
Hari minggu pun tiba...
Dimana Bulan tidak sabar bertemu Elang dan ingin segera menceritakan semua ceritanya yang ia alami ketika tidak ada Elang. Namun tak ada raut wajah semangat di wajah abangnya.
"Bang? Kenapa lesu kek gitu hm? Gak jadi kencan sama Anne gara gara anter gue ya? Yaudah, minta maap deh, abis nyampe, loe langsung cus ngeng aja. Gue mah sama Elang aja disana," Ucap Bulan merasa bersalah.
"Gak gitu, gak papa. Udah nyampe tuh, hayu masuk." Jawab Chiko tersenyum simpul.
"Oke~"
Chiko membantu Bulan turun dari mobil dan memapah nya sampai ke ruangan Elang. Bulan menggeser pintu Elang dan memaksakan diri berlari menuju Elang. Ia langsung memeluknya dan menangis, Kevin memejamkan matanya, entah apa yang akan terjadi pada Bulan jika tahu Elang tidak mengingatnya sama sekali.
"Duh, gua di peluk cewek nih." Kata Elang kaget, sebelumnya ia sama sekali tak pernah dipeluk oleh wanita lain selain mamahnya, begitu pikirnya.
"Lang? Loe gak papa kan? Gue mau minta maaf... Gue gak akan ngelakuin hal yang buat loe dalam bahaya lagi, maafin gue lang... maafin..."
"B,bentar. Ini sama siapa?" Tanya Elang heran, Bulan terkejut mendengar jawaban Elang. Ia segera melepas pelukannya dari Elang.
"Lang?"
"Ehehehe... maaf, tapi gua gak tau siapa loe," Jawab Elang cengengesan, Kevin menghela napas panjang mendengar pernyataan Elang.
"Lang... Loe gak bercanda kan? Gak mungkin kan loe gak inget sama gue? Ini gue lho, Gue yang selalu nemenin loe," Ucap Bulan tak percaya.
"Ya... Kenapa bercanda kan?" Jawab Elang lagi.
"Bodo," gumam Bulan pelan. "Hm? Kenapa?" Tanya Elang, ia tidak mendengar kata bulan.
"Maksudnya apa apaan kayak gini?! Gak usah pura pura jadi orang t*lol kali buat ngeprank gue kayak gini. Gak lucu tau gak? Haha, semua ucapan loe itu bullshit ya, kagak ada yang bener, gue kira cuma loe satu satunya cowok yang beda di antara seratus ribu cowok di dunia, ternyata kelakuan nya sama aja kayak b*ngsat yang lain, gak ada bedanya. Semua ucapan loe, yang katanya mau setia lah, mau ikutin semua keinginan gue lah, mau kelakuan gue kayak gimana pun loe gak akan ninggalin gue. Mana janji loe hah?! Mana janji loe yang loe ucapin di malem ketika kita jadian?! Hh, t*i b*bi lah! Dahlah! Percuma gue dateng kesini kalo loe nya kayak gini! G*blok ya jadi orang, dasar b*ngsat!" Bulan pun meninggalkan Elang dengan kaki pincangnya. bodo amat, ia sudah sakit hati karena elang tidak mengingatnya sama sekali. ia kembali menangis di luar, sedangkan Elang masih bingung dengan keadaannya sekarang.
"Kenapa sih?! Kenapa gua gak bisa inget inget tentang pacar gua?! apa yang gua ucapin waktu itu?! " Ucap Elang sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Udah lang, gak usah di pikirin, nanti loe pingsan lagi, istirahat ya?"
"Sesuatu apa yang bisa bikin gue inget lagi? Plis vin... gue pengen inget semuanya, gue pengen inget cewek itu," Jawab Elang lagi.
"Udah udah, liat, loe jadi keringetan lagi. gak usah mikir keras keras, gak baik..." Ucap Kevin menenangkan Elang.
Bulan menangis karena Elang, ia kembali ke mobil, Ia memeluk Chiko dengan erat dan kembali mengatakan hal kasar. tapi kali ini ia tak bisa membantah adiknya, ia tahu adiknya sangat sakit dengan sifat Elang yang sekarang.
