Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 47



Kyle mulai memasuki kelas barunga dengan wajah gugupnya. Ia terus memainkan jarinya saat berdiri di depan untuk perkenalan.


"Halo semuanya, Nama saya Kyle Ranggana Mahardika. Saya murid baru disini, salam kenal..." Ucap Kyle sambil tersenyum menyapa semua orang disana.


"Halo... salam kenal..."


"Wah..." Bulan yang kagum dengan penampilan kyle.


Kyle pun di persilahkan duduk di sebelah Bulan dan kemudian menatapnya dengan tatapan dingin.



'Ampun dah! Sodara sodara Elang gak ada produk yang gagal anjir, gue yang biasa aja malu,' batin Bulan insecure.


"Halo, kita ketemu lagi^^" Sapa Kyle kemudian.


"Iya... Dunia sempit... bener bener sempit sampe gue di kelilingin sodara elang. Jangan jangan satu kelas gue juga sodaranya elang," Ucap Bulan tak percaya.


"Pht, nggak kok... cuma saya aja yang disini, sama do. wan di sebelah, gak ada lagi sodara Elang," Jawab Kyle tertawa kecil.


"Iya deh..."


"mohon bantuannya, Bulan^^" Ucap Kyle lagi sambil tersenyum, entah kenapa senyumnya membuatnya salting.


Bulan mulai mengantuk ketika pelajaran Fisika dimulai, ia kurang menyukai pelajaran itu, apalagi guru yang selalu mengistimewakannya. Perlahan matanya mulai memberat dan ingin sekali tertutup, namun ia kembali membelalakkan matanya saat Kyle sedang memerhatikannya sambil tersenyum.



"Ngantuk ya?" Tanya nya begitu, bulan segera memalingkan wajahnya dan menepuk nepuk kedua pipinya pelan.


'Nggak! Pertahanan gue gak boleh runtuh! Gue kudu setia sama Elang! Bulan... Stop kelakuan buruk loe yang suka sama cowok ganteng ... Lu udah punya elang yang bahkan lebih ganteng dari anak laknat di sebelah ini,' Batin Bulan mengenyahkan pikiran jeleknya.


"Sanskyu, berkat loe gue gak ngantuk lagi di pelajaran ini," Ucap Bulan ketika selesai pelajaran fisika.


"Sama sama^^, sekarang mau ke kelas elang ya? Bareng yuk," Ajak Kyle kembali tersenyum, entah memang anak ini ramah atau bagaimana, ia tidak pernah meruntuhkan senyumannya. Keren bukan?


"Sendiri aja padahal,"


"Saya kan gak tau kelas Elang dimana, udah gitu saya gak punya temen di kelas selain kamu, jadi saya pasti gabung sama Elang," jawab Kyle tersenyum manis.


"Jangan senyum mulu bisa gak?" Ketus Bulan yang tak berani menatap Kyle terlalu lama.


"Hm? Kenapa?" Tanya Kyle sambil memiringkan kepalanya.


"Loe tuh ..."


'Bikin orang salting tau gak?' Batin Bulan yang tak bisa mengatakan langsung.


"Iya? Saya kenapa?" Tanya Kyle lagi.


"Dahlah, cepet ke kelas Elang." Jawab Bulan sambil mengajak Kyle pergi.


Mereka pun pergi ke kelas Elang yang baru saja bubar.


"Haaah... akhirnya kelasnya beres," Seru Elang sambil merenggangkan badannya.


"Kantin?" Tawar Elang sambil merangkul Bulan diluar.


"Iya, ayo." Jawab Bulan dengan senang hati.


Ia melirik Do.wan yang ada di belakangnya yang asyik mengobrol bersama Theo dan Chiko. Ia jadi penasaran, apakah ini yang bernama Do.wan itu?


"Lang, itu yang namanya Do.wan? Yang sodara lu dari China?" Tanya Bulan sambil berbisik.


"Iya, kenapa emang? Suka? Yaudah, sana." Jawab Elang sambil melepas rangkulannya.


"Ih gak gitu! Anjay posesip amat jadi anak! Keputihan! Gak suka!" Ketus Bulan kencang.


Anak anak yang dibelakangnya segera menoleh padanya. Keputihan? Maksudnya bagaimana?


"Keputihan...?"


"Maksudnya kulit! Kulitnya terlalu putih! Gak usah salah paham lho! Gua tendang sampe ke sungai amajon lho!"


"Oooh... kulit, kulit siapa yang terlalu putih?" Tanya Kevin pada Bulan.


"Kulit orang china! Gue gak suka yang putih putih amat apalagi sampe kayak mayat idup," Ketus Bulan lagi yang bibirnya di tutup Chiko karena menurutnya berlebihan.


