
...Pertahankan dia yang bertahan untukmu, lepaskan dia yg TIDAK menghargaimu,Karena pada dasarnya suatu hubungan selalu diawali dengan rasa nyaman....
...-Erlangga-...
...
...
...Dimalam hari......
...Saat Kevin mengajak Zhao keluar untuk berjalan jalan bersama, di sanalah waktu yang tepat untuk menyampaikan perasaannya....
"Kakak, maap, ini kayaknya udah lancang banget, padahal kakak udah punya pacar... Huufftt... Saya suka kakak," Ucap Kevin sambil tersenyum, membuat Zhao tercengang kaget.
"A, ahahaha, kamu sukanya bercanda ya? Jangan gitu ah,"
"Hm, emang kevin suka bercanda ya? Yah... Kevin suka sama kak Zhao udah lama kok, pertama kali dateng sebagai tetangga baru, kevin udah suka. Kevin rasa juga kevin bercanda, tapi... Haha, Gak papa kok^^ Sekarang udah gak papa, kak Zhao udah nyaman sama kak Langit kevin gak papa, tapi... Mohon ya kak, abis ini, kakak gak boleh canggung sama Kevin, Kevin... Udah nyaman sama kakak," Jelas kevin sambil tertunduk malu.
Rumit bagi Zhao untuk tidak canggung padanya. Bagaimana tidak? Ia tidak menyadari perasaan kevin selama ini? Dan dengan pedenya Zhao menceritakan semua hal tentang langit kepadanya. Zhao benar benar merasa bersalah.
"Kevin...
"Ahahahaha, Lebay yah? Ya... Pokoknya... Kakak jangan canggung oke? Kevin pergi dulu..." Ujar Kevin sambil beranjak dari duduknya untuk pergi.
Zhao tidak bisa berkata apa apa padanya, ia hanya bisa memandangi punggung kevin yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangannya.
Kejadian itu belum lama terjadi, tentu saja sekarang Kevin akan canggung jika kembali bertemu dengan Zhao. Mereka masih saling terdiam dan tak berkutik. Lalu, tangan Zhao menyentuh kepalanya dan mengelusnya sambil tersenyum.
"Udahlah, yang lalu biarlah berlalu^^ kak Zhao bakal tetep jadiin kamu adek kok, kak Zhao gak akan lupa sama kamu^^"
Ucapan Zhao yang akhirnya membuat Kevin kembali tersenyum. Tak terasa, Pagi hari pun sudah tiba.
Elang harus bersekolah dulu sebelum menjaga Adit, jadi dia akan bersiap siap di rumahnya.
"Hadeuuh... Sekarang sekolah ya...? Niat jagain Adit sampe dia bangun malah sekolah," Gumam Elang berceloteh, tak ada hentinya mulut bawelnya terus mengeluh.
Seperti biasa, ia pasti memberi makan para kucing dengan sapaan selamat pagi pada mereka, lalu setelah itu ia pun berangkat ke sekolah. Tidak terasa juga Elang dan Bulan menjadi semakin dekat.
"Hmm... Bagus sih base camp kita, untung banyak piagam kita ya? Kita warisin ini ke anak anak kita nanti, setuju enggak?" Ucap Elang pada teman temannya saat tengah berada di base camp.
"Boleh tuh, gaskeun!" Jawab Chio iya iya saja.
"Harus bareng lho lahirnya, eh! Jangan ngeduluin gua ya? Si Bulan harus ngelahirin duluan sebelum istri istri kalian,"
"Lah? Parah sih... Udah mikirin nikah, masih jauh anjir! Lulus juga belum!"Ketus Chiko tertawa.
"Yaudah gak papa, Nunggu setaun lagi, abis itu testing jadi tentara... Nggak deh, Gua mau jadi direktur martabak aja," Jawab Elang yang sudah memutuskan.
"Mau jadi Idol korea juga boleh kok, Cocok cocok aja," Sahut Sara yang sedang memakan Coki coki nya.
"Dih?! Bocil tau apa...? Taunya Em El sama ep ep aja kan???" Kata Elang julid, ia selalu menjaili anak orang yang satu ini.
"Apaan sih bang? Sara juga tau BTS kali! Kim namjoon, Kim Seokjin, Jeon Jungkook... Iiih!!! Ganteng Buanget!" Seru Sara greget, ia adalah Bocil Army.
"Hahahaha, lucu banget kamu... Gantengan Kak Elang apa Jungkok?" Tanya Elang mulai jail.
"Kok Jungkok sih? Jungkook kakak, kak Elang gak bisa bacanya ih,"
"Mau jungkok, mau jungkook, tapi tetep gantengan kak Elang kan? Kan kan kan?" Elang yang terus bertingkah sok ganteng depan sara.
"Ng,nggak! Gantengan...
"Kak Elang kan?" Kata Elang lagi sambil tersenyum manis, tentu saja Sara mengangguk dan memerah.
"Huaaaa!!! Kak Chio! Sara malu!!!" Sara yang memeluk Chiko.
"Hahahahaha! Asik euy! Gua lebih ganteng dari Jungkok! Wah gila sih... Nanti gua jadi the most handsome in the world number one!!!"
Teman temannya pun tertawa tak habis pikir. Sara adalah anak tetangga yang gemar menempel pada Vino. Usianya baru 6 tahun dan ia juga sangat menyukai Elang karena dibilang mirip Oppa Korea.
