
Seperti biasanya, Elang makan bersama Adit, dan Do.wan saja, karena semua orang tuanya dan kakaknya sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Ditambah Kyle yang harus membantu mamahnya di kantornya, mereka hanya makan bertiga saja.
"Jangan lupa minum obat lu," Ucap Do.wan mengingatkan Elang pasal kesehatannya.
"O ya jelas dong, kesehatan nomor satu. Gua gak mau masuk rumah sakit lagi," Jawab Elang melahap makanannya.
"Sekarang abang mau kemana?" tanya Adit pada keduanya.
"Jalan jalan sama Bulan," jawab Elang.
"Abang mau ke klub basket, suruh gantiin Elang." Jawab Do.wan yang menatap Elang sinis.
"Ehek, lu kan jago basket, jago segala galanya, visual nya ada, gua kudu berenti nih, gara gara jantung nya gak akan kuat lagi kalo aktifitas berat kek gitu," jawab Elang juga dan do.wan hanya mengiyakannya saja.
"Jalan jalan juga jangan cape cape a, nanti karugrag lagi," sahut Adit sambil mengambil air dan obat milik Elang.
"Lu jadi perhatian banged, sampe bawain obat lagi,"
"Adit gak mau Aa meninggoy, makannya rajin minum obat oncom!" Ketus Adit sambil memukul lengan Elang pelan.
"Gak akan! Gua mah gak akan meninggoy segampang itu, tenang aja dit... tenang..." Jawab Elang santai.
"Iya lah, hati hati di jalan, jangan lupa bawain oleh oleh pulang nanti," Kata Adit mengingatkan.
"Oke siipp... Lu mau apa wan?" tanya Elang juga pada Do.wan.
"Gue... Mau pisang coklat yang lumer, yang ada di pinggir jalan sana, beliin yang banyak," Jawab Do.wan memerah karena memang ia ingin sekali memakan itu, tapi sayangnya ia selalu kehabisan karena memang laris manis.
"Oke, bakal gua usahain, oke? Kalo gitu, gua siap siap dulu,"
Do.wan dan Adit pun mengangguk, Elang pergi ke kamarnya dan memilih pakaian yang nyaman di pakai untuk cuaca yang panas begini, padahal ia alergi sinar matahari, tapi bisa bisanya tetap mau jalan jalan bersama Bulan.
"Halo lan, gua nungguin di taman sana ya? Oke,"
Elang pun menuruni anak tangga satu per satu setelah ia siap dengan pakaiannya. Ia sangat ceria lebih lebih ceria dari biasanya, makannya adit dan do.wan heran melihatnya.
"Gimana? Ganteng gak?" Tanya Elang pada keduanya.
"Ganteng, ada aura koko koko nya," jawab Adit sambil mengacungkan jempolnya.
"Hahaha, oke deh. Mantav, bye..." Elang yang melambaikan tangannya pada keduanya.
"Abang mu aktif banget sekarang, gak kayak biasanya," Ucap do.wan setelah elang pergi.
"Abis ketemu Teh Bulan jadi ceria banged walaupun udah ceria sih, Dia berenti jadi biawak Bandoeng dan memutuskan untuk setia sama Teh Bulan," Jelas adit yang
membuat do.wan tertawa karenanya.
"Gak ada yang gak mungkin sih..." Kata Do.wan sambil tertunduk.
"Padahal gua tertarik ama Bulan..." Gumam Do.wan pelan, ia menjadi do.wan sadboy:v
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Elang sedang asyik telponan dengan Bulan padahal Bulan sendiri sudah hampir sampai, ia bahkan melihat Elang yang sedang senyum senyum menelponnya. Apakah Elang tidak sadar kalau bulan tengah memperhatikannya?
"Elang!" Teriak Bulan.
"Eh? Bulan..." Elang pun tersenyum dan mematikan telponnya.
"Ciiisss... Senyum dulu." Bulan yang menyodorkan kamera padanya.
"Ududuh... Ganteng nya..."
"Gimana fotonya? Bagus gak?" Tanya Elang penasaran. "Bagus kok, bagus. Gak salah, loe mah emang jago gaya, segimana pun gaya loe, pasti hasil jekrek nya bagus." Jawab Bulan yang membuat elang tertawa.
"Gua gak terlalu senyum lho di foto,"
"Bisa nanti lagi, yuk, cuss ngeng, ke tujuan pertama," Ajak Bulan sambil menggandeng tangan Elang.
Keduanya pergi ke toko terlebih dahulu, elang sudah berjanji akan membelikan apapun yang diinginkan Bulan. Bulan membeli sesuatu sesuai yang ia ingin kan.
Tidak terasa waktu sudah malam lagi, Mereka mengambil banyak foto bersama sebagai kenangan. Kapan lagi kan, Bulan mau berfoto bersama Elang.
"Gak tau kenapa kalo sekarang kayak lebih rame gak sih? Soalnya gak canggung canggung, Makasih ya, makasih banget," Ucap Bulan setelah melihat foto itu.
