
Malam harinya...
Bulan dan Chiko pergi ke rumah sakit naik motor, Bulan nampak canggung pada Chiko yang sedari tadi diam dan cuek padanya. Ia mengeratkan pelukannya pada Chiko, berharap Chiko mengerti perasaannya.
"Chio... Loe marah sama gue ya? Gue minta maaf..." Ucap Bulan dengan suara mengecil.
"Gak papa, gak usah minta maap. Gua cuma kaget karna Elang kecelakaan, loe gak perlu ngerasa bersalah lagi lan," Jawab Chiko sambil tersenyum tipis walaupun tidak terlihat Bulan.
Akhirnya, tiba lah mereka di rumah sakit. Bulan terkejut karena banyak sekali penjaga di sekitar ruangan Elang, apalagi mereka berbadan besar dan gagah.
"Assalamualaikum..." Ucap Bulan agar anggota keluarga Elang mengetahui bahwa Bulan ada disana.
"Waalaikumussalam... Bulan," Jawab Zhao yang matanya sudah bengkak itu tersenyum senang melihat Bulan.
"Kak Zhao..." Mereka berpelukkan kembali, Zhao berterimakasih karena sudah menolong Elang tadi. Ia tak melihat ada mamah dan bapaknya Elang disana, pasti mereka sangat lelah sehingga harus istirahat.
"Gimana Elang sekarang kak? udah ada kabar belum?" Tanya Bulan dan zhao segera menggelengkan kepalanya.
"Berdo'a Aja, semoga Elang baik baik aja dan cepet pulih," Jawab Zhao tersenyum tipis.
Chiko sibuk mendengarkan cerita dari Do.wan dan Kyle tentang kejadian Elang yang sesungguhnya.
"Daritadi kita belum diizinin besuk Elang, kita baru boleh besuk Elang besok siang," Ucap Zhao lagi.
"Kak Zhao pulang aja kak, pasti cape jagain Elang seharian. Disini juga penjagaannya udah ketat banget kan? Yah kak? Istirahat aja, Biar Bulan dan Chio yang ganti jagaan," jawab Bulan lembut.
"Iya kak, kakak pulang aja ya, jangan maksain gadang disini," Sahut Chio, suaranya memang lembut dan enak di dengar.
"Gak papa nih, kita ganti jagaan?" Tanya Do.wan juga.
"Gak papa, kita baru dateng dan kalian bisa pulang istirahat," Jawab Bulan lagi. Akhirnya zhao dan do.wan beranjak dari duduknya, sementara Kyle tidak beranjak dari tempatnya, ia memilih untuk duduk bersama Chiko dan Bulan.
Mereka pun pamit pulang. Bulan hanya bisa melihat Elang di pintu kaca. Ia nampak tidur dengan tenang, beruntung ia bisa diselamatkan, daripada tidak sama sekali.
"Kyle, loe gak akan ke pulang?" tanya Bulan padanya.
"No, Saya bakal disini, ikut jaga." Jawab Kyle yang tak pernah melunturkan senyumannya.
"Kenapa?" tanya Chiko penasaran.
"Bakal ada penghianat yang dateng... Syuuuttt... Dia bakal bunuh Elang malam ini," Jawab Kyle berbisik pada Chiko yang membuatnya merinding.
"Boong gak nih...? Jangan gitu ah," Ujar Chiko ikut berbisik.
"Musuh Kak Loengwei itu banyak, makannya kenapa banyak penjagaan kayak gini kan?"
"Siapa? Bentuknya kayak gimana?" Tanya Chiko makin penasaran.
"Gak kayak kamu, gak kayak saya. Liat aja nanti kalo penasaran^^" Jawab Kyle lagi.
Chiko hanya mengangguk paham dan mengikuti alur yang dibuat Kyle. Kyle terus melihat arloji nya yang sudah menunjukkan pukul 23.59, Ia melihat Bulan dan Chiko yang sudah terantuk. Kyle hanya tersenyum dan menyelimuti Bulan dengan jaketnya.
Ting...
"Tiga... dua... satu..."
Bugh!!!
Kyle menendang beberapa barang yang tertata rapi di alat dorongan itu dan menatap dokter itu dengan senyuman mematikannya.