Selama Elang membicarakan masa depannya bersama Bulan yang ia rencanakan untuk nanti, ia tak sadar bahwa ada Bulan di balik pintu base camp nya.
"Pokoknya gua bakal jadi suami yang bertanggung jawab dan dapat diercaya, yang sholeh, yang baik buat keturunan gua dan juga Bulan...
KLONTANGGGG!!!
"Weh?! Suara apa tuh?!" Seru Elang kaget.
"Kucing," Jawab Theo dingin.
Padahal, saat Bulan tak sengaja menendang kaleng kaleng itu, ia langsung berlari agar tidak ketahuan, dan ia malah terjatuh di taman sekolah.
"Huh! Huh! Sakit... Maksud si Babi pink itu apaan sih?! Bego ya?! Haduuh..."
"Bentar! Ngapain gue lari? Gue kan gak ada rasa apa apa sama si Babi pink? Bolot lagian sih ah," Bulan pun kembali bangun dan kembali ke base campĀ Elang lagi untuk memberitahukan hal penting untuk Elang.
"Nono mana ya? Gua gak liat daritadi,"
"Tadi sih katanya mau ngudud bentar," Jawab Kevin sambil mengotak atik ponselnya.
"Gua punya firasat gak enak nih sama nono," Gumam Elang khawatir.
Seseorang berlari menuju Base camp Elang dan masuk begitu saja.
"Lang! Sorry gue masuk sembarangan! Vino lagi berantem! Dan sekarang dia ngamuk sama anak kelas IPS!"
"Walah... Udah gua kira, makasih Bro, nanti gue jajanin beng beng," Jawab Elang sambil bergegas pergi bersama laki laki itu.
Saat Elang pergi kesana, Bulan datang ke base camp, jadi mereka tidak saling berpapasan. Ketika disana, sangat kebetulan posisi Vino sedang berada di atas lawannya sambil berteriak marah.
"Gua gak terima loe ngerendahin Elang!!! Gua bakal bunuh siapapun yang berani ngehina Elang!!!"
"Uuuh... Gua terharu," gumam Elang setengah senang dan ngeri.
"Serius anjir, Si Vino gak bisa digimana gimanain," Kata Kevin sambil menjitak kepala Elang.
"Wah! Berani loe ya kayak gitu, gua bilangin ke nono lho!" Ancam Elang lalu ia tertawa.
"Minggir minggir, ada Serigala yang harus gua jinakkin, tolong minggir," Ucap Elang mulai menerobos orang orang yang berkerumun disana.
Sepertinya perkelahian yang ini bukan main main, Vino melawan Senior yang lumayan ditakuti, alias Angkatan dari Angkasa. Makannya tidak ada yang berani berkutik dan diam.
"Ehem, Nono~~~~" Panggil Elang sok imut.
DEG!
Vino menghentikan pukulannya dan membelalakkan matanya kaget. Kenapa Elang harus ada disini sekarang?
'Gawat! Gua bakal dimarahin Elang kalo kayak gini!' Batin Vino deg deg-an.
"Wah, langsung berhenti,"
"Memang ya, rumor nya bener, Vino bakal jadi anak anjing yang nurut kalo sama Elang,"
"Elang, sang penakluk hewan ganas,"
"Syut! Jangan kenceng kenceng woi! Nanti kedengeran!"
'Udah kedenger bege,' Batin Elang tak habis pikir.
Vino kini tertunduk takut, benar kata orang orang, sepertinya Vino Ciut kalau berhadapan dengan Elang.
"Hmm...^^ Pulang yuk, Lu kudu istirahat, jangan berantem terus, lagian... Apa sih yang buat loe cari masalah sama mereka???" Tanya Elang pada Vino.
"Gemes gak sih liat vino kek gitu? Kayak bochil yang dimarahin emaknya,"
"Mereka ngehina loe, mereka bilang Elang modal tampang doang, katanya loe bodo, Fuckboy, suka godain cewek, makannya gua gak terima loe digituin," Jawab vino yang membuat senior senior itu kaget, pernyataannya benar benar disampaikan oleh Vino pada Elang.
"Gitu ya?" Kata Elang sambil menatap para senior dengan tajam.
"Ya gak salah sih, emang fakta kok, gua modal tampang doang, da emang ganteng. Gua bodo? Ya... Ih, gimana ya? Yang ngomongnya yang bodo kali ya? Gua fuckboy? Ya iya, gua ngaku, gua suka godain cewek? Ngegoda doang gak haram kan? Haram gak? "
"Dahlah, masalah yang kayak gitu gak usah di besarin Vin. Makasih udah mau ngebela Elang yang lemah ini, gua terhura, bener, luka loe juga harus di obatin dulu, biar gak ada bekasnya,"
Vino pun dibawa menuju UKS untuk di obati. Tersisa Elang dan pada senior yang katanya menghinanya tadi.
"Haha! Makasih lho udah ngoreksi gua, tapi gua gak terima si Nono jadi luka kayak gitu," Ucap Elang serius.
"Siapa yang ngeduluin?! Dia sendiri yang langsung mukulin kita! Bukan salah kita mukulin dia balik!"
"Ya kalian mainnya keroyokkan! Maen 1 lawan 1 dong, sini, sama Elang , Gantian. " Jawab Elang lagi setengah tertawa.
"Cih! Bocah! Cabut ah!"
"Kita bales lu lain kali!"
"Oke~" Kata Elang santai.