Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 26



..."aku yang sekarang lebih baik daripada yang kemarin dan besok aku akan lebih baik daripada yang sekarang"...


...-Erlangga-...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Disisi lain...


Angkasa mulai geram, ia ingin sekali bertindak kepada Elang. Namun bagaimana?! Bagaimana caranya ia memberi pelajaran pada Elang sedangkan Bulan selalu berada di dekatnya.


"Angkasa..."


Grep!!!


Tanpa basa basi angkasa mencengkram tangan orang yang menyentuhnya sembarangan.


"Monica?" Angkasa mengernyitkan alisnya.


"Kenapa lagi...?" Tanya Monica yang sepertinya sudah lelah dengan sikap angkasa.


"Loe mending jauh jauh dari gua sekarang, mood gua lagi gak bagus."


"Nggak! Aku butuh penjelasan kamu! Pasti gara gara Bulan kan? Mau sampe kapan kamu merjuangin orang yang jelas jelas gak suka sama kamu?!!!!"


Plak!!!


Tamparan keras didapati monica dari angkasa. Rasanya sangat perih mendapati perlakuan kasar seperti ini dari orang yang dicintainya.


"Gua bilang pergi kan? Loe masih berani aja ada di hadapan gua. Mau gua pukul lebih dari ini? Iya?"


"Oke! Kalo itu cara kamu biar tenang, aku rela dipukulin kamu... " Jawab Monica yang kemudian menangis, menambah amarah angkasa saja.


Ia mulai mengepal tangannya dan bersiap memukulnya. Namun teriakan seseorang berhasil menghentikan angkasa.


"T*lol ya lu!!! Lu gak berperasaan apa?! Dia cewek lho! Seharusnya loe bisa tahan nafsu lu depan cewek! Bukan malah ngasih perlakuan kasar ke dia! Sadar woi! Monica sayang banget sama loe, dia udah cinta sama loe. Gak seharusnya loe sia sia-in orang yang udah rela ngorbanin segalanya buat loe," Ucap Bryan mencoba memberi penjelasan pada angkasa. Sebenarnya ia juga menyukai monica, namun... Melihat monica yang bersikeras pada Angkasa, ya... Mau bagaimana lagi kan?


Perdebatan mereka menjadi bahan perbincangan anak eskul volly yang tengah mempersiapkan diri mengikuti ajang olahraga.


Tak hanya mereka saja, bahkan anak buah Elang yang merupakan ketua dari klub basket pun mulai tahu sikap buruk angkasa.


Krauk krauk.


"Mmm! Enak banget! Apalagi sampe nonton yang kayak gini," Seru Elang sambil memakan gorengan dari Bulan, ia menonton itu dari pohon yang berjarak agak jauh dari ruangan tadi, bagaimana caranya ia bisa kesana?


"Nah Lan... Loe liat kan sekarang? Mana malaikat, mana setan?^^" Kata Elang sambil menunjuk Angkasa.


"Berisik lu... Nanti kena masalah lagi kita," Jawab Bulan menutup mulut elang


"Nggak, masalahnya gua kesel banget gituh, ngeliat wajah sok solimi nya itu. Padahal orangnya nyebelin banget, padahal tunjukkin aja kan sikap aslinya, dasar ..."


Angkasa menyadari bahwa disana ada Elang dan Bulan serta teman temanya. Ia segera menghampiri mereka dan menarik kerah Elang lalu membantingkan badannya.


Deg!!!!


Tentu saja hal pertama yang merasakan sakit adalah punggungnya. Entah apa masalah angkasa padanya sampai begitu. Angkasa tak peduli lagi, apakah ia akan bersikap baik pada bulan atau bagaimana. Yang penting sekarang, ia ingin bergelud dengan Elang.


"Bangun lu, gua jijik sama orang yang pura pura sakit dan minta belas kasihan kayak loe,"


Punggung memang sakit akibat hantaman tadi, namun sebisa mungkin ia terlihat seolah baik baik saja.


"Ooohh... Ceritanya mau ngadu Nih? Kenapa? Apa sih masalahnya sama KAKAK ANGKASA...?" Tanya Elang yang bangkit dari jatuhnya, walau sempoyongan dan rasa sakit di kakinya menjadi jadi, ia tidak akan lemah!


Lagi lagi angkasa mencoba memukul rahang Elang, namun akhirnya tertahan saat kevin maju.


"Bantuin anjir, malah diem aja," Ketus bulan mendelik.


"Gak mau, gak suka gelud." Jawab Theo sinis.


"Haha... Sengaja gua ngebangun mood baik gua dari subuh, lu malah seenaknya ngehancurin mood gua ya...? Gantian, geludnya sama aing," Tantang kevin tajam.



