
Sebelum perlombaan terakhir di mulai, Elang meminta Kevin untuk menggantikannya karena ia sudah lelah dengan yang tadi. Kevin tentu saja menolaknya mentah mentah, ia tidak mungkin bisa menang apalagi lawannya adalah Kyle. Namun Elang bersikeras tidak akan menjadi model karena lelah dan tidak enak badan sebagai alasan. Vino juga berpendapat kalau Kevin bisa menjadi model nya kali ini.
"Huuuh... Tapi gua cuma bisa berjuang sekuat tenaga ya, gua gak bisa maksain diri kan?" Ucap Kevin pasrah.
"Gak apa apa lah, lagipula... Loe kan model majalah, mungkin masuk ranking the most handsome." Jawab Elang julid, Kevin hanya memutar bola matanya malas.
"Yaudah lah, gimana loe aja,"
"Siiipp! Linda, Lia, siap siap buat dandanin Kevin sampe ganteng," Titah Elang pada kedua orang itu, Kevin lebih kaget karena Elang memanggil Lia untuknya.
"Oh siap dong, buat bebeb apa yang nggak sih," Jawab Lia yang sudah menyiapkan alat make up nya untuk Kevin.
"Gak usah menor menor. Secukupnya aja," Kata Kevin saat melihat Lia mulai mendekatinya.
"Gak akan kok beb, tenang aja. Aku bakal bikin kamu ganteng sampe ngalahin kelas sebelah," Jawab Lia mulai memakaikan pelembab padanya.
Lia dan Linda sangat menyukai wajah Kevin yang mulus dan sudah bersih, mereka tidak perlu memakaikan make up yang tebal untuknya. Setelah selesai memakaikan make up padanya, ia pun mulai memakaikan baju yang cocok untuk kevin.
"Coba pake yang ini," Titah Lia padanya, dengan senang hati kevin menerimanya dan mengganti bajunya.
Kevin pun keluar dan memperlihatkan penampilannya pada kedua gadis yang sepertinya mempermainkannya dalam pakaian.
"Kalian sengaja biar gua coba semua bajunya?" Tanya Kevin menduga kelakuan kedua gadis itu, Linda yang tertawa paling keras.
"Yaudah yaudah, Lia, Kata loe mending yang mana?" Tanya Linda pada Lia. "Yang ke dua aja, Bagus tuh, kesannya tuh~~" Lia menjelaskan fashion yang akan di pakai Kevin malam ini.
Setelah selesai memakai semuanya, Lia melihat bibir merah kevin yang agak kering, jadi ia berinisiatif menyuruh kevin untuk memakai lipbalm padanya.
"Pakein aja, gua gak pinter pake yang gituan," Jawab Kevin padanya, ia menatap Lia dengan mata tajamnya.
"B,boleh emang?" Tanya Lia lagi padanya.
"Siapa yang ngelarang? Hayoh cepet, bentar lagi acara mulai, gua harus ambil nomor undi disana," Jawab Kevin tersenyum smirk, membuat Lia benar benar ingin memilikinya.
"Y,yaudah, b,bentar yah, tahan bentar..."
Lia pun mengoleskan lipbalm miliknya di bibir merah Kevin. Elang dan Theo yang melihat nya hanya bisa tersenyum puas, berharap Lia bisa menjadi pasangan Kevin yang sudah menjomblo. Setelah selesai, Kevin pun segera berlari menuju belakang panggung dan mengambil nomor undi. Ia mendapatkan nomor undi ke dua, setelah Kyle.
Benar saja, setelah melihat Kyle, ia menjadi sedikit tidak percaya diri, belum juga dimulai, Kevin sudah gugup saja.
'Jadi gini perasaan Elang pas di belakang panggung? Gugup banget gua,' Batin Kevin sambil memegang dadanya.
"Oh? Yang ikut ini jadinya kamu Vin?" tanya Kyle yang menghampirinya.
"Ehe, Iya nih. Elang gak enak badan, dia juga udah ikut lomba nyanyi, makannya gak jadi ikut ini." Jawab Kevin jadi kaku saat Kyle menghampirinya.
"Gitu ya? Saya gugup banget, Soalnya ini kali pertama saya ikutan lomba lomba kayak gini, Sebenarnya saya keberatan sih... Tapi saya juga dapet ceramahan terus dari ketuanya. Jadi... Ya gimana lagi kan? Harus saya ikutin sampe akhir," Ucap Kyle lagi, Kevin hanya mengangguk paham.
Perlombaan pun akhirnya di mulai...
Seperti panggilan sebelumnya, Kyle di panggil lebih awal dan maju untuk tampil. Para wanita di sekolah Elang berteriak histeris melihat photoshoot Kyle yang sangat berbeda dari biasanya.
"Huuh... Untung gak jadi lawan tadi, Liat pemotretannya aja udah gila, apalagi gua yang ikut langsung tadi." Ucap Elang yang sedang bersandar pada Bulan dan menggenggam tangannya.
"Loe tau? Itu pistol mainan punya adek nya Aby, kita ambil dulu buat ini, hahaha. Perjuangan banget buat dandanin si Kyle ini, tadinya dia mau senyum aja, tapi kesannya kan biar kayak badboy badboy novel gitu lho lang," Jawab Bulan yang ikut berpartisipasi dalam merias dan menata penampilan Kyle.
