
Sudah dua hari berlalu setelah perlombaan dimulai. Tidak disangka waktu cepat berlalu. Volly yang mengikuti perlombaan itu hanya menduduki posisi dua, walaupun kecewa, elang tidak marah dan tetap menyemangati mereka.
Akhirnya giliran klub basket Elang yang bertanding, melawan SMA dari Sukabumi. Kini Elang benar benar ingin ikut, tidak boleh ada yang menghalanginya. Jika itu terjadi lagi, elang mengancam ia tak akan ikut lomba di puncak acara nanti.
"Huft! Yaudah, gua izinin." Ketus Kevin setelah mendengarkan alasan Elang.
"Okay! Cuma loe yang ngerti perasaan gua, makasih Vin. Gua seneng banget,"
"Hmm, yang penting jangan kecapean aja,"
Elang mengangguk mantap. Para anggotanya tampak rusuh dan khawatir melihat tim basket sukabumi itu tampak unggul, apalagi mereka tidak dibantu Elang.
"Yo guys! Gua dateng neh!" Teriak Elang sambil berlari.
"Paboss?!!! Aaaaaaahhh!!! Ada paboss!" Seru Anne senang.
"Gimana kalian sekarang? Ada perkembangan?" Tanya Elang langsung.
"Belum pa, kita bingung gimana, anak anak yang unggul pada cedera, jadi yang cadangan belum dilatih." Jawab Anne lesu.
"Gak papa, masih ada waktu sampe pertandingan ini dimulai, sini, gua kasih caranya, kalian praktekkin sekarang, gimana tim basket cewe? Aman kan?"
"Aman kak El! Kita sehat!!!"
"Yaudah, jadi gini nih, perhatiin nih. Lengah dikit gua tabok," Ancam Elang, namun Anne hanya tersenyum karena itulah cara Elang agar anak anaknya menurut dan memerhatikannya.
Elang mulai menjelaskan trik yang mudah dipahami oleh mereka. Selama beberapa menit elang menjelaskannya dan mencoba mempraktikkannya pada mereka sampai mereka mengangguk paham. Setelah itu mereka saling berpegangan tangan dan bersorak.
Kini, tim basket laki laki dari sma harapan 1 dipanggil. Elang sudah tahu ia akan berhadapan dengan siapa, makannya ia menggunakan seluruh triknya nanti.
"Jangan takut buat nge praktekin, lakuin aja selama kalian bisa, kalo udah gak bisa, lemparin ke gua. Oke kan?"
"Siap!"
PRITTT!
Pertandingan pun dimulai...
Elang mulai menunjukkan aksinya sebagai orang yang handal dalam bidang apapun, ia bukan ingin sombong, tapi ingin menunjukkan agar sekolah lain tidak meremehkan dan menghina sekolahnya.
PRIT!
"Waktu habis! Istirahat sejenak dan kita bakal lanjut ke ronde dua!"
"Huuh... Huuh... Huuh..." Elang mulai mengatur napasnya sambil melihat jumlah skor mereka. Masih sama sama 0, keunggulan mereka memang tak bisa diremehkan.
"Semangat paboss! Tadi tuh keren banget!" Seru Anne sambil melemparkan air mineral padanya.
"Yoo, makasih. Sekiranya tim kami gak menang, kalian harus menang, ya?"
"Oh itu mah pasti."
'Hmm... Cowok tinggi itu kakinya panjang, dia bakal gampang nangkep bola gua karna gua pendek, udah gua pastiin dia center, Kayaknya dia tau gua adalah kapten tim dan seorang forward,' Batin Elang mulai bingung.
Ting!!!
"Hah!!! Gua punya ide nih, ha, ha, ha," Gumam Elang tersenyum licik.
Entah apa yang ia pikirkan sekarang, namun ia langsung memberikan instruksi pada anggota timnya yang membuat mereka juga tertawa.
Akhirnya permainan pun kembali dilanjutkan. Mereka bermain sesuai dengan apa yang Elang katakan dan benar saja! Mereka akhirnya mencetak gol 1-0. Sebuah kemenangan yang berarti bagi Elang dan sekolahnya.
"Kevin! Emang gak papa ngebiarin Elang kayak gitu? Udah engap itu kayaknya," Ucap Bulan yang menonton Elang bermain basket.
