
Elang pulang ke rumah sambil senyam senyum tidak jelas. Keluarganya pasti tidak akan sadar kalau elang baru saja sembuh dari amnesia nya.
"Mah... Pak..." Panggil Elang sambil menghampiri kedua orang tuanya lalu memeluknya.
"Eeeh... kenapa nih? Tiba tiba meluk gini?" Tanya Mamah bingung.
"Kangen Elang gak?" Tanya nya tiba tiba.
"Kenapa kudu kangen? Kita kan ketemu tiap hari sayang... Kamu juga di rumah mamah, gak kemana mana. Bentar! Kepala kamu kenapa benjol gini?" Tanya mamah yang melihat benjol di dahi kanannya.
"Oh... Tadi Elang kena bola basket pas nyelamatin si canti Bulan." Jawab Elang santai.
"Astaghfirullah! Kita ke rumah sakit sekarang! mamah gak mau kamu kenapa napa!" Ucap mamah menarik tangan Elang.
"Jangan, hayoh we... Elang ke rumah sakit wae. Nggak papa mah, tinggal di kompres aja pake es batu. Elang gak sampe mual apalagi muntah kok mah," Jawab Elang menolak ajakan mamahnya.
"son, you have a nosebleed," Sahut bapak menunjuk mengelap darahnya dari hidungnya.
"Eeehhh... bapak jangan di pegang ih, jijik. " Seru Elang sambil mengelap tangan bapaknya dengan bajunya.
Bapak lalu mengambil tisu dan membiarkan Elang megelap mimisannya sampai berhenti. Akhir akhir ini Elang juga sering mimisan karena kelelahan dan kedinginan.
"Gimana perasaan kamu abis operasi nak?" tanya mamah, ia baru menanyakannya setelah sebulan yang lalu elang menjalankan operasi.
"Oh iya... Elang udah operasi ya? tadi di kasih tau Kevin, alhamdulillah kok mam, gak kenapa napa." Jawab Elang santai.
Seperti elang yang biasanya, ia selalu menceritakan kejadian apa yang ia alami di sekolahnya. Mamah dan bapak menyadari kalau anak nya sudah kembali dan sembuh dari amnesia nya.
Ketika sedang makan malam, Adit menceritakan kelakuan Elang yang menurutnya terlihat norak.
"Oh iya?! Gua kayak gitu?! Wahahahaha, syulit di percayah," Jawab Elang tertawa.
"Adit gak percaya sih... abang kayak gitu. Kirain cuma bercanda, taunya emang beneran." Ucap Adit ikut tertawa.
"Nggak, kok bisa ya gua kayak gitu ih? aneh ih,"
"Gak usah aneh, Emang kayak gitu kalo lupa ingetan mah, ada aja kelakuan kamu tuh. Lupa jalan, lupa sekolah, sampe lupain pacar kamu," Jawab Mamah juga.
"Iya mam... Untungnya Bulan sabar menhadapi Elang yang tidak tahu malu ini... Huhuhu, kirain bakal di tinggalin,"
"Gak usah takut di tinggal kalo bulannya masih setia sama kamu mah. Eh, nanti ajak dia maen kesini ya? Mamah udah lama gak liat neng Bulan... Hihihihi,"
"Alah, mamah bisa aja. Hahahahaha,"
Setelah makan malam bersama keluarganya, Elang pun melaksanakan hajatnya, untuk mandi. Padahal mamah sudah melarangnya tapi tetap saja Elang melakukannya.
"Seneng banget ih, gua bisa nyanyi buat bulan cantek, gua kudu meresapi lagunya biar keren." Gumam Elang setelah mandi. Ia pun menyalakan musiknya dan memutar lagu 'bukti'.
Saat sedang enak enaknya latihan menyanyi, ada panggilan video masuk. Siapa lagi kalau bukan bulan?
"Halo lan...^^" Sapa Elang ramah.
"Lagi ngapain loe? Gue ganggu gak?" Tanya Bulan padanya.
"Nggak ganggu kok, gua lagi santui aja sekarang," Jawab Elang kembali tersenyum.
"Loe mandi malem lagi ya? Udah dibilang mandi malem gak baik buat kesehatan loe, Loe GEHU buanget jadi pacar!" Tegur Bulan padanya, elang hanya cengengesan mendengar Bulan yang memarahinya.
