Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 54



Bulan segera mengambil tas nya dan pergi ke kelas Elang lalu menarik paksa Kyle keluar. Ia tahu keadaan Elang yang sebenarnya, bukan karena ketiduran melainkan emang tidur di rumah sakit.


"Gue mau tunjukkin pukulan gue sebagai peringatan buat dia!"


"Kalo mukul aja peringatan, terus hukuman asli nya apa?" Tanya Kyle penasaran.


"Gua cabut kakinya biar gak kemana mana!" Jawab Bulan kesal sekali, kenapa ia tak boleh tahu keadaan Elang?


Saat melewati pabrik bekas dekat sekolahnya, ia mendengar suara keributan dari sana, ia juga mendengar suara teriakan yang menyebut nama Elang.


Ia mengehentikan langkahnya dan memutar balik, berlari menuju pabrik bekas itu.


"Kita mau kemana? Rumah sakit bentar lagi nyampe," Ujar kyle yang terus bertanya daritadi.


Ia melihat angkasa yang sedang bergelud 2 lawan 1 disana. Jelas sekali wajah Elang yang sudah sangat kelelahan itu, ia menyeret Kyle untuk ikut membantu Kevin dan Elang disana.


"Ehh?? Kamu gak ikut bantu? bela diri kamu juga bagus,"


"Gak bisa! Gue gak bisa liatin sisi keren gue ke Elang, gue kudu jadi cewe anggun!" Jawab Bulan yang terus memaksa Kyle masuk kesana.


Kyle bingung sendiri, dia tidak ada hubungannya dengan angkasa, tapi dengan polosnya ia memukul leher angkasa dari belakang dengan sikutnya.


"Kyle?"


"Maapin bang, Saya liat ada Elang disini dan saya di suruh bulan buat abisin abang, " Ucap Kyle dengan polosnya, ia tertawa begitu saja setelah ia kembali melirik bulan.s



"Bulan?" Tanya Elang padanya.


"Iya lang, kita pulang bareng mau jengukin kamu ke rumah sakit, tapi dia liat katanya Elang ada disini," Jawab Kyle menjelaskan situasi yang sebenarnya.


"Jadi? Loe kesini karna di suruh bulan?" Tanya Elang lagi.


"Iya, tuh. Dia nya lagi merhatiin kamu," Jawab Kyle yang menunjuk Bulan. Ia sangat polos entah kenapa.


"Eh?! Awas belakang loe!"


Bughhh!!!


"Gampang kok lang, jangan kuatir, cuma tinggal tendang aja," Jawab Kyle dengan santainya.


"Gampang loe bilang? Lu belajar bela diri dari bayi ya?" Tanya Elang lagi.


"Biar saya yang lawan dia El, kamu bisa istirahat di rumah sakit. Saya tau kamu cape, saya gak mau liat kak Sabil nangis lagi gara gara kamu sakit lagi," Ucap Kyle sambil tersenyum tulus, entah mengapa Elang jadi tak enak hati melihat senyuman itu.


"Eh tapi jangan sampe mati ya, janji ya loe?" Kata Elang mengingatkan Kyle lagi.


"Nggak akan, percaya sama saya, ya?" Kyle kembali menyiratkan senyumannya.


Elang pun di papah kevin menuju rumah sakit agar beristirahat disana. Bulan pun cepat cepat berlari menghampiri Elang dan memeluknya dari belakang.


"Loe kayak gini?! Gue marah, loe gak kasih tau gue apapun itu," Ucap Bulan tak mau melepas pelukannya dari Elang.


"Aaah... kamu ci cweet banged sih... ututututu... Jangan marah dong... gua kayak gini biar loe–"


"Biar gak khawatir? Iya?! Kalo loe nya gini terus mah bukan khawatir tapi pengen ngamuk tau gak?! Ngerti gak sih... ih?"


"Jangan nangis atuh bebs. iya deh iya, gua udah gak bisa ngelak lagi sekarang, sekarang ke rumah sakit dulu yuuu...? Gua capek nih, belom duduk lagi," Ucap Elang sambil memegang tangan Bulan.


