Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 52



Zhao masih tidak berani mengatakan keadaan adiknya pada mamahnya. ia akan tahu reaksi mamahnya setelah ia memberitahukan keadaan Elang padanya.


"Kita... Di rumah sakit..." Jawab Zhao yang siap di marahi sang mamah.


"Kenapa di rumah sakit? Siapa yang sakit nak? Bilang sama mamah," Tanya mamah yang mulai menegang.


"Mamah baru aja pulang abis jengukkin do.wan, adit sakit lagi? Atau..." Belum juga mamah selesai berbicara, ia sudah menyadari bahwa putra yang selama ini ia jaga baik baik yang sekarang terbaring di kasur orang sakit.


"Mamah kesana sekarang," Kata mamah serius.


"Jangan mah, mamah masih cape, biar Zhao aja yang jaga sama Adit. Mamah istirahat dulu aja sama bapak ya? Gak usah panik, Elang baik baik aja. " jawab Zhao menahan mamanya pergi.


"Nggak bisa. Mamah harus tau keadaan Elang sekarang,"


Mamah segera mematikan telponnya dan siap siap kembali ke rumah sakit. Zhao terpaksa memberi tahu kamar Elang pada mamahnya. Setelah sampai di sana...


Barulah Zhao menjelaskan apa yang terjadi pada Elang hingga ia harus masuk rumah sakit. Entah apa yang harus mamah ucapkan kala itu, ia hanya bisa melongo meratapi putranya dari luar.


Kevin masih sibuk mengecek keadaan Elang di dalam ruangannya, ia bingung, haruskah ia memberi tahu Bulan tentang Elang di rumah sakit?


"Tumbang lu akhirnya, Gua gak akan ngira loe masuk rumah sakit sih... Dah lama banget loe gak masuk kesini sebagai pasien. gua ngerasa bersalah karna gak tau loe kenapa dan apa yang terjadi sama loe sampe kayak gini," Ucap Kevin menatap sedih.


Setelah pemeriksaan selesai, Kevin pun keluar dan terkejut melihat ada mamah juga disana. Mungkin jika di beritahu sekarang, mamah akan menangis, lebih dari ini.


"Kevin... gimana Elang sekarang? Elang kenapa?" tanya Mamah penasaran, menahan kevin untuk pergi sebelum pertanyaannya di jawab.


"Elang gak papa kok mah, Elang cuma kecapean. Faktor utamanya sih... gitu. Gak jauh dari kecapean dan tumbang, Kevin takut mamah makin sedih, Jadi kevin gak akan kasih hasil tes nya dulu sebelum mamah kuat dengernya." Jawab Kevin berusaha menenangkan mamah Elang.


"Mending kamu kasih tau sekarang aja, mamah gak bisa tenang kalo gak tau,"


"Huuffttt... Seperti yang udah di bilangin papah, Elang terkena serangan jantung, rasa rasa nya... Elang udah sering banget megang dada dari kemaren mam, dia juga gampang capean banget sekarang, makannya... mudah buat elang kayak gini. Buat ke depannya... Kevin bakal jaga jaga karna bisa kapan aja elang kayak gini lagi, " Ucap Kevin pelan pelan agar mamah Elang tidak panik dan menangis.


"Makasih ya nak, kamu udah mau jagain Elang. Mamah gak tau harus ngasih apa ke kamu yang udah jagain Elang dari kecil," Ujar mamah sambil memeluk kevin yang tinggi.


"Maafin kevin juga, kevin gak tau elang keluar malem malem gini. Biasanya dia ngabarin Kevin kalo mau kemana mana," Kevin yang menerima pelukan dari Mamah dengan tulus.


Malam itu...


Mamah dan Zhao belum bisa masuk ke ruangan Elang karena elang masih perlu beristirahat.



Keesokan harinya...


Adit dan Zhao terpaksa pulang ke rumah karena harus pergi ke sekolah dan ke kampus. Kyle yang baru saja terbangun dan tidak tahu apa apa terkejut setelah mendengar kabar bahwa elang masuk rumah sakit.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Bulan siap dengan seragam sekolahnya, ia akan semangat belajar dan ceria serta akan tersenyum ramah pada siapa saja, seperti yang selalu di lakukan Elang.


Ia menekan nomor Elang untuk menyapanya di pagi hari. Tapi, dari malam tadi setelah Elang mengingatkan kepada Bulan untuk tidak pergi kemana mana, ia tak pernah aktif lagi. Ada apa? Bahkan chat darinya belum ia balas dari subuh tadi. Mencoba untuk berpikir positif bahwa Elang mungkin sedang sibuk, ia akhirnya pergi ke sekolah bersama Chiko lagi.


"Chioo, Elang kemana sih? Dari tadi malem kagak jawab chat gue..." Ucap Bulan di motor.