"Keren banget sih... Kek Anime gepenk yang loncat dari isekai," Ucap Elang kagum, ia pun merogoh ponselnya dan mengambil foto Kyle agar bisa ia tunjukkan pada mamahnya.
"Mana nih pistolnya? Kenapa gak di pake lagi?" Tanya Elang julid, Bulan langsung menggeplak Elang yang julid itu.
"Aaah... Ampun ampun, maapin gua deh," Kata Elang takut.
Elang benar benar melongo melihat Kevin, termasuk best friend nya yang juga begitu. Vino hanya tersenyum bangga karena kevin bisa menjalankan perannya dengan baik.
"Gila! Kevin itu?!" Tanya Bulan tak percaya.
"Emang sih, Model gak akan pernah gagal," Jawab Elang juga, ia menggelengkan kepalanya sambil bertepuk tangan atas pencapaian Kevin yang mendapat banyak sorakan dan teriakan dari para siswi di sana.
Setelah semua penilaian selesai, mereka disuruh untuk memvote model yang sudah tampil tetapi tidak boleh memvote model masing masing. Setelah selesai memvote, Juara model ini di menanglan oleh Kyle.
Walaupun sedikit kecewa, tapi Elang bangga karena kevin menempati peringkat kedua. Selesai lah acara tersebut, tepat di jam 22.00 tersebut. Para murid di perknenankan pulang ke rumah masing masing, tapi tidak untuk sircle Elang yang akan melakukan party di restoran milik Theo. Malam itu juga, mereka party atas keberhasilan dua orang tersebut.
"Bulan," Panggil Elang saat berjalan jalan sebentar sebelum ke restoran.
"Hm," jawab Bulan simple.
"Loe seneng gak kalo sama gua? Loe nyaman gak?" tanya Elang langsung tanpa basa basi.
"Kalo gak seneng, dari pas loe ilang ingatan udah gue tinggalin, gak mungkin sekarang ada disini." Jawab Bulan yakin, ia tidak akan melepaskan Elang lagi, ia sudah berjanji akan setia padanya.
"Oho iya." Jawab Elang juga.
Elang menghentikan langkahnya dan memeluk Bulan lebih erat, Bulan yang kecil itu masuk ke dada Elang yang tinggi.
"Gua juga ah, Gua mau egois lagi. Gua gak. akan lepasin Bulan selama lamanya, Gak akan pernah sampe gua kembali ke pencipta gua. Ehek, alay gak sih? Loe tau kan artinya? Bahwa... Gua mau ngejalin hubungan yang lebih serius dari ini," Ucap Elang di dalam pelukannya. Tentu saja Bulan terkejut dengan ucapannya, ia bahkan tak memikirkan hal itu.
"Emang gak akan bosen ya? Loe kan udah lama pacaran sama gue,"
"Mana ada yang kayak gituan? Loe bahkan mau nungguin gua sampe sembuh dari amnesianya. Pokoknya... Setelah lulus, loe tungguin gua, tunggu gua sampe gua ngelamar loe, loe bisa bertahan?" Tanya Elang padanya, Memangnya elang akan benar benar melakukannya?
"Emang lu mau kemana sampe gue harus nungguin loe?" Tanya Bulan sambil menatap Elang.
"Gua harus pergi ke china, Gua udah janji sama bapak buat kuliah disana, dan gua udah gak bisa nolak lagi, karna... Gua adalah penerus grup Aileen." Jawab Elang malu, Bulan kaget, Elang akan menjadi seorang direktur?!
"Aaah loe mah, Masih lama kali. Kita aja belom naek ke kelas 12 loe udah mikir yang jauh jauh." Ucap Bulan mengalihkan pembicaraan.
"Ya kan siapa yang tau lan? Loe takut gua dapet cewek cantik di china? iya?"
"Nggak lah! " Jawab Bulan cepat. "Berarti loe percaya kan, sama gua?" Tanya Elang lagi.
"Iya lah, Masa iya gue gak percaya sama loe," Jawab Bulan lagi, Senyum manis terpancar di bibir merah Elang, ia senang mendengar jawaban Bulan yang dengan lantangnya menjawab semua pertanyaannya.
"Bagus... Itu baru cewek gua. Hayu, kita ke resto nya tetew..." Ajak Elang sambil merangkul Bulan.
"Kenapa tiba tiba kayak gitu sih? Bikin kaget aja,"
"Biar gak ada yang gua sembunyiin lagi dari loe. Gua udah bilang sama mamah buat jagain loe selama gua di china," Jawab Elang padanya, Bulan tak habis pikir dengan Elang.
"Lang... Kuliahnya masih lama,"
"Mamah udah nyiapin dari sekarang cintah... Makannya gua juga harus siap siap dari sekarang," Jawab Elang lagi, Kali ini bulan yang mengembangkan senyumnya.
"Berarti, loe harus lebih banyak luangin waktu sama gue dong? Hahaha," Ucap Bulan licik, walau begitu, Elang tetap sayang padanya.
The End...