
..."kenalilah aku Dari nyatanya bukan katanya"...
...-Erlangga-...
Selama di perjalanan menuju rumah Elang, Bulan, Elang dan Chiko saling diam satu sama lain.
'Kenapa loe malah ikut chiooo???' Batin Elang kesal.
Tadinya ia mau memanfaatkan momen ini hanya untuk berduaan saja dengan bulan. Namun karena Bulan tidak bisa mobil dan Elang yang sedang sakit itu tidak mungkin bisa menyetir. Chiko pun menyadari kalau Elang pasti sedang berceloteh ia hanya menatap elang dari kaca mobilnya.
"Hmm... Loe boleh marah sama gua El, yang penting gua bisa anterin lu ke rumah, maapin gua ya, kalian jadi gak bisa beduaan," Ucap Chiko julid.
"Huuh, gak papa^^ Gua seneng kok ada yang nemenin," Jawab Elang sambil tersenyum, dibalik senyuman itu tersimpan sebuah ancaman kecil.
"Ck, lagian ngapain coba gua disuruh ikut? Dan, kenapa gua harus duduk dibelakang?! Tempat didepan kan kosong!" Sahut Bulan kesal, ia duduk dibelakang bersama Elang.
"Si El kan lagi sakit, dan loe kudu tanggung jawab sebagai orang yang menemani El waktu dia dihukum,"
"Bacot," Ketus Bulan kesal.
"Uuuh... Jangan marah dong, nanti kita marahin si chio ya. Hahahah, haaah... Eh? Loe tau gak Lan, dulu tipe cewek gua tuh yang kayak Mbak IU," Ucap Elang sambil menatap Bulan itu, Bulan pun langsung memalingkan wajahnya dari Elang.
"Hahaha... Kalo loe marah tuh gemesin tau gak? Nih, gua mau cerita dikit nih. Jadi tipe ideal gua itu... Mbak IU," Ucap Elang mulai bercerita.
Tentu saja bulan kaget dengan pernyataan yang keluar dari mulut si Elang ini, ia pun segera melirik elang lagi dan sifat Fanboy nya pun membara.
"Beneran?! K,kenapa?" Tanya Bulan semangat, sedangkan chiko hanya memperhatikannya dari kaca.
"Iya, gua suka banget sama mbak Ayu, sebab... Beliau itu Cantik, imut, anggun, ramah, haah... Gak ada tandingannya lah," Jawab Elang tetiba memerah.
'I,imut...' Batin Bulan ikut mematung.
"Gua ketemu mbak ayu waktu ke korea, gara gara harus terapi," Lanjut Elang kembali bercerita.
"Korea? Kenapa terapi?" Tanya Bulan Heran, Elang kembali menatap Bulan dengan muka polosnya itu.
"Hm? Kenapa? Gak percaya ya?"
"Dulu, gua sempet ngalamin kecelakaan, gua di jatohin dari lantai 3, Syuuut... Ini rahasia, gak boleh kedengeran Chio," Bisik Elang walaupun akhirnya terdengar jelas oleh kuping tajam chiko.
~Flash back...~
Saat usianya menginjak 11 tahun, Elang mulai masuk ke dunia bisnis milik ayahnya, bukan ayahnya yang memaksa, ia sangat ingin belajar karena menurutnya itu sangat menarik.
Banyak sekali orang yang menginginkan kekayaan yang ada pada keluarga Aileen, maka salah satu kelompok terkenal pun tidak tanggung tanggung menginginkan hal yang sama.
Tentu saja cara menculiknya dengan cara menjemput si tuan muda dengan mobil dan plat nomor yang sama yang biasa menjemput Elang.
Awalnya Elang tak curiga pada si penculik ini, ia terus menatap si penculik dengan tajam, terlihat dari kaca yang ada di dalam mobil, selain itu, Elang menyadari bahwa orang ini bukanlah suruhan ayahnya, karena mobil yang di tumpangi Elang ini diikuti beberapa mobil hitam di belakangnya.
"Hei, om Dino mana?" Tanya Elang dingin, membuat si penculik itu agak ngeri dengan suara berat Elang.
"I,itu... A,ada... D,dia nyuruh s,saya... B,buat jemput... Kamu..." Jawabnya terbata, penculik yang belum profesional, pikir Elang demikian.
"Hah! Mereka gak tau kalau Nyulik Elang itu bener bener fatal akibatnya..." Bisik Elang dengan nada menyeramkan, membuat si penculik itu kaget dan membelokkan mobilnya menabrak ke pohon besar.
Sebelum pergi, Elang mengikatnya terlebih dahulu dan menutup mulutnya lalu pergi keluar dan berlari sekencang kencangnya.
