
Jangan lupa buat terus baca cerita aku dan vote ya;) Ini Vino Guys:v
..."Hukum fisika mengajarkan kalo gak mau banyak tekanan, gak usah banyak gaya:x"...
...-Vino-...
...
...
..."Gak papa, gak usah minta maap, yang salah gue kok, malah ngizinin loe masuk ke dalem," Jawab Bulan sambil terus mengibas wajahnya....
..."Hehehehe, abis gua gak dibolehin ke rumah hantu sih, jadi deh kesenengan," ...
"Kenapa?" Tanya Bulan penasaran.
"Yah... Karna... Apa ya? Dulu Gua kagetan, tapi sekarang enggak kok, hehehehe," Jawab Elang cengengesan.
"Oooh... Gitu ya?" Bulan yang masih ingin mengorek kehidupan Elang.
"Ikut gua yuk," Elang kembali menarik tangan Bulan.
"E,eh...?"
Elang dan Bulan kembali menaiki beberapa permainan disana. Setelah itu, Elang kembali melakukan pertaruhan.
"Maen jujur jujuran, yang terakhir kalah, kabulin permintaan yang menang, gimana?" Tantang Elang, sekarang Bulan agak ragu padanya, sepertinya, selain jago game online, dia juga jago dalam beberapa macam permainan.
"Y,yaudah." Jawab Bulan ragu.
"Gua lempar bola ini setelah gua ngomong sesuatu. Kalo kena, berarti dia jujur,"
"Hm, gua paham," Jawab Bulan mengangguk.
"Gua... Suka Bulan," Ucap Elang sambil melempar bola itu dan berhasil mengenai kaleng.
DEG!
"Gua jujur kan?" Tanya Elang pada Bulan.
"Gue gak suka Elang,"
TRANG!
Bolanya tidak mengenai kaleng sama sekali, yang berarti Bulan berbohong.
"Lah, malah gak kena,"
"Gua bakal nikahin Bulan,"
"Gue bakal cerai satu hari abis nikah kalo beneran nikah sama si Elang,"
TRANG!
"Gua setia sama Bulan,"
"Gue cewek jahat,"
TRANG!
Setiap Bola yang di lempar Bulan selalu tidak kena. Sedangkan bola milik Elang selalu mendapatkan lemparan bagus dan mengenai kaleng.
"Gue suka angkasa,"
TRANG!
"Hahahaha, Gak masuk tuh," Ledek Elang tertawa.
TUK!
Hening....
Bulan kaget saat ia melempar bola asal dan mengenai kaleng itu. Bulan menganga tak percaya, ia melirik Elang dan dilihatnya kalau elang menutup mulutnya guna menahan tawa.
"Tewww!!! Ketauan kan kalo loe ternyata suka balik sama guaaaa^^" Ucap Elang sambil mengedipkan mata kanannya.
Bulan kembali memerah dan malu, kini ia tertunduk dan tak bisa berkata apa apa. Elang masih tertawa sambil terus mengelus rambut panjangnya.
Di sisi Lain...
Ternyata Linda dan theo mulai menjalani hubungan alias berpacaran. Dan hubungan mereka hampir berjalan 8 bulan sejak SMP akhir semester sebelum naik ke SMA.
Walaupun hubungan mereka sudah lama, tapi Linda tidak merasakan hubungan mereka. Theo benar benar dingin sampai ke ubun ubunnya, padahal dia menerima Linda, tapi tidak pernah bersikap manis di hadapannya.
"Eh, Anak anak yang lain pada kemana ya?" Tanya Linda berusaha mencairkan Theo lagi, ia benar benar susah meruntuhkan dinding hati Theo yang dingin.
"Gak tau," Jawaban theo yang sesingkat singkatnya.
"Theo, kenapa jawaban kamu singkat terus sih?! Aku capek tau gak?! Aku juga pengen kayak yang lain! Mereka selalu bermesraan, sedangkan kamu?! Di suapin aja gak mau! Chattan balesnya singkat! Kenapa Theo?! Sebenarnya kamu sayang gak sih sama aku?!"
DEG!
Theo menatap Linda setelah ia mengucapkan kata kata kecewanya pada Theo. Wajahnya benar benar dingin tanpa ekspresi, padahal Linda kini sedang menangis di hadapannya. Tapi ia sama sekali tidak menenangkannya.
