Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 30



Selama di perjalanan, Longwei terus memberi nasihat pada Elang bagaimana caranya menang di ajang kompetisi itu. Tentu saja Elang mencerna nya dengan cermat, ia selalu mendengarkan nasihat bapaknya walaupun bapaknya memakai bahasa inggris melulu.


"The Important thing is, when you feel cornered, don't panic. Give a sly smile so you can trick your Opponents And make the feel That you are indeed not to be Underestimated, Do you understand son?"  Ucap longwei sambil tersenyum smirk.


"Hmm... Oke deh. Boleh dicoba, emang iya gak bakal di remehin nih? Kalo elang bener bener gak tau jawabannya tapi sok tau gimana? Malu dong," Celetuk Elang yang membuat longwei agak sulit menjawabnya.


"An intelligent Person couldn't possibly lose in Just one strike. Both Of your brain have to work, and! Lest you have mercy On your enemies! Remember that!"


"In a fight, you must Have a Thirst for Victory. You also have to be selfish With your intention to make your school Proud. You know what I mean?" Longwei menanyakan hal itu lagi pada Elang dan diberi anggukkan mantap olehnya.


Akhirnya sampailah di sekolah mereka. Elang terus membaca materi materi yang sudah diberikan Zhao. Karena zhao tak percaya bahwa itu hanyalah soal SMA saja, makannya ia memberikan materi di kampusnya. Walaupun agak sulit dimengerti, otak elang tidak bisa diremehkan, ia dengan santainya membaca buku itu berulang kali.


Akhirnya ia bertemu gerombolan teman temannya dan senang melihat Chiko telah sembuh.


"Uuuh! Aku deg²an banget," Monolog Anne yang melihat banyaknya klub basket yang sepertinya lebih handal dari sekolah mereka.


"Gak usah deg²an, gua yakin sama apa yang gua ajarin ke elu. Mereka pasti gak tau teknik apa itu, he-he-he..."


"Seketika genre nya berubah jadi horor ya..." Sahut Kevin yang melihat elang tersenyum jahat begitu.


Elang memandangi semua anak anak yang mewakili kabupaten mereka. Kira kira ada 27 kabupaten yang bersedia ikut perlombaan disini. Yah... Sedikit gugup sih, tapi mau bagaimana lagi kan?


Belum lagi di dalam satu kabupaten ada berapa belas sekolah yang mengikuti lomba ini? Semoga saja keadaan chiko dan teman temannya baik baik saja disini.


"Guys! Kita harus menang! Gimana pun caranya, kita harus berjuang mengharumkan nama sekolah kita. Kalian cinta gak sama sma harapan 1?!" Teriak Elang lantang didepan para murid yang menjadi Perwakilan sekolahnya.


"CINTA!!!"


"Letoy ah! Cinta gak sama sekolah kita?!"


"CINTA! BENER BENER CINTA!!!!!!!" Jawaban yang lebih semangat dari yang tadi.


"Kalo gitu! Semangat! Kita haru kan nama sekolah kita sadaya!!!"


"WAAAAAAAAAAAA!!!!"


Mereka pun bertepuk tangan atas pidato gak jelas dari Elang. Walau begitu, pak ahmad senang mendengar suara lantang mereka. Elang tertawa menanggapi mereka.


Sekolah Elang yang memang semua warganya bar bar memulai yelling yang membuat sekolah lain jadi rada iri. Bukan hanya dalam perlombaan saja yang dinilai, namun ada banyak kategori di dalamnya. Kategori sekolah paling baik, semangat, disiplin, terus gawring dan masih banyak lagi.


Sekelompok orang yang mewakili Bogor tersenyum smirk meremehlan sekolah Elang. Terutama ia menatap tajam pada Elang.


"Kenapa eon?"


"Hh, nggak. Lucu aja liat orang bodo yang yel yel-an kayak gitu. Gua jamin deh, sekolahnya gak bakal menang apapun,"


"Hm? Sombongnya keluar lagi nih eon,"


"Hh, pergi yuk. Bosen liat yang kek gituan,"


Mereka adalah Leon dan Clara, perwakilan dari sekolah bogor yang meremehkan Elang.


"Gak boleh ada yang pendiem! Yo! Keluarin suara kalian sampe khodamnya keluar!!! Yooo!!!"


