
Bulan tersenyum melihat Elang yang berlari sambil bahagia itu. Ia pun kembali ke kamarnya juga. Begitu pula Elang yang lebih sangat bahagia.
Ia menghempaskan badannya di atas kasur king size nya itu. Ia tertidur sambil terus tersenyum. Mimpi indah Elang.
Tidak terasa, akhirnya puncak acara pun tiba...
Sebelum menghadapi Smart king itu. Elang dengan pakaian rapinya ada di nomor urut ke 10 dalam 15 peserta. Hanya ada 5 ronde sampai akhirnya maju ke semi final. Elang bosan sedang menunggu gilirannya. Walaupun begitu, ia selalu mendapat nilai jika pertanyaan itu dilempar.
Sampai gilirannya tiba...
Sekolah Elang merasa berdebar mendengar semua pertanyaan dari juri yang mereka tidak tahu apa jawabannya. Namun dengan santainya Elang menjawab semua pertanyaannya. Sampai tidak ada celah untuk orang lain merebut soalan darinya.
"Baik, semua jawaban tidak ada yang tidak terjawab. Waah... Kayaknya Elang ini bakal jadi musuh yang sulit ya jika dilihat dari nilainya, yang lain jangan nyerah cuma karena Elang dapet nilai lebih besar, "
"Yah... Fighting... " kata mereka menjadi semakin terpojok saat Elang bersinar.
"Hasil kerja keras gua tadi malem dapetin bulan. Gua juga harus kerja keras dapetin ni nilai demi sekolah gua, " Gumam Elang semangat.
Setelah semua murid selesai dengan pertanyaan dari juri. Akhirnya dimulai lah soal rebutan...
Tidak ada yang bisa lebih gesit dari Elang saat menekan bel itu. Membuat mereka kewalahan menyusul Elang.
Tersisa sekitar 6 orang yang maju ke babak selanjutnya. Mereka bertukar posisi duduk sesuai nomor urut masing masing. Elang mendapatkan nomor urut pertama.
Mereka istirahat sejenak sebelum memulai perlombaan lagi. Elang dipeluk sang kakak saat menghampirinya untuk memberikan semangat.
"Kamu hebat banget anjirr, darimana belajar itu? " Tanya Zhao berbinar.
"Di sekolah lah, nggak mungkin di Arab kan??? " Jawab Elang yang menimbulkan gelak tawa di antara mereka bertiga.
"Semangat El! Kamu harus bisa ngalahin semuanya, " Sahut Langit juga.
"Haha, bakal Elang inget kok, "
"Tuh cepetan, bentar lagi dimulai, " Kata Zhao menyuruh Elang untuk pergi kesana.
Elang pun kembali ke atas untuk melanjutkan lomba itu. Ia tampak tenang tenang saja, sedangkan anak lainnya merasa was was dengan kehadiran Elang.
"Soal rebutan! Jika soal salah di jawab, kalian boleh langsung menekan bel nya. Jangan terburu buru dan biarkan otak kalian berpikir jernih, "
"Gimana mau jernih kalo lawan maennya si Elang? " Tanya Linda pada Bulan.
"Pantesan papah banggain dia... Gue malu deh jadi anak papah, mau kabur aja. "
"Eh! Kenapa gitu? Jangan lah... Nanti si Elang nanges, " Sahut vino juga.
Kembali ke lomba itu...
Semua menegang ketika pertanyaan matematika yang rumit.
"Volume benda putar yang terbentuk karena daerah di batasi y\=9 - x² dan y \= x + 7 di putar 360° mengelilingi sumbu x adalah...
Semua peserta nampak berpikir dengan jernih dan berusaha santai. Mereka menggunakan pulpen dan kertas sebagai alat bantu, namun Kertas Elang masih kosong dan bersih, ia hanya perlu membayangkannya saja dan menemukan jawabannya.
" baik, siapa yang mau jawab? "
TET!
"Oke, Erlangga lagi, aa jawaban nya? "
"Jawabannya... 53 2/5 π. "
"Betul!!!! " Sekolah Elang kembali memberinya tepuk tangan meriah.
"Soalan selanjutnya, "
TET!
"Betul!"
