Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 60



Tidak terasa, Hari minggu pun tiba...


Bulan sudah bersiap dengan dress pink nya sesuai permintaan Elang kemarin kemarin. Ia juga pusing karena Elang selalu mengingatkannya agar memakai baju Pink.



Bulan pun mengirimkan fotonya pada Elang bahwa ia memakai baju itu dan akan bertemu dengannya di dekat caffe tempat mereka selalu nongkrong.


Bulan pun keluar dari kamarnya dan menyapa keluarganya, Chiko melongo melihatnya, tak percaya bahwa Elang bisa mengubahnya menjadi feminim seperti ini.


"Mau kemana?" Tanya Chiko yang sedang makan gorengan.


"Ngerayain anniv bareng Elang^^ Kasian soalnya, dia ngeluh terus, katanya aku terlalu cuek," Jawab Bulan pada mamah dan lainnya.


"Hmmm... Yaudah, bahagiain Elang. Katanya abis ini dia mau operasi, gih. Buat dia seneng dari sekarang sampe seterusnya," Jawab Mamah sambil menyeruput teh nya.


"Iya mam, makannya itu, Bulan gak tau kalo kondisi jantungnya kian hari makin parah, Jadi... Bulan pergi dulu ya mam, pah, Chio^^"


"Yaaa, hati hati di jalan, kalo bisa bawa mie ayam pulangnya," Jawab Chiko lagi sambil tertawa, Bulan pun pergi setelah menyalami kedua orang tuanya.


"Kamu nggak ikut jalan sama pacar kamu?" Tanya papah ahmad pada Chiko.


"Nanti pah, Chiko belum punya pacar, baru mau." Jawab Chiko setelah meminum air putih dari mamahnya.


"Udah gak trauma lagi kan...?" Tanya mamah memastikan.


"Hm?! Nggak... in sya allah nggak," Jawab Chiko sambil tersenyum.


"Lukanya mulai terobati berkat si Anne tuh, anak gadis yang papah bilang lho mah, yang ngasih banyak inhaler buat Chiko," Jelas papah pada mamah.


"Hooo... yang lucu itu? Yang suka nempel ke Elang karna malu sama kita...? Hahahaha, Lucu banget anaknya," Jawab mamah tertawa lepas.


"Mam, jangan gitu ah, malu Chio nya..." Sahut Chiko memerah. Kedua orang tuanya tertawa melihat putra sulungnya itu.


Chiko senang karna bisa berkumpul bersama dengan keluarganya. Karena sudah lama sekali ia menantikan perkumpulan keluarga itu, apalagi kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing masing. Untungnya mamah nya bisa mengambil cuti karena ingin bersama Chiko seharian.


Beralih pada Bulan yang tengah menunggu di pinggir jalan sambil di perhatikan banyak orang di sekitarnya. Ia menunggu Elang yang tak kunjung datang, ia juga sudah mengirimkan pesan pada elang tapi tak di balas juga. sebenarnya ada apa dengan Elang?


**What's up


"Lang, loe masih di mana? Gue udah nunggu depan caffe," [08.30]


"Elang? Loe gak lupa kan ada janji sama gue?" [08.30]


"Erlangga, ini hari jadi kita lho... jangan lupa, gue udah pake dress pink sesuai permintaan elo," [08.31]


"Elang," [08.31]


"p" [08.32]


"p" [08.32]


"p" [08.33]


"p" [08.33]


"Elang," [08.33]


"Elang" [08.34]


"Elang" [08.34]


"Elang" [08.35]


What's up selesai**...


Bulan sudah lelah apalagi kakinya pegal karena ia memakai high heels. Sungguh! Bulan ingin berkata kasar karena kesal dan ingin menangis karena takut sesuatu terjadi pada Elang.


"Lang... Sekiranya loe udah gak kuat, loe mending pergi ke rumah sakit aja. Jalani operasinya sekarang, gue gak mau loe sakit sakitan terus... Gak papa kok gak papa. Walaupun gue udah dandan rapi kayak gini, tapi gue lebih merhatiin kondisi kesehatan loe. Gue bener bener gak mau liat loe kesakitan terus, mending kita tunda aja ya? Loe operasi dulu, Anniv nya bisa nanti lagi ya? Loe nurut kan sama gue? Iya kan? Loe mau dengerin kata kata gue kan? Gue sayang kok sama loe, gue cuek kayak gitu tapi gue sayang banget sama loe, jadi... jangan tinggalin gue ya...? Ganti baju loe, siap siap buat ke rumah sakit. Jangan maksain dateng ke sini, gue bakal temenin loe di rumah sakit nanti, ya...? Jangan nakal lho, dengerin saran dokter Will. Oke kan? Lu udah ganti baju kan Lang? Nanti gue nyusul loe ke rumah sakit ya, gak akan lama kok, gue janji bakal temenin loe du rumah sakit," [08.37]


Ia mengetik pesan itu sambil gemetaran, ia hampir saja menangis kesal karena Elang yang mementingkan dirinya daripada operasinya yang malah akan di tunda sampai ia selesai jalan jalan berdua bersamanya.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke nomornya, ia membelalakkan matanya kaget.


