Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 10



...The concept of a happy life is simple, don't ever have excessive expectations on something beyond our control, be happy as it is, be sad naturally :)"...


...-Theo-...



...Sampailah Zhao dan Elang di taman Hiburan......


...Ternyata benar, disana Elang hanya menjadi nyamuk, sedangkan Zhao terus mengobrol bersama teman temannya. Elang menghela napas panjang, Apa yang kakaknya lakukan? Dia bilang ingin mengajak Elang jalan jalan karena ia sakit selama kurang lebih 4 hari, tapi Elang sendiri yang di cuekkin oleh sang kakak....


"Halo^^"


"Eh? Iya," Jawab Elang sambil tersenyum, ia tak terbiasa mengobrol dengan perempuan dewasa.


"Elang ya? Saya Anggi, temen Kak Zhao," Ucapnya sambil tersenyum.


"Ooh... Iya... Halo, kak anggi,"


'Bau alkohol ih, kayaknya mabuk ini,' Batin Elang ketika wajahnya mulai disentuh oleh anggi.


" Ehehehe... Kayaknya kak Anggi lagi gak enak badan ya...? Mending pulang aja," Ucap Elang lagi.


'Lah kok gua jadi kaku gini? Cepet tinggalin si Anggi dan cari sesuatu buat kabur,' Batin Elang takut.


"Kamu... Ganteng banget... Gemesin... Mau jadi pacar... Kakak...? Hm...?"


"Nggak, Elang menolak keras, Elang gak pacaran sama yang lebih tu... Eeeh?!!!


BRUUK...


Kak anggi itu terjatuh karena ia benar benar mabuk. Teman temannya langsung menghampiri dan membantu membawa Anggi jauh jauh dari Elang.


"Laang...? Loe gak papa?" Tanya Zhao menghampiri Elang dan membantunya berdiri.


"Eeeh...? Gak papa kok. Siapa ini?" Tanya Elang setelah melihat seorang laki laki di belakang Zhao, ia memasang wajah julid dengan senyum miring khasnya.


...



...


Dan laki laki yang menyadari bahwa dia adalah 'Elang' yang 'itu', lalu tersenyum dan menyapanya. Cat Eyes miliknya sangat indah, pikir Elang.


"Hai, saya Langit," Sapanya sambil melambaikan tangannya.


"Aduh, kalah saing nich sama calon kakak ipar, saya Elang," Jawab Elang langsung ramah.


"Hahaha, salam kenal, Elang,"


•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•🐣


"Pht! Hahahahaha, santai aja kali bang, gak usah baku gitu, kayak yang waspada aja sama Elang," Ucap Elang tertawa.


Langit pun ikut tertawa, ketahuan sekali kalo Langit waspada dan lumayan  pada Elang. Elang adalah  Sly fox, Otaknya punya ribuan cara untuk melumpuhkan lawannya Sangat cocok untuk dijadikan komando strategi.


"Udah gua duga nai... Loe sengaja ngajak gua kesini karna mau Apel sama bang Langit, lalu nasib gua gimana?!" Tanya Elang agak ngegas setelah melihat muka zhao yang cengengesan.


"Hahaha, kalo gitu, mau jalan bareng?" Tawar Langit pada Elang.


"Huufft... Gak papa, Elang bisa jalan sendiri...


"Tuh, ada Chio... Chioo!!!" Panggil Zhao sambil melambaikan tangannya yang sedang berpegangan dengan Langit.


"Weeh... Kak Zhao," Sapa Chiko diikuti Theo, kevin dan Vino di belakangnya.


Kevin tiba tiba tertunduk saat melihat Zhao, ia mengepal tangannya dan menggertak giginya. Namun, ia disadarkan oleh theo yang menepuk bahu kanannya.


"Ajak Elang jalan jalan ya, Kak Zhao ada urusan dulu," Ucap Zhao sambil mengusap kepala Elang.


"Eh?! Kakak?! Kakak...." Panggil Linda juga sambil berlari dan memeluk Zhao.


"Hm... Kamu terkenal juga ya di kalangan temen temen Elang," Bisik Langit Pelan.


"Ssyuut... Linda, gimana kabarnya?" Tanya Zhao ramah.


"Baik dong... Oh iya, aku mau kenalin, Ini Bulan, temen aku," Ucap Linda memperkenalkan Bulan.


"Bulan...?" Tanya Zhao sambil memincingkan matanya.


"H,halo..." Sapa Bulan memerah.


'A,aduh... I,ini siapa...? Cantik banget anjir, gua jadi insekyur,' Batin Bulan Malu.


'Hooo... Ini Bulan Toh, yang di ratukan sama si Elang itu,' Batin Zhao ingin julid juga.


ELANG Suka, Saya Zhao, kakaknya Elang^^" Ucap zhao sambil menarik tangan Bulan dan menjabat tangannya.


DEG!


