
Setelah do.wan agak tenang dan bisa melepas masker oksigen setelah menghabiskan waktu dua jam, akhirnya Elang mengintrogasinya.
"Apa alasan loe ada di gudang sama bulan tadi?" Tanya Elang serius.
"Disuruh bapak bawa bola," Jawab Do.wan sambil melahap buah naga nya.
"Disuruh bawa bola? Terus kenapa loe ada di paha bulan dan pura pura pingsan?"
"Nah kalo itu gua gak nyadar, Gua emang udah pusing dari pas pertama dateng kesini, gua udah ngerasa gak enak badan, pas dateng ke gudang, kebetulan bola basket nya jatoh ke kepala gua dan... Bom! Gua gak inget apa apa," jawab Do.wan lagi.
"Dih, makan tuh yang bener... Lu masih kayak bochil ya kalo makan? Masih berantakan kayak gini," Ucap Elang sambil mengelap mulut do.wan.
"So sweet banged lah," Jawab Do.wan terkesima melihat Elang.
"Hmm... oke deh, gua mau minta maaf tadi ngamuk ngamuk sama elu, Gua gak tau ternyata lu sakit beneran dan bukan pura pura sakit, makasih udah pengertian^^ Sayang do.wan selamanya, kita bakal tetep besti an kok, gak usah takut kehilangan gua, gua gak akan kemana mana," Ucap Elang yang memcubit pipi do.wan, terkadang sikapnya terlalu humoris kepada laki laki juga selalu di cap sebagai penyuka lelaki oleh orang orang, tapi Elang memang begitu dan satu sekolah tahu.
"Dasar anak setan!" Ketus Do.wan yang coba menghindari Elang, dan sialnya do.wan, mamah Elang kebetulan masuk kesana.
"Eh?! Siapa yang setan? Mana anak setan?"
"Bukan mam, tadi do.wan liat ada anak setan di kolong kasur, makannya bilang gitu," Jawab Elang yang langsung peka.
"I,iya... tadi ada anak tuyul ngintipin dari bawah kasur," Jawab Do.wan juga.
"Anak tuyul? Tuyul punya anak?" Tanya mamah aneh.
"Aduh mam, perkara Tuyul di gedein, gak usah lah... Namanya orang china pasti ada anak tuyul kan? " Sahut Elang lagi, salah besar ia malah nyebut Tuyul tadi.
"Elang, kamu pulang aja, istirahat. Udah cukup jaga do.wan nya, sekarang gantian aja sama mamah," Ucap Mamah kembali tersenyum pada Elang.
"Gak papa mam, seneng kok Elang disini, bisa jailin do.wan... Hahahahaha..." Lirikan Elang membuat do.wan bergidik ngeri.
"Kamu kudu istirahat sayang... Mamah gak mau kamu sakit, sekarang sedikit kecapean aja bisa bikin sakit kamu kambuh," Jawab Mamah khawatir.
"Gak akan mam, Elang rajin minum obat, makan teratur, semua udah Elang lakuin," Jawab Elang menenangkan mamahnya yang sudah terlalu khawatir padanya.
"Mamah gak mau kamu tumbang, jangan ngeyel dan pulang ke rumah,"
"Nanti, bentar lagi." Elang tetap mengelak.
"Erlangga...
"Lang pulang aja, dia biar kita yang jagain," sahut kevin di ambang pintu.
"Eeehhh... bestieh bestieh ku datang, hahahah... halo..." Sapa Elang senang saat melihat ke lima bestiehnya datang.
"Bisa kan, sekarang pulang?" Tanya Mamah dan diberi anggukkan oleh Elang.
"Yaudah, kamu pulang duluan aja ya, mamah mau keluar dulu sama bapak."
"Mamah mau kemana lagi? Jangan apel mulu ah, udah tua mam, inget umur, bentar lagi punya cucu," Jawab Elang menahan mamanya pergi.
"Apaan sayang? Mamah cuma mau beli ikan asin buat bapak, jangan manja deh ah,"
"Aduh mah... jangan alesan terus... jangan apel dan hayu pulang sama Elang,"
"Elang... ini bukan upin upin yang manja ke si opah, ini Mamah. Udah udah, cepet! Enggalkeun uih! " Titah mamah tegas, Kevin dan yang lainnya tertawa karena drama yang di perankan Elang sangat hebat.
"Hooo... jadi raja drama teh ini...?" Tanya Vino kagum.
"hahahaha, udah ah malu. Sok mah, pulang mah,"
"Kalo di post di Tok tik bisa viral ini..." Gumam Theo yang ternyata merekam semuanya.
