
**Perhatian!!!
Chapter ini mengandung kata kata yang mungkin membuat kalian merasa tidak nyaman bagi pembaca.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸**
Bulan masih bingung melihat Elang yang membawa es untuknya. Elang hanya tertawa saja, mungkin mood nya sedang bagus.
"Loe gak tau ya? Es tuh berguna banget buat luka lebam kayak gitu," Ucap Elang padanya.
"Bentar ya... Gua ancurin dulu, tahan ya...?" Lanjut Elang sambil memukul es itu lalu memasukannya ke dalam sapu tangan.
"Maafin ya kalo lancang kayak gini, gua kudu ngobatin loe," Ucap Elang yang mendekat pada Yuki.
"Y,ya..." Jawab Bulan kaku, wajahnya memerah karena salting. Padahal ia sudah marah saat itu, tapi Elang tidak mengingatnya?
Elang hanya tersenyum dan mulai menempelkan es yang sudah ia siapkan itu ke wajah Bulan. Bulan nampak meringis kesakitan, namun Elang juga terus meminta maaf jika ia kesakitan.
"Hmm... Susah sih ya kalo misalnya di UKS, disini gak ada kompor. Bakal lebih enak kalo pake aer anget. Maaf ya, daritadi loe terus kesakitan, maafin gua." Ucap Elang merasa bersalah.
"Gak papa, udah biasa kok." Jawab Bulan menyeka air matanya.
"Eh? Loe nangis?" Tanya Elang kaget.
"B,bukan apa apa!" Jawab Bulan malu.
'Ngapain gue nangis anjir?! Malu maluin aja ah!' Batin Bulan memalingkan wajahnya.
"Kalo gitu, gua lanjut obatin lukanya ya?" tawar Elang yang sudah menyiapkan alkohol dan kapas.
"Pelan pelan ya, perih soalnya kalo alkohol," Pinta Bulan pelan.
"Okeee~ Sesuai permintaan loe." Jawab Elang sambil tersenyum.
Elang kembali menatap Bulan dan hati hati menekan neka bagian lukanya. Bulan memegang tangan Elang, menyuruhnya berhenti sejenak karena perih. Elang menjadi keheranan, kenapa cewek ini bisa sampai terluka parah?
"Sebenernya loe kenapa? Kenapa bisa kayak gini?" Tanya Elang penasaran.
"Bukan urusan loe kata gue juga. Loe kan cuma orang lewat, kenal juga nggak kan?" Jawab Bulan meninggikan nadanya.
"Setidaknya loe tau gua kan? Hmm... mumpung lagi gini, gua mau nanya." Ucap Elang yang tiba tiba duduk di sebelahnya.
"....?" Bulan yang keheranan.
"Katanya gua amnesia, gara gara kecelakaan waktu itu. Gak ada yang gua inget selain keluarga dan temen lama gua, nah... gua pengen tau nih, katanya dulu gua punya pacar, cantik banget sampe gua tergila gila ke dia. Mungkin aja loe tau dia kemana, loe tau siapa dia?" Ucap Elang kembali menatap Bulan.
"Haha... Cerita yang membagongkan ya..."
Deg!
Ucapan Bulan sedikit membuatnya terkejut. Memangnya ucapan nya salah? Elang pun menatap Bulan yang tertunduk.
"Gua salah ngomong? apa cerita gua nyinggung loe? Gua minta maaf kalo loe kesinggung. Gua juga gak niat kayak gini tadinya, tapi... gak tau kenapa kalo gua ngobrol sama loe... rasanya nyaman aja. " Ucap Elang ikut tertunduk. Bulan masih tidak berucap.
"Kalo gitu... daripada loe gak nyaman karena ada gua, gua... pergi aja ya? Gak papa kan?" Tanya Elang sambil tersenyum, tapi Bulan masih juga tak menjawab.
Ia pun bangkit dari duduknya dan menggeser pintu untuk segera pergi. Namun, ia tertahan saat bulan tiba tiba memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi... gue mohon..." Pinta Bulan padanya, Elang membelalakkan matanya kaget. Jantungnya tiba tiba berdebar kencang.
'Jantung gua... kenapa ye? Gua kan katanya udah operasi, tapi masa sakit jantung lagi sih?' Batin Elang bingung.
Akhirnya Elang pun menemani Bulan dan menenangkannya agar tidak menangis lagi. Ia izin untuk membeli air dulu dan memberikannya pada Elang.
"Dah tenang kah?" Tanya Elang sambil tersenyum hangat, Bulan hanya mengangguk saja.
