
"Udah cukup kelakuan loe Queen!" Gertak seseorang dari belakang.
"Linda?!"
"Gue udah rekam semuanya! Kalo loe coba bertindak lebih dari ini, gue bakal laporin loe ke kepala sekolah! " Ancam Linda sambil menunjukan beberapa rekaman.
"Maksud loe?! Loe mau laporin hal ini ke papah?! Apa alasan loe belain Bulan?! Hah?!"
"Biar loe nyadar siapa yang lebih berkuasa sekarang. Loe, putrinya kepala sekolah, sedangkan Bulan, Putri direktur sekolah! Siapa yang lebih berkuasa disini? kalau Pak direktur tau, putrinya di bully kayak gini, beliau pasti mecat bapak loe dan ngeluarin loe dari sekolah! " Jelas Linda yang sudah sangat marah pada Queenza. Bulan hanya tersenyum puas di dalam wc.
"Loe! Loe berani beraninya macem macem sama gue?! Pegang tangannya! Bawa hp nya!!!"
Mereka pun berusaha mendekati Linda yang semakin mundur karena takut ponselnya di ambil. Saat ia terpojok, pintu toilet terbuka dan Chiko, beserta teman temannya sudah menunggu disana. Linda segera memeluk Theo dan berlindung di bawahnya.
"Chiko?!"
"Vin, pacar loe ya?" Tanya Chiko pada Kevin.
"Idih jijik, ya gua mah, mending Bulan lah. Gak suka yang manja manja apalagi bertingkah kagak incess," Jawab Kevin bergidik ngeri.
"Yah... semua bukti udah saya rekam dari awal kamu bully bulan sampe sekarang. Sekarang, mau gimana? Minta maaf atau enggak? Kalo gak mau minta maaf, saya laporin ini ke direktur." Ancam Kyle juga.
"Kyle! Penghianat! Loe bener bener penghianat a*jing! Loe tega hianatin gue yang udah cinta sama loe?!" Teriak Queen yang membuat telinga kyle sakit.
"Harusnya kamu tau dong... Saya udah lama deket sama bulan. Saya sengaja deketin kamu biar kamu bisa jujur sama saya soal kelakuan kamu. Ya, mana mau kalo saya sama kamu. nggak dulu deh... kalo udah berubah... mmm... tetep aja gak mau! Hahahahaha,"
"Waaaah... Ni anak jadi julid gini," Sahut Vino ikut tertawa karena ketawa Kyle yang menular padanya.
"Iya dong... Kan saya titisan Elang, hahahaha," Jawab Kyle kembali tertawa.
Queenza benar benar merasa terhina oleh mereka. Ia pun kembali kabur dan menjauhi mereka. Bulan keluar dari sana sambil mengomel, ia mendapat pelukan dari Chiko, berterimakasih karena sudah mau bertahan.
"Elang... mana?" Tanya Bulan pada teman temannya.
"Elang tidur di kelas, katanya capek terus. Makannya dia gak keluar keluar dari kelas." Jawab Kevin tersenyum tipis.
"Loe gak papa Lin? Apa yang sakit? Loe di apain di dalem sama si Quin quin itu?" Tanya Theo yang memegang kedua pipi Linda, walaupun wajahnya dingin, tapi Linda tahu Theo mengkhawatirkannya.
"Mmmm! Gak papa kok... Gue kan langsung lari, jadi gak papa. Makasih ya..." Jawab Linda senang.
"Aaaah... Elang bobo ya...?" Gumam Bulan tersenyum tipis.
Chiko memberinya jaket dan menyuruhnya untuk segera mengganti baju. Setelah itu mereka pergi ke kelas, Bulan di antar banyak pawang di kiri kanannya. Ia mengintip ke kelas Chiko, penasaran dimana Elang.
Ia tidur dengan sangat nyenyak, membuat Bulan tenang saja.
Setelah itu, Bulan kembali ke kelasnya. Keadaannya tetap tidak berubah walaupun sudah banyak bukti tentang Queen. Tapi para anak lelaki di kelasnya tetap mendukung Bulan.