Tatapan mematikan didapat angkasa dari Kevin. Entah kenapa ia jadi tak bisa berkata kata setelah melihat kevin.


"Gua sebenernya udah muak liat kelakuan loe kayak gitu dari kemaren, tapi apa? Gua tahan karena Elang yang minta gua buat diem," Ucap Kevin sambil menunjuk Elang dengan jari telunjuknya.


"Bersyukur tuh, lu gak remuk ama kevin. Mundur deh, sebelum lu masuk rumah sakit gegara gelud ama kevin," Sahut Theo dari belakang.


Karena Angkasa tidak tahan, akhirnya ia memukul wajah kevin sampai bibirnya berdarah. Lah? Bagaimana dengan Elang? Yah... Akhirnya ia pasrah dan menyaksikan perkelahian antara Kevin dan angkasa.


Kevin terdiam sesaat, sakit memang. Tapi ternyata itu membuatnya semakin menggila.


"Ups, gak ikutan... Gua mundur ya?" Gumam Elang sambil mencoba pergi dari sana.


"Lang! Loe gak papa?" tanya Bulan yang membantu Elang.


"Its okay beb, sampe sekarang gua masih baik baik aja kok. Harusnya sih, loe gak nonton yang kek beginian ya. Tapi... Sok aja deh, biar loe tau 'Marah nya orang sabar itu kayak gimana,' " Jawab Elang lagi. 


Kevin tersenyum sinis pada Angkasa. Orang orang mulai mengerumuni mereka, melihat bagaimana kevin dan angkasa yang adalah dua orang paling ramah dan sabar bertengkar.


Sekarang kevin yang memulai perkelahian, ia tak bisa dikendalikan. Orang orang bertanya apa sebab mereka berkelahi, padahal pusat masalahnya hanya diam saja:v


Semakin lama dibiarkan, kevin semakin brutal saja. Membuat Elang agak takut si angkasa terluka lebih parah, apalagi sekarang saja angkasa mulai sempoyongan. Jangan salah, kevin memang belum pernah belajar ilmu bela diri, namun hanya melihat beberapa film action saja dan mempraktikannya ia jadi jago begini, seperti suhu. Merasa tidak nyaman dan takut ganti rugi, akhirnya elang berdiri untuk menghentikan pergeludan itu. Angkasa benar benar sudah babak belur dibawah kevin.


"Kekep~ udah kep," Titah Elang menghampiri Kevin, namun kevin masih tak mendengarkannya.


Elang hanya memutar bola matanya malas, ia pun menarik kerah kevin dari belakang dan memukul perutnya sampai Kevin lemas. Para siswa yang melihat Elang begitu pun langsung bergidik ngeri. Sekali pukul bisa langsung pingsan? Oh padahal kevin tidak pingsan, hanya lemas saja.


"Udahan, cape." Kata Elang menepuk nepuk bahu Kevin.


Monica dan bryan segera membawa angkasa ke uks, termasuk kevin dan elang juga pergi ke uks.


"Ampuun!!! Loe kenapa Vin?! Nakal loe ya!" Seru Lia menjitak kevin.


"Sakit anjir! Loe siapa bisa kayak gitu ke gua?" Ketus Kevin sambil menyingkirkan tangan Lia.


Lia tak peduli, ia lebih menekan nekan luka kevin dengan keras. Tidak seperti tadi. Lia menyukai kevin sejak lama, namun tak bisa mengungkapkan karena lia tahu kalau kevin menyukai Zhao, kakak Elang.


"Ka-lah... Udah liat kan khodam gua? Jangan macem macem ya..." Ucap Elang pada Angkasa yang memalingkan wajahnya dari Elang.


"Hmm... Gua minta maap ya, perkara bulan doang jadi masalah gede, ya gua gak salah sih ya? Kan gua udah ngajak loe buat maru an, Tapi loe nya malah gini,


"Diem an*jing, gua gak sudi nerima permintaan maap loe,"


"Harusnya loe nyadar kak, kalo loe suka sama gue, gak usah pake cara kekerasan kayak tadi, gue lebih gak suka! Malah jadi ilfil tau gak! Ternyata baik diluar aja ya? Nyatanya dalemnya busuk! Kayak ******!" Ketus Bulan yang membuat angkasa kaget.


"Balik lang! Gak usah ngurusin orang yang ******!"


Elang pun menatap Angkasa yang sepertinya akan membunuhnya suatu saat nanti.


Akhirnya mereka menjadi topik perbincangan di majalah kali ini. Tapi... Yasudah, mau bagaimana lagi kan? Kini mereka lebih canggung jika ingin menyapa kevin setelah tahu sifat kevin yang begitu. Dan sepertinya... Kevin masih badmood gara gara tadi dipukul Elang.


Bersambung....