"Haah! Haah! Haah! Om dino...!!!" Gumam Elang takut, karena para penculik itu membawa senjata tajam termasuk pistol.
BRUK!
Sayangnya, tali sepatu Elang yang sedari tadi belum diikat membuatnya terjatuh dan mengakibatkan lututnya berdarah. Tentu saja itu membuatnya panik, namun saat hendak berlari, ia malah di kepung disana.
Sepertinya para penculik itu puas karena telah berhasil melumpuhkan Elang, terlihat jelas di wajah sumringah mereka. Dan Elang hanya tertawa karena mereka sepertinya meremehkan Elang. Jangan salah, Elang memegang sabuk hitam Taekwondo, sabuk cokelat pencak silat dan sabuk cokelat jujitsu.
"Wah! Keren bisa lumpuhin gua, tapi inget! Jangan remehin gua," Ucap Elang dingin, ia bangkit dari jatuhnya tadi, tak peduli seberapa banyak darah segar yang keluar dari lututnya.
Awalnya mereka agak ragu saat Elang memasang kuda kuda taekwondo. Namun karena mereka yakin dengan jumlah dan otot kekar mereka, akhirnya mereka pun berani melawan Elang. Elang tidak hanya memakai jurus taekwondo saja, tapi ia memadukan antara taekwondo, jujitsu dan pencak silat dalam pertarungannya. Sampai salah satu lawan membuat Elang terjatuh, namun ia tidak akan kalah begitu saja, ia mengikat leher si penculik sambil kembali memukul lawannya.
"Hah! Dia gak bisa di remehin rupanya,"
Pertama tama, penculik lain datang dan melumpuhkan kedua kaki Elang karena ia menyadari bahwa Elang tak banyak menggunakan kaki kanannya. Ia terus menginjak kaki Elang sampai Elang lemas. Lalu kedua orang yang melihat segera menarik Elang dan mencengkram kedua tangannya, setelah itu, si penculik yang tadi melumpuhkan Elang menuangkan obat bius Cloroform pada sapu tangan.
'Gawat! Gua gak bisa gerak banget!' Batin Elang mulai panik.
...Penculik itu mulai menghampiri Elang dan membekap mulut Elang sekuat tenaga agar elang pingsan....
"Hah?! Mmmpphhtt!!! Mmmpphtt!!! Le... Mmpphhtt!!!" Elang terus meronta ronta agar ia tidak pingsan dengan obat bius itu.
Namun apa daya? Pandangan Elang mulai buram, sepertinya ia mulai terpengaruh dengan obat bius itu.
"Haaah...."
BRUK!
Akhirnya para penculik itu menjatuhkan Elang saat Elang benar benar pingsan. Semua penculik itu bernapas lega karena akhirnya bocah kuat ini pingsan.
"Haaah... Susah juga ngelumpuhin anak i...
BUGH!!!
"Hah?!"
"Jangan kira... gua bakal jatoh cuma karna pake obat gituan," Si elang ini kembali bangkit walaupun sempoyongan.
Tentu saja i sedari tadi ia menahan napas, namun sedikit terhisap karena ia juga merasa sesak akibat tangan orang itu terus menjejelkan sapu tangannya pada mulut dan hidung Elang.
"Haha ... Udah sempoyongan nih bos, sekali lagi aja bakal beneran pingsan,"
Si penculik itu kembali menuangkan cloroform yang lebih banyak dari pada yang tadi.
"Mmmpphht!!! Mmpphht!!! Mmpphht..."
Sampailah mereka di gedung kosong. Mereka tidak menyadari bahwa jam tangan elang terdapat alat pelacak yang bisa menemukan keberadaannya. Maka, Reynold, yang diberi nama "Dino" oleh Elang karena ia sangat sangar dan dingin pun mengambil sekitar 20 orang untuk pergi menyelamatkan Elang.
"Jangan sampai tuan Long tau kalo tuan muda diculik,"
"Baik,"
Namun, sudah terlanjur, para penculik itu sudah menghubungi Longwei mengenai penculikkan putranya dan meminta uang sebesar 123 M sebagai gantinya. Tentu saja Longwei tak tinggal diam, ia membawa 5 orang unggul dan cerdas serta uang sebesar 500 M.
Sambil menunggu Longwei datang, mereka juga menyiksa Elang terlebih dahulu atas apa yang dilakukan Elang tadi pada mereka.
Elang hanya meringkih kesakitan, ia tidak tahu harus bagaimana, ia tidak bisa memegang perutnya yang terus ditendang. Selain itu, Elang juga batuk darah akibat pukulan yang keras dan bertubi tubi itu.
"Uhuk,uhuk!!!"
CRAAT!
"Bos, gak keterlaluan nih?"
