
Ketika Elang sedang tertidur...
Ia mendapati spam dari seseorang yang menyuruhnya pergi ke pabrik bekas. Ia terus mengabaikan pesan itu sampai pada akhirnya terbangun karena berisik.
Pesan:
"Cepet lu dateng ke pabrik ini!"
"Gua tunggu disini,"
"Kalo enggak, cewek lu jadi taruhannya,"
"Gua gak main main sama ancaman ini, "
"Kalo loe sayang sama cewek ini, dateng sekarang!!!"
"Hadapin gua sendiri!"
"Gak usah pura pura tidur loe a*jing!"
"B*bi!"
"b*ngsat!"
"t*lol"
Dan 56 pesan lainnya~
"Ampun dah! Gak bisa apa biarin gua tenang aja sehari?" Gumam Elang yang kembali menaruh ponselnya.
"Kenapa? Daritadi loe bete mulu," Ujar Kevin sambil membuka kancing baju Elang untuk memeriksa keadaannya.
"Ini biasa, Orang gila yang nyepam, Dia ngancem gua suruh dateng ke pabrik, tapi gua gak mau, Hoream," Jawab Elang sambil memperhatikan stetoskop yang mulai menyentuh dadanya.
"Iya, gak usah dateng aja. Gak baik juga buat loe,"
"Loe juga ya, loe jangan kemana mana. Jangan gerak tanpa se-izin gua, Gua tau niat loe bilang kayak gini," Ucap Elang mengingatkan pada Kevin.
"Iya, gak akan. Orang gua lagi dinas gini," Jawab Kevin kembali mengancingkan baju Elang.
"Biar ama gua aja ih, gak usah pegang pegang!" Tolak Elang takut.
"Suudzon anjir! Mana mau gua sama loe! Gua bukan Gay! Inget itu, gua normal." Jawab kevin geli sendiri.
"Ehehehehe ... Tapi... Gua menarik kan? Gak ada cowok yang seeeemenarik Elang kan?" Elang yang keras kepala menggoda Kevin karena lucu, ia bahkan tak pernah berekspresi begitu.
"Nih, liat nih, foto gua."
"Keren gak? Ganteng gak gua?" Tanya Elang setelah menunjukan fotonya. Kevin hanya diam tak berkomentar, ia memilih pasrah saja.
"Oh? Kurang ganteng yang ini? Bentar,"
"Imut gak? Gua lebih imut dari si Ajun (Junkyu) Kan? Ngaku loe..." Ucap Elang lagi.
"Gua lebih keren dari loe," Jawab Kevin agak iri.
"Mmm? Masa...?" Elang yang terus memancingnya bermain bersamanya.
"Widih... diem diem loe jadi model hah?! Wah gak ngajak,"
Kevin terkejut saat elang berkata begitu, ia lalu melihat layar ponselnya dan terkejut melihat fotonya yang salah tekan.
"Bukan! Bukan yang itu!"
"Tuh kan... Wah... Loe mah gak cocok di sekolah biasa, kudu pergi ke akademi, keren keren ini fotonya. " Ucap Elang lagi, Kevin kembali melihat ponselnya dan menekan fotonya yang lain.
"Jiahahahaha! Malu malu, gak papa Kev, gua mah... Cuma pengen liat poto poto lu doang, kan lu mah sukanya di privat, padahal sobat sendiri, huh!" Jawab Elang mengeluh.
"Iya lah iya.. Sebenernya kalo ada waktu luang gua cari kerjaan lain, kedapetan suruh jadi model iklan majalah, yaudah. Karna duitnya lumayan gede," Ucap Kevin yang akhirnya menceritakan semuanya pada Elang.
"Aaahh... Model majalah doang kek model mendunia ya? Bagus sih...
Drrrtttt!
"Tuh, liat? Liat kan? Kek pembuntut anjir, nyeremin, dia terus nelponin gua. Lah emang gua artis yang terus di telponin kek gini,"
Kevin merebut ponsel milik Elang dan mengangkat telponnya. Raut wajah nya sangat serius sampai sampai elang ngeri melihatnya, ia pun menutup telponnya.
"Udah? Dia bilang apa?" Tanya Elang penasaran.
"Biasa... Ngancem yang gak baik baik," Jawab Kevin membuang napas kasar, ia lalu memakai sarung tangan karetnya.
"Mau apa loe?" Tanya Elang ketakutan.
"Mau jadi dokter pembunuh dulu," Jawab Kevin tersenyum smirk meninggalkan Elang di ruangannya.
Elang masih melongo meratapi kepergian Kevin keluar ruangannya. Lalu terlintas di pikirannya bahwa kevin akan menghabisi orang yang nyepam di pesan elang.
