Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 44



Saat datang ke tempat parkiran, berdiri sesosok laki laki tampan nan tinggi yang tengah menunggu seseorang. Elang segera menatap Zhao yang tak berdosa itu.


"Lu ngajak kak langit? " Tanyanya penuh kecurigaan.


"Lah iya, emang kenapa? " Tanya Zhao balik.


"Nggak, emang mau di ajak ke bandara? "


"Ya mau lah, matakan dia ada disini ge, " Jawab Zhao tenang.


"Langit! " Panggil Zhao sambil melambaikan tangannya.


Langit segera mencari seseorang yang memanggilnya dan tersenyum hangat saat orang yang ditunggu nya datang.



"Disini Nai, " Jawab Langit.


Vino langsung memerhatikan tingkah kevin. akankah ia kuat satu mobil dengan orang yang menyukai Zhao juga?


"Eh, lu gak papa? " Tanya Vino pada kevin.


"Kenapa emang? Gua keliatan kayak orang sakit? " Tanya Kevin balik sambil menyentuh bibirnya.


"Nggak. ya bagus kalo gak sakit (ati) mah, " Jawab Vino sambil memalingkan wajahnya.


Di dalam mobil...


Elang menelpon bulan karena bosan. ia tidak bisa mengatakan bahwa penyakit nya bisa kambuh kapan saja.


"Dimana sekarang? " Tanya Bulan di dalam telpon.


"Masih jauh sih lan... ada sekitar 2 jam lagi, masih di tol. " Jawab Elang sambil melihat kedua temannya yang iri.


"Oooh... terus? loe baik baik aja? " Tanya Bulan lagi. Ia heran kenapa banyak sekali yang menayakan keadaannya.


"Baik kok, emang gua kenapa? "


"Gue udah denger perihal kesehatan loe dari kevin. Mulai sekarang gue bakal jaga loe, gue gak akan bikin loe cape cape. Gue bakal ngontrol kesehatan loe. apakah elo minum obat dengan teratur, apakah pola makan loe baik... apakah loe kurang tidur... semuanya gue pantau, " Jelas Bulan, terdengar sekali ia sedang bergetaran. suaranya seakan menahannya untuk menangis.


"Ahahaha, jadi ceritanya mau jadi dokternya gue nih...? Hmm... boleh deh. Gak usah nangis lah, gue kan gak papa. " Jawab Elang lagi.


"Perkara kecil kok di gedein, " Gumam Elang yang mendapat pukulan dari Vino dan jeweran keras dari Kevin.


"A, awww!!! sakit! jangan gitu! " Bentak Elang pada keduanya.


"Ngomong tuh dijaga. Perkara kecil belah mana nya? " Bentak Vino balik.


"Gini nih, ciri pasien yang keras kepala. " Ketus kevin juga.


"Lan... gue diserang, galak banget Vino sama kevin nya... " Keluh Elang bernada sedih.


"Ya lagian ngomong kayak gitu, wajar lah mereka galak sama loe, " Jawab Bulan yang membela kevin dan Vino.


"Emang... loe gak akan benci ya sama gua? " Tanya Elang tiba tiba serius, Vino dan kevin yang mendengarnya menjadi aneh, termasuk Zhao yang tak sengaja mendengar percakapan adiknya.


"Kenapa kudu benci? " Tanya Bulan balik, tiba tiba ia melontarkan pertanyaan demikian.


"Ya... gue kan penyakitan. rata rata kalo cowoknya penyakitan, apalagi masih muda kek gua, ceweknya ninggalin. gua gak mau ditinggalin, " Jawab Elang sambil memegang dadanya. Membuat kevin dan Vino ikut khawatir dan tertunduk. benar juga, cewek cantik kayak bulan bisa nyari cowo baru kapan saja, tidak usah yang penyakitan.


"Loe samain gue sama zamet hah?! gue itu gak kayak mereka, gue gak akan mandang. apakah loe penyakitan, atau bahkan punya kekurangan lain gue gak masalah, selama loe tetep di samping gue, gue bakal tetep nemenin loe. kalo loe nya gak bosen sama gue, "


"Huuuuuu... co cweet... makin sayang deh sama bulan❤ " Jawab Elang yang membuat salting bulan.


"........ " Bulan tak bisa berkata kata.


karena tidak ada balasan lagi, Elang langsung melakukan video call pada Bulan. Bulan langsung mengangkatnya tanpa sadar. Senyum indah terukir di wajah Elang tatkala melihat bulan.



"Ya gue harus ngapain biar gak bosen? emang gak ada temen ya? kan katanya ada kevin sama Vino. "


"Ada, mereka cuma nyimak aja. meng-iri kayaknya... hahahaha, " Jawab Elang.


ia pun membalikkan kameranya tertuju pada Vino yang asyik main game dan Kevin yang sedang melamun menyandarkan kepalanya ke pintu mobil. Zhao nampak diam saja di depan. mereka mengobrol apa saja yang ada di kepala mereka. Apapun cerita Elang, ia ceritakan pada Bulan. bahkan soal kedatangan saudara laknat nya itu.


