashion show?! Haaaahhh!!!' Batin Elang depresi.
Ia sadar diri dengan orang yang lebih tampan darinya. Ia sekarang bingung harus bagaimana, tapi tidak apa apa. Ini hanyalah perlombaan, dan ia tidak terlalu peduli dengan hal itu.
Tibalah penentuan Akhir siapa yang akan menjadi pemenang di lomba terakhir ini. MC menyebutkan kelebihan dan kekurangan peserta lomba dulu, kemudian menyiapkan pemenangnya.
Elang nampak gugup di atas panggung sana, Ia sudah pasrah jika tidak menang. Padahal ia berjanji akan membuat Vino bangga akan keberhasilannya.
"Juara pertama, dengan skor 980, di duduki oleh... Aileen Erlangga Satria!!!"
Deg!
Elang membelalakkan matanya kaget, bisa bisa nya ia menang dan mendapatkan penghargaan dari sekolah. Ia pun berlari menuju teman temannya dan berpelukkan sambil berfoto bersama.
"Hebat! Gak nyuangka loe menang lang," Puji Theo padanya, baru kali ini ia melihat Theo terseny bangga padanya.
"Pasti dong... Apalagi dukungan ayank tercinta, hahaha." Jawab Kevin sambil menjitak kepala Elang.
"Hayu foto sekali lagi, "
Elang pun mencari Bulan yang sedari tadi tidak menunjukkan batang hidungnya, saat ia melihat bulan tengah memandanginya, ia berlari dan menaril Bulan untuk berfoto bersamanya.
"Sini lan," Ajak Elang agar Bulan mendekat padanya.
Cekrek!
"Baik, persiapan untuk lomba terakhir, yaitu fashion show. Silakan untuk para peserta agar segera bersiap siap dengan pakaiannya masing masing,"
Setelah pemotretan itu selesai, Elang ditarik teman temannya untuk pergi menuju kelas mereka dan menyiapkan Elang. Begitu pula bulan, ia harus mendandani Kyle sebagai perias wajah nya.
"Lan! Kita ketemu lagi nanti!" teriak Elang yang diseret teman temannya. Bulan hanya tertawa menanggapi tingkah konyol Elang.
**Bersambung...
Zhao yang menonton konser Elang**