"Bukannya loe juga diserang gara gara dia? Harusnya sih... Di jatohin..."
Tepat! Dino sudah memasuki gedung tua itu secara diam diam dan menghajar orang yang jaga di depan serta mematikan semua kamera pengawas.
"Lepasin anak itu,"
"Hooo... Mana duit yang gua bilang tadi? Gua hanya mau Longwei yang ada disini, sambil bersujud dan memohon ampun buat lepasin anak ini,"
Dino agak bingung, bagaimana caranya ia menyelamatkan tuannya tanpa strateginya terbaca musuh.
Seseorang yang menyamar sebagai penculik itu pun berada di belakang dan siap membawa Elang.
"Tuan Long gak ada waktu buat ngurusin sampah kayak loe, biar gua yang gantiin dia," Ucap Dino sambil menunjukkan koper yang isinya hanya kertas.
"Enough rey, thank you, i'll take care of the rest," Sahut Longwei sambil menepuk bahu kanan Dino.
"T,tuan?" Kata Dino tak percaya, Longwei hanya tersenyum.
"Haha! Loe datang dengan berani tanpa bawa senjata ya? Bagus... Sekarang... Sujud sambil memohon ampun,"
"Okay, i will do that, but first, please release my son first, i know he's in pain," Jawab Longwei masih sabar.
"Hah! Gua bakal lepasin anak ini, sujud dulu, brengsek!"
"Isn't all you asked for money? This is not by agreement,"
Longwei pun membuka koper asli yang ia bawa, yap... Uang sebesar 500 M, dan tentu saja membuat si ketua penculik itu tergoda. Longwei mendekati penculik itu dengan senyumannya, dan dino tau apa arti dari senyuman itu. Jika ia tak melepaskan Elang juga, maka nyawa taruhannya.
"Let my son go, and it will be yours,"
BUGH!
Dengan koper berat itu, Longwei memukul kepalanya karena ia marah besar melihat putranya meringkih kesakitan. Dan orang yang menyamar tadi segera membawa Elang pergi.
"Just because you're better at some things doesn't mean you can put others down, do you understand? Sir?"
"you provoked my anger, you don't know the meaning of 'Don't wake the sleeping lion?' oh yeah... you're stupid, your brain only contains greed and wealth,"
Terjadilah pertarungan di antara keduanya. Dino pun ikut pergi menyelamatkan Elang, namun orang yang membawa Elang itu mati tertembak, sehingga Elang kembali sendiri.
Di ujung gedung itu, di lantai tiga, Mereka mengancam dino untuk jangan dekat dekat dengan mereka, jika tidak, Elang akan dijatuhkan.
Dino benar benar bingung, ia pun mundur untuk menyelamatkan Elang, namun, salah seorang di belakang Dino malah lari dan benar saja, Elang di jatuhkan.
"Tuan mudaaaaaa!!!!" Teriak Dino histeris, dan tentu saja teriakkan itu terdengar oleh Longwei, ia pun melihat ke jendela dan melihat putranya terjatuh.
DEG!
"Haha... Your son is dead..."
Napas Longwei menjadi tidak terkontrol, matanya memerah dan ia tak segan segan memukulinya tanpa ampun. Melihat Longwei yang tak terkendali, membuat para penculik yang lain takut dan berpikir orang yang menjatuhkan Elang benar benar bodoh.
"traitors... traitors must die in a dishonorable way!!! I'll rip your mouth out! I will also take your heart! and I'll leave that to your parents you son of a *****!!! you are the dirtiest human in this world! you harmed my son! You will be punished for your dirty treatment! and this is your reply you idiot!
I promise to terrorize all your descendants!" Ucap Longwei yang mengamuk.
...
"Say goodbye to the world..."...
Door!
Craat!
Seketika hening sesaat, semuanya terbengong melihat hal itu.
Longwei pun mengelap pipinya yang kotor karena darah yang terciprat ke wajahnya.
"I killed another person, how is this? my sins even increase, is it wrong if I kill for my child?"
Ogeh... Jadi gimana tentang bapaknya si elang nih? Iya, aslinya bapaknya sadis banged apalagi kalo udah berurusan sama keluarganya.
Note:
Selanjutnya Elang koma selama 3 bulan, makannya ia di bawa ke korea karena alat alat medis disana jauh lebih canggih, setelah sadarpun Elang sempat mengalami trauma, ia lumpuh sementara selama 1 bulan makannya ia menjalani terapi.
Dan di acara award, ia pun bertemu IU yang sedang menyanyi di panggung, makannya Elang terpesona padanya.
Bye bye!!!
Nantikan episode selanjutnya ya? Kedepannya bakal banyak tokoh yang akan membantu Elang. Lika liku hidupnya penuh drama.