Lagi lagi mereka mencetak gol dengan trik yang sama seperti tadi. Mereka sengaja melakukan hal itu agar musuh tahu dan terpedaya bahwa selanjutnya mereka akan melakukan trik yang sama. Padahal saat hendak memasukkan bola kedalam keranjang, Elang berbalik arah dan melemparya pada anggota nya dan kembali mencetak gol.
Waktu habis dan dinyatakan kalau Tim basket bandung memenangkan kejuaraan.
Ternyata lawan selanjutnya adalah SMA dari bogor, yang leon sendirilah yang turun tangan setelah melihat Elang bermain dengan unggul. Saat Elang meneguk airnya dengan nikmat sambil mengobrol dengan calon bebebnya, Leon datang dan mengucurkan air mineralnya di atas kepala Elang. Membuat Bulan naik pitam dan langsung menarik kerah Leon.
"Loe ngapain b*bi?! Loe gak belajar sopan santun dari bokap loe apa?! Gue tau loe anak pejabat, konglomerat lah! Setidaknya jaga dong sopan santun lu sama orang lain!" Ucap Bulan emosi, sedangkan Leon hanya tersenyum smirk padanya.
"Lepas! Loe gak ada hak buat bicara sama gua. Heh idiot! Mending lu mundur aja sebelum ngelawan gua di babak terakhir. Loe bakal malu semalu malu nya saat nerima kekalahan loe!"
"Pht!"
Deg!
"Haaah?! Apa loe bilang?! Ngomong sekali lagi coba?! Ngomong! Cepet ngomong sekali lagi! Tadi telinga gua kesumbat air Pas loe siramin kepala berharga gua," Sahut Elang ikut berdiri dan menyuruh Bulan ke belakang. Leon tiba tiba canggung padanya dan mulai mundur ketika Elang maju padanya.
"Hh! Jelema teu waras kayak gini harus dipukul pantatnya biar sadar. Apa... Otak loe ada yang ke koet?" Tanya elang sambil menunjuk nunjuk Leon tepat di depan wajahnya.
"Gua tuh Elang. Catet! Erlangga, gua gak akan nyerah apalagi sampe ngebiarin lawan menang gitu aja." Lanjut elang menatap sinis.
"Maaf ya, gini gini gua dendaman lho orangnya, gua juga egois, jadi ketika tim gua kalah. Gua bakal jatuhin tim loe di babak selanjutnya. Gua juga bakal ciriin sekolah mana yang ngejek sekolah gua dan BALAS DENDAM."
"Inget itu ya, Eon^^"
Elang kembali pergi menarik tangan Bulan menjauhi Leon yang kini terjatuh lemas dan berkeringat dingin.
"Bener... Dia setan... Anjir... Baru tau setan wujudnya kayak gitu..."
Sekarang giliran tim basket putri yang maju. Namun... Sayangnya mereka kalah dan tidak menjuarai apapun, karena mereka melupakan trik yang sudah Elang ajarkan pada mereka.
"Huuuhuhu... Paboss... Huhuhu... Maafin aku... Aku mau nerima hukuman apapun karna gak nurut sama paboss... Huhuhu..." Ucap Anne memohon mohon sambil menangis didepan Elang.
"Dih? Ngapain kayak gitu? Kalo keliatan Chiko, gua ibaratin majikan yang gak ngasih makan ke babu nya bertahun tahun, Berdiri²," Jawab Elang sambil tersenyum miris.
"Ya, gak gitu juga paboss... Huhuhu... Disebut babu..."
"Udah ih, gak papa. Lu mau gua peluk hah? Biar tenang?"
"Nggak! Nggak mau! Aku aja belum pernah dipeluk kak Chiko, gak boleh!"
"Makannya diem."
"Lang! Disana si Bulan lagi tanding volly! " Seru reyan sambil berlari.
"Duh... Videoin dong, gua bentar lagi maen," Jawab Elang menyesal.
"Yaudah, semangat Lang!"
"Yoi! Eh! Beliin cokelat terus kasiin ke si bebeb, nanti gua gantiin uang loe!" Teriak Elang balik.
"Yaaa!"
Akhirnya tibalah pertandingan sengit itu...
Elang masih tersenyum sinis pada Leon yang ada di hadapannya.
"Gua masih nyimpen dendam yang tadi lho Eon, abis ini gua bakal siram loe pake air sampah ya?" Ancam Elang yang membuat anggota Leon panik panik apalagi melihat senyum manis Elang yang melambangkan marah sekali.
Bersambung...
Maaf kalo ada kata kata yang kurang ya, dikarenakan keyboard nya tidak jelas:v