Bulan pun melirik Elang yang kini memerah karena malu malu. Apa apaan ini?! Cewek secantik ini kakaknya Elang?! Lebih baik di sebut pacar dibanding kakak! Pikir Bulan kaget.


"Yaudah, kakak tinggal dulu ya...?"


"Hmm... Kita juga kayaknya harus pergi deh," Sahut Chiko sambil merangkul Linda.


Menyisakan Bulan dan Elang yang tiba tiba menjadi saling canggung.


"Mau jalan jalan bareng gua?" Tawar Elang takut ditolak bulan.


"....... Oke," Jawab Bulan.


Tentu saja Elang sangat senang dengan hal itu, mereka sengaja meninggalkan Elang dan Bulan supaya bisa jalan bersama. Namun ketika sedang berjalan, tiba tiba kepalanya kembali pusing dan terjatuh.


"Eh?! Loe kenapa?! Pusing lagi?" Tanya Bulan menghampiri Elang.


"Hahaha^^ gak papa kok, pusing dikit... Doang..." Jawab Elang sambil mengetuk kepalanya pelan.


"Haaah... Mau pulang aja apa gimana?" Tanya Bulan lagi, tentu saja ia menjadi khawatir karena hanya dia yang ada bersama Elang.


"Dih, baru juga masuk masa udah pulang lagi? Nggak asik ah, gua belom naik kora kora, kincir, ombak banyur, roller coaster, belom masuk ke rumah hantu, masih banyak yang mau gua mainin," Jawab Elang meyakinkan Bulan.


Bulan pun berdiri dan mengulurkan tangannya dan membiarkan Elang memegang tangannya.


"Pegang tangan gue, loe boleh minta berhenti jalan kalo pusing banget," Ucap Bulan lagi dengan wajah sinisnya, walaupun wajahnya begitu, ia ikhlas kok, dibebani Elang.


"Hah?! Hm... Makasih Lan," Kata Elang menerima uluran tangan Bulan.


Selama berjalan jalan itu, memang sih, tubuh Elang masih terasa panas, tapi bisa bisanya ia memasang wajah ceria seperti itu.


"Tau gak sih lan, gua seneng banget bisa kayak gini sama Loe, Makasih." Ujar Elang menikmati suasana malam.


"Ck, daritadi loe ngucapin makasih mulu, gua kan gak ngelakuin apa apa ke elu," Jawab Bulan Mulai menurunkan suaranya.


"Nah ini nih, yang gua suka dari lu, gua selalu nyaman pas deket elu, gua juga ngerasa semangat kalo liat elu,"


"Nah... Buaya bandoeng ini, ternyata bener ya kata orang orang tentang loe,"


"Eh?! Nih ya Lan, jangan liat orang dari katanya, tapi liat dari nyatanya, oke? Lu liat gua pas pasan yang di rumorin orang orang sih, jadi gua keliatannya gak keren... Waah...!"


Elang terpana saat melihat Rumah hantu ada di depannya. Bulan melihat mata elang yang berbinar binar, kayaknya si Elang mau ke rumah hantu deh, kebaca jelas dari tatapannya anjir, pikir Bulan.


"Mau kesana loe?" Tanya Bulan sambil menunjuk rumah hantu itu.


"Beneran boleh?" Tanya Elang balik.


"Boleh," Jawab Bulan salting saat di tatap Elang.


"Wah... Beneran, Lan. Gua serius mau masuk, Loe kalo takut di belakang gua aja ya, hayu masuk!!!"


Elang tiba tiba semangat dan berlari menuju Rumah hantu itu.


Setelah 30 menit berlalu...


Bulan mengibas ngibaskan wajahnya dengan tangan kanannya, wajahnya masih merah dan merasa merinding membayangkan hal tadi.


"Hahaha, maapin ya Lan..." Ucap Elang merasa bersalah.


*30 Menit sebelumnya...*


Pertama masuk ke rumah hantu saja Bulan sudah meremas baju Elang dibelakang. Ia benar benar takut pada Hantu, tidak seperti Elang yang masih mengagumi sekitarnya.


"Lan, pinggir gua aja, jadi pas ada hantu, kita lari bareng,"


"Lang, keluar yuk,"


"Ini gak akan lama kok," Jawab Elang meyakinkan.


Saat pertama bertemu hantu, Bulan sudah teriak ketakutan, dan Elang hanya tertawa melihatnya.


"Ya ampun... Make up nya bagus! Tapi kurang tebel, darahnya kurang banyak, ekspresinya juga kurang, dikasih tau gak sama atasannya?"


Makin lama, Bulan malah memeluk Elang karena benar benar ketakutan.  Saat Salah satu hantu hendak menyentuh Bulan, Elang segera menepis dan mencengkram tangannya.


"Woi, Jangan nyentuh milik gua, loe gak berhak kayak gitu mas, " Ucap Elang nada ancaman, membuat Si mas Hantu agak deg deg an takut.


Jadi hantu hantu lain yang melihat Elang seperti itu jadi menunduk saat Elang dan Bulan lewat.


*Flashback selesai...*