Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 43



"Lang... tahan bentar... "


"Heiii... apa ada orang disini? kami petugas keamanan, silahkan keluar, "


"Pak! maaf! Saya disini! pacar saya gagal pernapasan! "


"Anda di mana? kami datang, "


Mereka pun segera menemukan Bulan dan Elang yang terkapar. Elang menangis karena tidak kuat lagi. Mereka langsung dikeluarkan dari sana. Bulan meminta kantong kertas sebagai alat untuk membantu Elang bernafas.


"Loe coba pake ini. atur napas loe... rileks... nah.... kayak gitu... "Bulan menaruh kantong kertas itu ke mulut Elang dan menyuruhnya bernafas pelan.


Elang terus mengikuti saran Bulan dan lumayan tenang. Setelah beberapa menit tenang, Elang kembali diberi air oleh petugas keamanan sekitar.


" M, makasih. " Ucap Elang malu, ia meremas kantong yang menjadi uapnya tadi.


"Gak papa. Minum minum, minum yang banyak, biar loe tenang, "


"Yah... malah ancur deh, " Keluh Elang menyesal.


"Gak papa, biar loe tenang, kita ke caffe aja, yuk, " Ajak Bulan sambil mengulurkan tangannya.


Elang meraih tangannya dan pergi ke caffe bersama bulan. Mereka masih canggung satu sama lain, mungkin ada perasaan bersalah di antara keduanya.


"Lan...


" Gue kira gue udah tau semua tentang loe. Makanan kesukaan, minuman kesukaan, warna, hewan, tapi ternyata gue belum cukup tau ya??? "


"....... " Elang hanya diam tertunduk.


"Kalo gitu, bisa ceritain ke gue? ada apa? Apa yang bikin loe sampe panik dan bengek kayak tadi? " Tanya Bulan dan segera diberi anggukkan oleh Elang.


"Kucing pinter... Ceritain semuuuuua tentang loe, bakal gue denger dan simak. "


Elang menghela nafas panjang sebelum bercerita. Ia mengalami gangguan kecemasan saat kecil. di usianya yang menginjak 8 tahun, ia pernah tinggal di china selama 2 tahun. Disana ia selalu bermain bersama do wan, do wan adalah saudara Elang yang paling nakal dan aktif menjalin ya. ia tak segan segan mengurung nya di kamar mandi, bahkan sampai tertinggal mobil karena terkunci dan lupa dibuka olehnya.


Suatu ketika...


Do wan mengurung nya di gudang yang dipenuhi lukisan dan boneka tua. makannya Elang takut, ditambah suara khas cekikikan mbak kunti yang semakin menambah suasana semakin mencekam.


Elang yang dulunya memang penakut ini tentu saja berteriak dan memukul pintu agar terbuka. ia juga minta tolong agar pintunya cepat cepat dibuka, ia benar benar ketakutan, bukan hanya cekikikan saja, tapi musik horor china pun ikut diputar oleh do wan.


Tentu saja Elang menangis tersedu sedu sampai sesak. dadanya mulai sakit ditambah pikiran yang kacau. sambil melihat ke sekelilingnya, karena halusinasi, lukisan itu terasa seperti hidup, boneka lusuh dan kotor itu mulai bergerak menghampiri Elang. Ia semakin menangis kencang dan menggedor pintunya, sampai suara mamah terdengar dan membukakan pintu untuknya.


Elang pingsan karena terlalu panik. Ia dibawa ke psikiater dan dinyatakan mengalami gangguan kecemasan.


"Malu deh, udah gede tapi masih panik kalo ketemu kek gituan, " Ucap Elang setelah mengakhiri ceritanya.


"Ternyata loe punya masa lula yang gini juga ya? Gak usah malu lah, wajar kalo trauma gak gampang ngilangin, " Jawab Bulan sambil mengelus tangan Elang.


"Salah gue juga sih, malah ngajak loe ke rumah boneka tanpa dengerin penjelasan loe,"


Lanjut bulan sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Eh? Gak papa kok lan, lain kali... kencannya bakal lebih seru deh dari yang ini, yang ini gagal. "


"Gak gagal kok, kalo sama elu mah, apa apa juga rame, hahahaha. "


Begitulah akhir dari kencan mereka yang berujung gelak tawa bulan. Elang mengantarkan Bulan ke rumahnya dan pamit pulang. Sungguh malam yang menegangkan, ia tak menyangka Elang akan begitu.


Kini Elang bisa merebahkan diri diatas kasur king size nya setelah berjalan jalan bersama bulan. Adnan yang merupakan adik kevin Elang datang menghampiri Elang dan memeluknya.


