
Ada saatnya siapapun akan butuh satu orang untuk bisa ia jadikan banyak peran."
-Vino-
Akhirnya selesai sudah masalah perdebatan yang tadi. Elang pun hanya menarik napas panjang dan agak lelah dengan Vino yang masih berontak. Ia pun datang ke UKS dan nampak pula Abyral yang sudah bersedia untuk mengobati Vino.
"Eh no, Loe kenapa kayak gitu? Senior lho, bisa bisa loe di ciriin gegara kelakuan loe," Ucap Chiko agak marah.
"Ck berisik loe t*lol. Loe gak akan ngerti walau udah gua ceritain, karena loe gak kayak gua, yang selalu bergantung ke Elang," Jawab Vino kembali tertunduk.
Elang hanya menanggapi ucapan Vino dibelakang Theo, sepertinya Vino belum menyadari ada Elang disana. Bulan juga ikut ke UKS karena hal penting yang belum juga ia bicarakan.
"Emang apa arti 'Elang' di mata loe?" Tanya Kevin juga.
DEG!
Vino sempat terdiam tidak mau jawab, ia malu jika menjawab pertanyaan itu. Biasanya ia akan memukul orang jika pertanyaan itu dilontarkan dari mulut mereka. Vino bahkan pernah di rumorkan Gay karena terus menempel pada Elang. Padahal kenyataannya, Vino sudah punya pacar bernama Viola yang adalah seorang primadona sekolah.
"Elang... Keluarga. Elang bisa gua jadiin banyak peran, gak cuman temen maupun sahabat. Dia... Mirip almarhum kakak gua, sikapnya, senyumnya, semua kelakuan dia mirip sama Tian. Gua gak bisa marah walaupun Elang terus bentak gua, gua juga bingung kenapa gua nurut sama Elang, gua gak bisa benci Elang, jadi... Siapapun yang jadi musuh Elang musuh gua juga, kalo kalian berkhianat, gua duluan yang bakal habisin kalian,"
'Perasaan tadi nunduk nunduk kek kucing... Eeeh... Akhir kata nya malah jadi kek ancaman,' Batin Chiko terdiam.
"Gitu ya? Gua kayak abang loe?" Sahut Elang dari belakang.
"Elang?! Ukkh..."
"Pht! Berarti gua bisa dong manggil elu adek! Adek... Adek... Adek nono~" Kata Elang julid, ia pun tertawa bersama Abyral.
"Makasih... El,"
"VIIIINNNOOOOO!!!!" Teriak seseorang di ambang pintu.
BUK!
Orang itu memeluk Vino dengan erat, seperti orang yang tidak bertemu bertahun tahun.
"Lu baik baik aja kan? Selama gue lomba loe gak papa kan? Ini kenapa? Siapa yang nyakitin loe?! Bilang sama gue biar gue sleding!"
"Si Viola rupanya..." Kata Kevin menduga.
"Heh! Kalian kenapa gak jagain Vino?! Liat dia jadi bared bared gini, uuuh... Kasian banget..." Jawab Viola sambil mengusap Vino pelan.
"Gua gak papa la, gimana perlombaannya? Lancar?" Tanya Vino kemudian.
"Lancar dong! Gue juara satu lagi! Nanti hari minggu jalan jalan yuk! Udah lama gue gak jalan jalan sama elo," Ajak Viola manja, dan Elang masih tersenyum menanggapi Viola yang bermanja pada Vino.
SRING!!!
Tiba tiba Viola menatap Elang penuh dendam, membuat bulu kuduk Elang berdiri.
"2 minggu lagi gue berhadapan sama loe, mereka sengaja gak langsung ke babak final karna si Elang gak ikut lomba, jadi... Siap siap Lang,"
"Ohohoho... Lawannya elu ya? Iya deh... Nanti gua ngalah," Jawab Elang santai.
"Lah?! Mana bisa kayak gitu!" Sahut seseorang dari belakang.
"Eh? Si cantik Bulan... Kok we gak nyadar ya ada elu disini? Sejak kapan?" Tanya Elang mulai memerah.
"Masa elo mau ngalah gitu aja ngelawan sekolah lain? Gak bisa lah! Loe harus menang!" Jawab Bulan mengalihkan pembicaraan.
"Hahaha... Gimana tuh...?" Kata Chiko julid.