Bulan mengakhiri akhir percakapan saat melihat Elang yang sudah mengantuk, menyuruhnya menutup telpon agar ia bisa tidur. Kevin masih saja melamun di belakang, ia membelalakkan matanya kaget saat langit memanggilnya.


"Kenapa ngelamun? Ada masalah? " Tanya Langit pada kevin.


'Iya, masalahnya elu bang. ' Batin Kevin, ia hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum simpul.


"Oooh... beneran nih? " Tanya Langit meyakinkan. Langit sangatlah tahu kalau Kevin adalah orang yang paling menyukai Zhao, tapi ia juga tidak bisa mundur begitu saja, sulit untuk mendekati Zhao hingga ia tidak bisa melepaskannya begitu saja.


"Gak papa bang, gimana kuliah abang sekarang? " Tanya Kevin balik, berusaha tidak terlihat murung lagi.


"Wah... akhir akhir ini tugas numpuk vin, banyak yang harus dikerjain. Apalagi kalo mau jadi arsitek, hitungan juga gak boleh salah kan? gimana sekolah kamu? udah dapet cewek belum nih...? "


"Nggak bang, Kevin gak punya cewek. Ceweknya kan udah sama orang lain, " Jawab Kevin yang membuat Langit tertegun.


"O, oh... gitu ya??? "


Kevin melihat sekeliling terlebih dahulu, memastikan semuanya tidur kecuali mereka berdua.


"Maaf bang, kevin gak bisa boong soal perasaan kevin. kevin belum bisa ngelepasin kak Zhao. " Ucap Kevin sambil tertunduk malu, ia malu karena harus mengungkapkan itu pada pacar orang yang disukainya.


" Gak papa vin... santai aja. Saya yang harusnya minta maaf, kalo aja saya tau dari awal kalo kamu suka sama Nai, saya gak akan tembak dia. Tapi... dapetin Nai itu susah vin. susah banget, Nai orangnya cueeeekkk banget, dia gak pernah ngobrol sama cowok di kampus, makannya ketika saya coba deketin malah ngedelik, malah pergi, bahasa kebun binatang juga kadang keluar kalo saya terus terusan deketin dia. akhirnya... saya nunggu 1 tahun, baru bisa kebuka hatinya. jadi... maaf juga, saya gak bisa sia sia in Nai. " Jelas Langit sambil tersenyum.


"Iya bang, mohon dijagain ya kak Zhao nya. Kalo udah kenal orangnya asyik banget walaupun emang rada ngeselin. Yah... pokoknya selamat buat bang langit yang berhasil menempati hati kak Zhao^^"


"Hahaha, iya.... "


Percakapan pun selesai walaupun akhirnya mereka saling diam lagi. Tidak ada yang menyadari kalau Zhao mendengar itu semua. Vino juga sama, ia hanya pura pura tertidur saja. apakah Elang mendengarkan percakapan mereka juga? tentu saja tidak, Elang adalah definisi anak yang sekalinya tidur tak akan terbangunkan sekeras apapun suaranya, kecuali badannya yang di goyang goyang kan.


Elang terbangun saat sinar matahari menembus kelopak matanya. Tidak terasa ternyata mereka sudah ada di jakarta yang sudah mendekati bandara.


"Hoaaammm, udah nyampe ternyata. " Gumam Elang sambil mengucek matanya.


"Baru bangun? Ampun... kebluk banget, " Sahut Zhao sambil menyodorkan kamera ponsel nya.


"he guys... ada bayyi baru banguun nih, liat liat, " Seru Zhao yang merekam Elang ketika bangun tidur.


"Singkirin sebelum gua keluarin hewan gua, " Ancam Elang dengan tatapan tajam nya.


Ia tidak suka jika seseorang mengganggunya saat ia baru saja bangun tidur. Ia akan berkata kasar dan melempar barang yang ada di dekatnya. makannya Zhao cepat cepat mematikan ponsel nya.


"Bandaraaaaa~" Seru Zhao senang.


"Minum dulu nih, " Tawar Vino padanya dan diterima dengan senang hati.


"Makasih, "


Setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun mulai masuk ke bandara dan menunggu Do wan di dalam. Sambil terus menelponnya, mereka juga mencari do wan.


Elang hanya diam saja karena nyawanya masih belum terkumpul semuanya.


Tririring...


"Halo? Jangan ganggu elang, baru bangun. " Ucapnya setelah mengangkat telponnya.


"Ni hao?"


"Lah?! siapa lu?!