Saat tengah asyik yel yelan, Elang dipanggil oleh pak ahmad yang tengah mengobrol dengan seorang guru lain. Ia pun menghampiri pak Ahmad yang katanya adalah calon mertuanya.


"Nah ini, Ini Erlangga. Yang saya ceritakan itu."



"Ahahaha, bapak bisa aja. (Murid) bapak juga ganteng kok," Jawab Elang cengengesan.


"Duh, kamu ini nyindir saya yang udah tua apa nggak ya? Oh iya, Ini juga murid andalan saya, namanya Leon."


"Ooh... Leon ya? Salam kenal ya...^^ Saya Elang." Sapa Elang penuh senyuman waktu itu, sementara Leon hanya mendelik padanya.


"Wah... Kelakuan murid andalan bapak pengen saya... Aduh. Harus nahan nih, daripada saya emosi saya pergi dulu aja ya pak, pah." Lanjut Elang sambil pergi meninggalkan Pak ahmad, Leon dan pak Rudi.


Elang langsung merubah raut wajahnya sambil mendengus kesal. Seharusnya kalau disapa yang balas sapa dong dengan senyuman. Masa bodo, Elang tidak mau berteman dengannya.


Tibalah upacara pembukaan. Entah kenapa Elang selalu ditakdirkan bersebelahan dengan Leon. Membuatnya makin kesal saja. Sama hal nya dengan Leon, ia kesal karena ternyata yang akan melawannya nanti di puncak acara adalah Elang.


Leon teringat kata kata gurunya tentang Elang.


"Kenapa Saya harus di sandingin sama dia?! Saya gak suka dibanding bandingin kayak gitu pak!"


"Kamu tenang aja leon, dari penampilannya... Sepertinya Elang gak se pinter kamu. Coba liat, siapa yang bisa ngegeser kamu dari kursi raja itu? Sekalipun Elang yang maju, bapak yakin dia bakal kalah di babak akhir. Kamu tenang aja ya? Bapak juga udah nyiapin rumus yang gak pernah keluar di soal sekolah manapun, cuma kamu yang tau rumus ini."


Walaupun disuruh tenang begitu, ia tetap saja tidak suka padanya. Upacara kurang lebih sekitar 32 menit dan sampai sekarang belum juga selesai. Zhao dan Langit baru saja tiba disana. Mencari cari keberadaan Elang.


"Elang mana ya?" Gumam Zhao sambil menggandeng tangan Langit.


"Tuh, disana. Dia kayaknya fokus banget buat ini ya? Hebat banget adek kamu," Jawab Langit sambil menunjuk Elang.


Memang Zhao dan Langit ini walaupun terlambat mendapat posisi terdepan sebagai tamu VIP. Tentu saja Zhao senang melihat Elang yang tegap dengan pakaiannya yang rapi. Setelah itu, para tamu VIP itu melakukan parade untuk melihat para siswa siswi itu. Sialnya Elang, ia mendapati posisi paling depan, tentu saja ia malu saat melihat kakaknya mulai mendekatinya.


"Semangat cayang❤" Bisik Zhao ditelinga Elang setelah memeluknya.


"Semangat ya dek, kakak yakin kamu bakal menang," Ucap Langit juga sambil tersenyum.


"Iya, makasih. Udah udah, liat yang laen ngantre, Teteh... Aa..." Jawab Elang malu.


Zhao dan Langit pun tertawa mendengar pernyataan Elang. Leon kaget, ternyata Elang bukan sembarangan orang. Ia mengenal Zhao sebagai guru les private nya, makannya saat melewati Leon, Zhao juga memeluknya. Ternyata guru les private itu adalah kakak musuhnya?!


Masih banyak yang belum diketahui Leon tentang Elang. Kini ia harus waspada terhadapnya.


Bersambung...


Bonus para pemain guys!!!


Elang waktu dia seneng di puji guru lain. Dia salting gaes, makannya senyum sumringah gitu.



Ini dia Leondra putra nimbura, ia adalah putera tunggal tuan Nimbura yang merupakan pemegang saham terbesar di indonesia.



Momen ketika Zhao dadah dadah ke Elang abis parade.



Dan ini langit ketika dadah dadah ke calon adek iparnya. (Ngikutin Pacarnya XD)