"Kayaknya kalo sibuk gini sih... dia lagi belajar, dia kan gak pernah boleh di ganggu kalo lagi belajar," Jawab Chiko yang mencoba menyembunyikan keadaan Elang.


Bulan hanya mengangguk setuju, tapi hatinya seperti menentangnya dan berpikir bahwa Elang sedang tidak baik baik saja. Ia mengintip ke kelas Elang tapi tak menemukan wujudnya, benar dugaannya. Elang tidak ada.


Bulan terus menelpon Elang sampai elang menjawab telponnya. Ia menggigit ibu jarinya karena khawatir dan takut.


"Elang... jawab telpon gue..."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁



Elang masih saja belum sadar sampai


sekarang, matanya terlalu berat untuk membuka. sampai suara telpon di sampingnya terus berdering menunggunya untuk segera mengangkatnya.


Perlahan dahinya mulai mengernyit karena suara berisik itu. Ia membuka matanya pelan dan mengedipkan matanya dan mencerna sesuatu. Ia melihat Kevin yang terkantuk di dekatnya, tangannya lemas sekali ingin meraih kepala kevin dan menggerai rambut hitamnya.


Elang pun meraih masker oksigennya dan berusaha melepasnya. Setelah itu ia kembali berusaha meraih kembali kepala kevin.


"Vin... Bangun vin..."


Kevin terbangun dan membelalakkan matanya kaget saat melihat Elang sudah terbangun. Ia pun mendekati Elang dan menanyakan apa yang di rasakannya sekarang.


"Apanya yang sakit? Bilang sama gua apa yang sakit?" Tanya Kevin dan dengan cepat elang menggelengkan kepalanya.


"Nggak ada Vin, gua cuma lemes doang, apalagi liat jarum yang nempel di tangan gua... huhuhu... ngilu," Si Elang yang sedang sakit saja bisa bercanda begitu.


"Beneran nih?" Tanya Kevin meyakinkan.


"Beneran, tolong ambilin hp gua dong," Jawab Elang menunjuk ponselnya.


Kevin pun mengambil ponsel Elanh dan melihat panggilan tak terjawab selama 72 kali. Tidak mau ikut bersalah, ia langsung memberikan ponsel nya pada Elang.


"Lah?! Bebeb gua nelpon! Gimana dong? Hah?! Sekarang jam 8! Gua gak sekolah?!"


"Dia khawatir sama loe, tapi gua udah kasih tau anak anak lain biar gak ngasih tau kondisi loe sekarang, mending loe telpon dia balik," Jawab Kevin berusaha tenang.


Elang pun menekan nomor Bulan untuk menjelaskan semuanya pada Bulan.


"Iya lan, gua gak papa kok. Gua ketiduran, semalem gua belajar ekstra, makannya gua bablas sampe sekarang."


"......."


"Iya iya, "


"......"


"Nggak kok, gak sakit. bener,"


"......"


"Iya, gua kan strong, gak mungkin sakit lah ya...?" Ucap Elang sambil memandangi tangannya yang di infus.


"........."


"Sip, semangat belajarnya ya cintah! Lop yu lop yu lop yu...." Jawab Elang yang akhirnya menutup telponnya.


"Gimana katanya?"


"Dia udah curiga gua sakit, makannya panik kek gitu," Jawab Elang sambil menerima potongan buah dari kevin.


"Ooohh... hebat sih, feeling cewek gak akan salah lang,"


"Gua kenapa? Gua udah ngira ini rumah sakit karena gua bukan pemeran indosiar yang kalo masuk rumah sakit nanya 'Ini dimana?'. Gua tau kok ini rumah sakit... Jadi jelasin aja gua kenapa,"


"Loe kena serangan jantung," Jawab Kevin to the point.


"Serangan jantung?"


"Udah gua bilang kalo ada apa apa kasih tau gua anjir! Gua kena omel papah gara gara elu gak ngasih tau gua apa apa!" Ucap Kevin yang menjitak kepala Elang.


"Aw! Aduh aduh! Gua kan gak tau Vin,"


"Lu kan tau kalo penyakit loe bisa kambuh kapan aja, faktornya kecapean. Itulah, kenapa jantung loe berdetak gak normal, sering nyeri dada, nafas memberat, itu semua gejala penyakit loe kambuh, sebelum ini terjadi juga kayaknya udah kambuh. "


"Lah gue kan gak tau vin... Terus gua kudu gimana?" Tanya Elang kemudian, ia tak akan marah karena semua yang di ucapkan kevin itu benar.


"Ya gitu, gak harus gimana gimana,"


"Hh, oke deh... gua disini kudu sampe kapan?" Tanya Elang lagi.


"Papah yang nentuin, gua kudu ngontrol kesehatan lu dulu," Jawab Kevin yang diberi anggukkan oleh Elang.


Bersambung ...