
Leon membelalakkan matanya kaget. Suara yang tidak asing baginya, ia benar benar kesal jika mendengar suara itu lagi. Ia malah menutup dirinya dengan selimut, membuat Elang semakin geram saja padanya.
"Hei, loe gak mau liat penolong loe hah?! Gue adalah Elang berhati malaikat. Gua baik mau bawain loe ke rumah sakit, " Ucap Elang sambil membuka paksa selimut yang menggulung tubuh Leon.
"Ck! aaah!!!! Apaan sih?! Loe ke sini mau ngetawain gua ya?! ketawa aja sepuasnya! hina gua! "
"Gak ada yang mau hina loe. Apa guna nya gua hina loe? Gua cuma mau nge besuk, gua mau minta maap atas perlakuan gua selama di kompetisi kemaren. Makannya jangan ngerasa terpuruk banget, jangan sampe loe mogok makan, " Jelas Elang yang blak blakkan. Sedangkan bulan masih diam tak berkomentar.
"Huuuh... kenapa mesti loe yang minta maaf? Yang salah gua, gak usah minta maaf lah, " Jawab Leon masih enggan melihat Elang dan bulan.
"Loe mau tau kenapa loe masuk rumah sakit?" Tanya Elang yang akhirnya membuat Leon membalik badannya karena penasaran.
"Hmm, gak ada penyakit khusus di badan elo. Loe cuma kena serangan panik, tapi parah! Sekarang... coba lu jelasin kenapa loe se--begitu takutnya sama nyonya yang katanya ibu lu. " Jelas Elang yang membuat Leon tertunduk.
Leon duduk dan meremas selimutnya. Jika mengingat tentang ibunya lagi, dadanya selalu sakit dan napasnya selalu sesak. Ibunya terus menghantui pikirannya.
"huuh... Kalo belom kuat cerita, jangan dulu aja lah El, kasian. " Sahut Bulan sambil menarik baju Elang.
"Nggak, "
"Eh?! "
"G, gua... Kuat cerita. " Lanjut Leon walaupun terbata.
Leon mulai menceritakan perihal ibunya yang selalu mendidiknya dengan keras. semua mata pelajaran! sejak umurnya 5 tahun saja ia harus sudah bisa mengerti pelajaran anak SD, sejak ia masuk sd, ia harus mengerti semua materi anak SMP dan SMA. Otaknya sudah macet, tapi ibunya terus mendorongnya agar ia bisa menjadi pewaris perusahaan dan pemegang saham tertinggi. Ia terobsesi dengan taruhan suaminya. Ternyata ibunya bukan hanya satu, ia punya sekitar lima ibu dan masing masing mempunyai satu anak yang mirip dengannya. Namun anak anak yang lain tidak bisa mencapai batas seperti dirinya. Makannya ia begitu, ibu yang lainnya tidak selalu mementingkan taruhan itu dan lebih baik mengajarkan anaknya pelan pelan tentang pendidikan. Jika Nilainya 96 saja, ia akan dicambuk selama dua jam. pokoknya dibawah 99, ia akan mendapat siksaan yang kejam dari ibunya.
sesekali Leon berhenti bercerita karena dadanya sakit dan sesak jika kembali menceritakan masa lalunya. Ia tetap bertahan sampai sekarang. Dan sekarang? Sudah tidak ada harapan lagi baginya untuk tinggal di rumahnya. Hal yang paling menakutkan dan tak bisa ia lupakan sampai sekarang adalah, ia dicabuli ibu tirinya yang sangat terobsesi padanya. Ia hampir saja Bersetubuh dengannya karena ia benar benar terpojok dan tidak bisa melakukan apa apa, untung saja adik tirinya yang merupakan anak kandung ibu tirinya itu datang dan memergoki semuanya. Ibu tirinya segera di laporkan ke polisi sebagai tindakan kejahatan seksual pada anak dibawah umur.