"O,oh iya... Gue kesini tuh, mau ngasih tau kalau... Kalau... Sekarang pelajaran olahraga... Iya, itu tuh, anak klub basket nunggu ketuanya," Bulan kembali mengalihkan pembicaraan.
"Yah... Padahal gua lagi males olahraga," Keluh Elang cemberut.
"Dih! Lu males terus! Cepet keluar... Cepeettiiinn....!!!" Bulan terus mendorong Elang keluar dari UKS.
"Ehehehe, oke deh. Demi Bulan, gua bakal liatin betapa kerennya gua kalo maen basket, yuu ah, kita ke lapang..." Ajak Elang sambil merangkul Elang.
"B*biii!!! Lepasin!!!!"
Elang pun mengganti bajunya dulu lalu segera pergi ke lapangan bersama bulan, tak lupa bandana merah yang dikenakannya di kepalanya.
Sayang sekali, disana ia bertemu dengan tim paskibra milik Angkasa. Bulan pun pergi ke lapangan juga karena banyak perempuan yang
"Widiih... Angkasa~" Panggil Elang julid, padahal temannya baru saja kena masalah dengan teman Angkasa, bisa bisanya Elang mencari masalah dengan suhunya.
Orang orang Angkasa itu menatap Elang dan memincingkan matanya tajam, membuat Shella, salah satu anggota basketnya kesal.
"Walah, ta' ku colok tu mata tajem!" Ketus Shella dengan logat jawanya.
"HH, Berani cari masalah nih bocil, kudu gua gimanain Sa?" Tanya Bryan, orang keras di angkatan Angkasa.
"Ups! Gak sopan ehh... Kalian kayak gitu, SENIOR ANGKASA dan KAWAN KAWANNYAH, Maafkan atas kegoblok-an kami, tadi gak sopan nyebut nama doang," Ucap Elang sembari menundukkan kepalanya, ia malah makin julid.
"Cih Anj*ng! Makin pengen gua remukkin anjir Beungeutnya!"
"Eh? Gua udah minta maap lho, gak boleh gitu, harus damai dong, ya gak? SENIOR ANGKASA?" Tanya Elang lagi sambil tersenyum smirk, membuat Angkasa tersentak.
"Ngapain kalian disini? Kalian gak tau jadwal ya? Sekarang lapangan di pake sama anak paskibra," Ucap Monica sinis.
"Eh? Justru kita kesini karena disuruh pak Dhani buat latihan basket, iya gak anne?"
"Lagian sih, justru kakak senior yang gak tau jadwal, jadwal paskibra itu hari sabtu, sekarang latihan basket. Kita bahkan belum ngulang trik kemaren, karna baru sekarang lagi latihan," Sahut Cinta angkat suara.
"Diem lu Cupu!"
"Seharusnya lu paham sebagai senior kak, jangan EGO dong. Klub gua juga mau latihan nih, boleh gak? Kalo nggak... Mau dibagi dua aja lapangannya?" Tawar Elang yang membuat Angkasa tidak bisa berkata apa apa lagi, jika ia memukul Elang karena nafsu, disana ada Bulan yang melihat mereka.
'Gua tau angkasa mau mukul gua, tapi dia tahan karena disana ada Bulan, hmm... Mending gua giniin aja ah,' Batin Elang mulai mendekati Angkasa dan tiba tiba merangkulnya.
Tentu saja membuat teman teman Angkasa dan anggota paskibra beserta anggota klub basket kaget. Tidak peduli Elang di cap adik kelas tidak beradab, yang penting ia bisa melampiaskan kekesalannya karena si Angkasa ini selalu bertingkah sok alim di depan Bulan.
"Nih Guys!!! Kenalin nih! Senior Angkasa ini Maru gua! Kita sama sama memperjuangkan Bulan! Kalian tau Bulan kan? Anaknya direktur sekolah? Nah yang itu. Doain ya guys, semoga gua menang dan menjadi masa depan Bulan^^" Ucap Elang yang membuat orang orang disana kaget.
'T*lol si B*bi! Malu maluin anj*ng!' Batin Bulan menutupi wajah merahnya.
Tentu saja si Angkasa ini malu, ia pun mencengkram tangan Elang keras.
"GUA BAKAL BALES SEMUA PERBUATAN BIADAB LOE," Ancam Angkasa dingin.
"Siipp~ Gua tunggu^^" Jawab Elang santai.
Angkasa beserta kawan kawannya pun memilih mengalah dan Elang akhirnya bisa bermain basket bersama klubnya.