DEG**!


Bulan pun melihat ke seberang jalan, sosok yang ia tunggu tunggu itu tengah berdiri sambil tertawa karena wajah Bulan yang sudah memerah.


"Bodo anjir! Kenapa gak jawab chat gue daritadi???!!!" [08.40]


Read.


"Sorry beb, Tadi hp nya di cass dan gue pergi ke pasar dulu nganter mamah, jangan marah ya sayang..." [08.40]


Bulan hanya tersenyum menanggapinya, ketika Elang hendak menyebrang, ia melihat bus dari lawan arah, sedangkan di tengah jalan ada wanita yang seumuran dengannya yang tengah sibuk mengambil buah buahan yang jatuh di jalanan karena kantingnya bolong.


"Eh?! Awasss!!!"


Elang menarik wanita itu yang hampir saja tertabrak. Bulan terkejut tapi akhirnya lega karena keduanya selamat. Namun... Ia terkejut dan sakit hati ketika wanita itu memeluk elang sambil menangis. Elang kebingungan harus bagaimana, ia merasa tak enak hati melihat bulan yang menatapnya sambil menangis.


"Makasih mas, makasih banyak. kalo aja mas nya gak ada, saya bisa aja mati tadi, makasih..."


"I,iya... Kalo gitu, bisa lepasin saya kan? saya harus pergi... Bulan?!"


Bulan menyeka air matanya dan berlari sambil menangis. Elang pun segera melepaskan pelukannya dan beralih berlari mengejar bulan.


"Bulan!!! Ini bukan sinetron ikan tebrang lan! Gue bisa jelasin semuanya ... Bulann... Berenti dong..." Teriak Elang sambil terus berlari mengejar Bulan, tak peduli siapa orang yang ia tabrak tadi.


Namun sayangnya, Bulan adalah pelari maraton yang masih lincah lincahnya, sedangkan Elang sudah lama sekali tidak berlari begitu. Bulan tak peduli dengan alasan Elang itu, ia terus berlari karena sakit hati, apalagi ia melihat jelas, wanita itu sepertinya sengaja menarik perhatian Elang. Bulan pun menyebrangi jalan agar Elang lebih sulit mengejarnya.


"Bulan... Gua minta maaf... Beneran! gua minta maaf karna--"


Deg, deg!


Elang terhenti ketika jantungnya seperti di cabik cabik. Elang membelalakkan matanya sambil memegangi dada kirinya yang tiba tiba sakit.


Sialnya Elang, Ia sedang berada di tengah jalan saat mau menyebrangi dan berlanjut mengejar bulan.


Dugh!!!


Elang terduduk sambil memegangi dadanya yang semakin sakit. Entah harus bagaimana ia sekarang, ia sudah berkeringat dingin bahkan tak mampu untuk berdiri lagi.


"Aaahhh... Aaahh... sakit..." lirih Elang sambil terus memukul mukul dadanya keras.


Orang orang di sekitarnya menjadi gaduh karenanya, Mereka membicarakan Elang yang susah berdiri itu.


"Cepet tolongin, panggil ambulan!"


"Saya tolongin dia ke tengah, telpon ambulan terus terusan!"


"Kasian... Padahal masih muda, ganteng lagi,"


Bulan yang mendengar pembicaraan orang orang di sekitarnya jadi penasaran. ada apa? Siapa yang mereka bicarakan?


Terlihat seorang mahasiswa kuliahan yang seumuran dengan Zhao tengah membantunya berdiri.


"Dek, hayu kita ke pinggir jalan, saya bantu berdiri ya???" Tawarnya mencoba bangun dan berdiri, namun Elang tetap menggelengkan kepalanya.


"Sakit... haaah... haah... aaaahhh ... sakit... banget ..."


"Iya dek, kita udah panggil ambulan, sekarang kita ke pinggir dulu," Jawabnya lagi, ia tahu bagaimana perasaan anak ini.


"Gak... bisa... Elang... Elang... gak bisa... berdiri... lagi ... haaah... haah..."


"Dek..."


"Aaaahhhh!!! Awas!!! Ada mobil!!!"


Elang membelalakkan matanya dan mendorong mahasiswa itu sekuat tenaga dan BOOM!!! Kembali terjadi sebuah kecelakaan yang menimpa Elang kali ini.


Mahasiswa itu kaget bukan main, Orang yang tadinya hendak ia selamatkan malah menyelamatkan dirinya. Napasnya tidak beraturan karena shock. Apalagi bulan yang melihat kecelakaan Elang langsung, ia tidak berharap ini terjadi padanya.


"ELANGGGGG!!!!!!!!!"


Bersambung^^