"Oke~ Disini gua bakal ngebagi bagian kalian masing masing oke? gak ada keributan karena gua adalah ketua kalian. Di mohon untuk kerja samanya, kesampingkan dulu masalah pribadinya, dan dimohon untuk fokus pada lomba nya, kalian paham?" Ucap Abyral pada siswa siswi di kelasnya. Bulan lupa kalau Abyral adalah ketua di jurusannya.
"Oke~ kami setuju." Jawab para siswa siswi disana. Mereka berkumpul di aula besar. Semua anak IPS berkumpul di aula masing masing.
"Nah...~ Untuk perlombaannya ada macem macem nih. Lombanya di adain tujuh hari tujuh malem, semua nya bakal kebagian kok. Tapi bagi yang gak mau, silahkan angkat tangan dan boleh memilih lomba yang lain." Ucap Abyral lagi.
"Yang pertama, seperti biasa. Disini ada lomba maraton, lomba bulu tangkis, lomba basket, volly, tenis meja, dan futsal. Itu dari olahraga. Ada juga kategori kelas kelas, Kelas terdisiplin, kelas paling rame, kelas bar bar, kreatif, kelas paling kompak, dan tergaring."
"Selain itu, baju juga penting buat ke kompakan, apalagi kerja sama nya. Semuanya, inget, walaupun kita beda kelas antara A, B, C, dan D, tapi kita masih satu jurusan."
"Selain itu, ada lomba fashion show di puncak nanti, disana juga kita bakal konser. Lomba nyanyi, baca puisi, pidato, dan lain sebagainya, masih banyak lah lomba yang lain. Yah... Pokoknya, kita harus menang. Kita buat perlombaan ini seru dan bisa dikenang. Panitia nya senior kita, jadi... kita kudu hati hati. Apalagi kak Rose dan Kak Monica, mereka jeli dan teliti."
"Oh iya, ada juga lomba spesial, yaitu lomba memanah. Mereka para OSIS baru aja ngajuin lomba ini dan alhamdulillah di ACC, lombanya cuma muatan satu orang aja." Jelas Abyral panjang lebar, mereka paham betul apa yang dikatakannya.
Abyral pun memilih para anggota yang mengikuti lomba dan memilih siapa yang cocok mengatur desain mereka. Bulan kedapatan bermain Volly, basket dan maraton. Sedangkan Kyle kedapatan lomba memanah, Basket putra, fashion show putra dan tenis meja. Sungguh berat, tapi keduanya menyetujui itu.
Di sisi lain...
Elang bingung harus memilih apa, banyak sekali yang menawarkannya ini itu, untunglah kevin menjelaskan kepada mereka bahwa Elang hanya sanggup mengikuti lomba yang ringan. Ia mengikuti lomba basket, Fashion show, catur, cerdas cermat, dan menyanyi. Semua permainan otak, ketua serahkan pada Elang.
"Lang, loe emang baik baik aja?" Tanya Chiko padanya.
"Ooh... Cuma segini mah gua kuat. Tenang aja yay," Jawab Elang santai.
"Oke... Semoga loe kuat sampe akhir, loe gak boleh banyak ikut lomba fisik, makannya ketua pilihnya yang ringan ringan aja." Sahut Kevin juga.
"Ringan ringan tapi otak jalan^^ Iya gak?" Jawab Elang yang membuat mereka tertawa.
🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯
"Aaaahhhh! Akhirnya bisa pulang!" Seru Bulan di jalan.
"Loe kebagian lomba apa?" Tanya Chiko padanya.
"Banyak bang, apalagi gue ikut lomba fashion show dong... Aby yang pilih! ha-ha-ha! Gue seneng liat si Queen menderityah!" Jawab Bulan puas.
"Yah... Jangan julid dulu oke? Kekuatan kerja sama itu penting ya?" ucap Chiko mengingatkan pada Bulan.
"O ya jelas lah bang, itu penting banget," jawab Bulan cemberut. Ia tidak boleh mengerjai Queen sampai selesai perlombaan. Ia pun menatap langit di sore hari bersama abangnya.
"Kalo lomba gini... Jadi inget waktu lomba disana ya, sama Elang. Elang nembak gue," Ucap Bulan tersenyum miris.
"Hmmm... Loe kangen ya?" tanya Chiko tersenyum kecil, bulan mengangguk.
"Kalo gitu... Tungguin sampe dia sembuh, oke?" Jawab Chiko lagi.
Bersambung...