"Elang gitu... Elang lupain gue Chio... Gue sakit hati banget ... Padahal cuma Elang satu satunya lakik yang bakal gue cinta... Gue udah kejebak Chio..." Ucap Bulan kembali menangis.
"Ingatan Elang belum pulih sepenuhnya, bukan cuma loe doang yang gak diinget, Banyak yang gak diinget sama Elang," Jawab Chiko mencoba menenangkan Bulan.
"Tapi kan... gue kan... orang yang penting buat dia... dia nya gak inget..."
"Iya iya... gua paham perasaan loe. Kita pulang? apa mau beli dessert kesukaan loe dulu?" tanya Chiko dan diberi anggukkan oleh Bulan.
"Seharian ini gua bakal nurutin semua apa yang loe mau, loe boleh beli apapun yang loe mau oke? Makannya jangan nangis lagi, jelek," Ujar Chiko sambil menyeka air mata adiknya.
Bulan hanya tersenyum senang. Ia pun akhirnya jalan jalan bersama Chiko kemana saja yang penting jangan mengingat Elang dulu. Bulan juga tidak bisa bertemu dengannya dulu untuk sementara waktu. Ia tidak ingin pergi kemana mana lagi setelah membeli dessert dan beberapa barang lainnya yang imut imut.
Ia menghabiskan waktunya dengan menonton konser boygrup korea favorit nya agar terhibur.
"Bang, loe coba gaya kek gini deh. Lucu kayaknya," ucap Bulan sambil memakan Dessert yang ia beli tadi bersama Chiko.
"Kayak gimana?" tanya Chiko penasaran.
"Kayak gini,"
"Atau enggak kek gini,"
"Eh?! Kenapa?"
"Dia kan lucu, ganteng, pas. Lah gue? Mana bisa? Nggak ah, nggak dulu." Jawab Chiko memerah.
"Hmm... Yang bener?" Tanya Bulan padanya.
"Bener, gak usah gitu ah. Sana lanjutin nonton konsernya," Jawab Chiko lagi sambil memalingkan wajahnya dari Bulan.
'Hmm... Gue jadi inget lagi ke Elang...' Batin Bulan sedih.
Chiko melirik adiknya itu, ia pasti tengah sedih memikirkan hal tadi. Dengan tanpa rasa malunya, ia bertingkah aegyo depan bulan.
"Lan," panggil Chiko, bulan pun menoleh padanya.
"Sarangheyyyo," Pengucapannya benar benar salah fatal, membuat bulan tertawa kembali dan menepuk nepuk abang nya itu, bisa bisa nya ia berkata begitu.
"Hahahaha, loe ganteng buanget kalo gitu bang, gue salut sih atas usaha loe yang mau hibur gue, makasih lho... gue gak jadi sedih lagi," Jawab Bulan yang memeluk abangnya lalu beralih memukulnya.
"Terus gimana dong?" Tanya Chiko lagi malu.
"Saranghae... Gitu aja bang, kagak usah saranghaeyo saranghaeyo, " jawab Bulan lagi.
"Yaudah, Saranghae bulan...~^^" Ucap Chiko lagi, bentuk lope nya di atas kepala.
"Ahahahhaha... Kiyowo! Kiyowo buanget bang! Loe lebih ganteng dari si eunwoo:v" Jawab Bulan senang sekali.
"Iya kah?" Si abang yang menjadi kepedean.
"A,aaaah..." Rintih Chiko sambil memegang dadanya.
"Kenapa lagi bang?" Tanya Bulan tiba tiba khawatir.
"Gua deg deg-an di puji elu," Jawab Chiko yang membuat bulan melayangkan pukulannya pada Chiko.
"Sarange,"
"Sarange,"
"Udah bang, udah. Loe udah ganteng kok, tenang bang. Gak ada yang bisa mengalahkan kegantengan loe. Tenang aja tenang," Ucap Bulan setelah melihat abangnya.
"Gua kecanduan virus sarange, sarange, sarange, sarange, hahahahaha."
**Bersambung...
Foto Chiko yang lainnya yang terpotret Bulan**.