"Kalo loe tau gua kayak gini, kenapa terus terusan ngejar gua? Loe yang nembak gua, gua terima, kenapa? Gua gak mau loe dipermaluin atas tingkah loe yang nembak gua terang terangan di depan anak anak. Loe nembak gua, loe sayang sama gua, loe siap jadi pacar gua, berarti loe udah siap menerima semua konsekuensinya. Padahal loe cantik, gua akui loe cantik, loe bisa aja nembak cowo lain yang lebih baik daripada gua. Sekarang pilihan loe cuma dua, putus dan tinggalin gua sekarang, atau tetep ngejalin hubungan dan siap menerima gua apa adanya. Segitu, gak susah kan?" Ucap Theo panjang lebar, akhirnya ia mengucapkan 96 kata, kata yang paling panjang dan lama, yang membuat Linda semakin menangis.
Theo pun menghela napas panjang dan menepuk pelan kepala Linda.
"Maaf, Gua gak niat kayak gitu," Lanjut Theo sambil terus menatap Linda.
"Huuuhuhuhuhu... Maaf..."
"Udah, gak usah nangis, lebay," Ketus Theo, padahal ia baru saja mengeluarkan kata kata manis:v
Theo pun bengong mengingat masa lalu nya. Ia sebenarnya hanya kasian pada Linda. sepertinya beberapa saraf perasanya terputus, karena ia benar benar tak ada rasa pada Linda dan theo menyadari itu. Kenapa ia tidak bisa menyukai Linda? Padahal seharusnya ia menyukai dan mencintai Linda karena Linda begitu manis dan Cantik.
Mengingat masa lalunya yang begitu menyedihkan, Theo selalu di pukuli, di lempar, dan di tampar oleh ayahnya. Karena ia harus menjadi pewaris keluarga XAQUILEE, keluarga terhormat dan terkenal Good Looking. Tapi Theo enggan menjadi apa yang bapaknya inginkan, ia ingin hidup layaknya orang biasa dan tidak di atur begitu. Ibunya meninggal dunia karena tabrakkan saat hendak menjemput theo dari sekolahnya. Dan kakaknya, Zahra, tidak mampu menolongnya. Ia pun mulai stress dengan kehidupannya, ia selalu menyakiti dirinya sendiri sampai Zahra pernah menemukannya terkapar dengan bersimbah darah.
Dan dinyatakan kalau theo mengalami stress berat dan mesti di tes psikolog. Makannya, sejak saat itu, ia tak pernah berbicara lagi, ia selalu melawan kakaknya, ia juga selalu kabur dari rumahnya.
Sampai pada akhirnya, saat sekolah menengah pertama, ia bertemu Elang. Saat itu Theo selalu sendirian di pojokkan, dan kevin disana hendak mengajak Theo untuk ikut bergabung dengannya. Namun karena ia sudah terlalu sering di aniaya oleh ayahnya, ia tidak pernah berbicara pada siapapun dan langsung memukul begitu ada orang yang bicara padanya.
Tenaga theo tentu saja lebih besar dari kevin, dan kevin tidak bisa melawan Theo saat itu, makannya ia terus dipukul sampai Kevin hampir pingsan.
"Woooiii!!! Ngapain pukul pukul orang?! Gak baik!" Seru Elang berusaha melepaskan Theo dari Kevin.
"Hosh... Hosh... Hosh... Uaakkhh!!!" Kevin meringis kesakitan, terlebih dada dan perutnya yang dipukul bertubi tubi oleh Theo.
"Loe kenapa? Dia cari masalah sama loe?" Tanya Elang berusaha menenangkan Theo.
"Lepasin gua," Kata Theo dingin.
"Nggak, gua mau ngomong dulu sama loe," Jawab Elang keras kepala.
"Loe siapa an*ing! Gak usah sok kenal! Awas!"
"Gua Elang, penakluk perkelahian dan suka kedamaian," Jawab Elang sok keren.
•'•'•'•'•'•'•'•'•'•'•'•'•'•'••'•'•'🐣
"Sok keren," Ketus Theo jengkel.
" Biarin, suatu hari nanti... Enggak deh, besok! Gua resmiin geng gua, yaitu Eagle of peace. Dan... Gua liat kemampuan loe bagus, gua mau loe jadi temen gua, jadi bestieh gua, jadi orang yang selalu ada sama gua," Ucap Elang lagi, membuat Theo bengong melihatnya.