"Apa sih lan? Kita kan masih bakal ketemu lagi, mau kemana emang nya hm? Mau ninggalin gua? Jangan dong..." Rengek Elang manja.
"Udah udah, gue gak kuat kalo loe gini lagi. Pulang yuk? Udah jam 10 nih, loe gak boleh gadang, gak baik buat kesehatan loe," Ucap Bulan menasehati.
"Hayu hayu, Gua anterin ya?" Tawar Elang dan Bulan mengiyakan setuju.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing masing. Elang masih memandangi fotonya bersama Bulan tadi. Ia tertidur sambil tersenyum dan memegang ponselnya itu. Si Adit yang memang sering tidur di kamar Elang karena takut, penasaran apa yang ia pegang.
"Walah walah... Foto bareng toh... Semoga bahagia ya A," Gumam Adit yang menarik selimut dan menyelimutkannya pada Elang.
Tidak terasa hubungan mereka sudah berjalan sampai 5 Bulan. Dan tepat di hari minggu nanti, Mereka akan merayakan hari anniversary nya yang ke 6 bulan. Namun, Elang kembali merasakan bahwa tidak ada hal spesial selama lima bulan itu.
"Lan... Loe tau gak?" Tanya Elang ketika berada di kantin, makan berdua bersama Bulan.
"Hm?"
"Hari minggu udah hari jadi kita lho yang ke 6 bulan, udah mau setaun kita pacaran," Lanjut Elang memberi kode kode padanya.
"Ya, terus?" Tanya Bulan lagi, ia sudah menduga Bulan akan berkata begitu. "Ya... Gimana ya? Rasa rasa gua mah, gak ada hal so sweet lagi, gak kayak dulu gitu..." Jawab elang takut.
"Terus gue kudu gimana? harus gini? 'Selamat hari jadi kita yang ke 6 bulan sayang... Gue harap loe gak perang lagi sama gue ya...? Gue cape...' Gitu? Gue harus gitu?" Tanya Bulan yang membuat Elang semakin kesal karena bulan tidak peka.
"Nggak gitu lan... Haaaaaa!!!"
Bagaimana Elang tidak begitu? Jika di sebut sebut, bisa jadi Elang dan Bulan adalah pasangan yang paling Garing dan Anti romantic. Kenapa? Karena tiba tiba saja Bulan menjadi orang yang cuek dan sibuk.
🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊
Hari jadi ke 1 Bulan: Happy Anniv Bulan cantek... Kita udah jalin hubungan selama sebulan nih, loe mau kemana sekarang? kita jalan jalan ya?
Jawaban Bulan hanya: Ya, jangan jalan jalan lah, gue males.
Itu membuat hati Elang agak sakit, tapi tidak apa apa, ia masih sabar.
Hari jadi ke 2 Bulan: Bulan... Kita udah anniv aja, semoga ke depannya kita makin langgeng ya?
Jawaban Bulan: Aamiin... ada lagi doanya? udah?
Elang masih sabar... Masih mau menjalin hubungan dengannya.
Hari jadi ke 3 Bulan: Udah anniv lagi, udah Tiga bulan lho, mohon di terima ya cokelat silverqueen yang udah gua bentuk lope dengan susah payah ini.
Jawaban Bulan: Loe hamburin uang cuma buat ini? Haaah! Cokelatnya kasih ke orang yang mau, Gue gak terlalu suka cokelat.
Hatinya semakin sakit, tapi Elanh adalah orang yang tingkat kesabarannya paling tinggi di keluarganya.
Hari jadi ke 4 Bulan: Selamat Anniv Bulan... Gua udah gak bawa cokelat lagi tapi gua mau jalan jalan ya sama loe?
Jawaban Bulan: Ya, ayo.
Hari jadi ke 5 Bulan: Happy anniversary Bulan... Gua gak akan bawa apa apa tapi mau denger permintaan loe.
Jawaban Bulan: Mau nonton konser treasure di jajaran paling depan alias tamu VVIP sambil ngebakso.
🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊
Bulan terkejut mendengar keluhan Elang padanya. Ia melihat wajah Elang yang kembali cemberut karenanya. Ia lalu tertawa, apakah ia se--Tidak peka itu?
"Jadi ceritanya ngeluh nih...??? Yaudah, di hari jadi ke 6 ini, gue bakal turutin semua perkataan loe. Gue bakal jadi cewek terbaik khusus buat loe," Ucap Bulan sambil mengelus kepala elang karena ia tertunduk sedih.
Tentu saja Elang yang di elus itu senang dan menikmati hal itu. Ia lalu berkata pada Bulan bahwa di hari minggu nanti, ia harus memakai baju berwarna merah muda dan rambut yang di urai seperti sekarang.
"Pink?! Nggak mau...
"Yah... Katanya mau nurutin perkataan gua..." Elang kembali merajuk.
"Iya deh iya... Demi elo, gue rela pake baju pink deh," Jawab Bulan yang akhirnya membuat Elang kembali senang.
Bersambung...