"Soalan selanjutnya, "
Lagi lagi Elang mendapatkan kemenangan sampai akhirnya hanya menyisakan antara dirinya dan Ryan.
Namun sebelum mulai, Ryan mengangkat kedua tangannya dan menyerah saja pada Elang. Membuat kekecewaan yang begitu besar bagi sekolahnya. Jadi dia hanya menempati posisi tiga se provinsi.
Kini...
Pertandingan semakin mendebarkan tatkala Elang berhadapan dengan Leon yang katanya raja LCC. Ia tak tegang sama sekali karena sudah dibuktikan bahwa sedari tadi dirinya menjawab soalan dengan mudygahnya tanpa memberi ampun.
"Halo yeon^^ Gua balik lagi nich. Gua seneng bisa ada disini ngelawan loe. Semangat^^"
"Cih! Loe ada disini karena beruntung, gak lebih. "
"Hh, walaupun gua keliatan kayak orang bodo, jangan diremehin. Jangan liat dari luarnya dong, liat dalemnya, " Ucap Elang yang penyakit sombongnya aktif.
Leon terdiam sesaat. Akhirnya dimulai lah pertandingan sengit itu. Elang diberikan pertanyaan yang sedikit lebih banyak dari sebelumnya, membuat nya sedikit pusing dan mual. Elang meminta berhenti sejenak dan minum sebentar sebelum akhirnya melanjutkan permainan. Sepertinya ada kecurangan, daritadi pertanyaan nya hampir melebihi 50 soal.
'Ugh, gua mual... Panas, ' Batin Elang sambil mengelus dadanya, keringat terus bercucuran membasahi wajahnya.
"Elang kayaknya kurang sehat deh, wajahnya udah pucet, " Ujar Linda pada Bulan.
"Lu kan tau dia gak kuat tahan panas panasan. Dia alergi sinar matahari, makannya gitu. Ditambah... Pertanyaannya ada yang aneh, daritadi Elang dikasih pertanyaan gitu mulu. Banyak lagi, gua curiga ada yang licik disini, " Jawab Bulan sambil memimncingkan matanya.
Zhao juga mulai khawatir melihat kondisi Elang sekarang. Bagaimana bisa pertanyaan nya sebanyak itu?
Di belakang layar...
"Kamu gak liat kalo Elang mampu ngejawab semua soal nya? Bukannya yang kayak gitu jadi bikin penonton asik ya? "
"Tapi gak bisa gini pak, Erlangga udah cape, raut wajahnya udah gak memungkinkan ngelanjutin ini lagi. Kasih keringanan dong pak, "
"Kamu saya gaji bukan buat ngebual kayak gini! Lanjutin aja sampai dia sekarat sekalian! Biar posisi Leon gak tergantikan! "
"Cih! "
Juri itu pun pergi sambil mendengus kesal. Ternyata benar, ada kecurangan di kuis itu. Elang sudah tidak sanggup lagi karena kelelahan menjawab. Ingin rasanya menyerah, tapi itu bukan sifat Elang. Mana mungkin Elang menyerah? Kan?
Sekarang giliran Leon yang menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan juri tadi. Nilainya seri, keduanya benar benar cerdas. Elang menggelengkan kepalanya sekali kali meminum air mineral itu. Sampai akhirnya di babak final antara soal rebutan itu, Elang yang hampir menyerah akhirnya menemukan fakta bahwa itu adalah suatu kecurangan.
"Hooo... Maen curang ya...? Berani beraninya sama Elang. Makasih pak udah ngasih tau Elang. Elang janji bakal jadi menantu yang baik buat bapak, " Ucap Elang pada pak ahmad yang mendengarkan semua percakapan antara guru itu dan juri itu.
"Menantu menantu, Lap dulu keringet kamu, minum yang banyak. Bocoran dari soal ini ada tentang saham dan perusahaan serta warisan. Kamu harus teliti, ngeliat keadaan kamu kayak gini, kamu bisa jadi ngaco jawabnya, "
"Hahaha, Elang masih sadar kok. Elang belum mau nyerah pak, makasih dukungannya. " Jawab Elang sambil tersenyum.
"Kamu harapan kami, kamu gak boleh nyerah ya? Bapak bertanggung jawab penuh atas kamu, " Ucap Pak ahmad sambil memeluk Elang.