"Tet,tot! Ketauan^^" Kata Kyle dengan tawaan kecilnya.
beberapa bodyguard yang berjaga terkejut melihat satu orang suster itu mengeluarkan gunting kecil tajam dan siap menancapkannya pada Kyle. Ia dengan sigap mendorong suster itu jauh jauh dari Kyle dan ikut melawan. Ternyata bukan mereka saja, beberapa lainnya yang sudah bersembunyi ikut keluar mengepung mereka.
Karena kegaduhan itu, membuat Chiko dan Bulan terkejut. Chiko melindungi Bulan dan menyuruhnya menjauh dari pemberontakan itu.
"Tuan! Dua orang udah nyusup ke kamar Tuan Erlangga!" teriak bodyguard yang sudah terpojok.
Kyle terkejut dan beralih masuk ke kamar Elang, jika saja ia terlambat, maka selang oksigen Elang sudah terpotong dan Elang semakin dalam bahaya. Bulan terkejut mengapa tiba tiba terjadi hal seperti ini.
"Huaaaaa!!! Ini kan bukan genre Mafia! Ini kisah gue sama elang!!! " Teriak Bulan pada si author:v
Setelah semuanya terlumpuhkan, Kyle cepat cepat menelpon polisi dan memberitahukan bahwa ada pemberontakan di rumah sakit.
"Kalo aja saya udah gak punya hati, saya udah cubit cubit jantung kamu karna udah gemes^^ Untung saya masih baik dan pengertian, cuma kehilangan dua kaki gak papa kali kan? Gak akan rugi kan? Tadinya saya mau potong lidah kamu juga nih, eh? Salah deh, tadinya saya mau nembakin peluru ini tepat di mulut kamu, tapi sayang banget ya? Peluru nya udah abis," Ucap Kyle panjang lebar, ia benar benar geram sekali pada pembunuh bayaran yang tahu bahwa kondisi Elang sedang kritis. Elang adalah inti dari perusahaan Aileen, makannya ia yang paling diincar dari semuanya.
"Jangan lupain bahwa DIMANA PUN KAMU BERADA, DISANA ADA KAMERA KECIL YANG NGAWASIN SEMUA KELAKUAN KAMU, Oke kan?^^" Ancam Kyle lagi.
"D,dasar psikopat!!!"
"Hooo... baru nyadar kamu? Saya kira kamu udah nyadar dari awal kalo saya ini pembunuh juga," Jawab Kyle santai, pernyataan nya ini tidaklah nyata.
Polisi pun datang dan menangkap semua pelaku pembunuhan itu. Tangannya terluka saat melindungi elang dari serangan tusukan mereka. Kyle segera meminta kepada William untuk segera memindahkan Elang ke tempat yang lebih aman. Mengapa ia tahu kalau itu bukan dokter sungguhan? Karena ia sudah mengalaminya selama bertahun tahun tentang percobaan pembunuhan itu. Kyle juga langsung di obati oleh ratna. Sebegitu besarnya rasa sayang Kyle pada Sabil. Ia tidak mau kakaknya dalam bahaya, apalagi mengetahui kakaknya sangat menyayangi anaknya.
"Kenapa nekat gitu???" Tanya Ratna kesal pada Kyle.
"Haha... Gak papa kok, cuma pengen ngelindungin keponakan saya dari hal hal sampah kayak tadi^^" Jawab Kyle kembali mengembangkan senyumnya walaupun tadi sempat murung.
"Ya tapi kan gak baik juga... kamu sendiri juga udah terluka kayak gini, kamu tinggal pencet tombol darurat yang ada disana kan?"
"Bakal telat kak, gak akan keburu. Elang bisa mati kapan aja kalo tanpa pengawasan kayak gini," Jawaban Kyle itu tentu dipahami Ratna.
Kyle pun bisa kembali, ia diizinkan masuk ke ruangan Elang dan menjaganya dari dalam. dan bodyguard tadi yang terluka buru buru diganti karena hal sama takut terulang lagi.
Bersambung...
🐯Singa asli keluarga Aileen sekaligus adik terakhir sabil yang tersisa.
🐯Ia adalah psikopat berwujud malaikat yang selalu menyembunyikan amarahnya di balik senyumnya.
🐯Sebenarnya ia ingin sekali bertindak lebih jauh, namun selalu dilarang longwei.