"Iya iya, gimana ya? Udah keenakan mandi malem nih. Soalnya biar seger sebelum bobo guanteng." Jawab Elang lagi, ia senang melihat wajah marah Bulan yang menggemaskan.
Bulan diam diam meng screenshoot Elang yang sedang sok ganteng di depannya. Ia tertawa sendiri melihat Elang. Yang sedang menjelaskan bahwa ia baru saja keramas dan rambutnya masih lembut.
"Kenapa ketawa nih? hah... Loe nge-SS gua ya...? Ngaku loe..." Ucap Elang menangkap basah bulan. Bulan malah semakin tertawa karena benar. Elang juga makin gemas melihatnya.
"Iiihh! Gemez deh! Sini, gua cubit onlen pipi loe yang gemoy kayak mochi!" Jawab Elang yang mendekatkan tangannya ke layar ponselnya.
"No, no, no. Gak boleh cubit cubit. Eh iya, ngomong ngomong mochi, mana si Ke-Mochi kesukaan loe?" tanya Bulan padanya.
"Eeehhh! Gak usah, loe kan alergi," Tolak bulan padanya.
"Bukan apa apa Cintah... Tenang aja. Gua fotoin dari kok, Udah lama juga gua nggak jenguk mereka." Ucap Elang yang keras kepala.
"Ini namanya Mota-Moti, soalnya mereka kembar, liat kan? Bobo aja harus pelukan. Mereka masih bayi, jadi loe belum liat mereka. Nanti kalo maen ke rumah gua, loe harus nyapa mereka oke?" Ucap Elang yang menunjukan Mota-Moti.
Ia pun beralih mencari Kucing yang hanya berkeliaran di kamarnya, karena kalian harus tau kamar Elang seluas apa kan?
"Assalamualaikum Ukhti Cantek... Kenalin, Akyu Nana,"
"Bete banget kayak nya si nana," Jawab Bulan tertawa.
"Aku Hakka,"
"Namanya aneh aneh, gak kayak kucing kucing pada umumnya." Jawab Bulan gemas melihat kucing kucing Elang. Ia menduga, pasti setelah ini ia akan pergi mencari kucing lagi.
"Iya lah, gua mah, namanya gak pasaran. Nggak, asep, udin, Nunu, nggak. Gua nyari yang estetok."
Elang kembali ke kamar nya dan ternyata ia menemukan kucing yang membuatnya gemas setiap hari, kucing nakal miliknya.
"Eh ada yang nyempil di kasur nih, si Hakku. Hakku, say hi ama orang cantek,"
"Keknya males banget ketemu gue dah, itu si hakku. Udah gede ya si hakku," Ucap Bulan senang.
"Noh, Ini Mochi, si Ke-mochi nya gak ada. Dia bobo, biarin kali yah?"
"Kucing yang ada di kamar loe ada dua hah?! Jauh jauh, gue gak mau loe kena alergi lagi. Loe ripuh banget kalo alergi loe kambuh tau," Ucap Bulan kembali mengingatkannya lagi.
"Iya iya, dah cukup kok. Si Mochi tuh yang paling manja sama gua. Karena dia tau mana orang ganteng, yaitu gua. Hahahaha,"
"Iya lah, Loe yang paling ganteng." Jawab Bulan tersenyum.
"Ehehehehe, mau gua nyanyiin biar loe bobo? Suara gua nenangin lho,"
"Hmm... Yah... Boleh deh. Loe tau aja gue ngantuk," Jawab Bulan mengucek matanya.
"Gua gak bisa biarin loe ikut gadang kek gua. Gua juga gak bisa bikin loe telat ke sekolah gegara vc-an mulu ama gua,"
Elang pun mulai menyanyi untuk Bulan. Walaupun begitu, Elang sendiri ikut mengantuk karenanya. Ia pun tertidur setelah melihat Bulan tertidur.
Ia mematikan panggilan telpon tadi yang berlangsung cukup lama dan tidur di sofa bersama dengan kucing yang mendekatinya, Yaitu Hikka, kucing kecil yang mulai suka menempel padanya.
Zhao datang dan memberinya selimut lalu menggerai rambutnya, ia tahu karena sedari tadi mendengar semua percakapan Elang dengan Bulan secara tidak sengaja.
**Bersambung...
Kek-Mochi kesayangan Elang, kucing pertama yang ia tolong saat hampir saja tertabrak**.
Kembaran Kek-Mochi, Namanya Qochi, Elang membelinya karena menyukainya.