"abang disuruh turun sama om Long, katanya tolong panggilin abang bentar, " Jawabnya Adnan, anak kecil berusia 6 tahun.


"oooh, oke. Nanti bang Elang turun, " Kata Elang dan diberi anggukkan oleh Adnan yang kembali berlari ke bawah.


Elang masih memikirkan hal tadi, dimana saat menaiki roller coaster, jantungnya tiba tiba berdetak lebih cepat dari biasanya, dan nyeri di dadanya. Apakah Penyakitnya kambuh lagi? Daripada memikirkan hal itu, Elang lebih baik menghampiri Bapaknya di bawah.


"kenapa pak? " Tanya Elang.


"kamu kenapa nak? kok pucet gini? Hm? " Sahut mamah sambil membelai rambutnya.


"Eh? Nggak kok mah, gak papa. Tadi Elang cuma kecapean aja, mamah kan tau kalo Elang gampang pucet, " Jawab Elang berusaha menenangkan mamahnya, ia tidak mau membuat orang tuanya khawatir soal masalah jantungnya.


"dont forget to pick up do wan, " Sahut sang bapak pada Elang.


"Kamu sehat kan nak? Gak apa apa kan? " Tanya mamah lagi memastikan.


"Sehat, sehat. Tadi aja cuma... Kaget gitu, pas Elang naek roller coaster sama bulan, tiba tiba aja deg²an terus, gak kayak biasanya, terus tadi sempet nyeri dada mam, " Jelas Elang yang membuat Rani terkejut.


"Kamu tadi kayak gitu?! " Sahut nya. "Iya tan, " Jawab Elang polos.


"Haaah... Itu namanya aritmia, gangguan irama jantung, dimana jantung kamu yang gak berdetak dengan normal, misalnya tiba tiba berdetak cepet, atau malah lambat, itu bahaya lho kalo lama lama dibiarin. Lagian kamu udah tau kalo kamu punya riwayat jantung, ngapain naek roller coaster? "


"Elang cuma mau bahagiain bulan, gak lebih kok, " jawab Elang tertunduk.


"Huuh... Besok suruh dateng ke rumah sakit, tante mau cek kamu. Kalo misalnya penyakit jantung kamu sekarang mulai aktif lagi, bahaya lho. Nanti tante kasih kamu obat, harus rutin. " Ucap Tante rani mengingatkan.


"salah mamah juga yang gak khawatir lagi sama kamu, maafin mamah ya nak, "


"Gak papa mah, lagian ini juga bukan salah mamah kok. Salah Elang yang gak merhatiin kesehatan Elang. Eh tapi tante, besok Elang mau jemput do wan dulu ke bandara, " Ujar Elang lagi.


"Pemeriksaan gak butuh banyak waktu kok lang, cuma di rongsen aja, ya? Nurut sama tante Rani, " Jawab mamah dan Elang mengangguk pelan.


"Sekarang, istirahat. Pulang ke kamar terus tidur, "


"Adnan mau maen sama bang Elang, " Sahut Adnan memeluk elang.


"Adnan... Bang Elang nya harus istirahat, dia cape. Harus bobo, " Jawab Rani sambil mengambil Adnan dari Elang.


"Besok lagi ya adnan^^ besok ada om om china mau dateng kesini^^" Jawab Elang juga.


Keesokkan harinya...


Sesuai dengan nasihat Rani, Elang pergi dulu ke rumah sakit bersama kevin, zhao dan vino.


Ternyata benar dugaan ibu kevin, penyebabnya karena jantungnya yang mulai lemah lagi.


"Omat nih! Kamu harus rajin minum obat, jantung kamu bisa aja kambuh kapan aja, kurangin aktifitas berat nya ya? Kevin, sering sering ingetin Elang ya, " Ucap Rani lembut.


"Iya bu, Bakal kevin ingetin kok. Lagian akhir akhir ini Elang jarang ngelakuin aktifitas berat, jadi masih aman bu, " Jawab Kevin sambil tersenyum.


"Gak usah khawatir, ibu bakal nyari orang yang mau transplantasi jantung buat kamu. "


"Iya bu, gak papa sih. Lagian da, buat apa jadi pendiem? Hehehehe, Elang izin pamit ya bu. Mau langsung ke mobil buat jemput si do wan, kalo udah nyampe nanti Elang kabarin. " Jawab Elang sambil mencium punggung tangan kanan Rani.


"hati hati ya nak, "


Keduanya keluar dari ruangan Rani. zhao segera bertanya apakah benar atau tidak bahwa Elang kembali kambuh akibat penyakit nya? Setelah mengetahui hasilnya, Zhao sedih karena tidak bisa menjaga adiknya, tapi Elang segera memeluknya agar ia tenang.