"Haah... Haah... "
"Leon, gak usah di paksain lagi. Loe udah cukup cerita sampai situ, " Sela Bulan yang melihat Leon sudah tidak sanggup berbicara.
"Gua takut... Gua takut dia dateng... katanya... katanya... dia kabur dari penjara... haah... haah... haah... "
"Leon, " Panggil Elang.
"Haah... haah... haah... sakit... haah... haah... ukkhh!!! haah... haah... " Leon semakin tidak bisa mengatur napasnya, trauma nya masih ada dan tidak bisa ia lupakan begitu saja.
"Tenangin diri loe! Jangan panik! tetep atur napas, jangan panik, jangan tegang, gak usah pikirin masa lalu yang kayak gitu... yah??? Rileks... " Ucap Bulan sambil mengelus elus punggung Leon yang sudah basah karena keringat.
"Udah ya? jangan mikirin yang kayak gitu lagi, sekarang ada bapak yang bakal jagain kamu, " Ucap Bapak sambil mengelus kepalanya setelah Leon tenang.
"Nggak pak, saya gak bisa repotin bapak, " Tolak Leon dengan halus.
"Makasih karna loe mau denger cerita gua lang, gua gak tau harus gimana sekarang, Gua juga gak akan selamanya di rumah sakit. "
"Yang harus loe lakuin sekarang adalah... menjauhi ibu lu dulu... lu kudu lupain dulu semua perlakuan ibu lu yang kayak setan, abis itu lu boleh pulang ke rumah. Tapi... risiko nya bakal gede karena kemungkinan besar loe bakal di siksa lagi kayak gitu, "
"Ekspresi ibu lu meragukan pas kemaren, dia nangis. tapi gak tau kenapa, " Lanjut Elang pelan.
"Nangis? Haha... gak mungkin beliau nyesel atas kelakuannya. " Jawab Leon tertawa miris.
DRRRKKK!!!
Seseorang menggeser pintu dengan terburu buru dan melongo melihat Leon ada di rumah sakit.
"Eh? " Leon ikut melongo melihat orang itu.
"Leon... " Panggilnya, air mata siap terjun dari matanya.
Ia segera menghampiri Leon dan memeluknya sambil menangis. Elang dan Bulan ikut bingung melihat hal ini. Siapa dia?
"Leon kamu gak papa kan nak? Apa ibu telat? Maafin ibu nak, maafin ibu yang udah ninggalin kamu. Maafin ibu, pasti selama ini kamu tersiksa kan? kamu kesepian kan? wajah kamu sampe memar gini... " Ucapnya sambil mengusap wajah Leon. Leon bingung, siapakah wanita ini?
"M, maaf... ibu siapa...? "
Deg!
"Saya ibu kandung kamu, kamu pasti gak percaya sama saya. Tapi saya adalah ibu kandung kamu, saya sengaja ninggalin kamu disana demi bisnis, maafin ibu... "
"Nah itu, kesalahan terbesar bagi seorang ibu adalah, meninggalkan anaknya demi bisnis. Harusnya sih... gak gitu ya? menurut opini Elang itua udah fatal. Anak ibu udah sering banget di apa apain, " Sahut Elang yang asal ngomong, mulutnya dicubit Bulan karena ia ikut ikutan terus.
Wanita paruh baya yang mengaku ibu Leon itu mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ia mempertaruhkan anaknya yang baru lahir supaya perjalanan bisnis nya lancar. kebetulan juga, ibu yang mengurus... bukan. yang menyiksa Leon dengan pendidikan yang ketat itu ingin mempunyai keturunan. Kebetulan golongan darah mereka sama dn akhirnya ia dianggap anak kandung ibu tirinya. Ia bisa mengetahui bahwa Leon ada disini karena Vino yang bawel menceritakan tentang betapa sombongnya Leon. dan ternyata, Leon adalah saudara Vino, karena ibunya dan ayah Vino adalah kakak beradik kandung.
Jelas sudah pernyataan nya sekarang. Dan Leon mau dibawa pulang oleh ibu kandungnya dan akan menetap di bandung.