Mereka pun akhirnya bersama sama pergi ke rumah sakit tanpa harus mengkhawatirkan Kyle. Lain hal nya dengan Kyle yang membuat Angkasa tak berdaya bahkan tak sanggup berdiri.


"Haaaah... Udahan ah, bosen sama kamu mah," Keluh Kyle yang menginjak dada Angkasa lalu mendudukinya.


"S,s,s,siapa loe...?"


"Uukkkhhh.... s,s,setan!"


"Bener, ucapan kamu bener. Saya adalah iblis yang menjelma jadi manusia untuk mengutuk manusia sampah kayak kamu..."


Kyle mengambil kayu besar dan memukul angkasa sampai angkasa benar benar kehilangan kesadarannya.


"Hoo... kamu belum nyerah juga ya?"


"Sampe kapan pun gua gak akan tunduk aalagi ngebiarin loe menang gitu aja! Gak akan pernah!"


"Ya allah... Egois banget jadi orang... Hawa ngebunuhnya makin tinggi nih,"


Kyle mengencangkan pukulannya tapi sampai sekarang Angkasa belum juga pingsan, ia keras kepala sekali tidak mau pingsan. Sampai akhirnya Vino dan chiko datang untuk menahannya dan menyuruhnya berhenti.


"Tapi dia belom pingsan prend,"


"Udah gak papa, beberapa detik juga udah pingsan, lu... keliatan kek pembunuh ganteng jadinya," Seru Vino yang membuatnya tertawa.


"Yaudah... atas permintaan elang juga kan? Saya pergi,"


"Eh kakak, jangan lupa inget wajah saya terus ya, biar kakak bisa laporin saya ke polisi, saya siap buka kedok kok disana, dadah..." Kyle melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Angkasa yang sudah sekarat tak berdaya.


Di perjalanan menuju rumah sakit...


Chiko dan Vino menjadi lebih canggung pada Kyle, padahal mereka kira anak paling brutal di geng mereka adalah Kevin, tapi ternyata ada suhu di atas suhu.


"Kenapa diem aja?" tanya kyle padanya.


"Nggak... ngilu aja liat darahnya, gak sakit emang?" Tanya Chiko ngeri.


"Kenapa harus sakit? Kan ini bukan darah saya, eh rumah sakit udah di depan tuh," Jawab Kyle sambil menunjuk rumah sakit.


"Umat rumah sakit pasti kaget liat lu kayak gini, gua panggilin kevin dulu ya?" Vino berlari meninggalkan keduanya di luar.


Kevin sudah stand by di depan kasir, ia pun segera membawa kyle ke toilet dan menyuruhnya mencuci tangannya.


"Loe apain si angkasa sampe tangan loe berdarah darah kek gini?" Tanya Kevin kaget.


"Nggak di apa apain kok, saya cuma kebagian setengahnya dari kalian, Ruangan Elang dimana?"


"Di lantai atas, kita langsung kesana aja?" Tawar kevin padanya.


"Hayu,"


Elang masih tertawa bersama Bulan di kamarnya. Bulan tidak lupa mengucapkan terimakasih karena sudah menolong Elang.


"Kenapa Bulan bisa tau gua di rumah sakit? Pasti elu ya... yang kasih tau dia?" Tanya Elang menaruh kecurigaan besar pada Kyle.


"Iya, dia kan penasaran, yaudah saya kasih tau aja kalo kamu ada di rumah sakit, " Jawab Kyle si paling polos sekali.


"Jadi loe tau mana yang polos mana yang nggak hah?"


"Tau dong... Udah banyak orang yang gue temuin yang jenisnya kayak Kyle, jadi gampang buka rahasianya," Jawab Bulan mantap.


"Loe jeli banget, Gua suka. makin suka," Jawab Elang mencubit hidung bulan.


"Lagian kamu gak kasih tau saya kalo saya gak boleh kasih tau bulan, saya gak salah kan?" Tanya Kyle lagi padanya.


"Iya lah, loe gak salah," Jawab Elang yang lelah dengan kelakuan Kyle.


bersambung...