"Eeeehh ... Jangan atuh Cintah, gua maa~lu..." Jawab Elang berusaha merebut ponsel theo.
"Wah... kamu telat beb, udah gua post di tok tik," Jawab Theo sambil menunjukkan video Elang di tok tik.
"Duh ni anak ngelunjak! Kudu gua keleketek biar paham! Sini lu!!!"
Mereka diam di luar rumah sakit dengan wajah yang sangat memelas dan hanya berdiri disana.
"Di usir..." Kata Theo memelas. " Gegara elu," Jawab Elang kesal.
Mereka pun membuang napas kasar dan kembali terdiam disana. "Pht! Ahahahahaha! Aduh aduh, gue gak bisa diem lama lama, aduh aduh, Beungeut kalian ngakak njir!" Si Vino ini anaknya mudah tertawa.
"Weh, dia ketawa terus, pasti ginjalnya sehat," Bisik Kevin pada Chiko dan diberi anggukkan mantap oleh Chiko.
"Terus gimana dong? Saya gak kuad berdiri lama lama," Sahut Kyle mengeluh pada Elang dan yang lainnya.
"Yaudah, kita cari makan aja, gua kudu sehat biar Bulan seneng,"
Saat hendak melangkahkan kakinya, Bulan berlari ke arah mereka sambil membawa sesuatu di tangannya.
"Mau kemana??? Gue... baru nyampe..." Ucap Bulan ngos ngosan karena berlari.
"Eeehh... bebeb gua datang... avaan tyuh?" Tanya Elang sambil menunjuk kresek yang di genggam Bulan.
"Ini makanan buat Do.wan, Tadinya mau dimakan bareng bareng, "
"Kita juga mau ke caffe kok," Jawab Kyle sambil tersenyum.
"Gue baru nyampe ih, cape..."
"Amvun... pacar gua manja banget sih..."
"Eh?! Mau ngapain... Aaaaaa~njim!" Sontak bulan mengeluarkan hewannya karena terkejut Elang memangkunya.
"Bilang aja mau pangku gituh, gua bakal pangku sampe tempat tujuan," Ucap Elang menatap Bulan sambil tersenyum.
"Nggak gitu lang... Gue...
"Kyle, kevin, chio, vino, theo, kalian makan aja ini bareng Do.wan di dalem, gua mau makan di luar sama Bulan, kalo kurang... ambil dompet gua yang di mobil, pake aja yang itu,"
"Beneran? Lu punya dua dompet?" Tanya Bulan kaget.
"Hm? Ada dua lagi di rumah^^"
"Anjay... anak konglomerat beneran nih, sulthan sulthan," Bulan yang mengeratkan pegangannya di leher Elang.
Elang hanya tertawa dan berjalan bersama Bulan menuju caffe di sana. Di sisi lain...
Anak anak yang hendak mengeluarkan Elang dari sekolah kini sedang tertunduk takut pada seseorang. Orang yang sepertinya menjadi dalang dari semua ini memukul mereka satu per satu sampai puas.
"AAAAHHH! GAGAL! SEMUANYA GAGAL!"
"Maaf boss... Elang terlalu kuat buat jadi lawan kita,"
"Bawa dia sekarang! Gua gak mau tau! Bawa dia ke hadapan gua!" Jawabnya tanpa basa basi.
"B,baik!"
Ternyata yang memukul dua hari kemarin adalah Angkasa yang memang sudah sangat dendam pada Elang. Dia sangat marah pada Elang saat tahu kabar keduanya sudah memiliki hubungan. Angkasa tidak akan pernah puas sampai kapan pun, ia tidak akan membiarkan lawannya pergi begitu saja.
"Hatchu!"
"Lang? Kenapa lagi? Loe flu?" Tanya Bulan yang melihat Elang sedari tadi bersin.
"Ada yang ngomongin ini mah... ada yang gak suka sama gua," Jawab Elang sambil mengambil tisu.
"Siapa lagi sih? perasaan musuh lu banyak banget,"
"Biasa... orang ganteng mah gini lan, banyak yang suka nya, banyak juga yang gak suka nya. Maafin gua ya lan, kalo misalnya loe suka dalam bahaya kalo pacaran sama gua," Ucap Elang merasa bersalah.
"Gak papa Lang, gue juga tau resiko nya, gak usah takut maju sendiri, masih ada gue sama yang lainnya." Jawab Bulan meyakinkan Elang.
Bersambung...