"Yaudah, gua gak akan maksa loe cerita kalo belum siap. tapi... loe boleh hubungin gua kapan pun oke? Nih, nomor gua." Ucap Elang sambil memberikan nomornya, ia tulis di sebuah kertas.
'Bodo... Gue udah punya kontak lu bego, ck! Blo'on banget ni anak,' Batin Bulan sambil menerima kertas dari Elang.
"Gua gak bisa lama lama lagi nih, guru pasti nyariin gua, maafin ya...? Oh, ngomong ngomong, nama lu siapa?" Tanya Elang penasaran.
'Kayak dulu, loe juga minta kenalan kan?' Batin Bulan yang hanys bisa tersenyum tipis.
"Lyli, panggil gue lyli," Jawab Bulan gemetaran menerima jabatan tangan Elang, lagi lagi jantungnya berdegup kencang, aneh sekali bukan?
"Oke, Lyli. Namanya bagus, kalo gitu, dah... Gua ke kelas duluan ya? Semoga loe bisa nyaman sama gua," Ucap Elang sambil meninggalkan Bulan.
"Siapa yang gak nyaman sama loe? semua kelakuan loe itu bikin gue nyaman, loe tengil banget. Bahkan ketika Amnesia aja bisa bisanya loe bikin salting gue," Gumam Bulan sendirian.
Seminggu
Bulan tidak bertemu dengan Elang lagi, bukan tidak bertemu tapi Bulan berusaha menghindarinya, Kevin menyuruh nya begitu, agar Elang tidak keterusan sakit kepala. Kevin bilang sakit kepalanya dimulai saat bertemu dengan Bulan, makannya, mau tidak mau ia harus menghindar untuk beberapa hari.
"Loe yakin gak akan ngobrol sama Elang?" Tanya Linda padanya.
"Nggak akan, udah gak ada hubungan apa apa lagi, Elang gak inget gue sama sekali." Jawab Bulan santai.
"Gak sakit ati apa? Cowok lu gak nunjukin perhatiannya ke elu,"
"Selagi Elang gak deket deket sama cewek lain, gue aman. Gue bisa nahan," Jawab Bulan lagi tanpa menyadari ucapannya.
"Nah... ketauan kan kalo loe masih punya perasaan ke Elang? hahahaha,"
"Oooh... jadi loe mancing gue gitu hah?! Bego ya lu sekarang?" Ucap Bulan ketus.
"Ah loe mah ah... Loe jadi lepas tau kalo gak sama Elang lagi. Loe jadi kasar lagi, gak kayak waktu sama Elang, loe lembut banget," Jawab Linda sedih.
"Kenapa loe ngomong gitu? Ooh... low ngomong gitu karna pernah gue miripin sama monyet ya? Ya maap, waktu itu sifat loe nyebelin sih, kayak monyet utan," Ketus Bulan lagi.
"Atuhkan... Wah... bener sih ini... Loe jadi lepas kendali gegara gak sama Elang. Ibarat Elang itu majikan loe dan loe anjing nya, ketika tuannya gak ada, anjing nya jadi liar^^" Ucap Linda lagi.
"Hayoh?! Loe juga ngomong kasar kan? Bilangin si theo lho ya... Bilangin..." Ancam Bulan tersenyum licik.
"Lah? Gue cuma bilang ibarat kan? gak ngomong kasar, masa gue harus bilang guguk sih? Aneh loe mah," Jawab Linda tak terima. Bulan hanya tertawa saja mendengar celotehan Linda.
Seperti biasa, Setelah Bulan lepas dari Linda, ia kembali di bully. Ia pergi ke kamar kecil sebentar, Ia diikuti oleh Queen dan teman temannya.
"Ada orang bego nih yang sembunyi di wc!"
"Apa apaan sembunyi di wc?! Kayak orang cupu aja lah!"
"Keluar dong... Kita mau nyapa nih!!!"
"Kalo gak keluar, kita sapa aja pake air ini..." Ucap Queen sambil melihat air pel di dekatnya, mereka tertawa senang dan setuju.
"Halo cupu!!!"
Brush!!!
Air itu tepat mengenai bulan, benar benar sudah geram sekali ia. Tidak cukup hanya menyiraminya dengan air pel, mereka pun melempar ember tadi pada bulan, untung saja tidak mengenainya.
"iiiihhh... jijik! Cepet cuci tangan! Uwek! Bau banget iiihh!!!"
"Ahahahahaaha!"
Bulan menggertak giginya kesal. Sampai pada akhirnya...
Bersambung...