"Eh?! Hmm... Iya Pak, "
Perlombaan dimulai lagi pada sore hari...
Kini Elang dalam keadaan baik walaupun masih terasa pusing dan sedikit mual. Ia benar benar di hadapan Leon yang sombong itu. Padahal tempo hari dia terus meminta maaf pada Elang.
"Baik, pertanyaan pertama,"
Tet!
Elang menekan bel duluan setelah juri selesai membacakan soal.
"Pertanyaan kedua, apa itu asam klorida? "
Tet!
"Baik, erlangga. "
"Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida, atau HCI. Ia adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. " Jawab Elang sambil tersenyum smirk pada Leon.
Sesuai perkataan ayahnya, ia tidak boleh memberi celah pada lawan. Sehingga ia selalu menekan bel lebih dulu daripada Leon. Soalan demi soalan terus dijawab oleh nya, nilainya lebih tinggi sedikit daripada Leon.
"Apa saja jenis penyakit paling mematikan? "
Tet!
"Penyakit jantung iskemik, atau penyakit arteri koroner. Stroke, infeksi saluran pernapasan, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit...
" sudah, jawaban sudah terkunci. Dan... Jawabannya... Benar!!!! "
"Jiah! Gua jagonya kalo masalah penyakit! " Seru Elang sambil mengangkat tangannya.
"Cih! Jangan songong anjir, gua gak suka liat loe kayak gitu. "
"Ogeh... ~"
"Apa saja jenis penyakit langka dan mematikan di dunia! "
Ting...
Hening sesaat...
Elang dan Leon sama sama menatap satu sama lain. Bukan masalah tahu atau tidaknya, mereka akan sedikit kesulitan menjawabnya.
Saat Elang mengisyaratkan bahwa ia akan menekan bel nya, dengan segera Leon menekan bel nya lebih dulu.
Elang hanya tersenyum licik saja.
"Progeria, syndrom riley day, syndrom tangan alien, xeroderma pigmentosum, distrofi otot duchenne. "
"Betul! Pertanyaan selanjutnya! Apa saja penyakit yang tidak bisa di sembuhkan?! Kalian hanya perlu menjawab satu saja!
Tet!
" asma! Kayak si Chio. " Tunjuk Elang setelah ia menjawab pertanyaan sang juri.
Juri tertawa melihat Elang yang menunjuk Chiko dan bisa bisanya Chiko muncul di layar lebar disana. Ia hanya tertawa menunggu pembalasan saja.
Beberapa pertanyaan terarkhir adalah tentang Saham. Elang sangat menyukai ini, ia selalu belajar di kantor ayahnya sejak kecil. Makannya, apa yang ia tidak tahu kan?
"Hahahaha, bapak. Elang yakin bapak lagi nonton live ini di rumah sambil makan kerupuk udang. Bapak, liat ini sampe abis. Elang bakal nunjukkin hasil belajar Elang tentang saham yang dari kecil. Jangan lupa kasih Elang uang ya pak... Hahahaha, "
Bapak dan mamah yang sedang menonton di rumah ikut tertawa melihat Elang yang terus tertawa di sana. Ia senang anaknya sehat sampai puncak acara. Benar saja, Leon sama sekali tidak paham tentang saham. Padahal itu adalah pertanyaan yang di ajukan gurunya untuk mempersulit Elang. Akhirnya Lomba pun berakhir...
Hadiah dan pemenang akan di umukan di akhir acara di malam hari. Elang mendapat pelukkan hangat dari seluruh teman temannya, bangga terhadapnya. Ia mengalahkan raja songong itu.
"Loe keren," Puji bulan yang memukul Elang pelan.
"Makasih, kan gua kudu jadi menantu yang baik buat pak ahmad, makannya gua berusaha yang terbaik buat beliau, " Jawab Elang cengengesan.
"Dih! Masih mimpi loe?! Udah mau maghrib woi! Banguuuuunnnn!!! " Kata Bulan sambil mencubit hidung mancung Elang.
"Hahahaha, abis ini kita kencan ya??? Janji ya?" Tawar Elang serius.
"Kencan?! "
"Gak boleh nolak, kalo nggak gua sedih. " Jawab Elang yang membuat Bulan tertawa.