"Kev! Kevin! Jangan kemana mana heh! Gua marah nih," Teriak elang mencoba memanggil Kevin.
Elang tahu apa yang akan terjadi pada musuhnya jika kevin bergerak. Ia akan mengubah sifat ramahnya menjadi sifat pembunuh. Entah memang ia punya dua kepribadian atau bagaimana tapi yang pasti, hal apapun yang menyangkut keselamatan Elang akan menjadi urusannya juga.
Terpaksa ia mencabut infusannya dan mengganti bajunya dan memakai hoodienya, ia menunduk menuju pintu keluar dan berlari setelahnya. Pertama kalinya ia masuk rumah sakit dan nakal begitu. Ternyata Kevin sedang berada di ruangan lain dan mengurus beberapa pasien anak kecil. Elang sudah salah paham dan entah bagaimana karena kevin juga tidak tahu kalau elang pergi.
Elang pergi ke tempat tujuan mereka yang mengincarnya. Mereka tertawa senang melihat kedatangan Elang.
"Akhirnya loe dateng sendiri... Gede juga nyali lu,"
"Mana kevin?" Tanya Elang dingin.
"Kevin? Hh, si b*ngsat itu mana mau dateng kesini,"
'Lah jadi si kevin gak ada??? Aduh... gua kena jebakan,' Batin elang yang ceroboh.
"Senior angkasa yang udah buka kedok sendiri ya...? Di pertaruhan ini, gua yang menang. Jadi loe kudu mundur sekarang," Ucap Elang tetap tenang dan jangan sampai musuh tahu ia sedang tegang.
"Hh, lu kira gua baik? Iya? Lu kira gua adalah orang yang ramah ke semua orang? Gua muak senyum terus! Gua muak di deketin banyak orang! Mulut mereka bau kayak sampah! Gak ada yang namanya Angkasa ramah gak ada... Ini gua. "
"Uuuuhh... Selama ini lu pake topeng ya??? Gua kira loe beneran baik, ternyata nge-drama doang, gak ngira sih. Gua mah gak ngira lu orang baik ketang, berarti... gua kudu buka kedok juga gak nih???" Elang yang membuat pendirian Angkasa runtuh.
"Yap! Gua adalah orang yang suka cari masalah^^ Gua adalah orang paling ganteng di dunia, gua adalah Erlangga Aileen Satria yang gak gentar sama makhluk apapun apalagi makhluk najis kayak elo, Pengen gua tines muka loe biar kayak kutu," Jelas Elang yang membuat Angkasa marah besar dan menyerang duluan.
"Hobi gua itu ngebuchinin Bulan,Cita cita gua itu jadi orang yang bisa ngebahagiain bulan untuk selamanya alias jadi suaminya, gua paling suka sama orang jujur dan paling benci sama orang munafik yang sifatnya kayak sampah, seperti loe ini^^" Elang yang terus nge bacod sambil melawan Angkasa. Beruntung hp nya tidak jatuh saat ia bergerak kesana kemari.
"Bacot lu a*jing!"
"Bilang aja lu sirik kan gegara gua sama Bulan hah?! Jangan bikin gua emosi coba," Jawab Elang semakin serius melawan angkasa.
'Karna badannya yang gede, ditambah pukulan khas orang yang sering gelud, gua gak tau seberapa seringnya dia gelud,' Batin Elang kewalahan.
"Lu juga kan yang nyuruh anak anak bogor itu mojokin gua di persidangan? Udah dapet salam nya belom nih?" Tanya Elang lagi, Ia terkena pukulan angkasa satu kali sampai hidungnya mimisan.
Kevin berlari mencari Elang yang kabur dari rumah sakit. Ia ingat lokasi orang yang mengiriminya spam, ia pasti incarannya juga.
"Elang... Loe emang pasien nakal," Gumam Kevin kesal.
Saat sampai di sana, ia di hadang beberapa orang yang melarangnya masuk kedalam.
"Ck, awas anjir, gua gak ada waktu sama kalian," Monolog kevin sambil membalikan tubuh mereka dengan mudahnya.
Emosinya sedang tidak stabil, dan yang lebih parahnya, ia membawa pisau bedah selepas habis menjahit anak kecil yang terjatuh dari tangga.
Kevin terus di hadang pasukannya semakin banyak, membuatnya semakin naik pitam saja, ia mengeluarkan dua pisau bedahnya dan tertawa terbahak bahak, sifatnya berubah menjadi sikopet yang dimaksud Elang.
"HAHAHAHAHAHAHA! Pergi sebelum gua lepas paksa paru paru loe," Ancam Kevin sambil menyodorkan pisau kecilnya.
Bersambung...