"Oooh... maksudnya kulit gua terlalu putih? Iya kan?" Tanya Do.wan kemudian, sepertinya ia merasa ejekan itu tertuju padanya.


"Padahal kulit Yaoshan lebih putih waktu bayi, apalagi hampir disebut Albino. " jawab Do.wan yang berusaha tersenyum padanya.


"Yaoshan siapa lagi ah?! Gak usah bawa aktor china, hayu ah ke kantin. Lupain aja masalah kulit, anggap aja gak denger apa apa, cuma bacotan anak muda." Ucap Bulan kembali berjalan.


"Yaoshan itu aktor. Aktor yang terkenal di sebelah lu," Jawab Do.wan lagi.


"Yaoshan?!" bulan menoleh pada Elang yang malu.


"Iya... Nama China gua, Liiu Yaoshan, sekarang udah gak dipake kok! Tenang aja," Jawab Elang mengelak.


"Nggak kok, itu masih berlaku di keluarga kita^^ " Jawab Do.wan yang membuat Elang makin kesal padanya. Elang memberi peringatan agar tetap diam sebelum ia bertindak nantinya.


"Kenapa lho? Padahal bagus namanya," Puji Bulan pada Elang.


"Oh iya? Bagus kah? Thank you, muah muah!" Ucap Elang tetiba senang dan girang.


Teman temannya hanya tertawa melihat elang yang kembali begitu. Do.wan dan Kyle langsung menjadi terkenal dalam sesaat, mereka disukai semua gadis di sekolah.


Mereka pun makan makan di kantin, Elang tak segan segan mengajak anak anak lain yang ingin ikut makan bersamanya. Kini Kantin mulai riuh dan berebut ingin makan bersama Elang dan teman temannya. Biasanya mereka tidak seperti ini, tapi entah kenapa setelah kejuaraan itu mereka ingin mengenal Elang lebih dekat. Lucu sekali, bulan merasa terpojokkan, seperti melihat Elang di ujung bukit yang sulit di gapai.


"Haduh, bentar lagi masuk kelas. Bisa kasih jalan? Mau ke kelas nih, jam istirahat mau abis," Ucap Elang dengan ramah.


"Awas awas! Elang mau lewat!"


"Loe yang halangin jalan!"


"Elu!"


Mereka malah bergelud di depan elang. Membuatnya tersenyum miris saja. Setelah akhirnya di pisahkan oleh Bulan dan Linda, Elang bisa lewat menuju kelasnya.


"Bulan, loe mau nyembunyiin luka itu sampe kapan?" Tanya Elang tiba tiba serius di depan pintu kelasnya.


"Apa? Luka apa?"


"Nggak usah boong, gua tau kalo loe lagi boong. Kenapa? Loe diserang anak mana?"


"Eh?! Bukan apa apa Lang... loe gak usah


khawatir, Nggak gede juga kok lukanya." Jawab Bulan sambil menyentuh luka yang ia plester tadi.


"Beneran? Gua gak akan marah kalo loe jujur, jadi jujur aja, mana yang sakit?"


"Udah mendingan, kemaren di bantu...


"Kyle? Iya kan? Gua gak ngambek karna dia kyle, bukan orang lain,"


"Eheheheh... iya," Jawab Bulan cengengesan.


"Hmm... yaudah, nanti cerita lagi, masuk kelas gih. Loe gak boleh telat apalagi tidur kayak tadi," Ucap Elang mengingatkan, bulan langsung menoleh pada kyle yang tersenyum dengan tampang tak berdosa nya itu.


"Iya... Loe juga semangat belajar,"


"siiip! Tiada hari tanpa gak semangat gua mah, bye!"


Bulan pun masuk ke kelasnya sambil terus tersenyum.



Baru saja Bulan duduk di bangkunya, ada sebuah pengumuman dari kantor pusat yang memanggil nama Elang.


Seketika Bulan dan Kyle bertatapan cukup lama dan heran, kenapa Elang di panggil.


Sebelumnya bulan melihat beberapa orang tua yang berpakaian bak pejabat dan beberapa siswa yang sepertinya dari sekolah luar. kebetulan. setelah itu, nama Elang di sebut.


"Kak Longwei?" gumam Kyle bingung.



Anak anak di kelas Bulan turut membicarakan kedatangan orang tua siswa dan masalah elang. Ada apa ini? Apa yang terjadi?



Elang pun mengikuti ayahnya dari belakang, sepertinya pembicaraan yang cukup serius hingga Elang pun tak melirik bulan dulu.


"Elang? Kenapa?" Gumam bulan khawatir.


BERSAMBUNG...