Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 27



Mereka pun pulang sekolah bersama sekalian menjenguk Chiko ke rumah Bulan.



"Assalamualaikum... Mamah, Bulan pulang," Ucap Bulan sambil membuka sepatunya.


"Waalaikumussalam... Eeh...? Ada Elang? Kalian temen temen Bulan ya?" Tanya Mamah ayu dengan ramah.


"Iya mah, Chiko nya ada?" Tanya Elang juga.


"Ada... Langsung masuk aja, jangan malu malu ya?"


"Siap mah, kita ke dalem dulu..."


"Neng, siapin air sama makanan atuh, masa tamunya di biarin kelaperan? Apalagi ada Elangnya, yah? Sok," Ucap Mamah sambil mengurai rambut bulan.


"Oke..."


Saat memasuki kamar Chiko, mereka mencium bau obat obatan di kamarnya. Benar benar sudah seperti rumah sakit. Mungkin Chiko tidak menyadari langkah kaki teman temannya karena ia sedang tertidur pulas.



Elang dan teman temannya tertawa melihatnya. Terutama Linda yang menyukai hal gemas.


"Uuh! Kiyowo!" Gumam Linda ingin mencubit pipi Linda, tapi ia berhenti gemas saat theo melihatnya dengan tajam.


"Pht! Imut banget! Kek bayi anjir! Liat! Si Chio kek Bayi!" Seru Elang sambil menunjuk Chiko.


Elang merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, mengabadikan caranya membangunkan Chiko ini.


Chiko pun mulai membuka matanya perlahan karena ia sangat terganggu. Netranya mengedip ngedipkan untuk mencerna situasi. Saat ia melirik ke kiri, ia melihat teman temannya tertawa padanya.


Dengan cepat, chiko membalikkan tubuhnya agar tak melihat mereka. Ia benar benar malu, apakah ia ngiler? Chiko langsung mengelap mulutnya, tapi ternyata kering. Masih terdengar suara tawa cekikikan mereka sampai sekarang.


"Diem ish!" Ketus Chiko malu.


Ia menutup wajahnya dengan selimutnya, ia benar benar malu. Maluuu sekali sampai ingin menceburkan diri ke laut.


"Hm! Sakit loe?! Bengek lagi ya?" Tanya Linda padanya.


"Iya, kenapa? Mau ngetawain? Yaudah ketawa aja," Jawab Chiko kesal.


"Nggak kok. Justru gua sedih, apa gara gara masalah kompetisi makannya loe sengaja jadi gila belajar?" Tanya Elang yang membuat Chiko terdiam, sebagian pernyataan Elang ada benarnya, namun disisi lain salah chiko juga yang tidak rutin meminum obatnya karena memang sudah satu tahun asma nya tidak kambuh.


"Iya. Ini kompetisi pertama gue, gue gak bisa kecewain papah, papah juga berharap banget sama gue. Apalagi...


Ucapannya terpotong, membuat Elang semakin penasaran.


"Apalagi?"


"Apalagi katanya malu, masa anak direktur sekolah kalah sama elu," Jawab Chiko lagi.


"Yah... Gua ngerti kok. Tapi gak sampe gini juga caranya, yang ada kalo loe terus maksain buat gila belajar, otak loe malah macet tau gak? Gak ada hasil," Ucap elang menasehati.


"Hari ini mie ayam libur karna loe sakit," Sahut Theo di tengah keheningan.


Suara datar theo memecahkan keheningan disekitar. Kini Chiko juga merasa lebih lega mendapat nasihat dari Elang, yang ada asma nya malah semakin menjadi jadi kalau ia stres karena belajar. Karena selama ini ia selalu lempeng lempeng saja dan tidak terlalu memikirkan apapun, namun semenjak papahnya begitu, itu membuatnya kepikiran dan stress.


Bulan pun masuk ke kamar Chiko sambil membawakan makanan ringan dan minuman.


"Makasih... Uuuh! Manis banget siiih..." Goda Elang pada Bulan.


"Makan tuh, jangan berisik mulu,"


"Okey dokey, apapun yang dikasih bulan, gua makan."


"Iya, infusan, oksigen, semuanya udah dilepas bang rendi. Tinggal nurunin demam aja." Jawab Chiko setelah mengangguk.


"Ehem, ini dari Anne. Katanya GWS," Sahut Linda sambil memberikan sekeranjang buah dan 3 inhaler.


"S, seniat ini dia ngasih?" Tanya Chiko heran.


"Hu-um, katanya cepet sembuh, nih kata kata dari si Anne:' jangan lupa dipake inhalernya kak, Kalo ngerasa sesek langsung dihirup aja, Aku gak mau liat kakak sakit lagi. Jujur aja, awalnya aku mau ikut, tapi malah dapet amanah dari paboss buat ngelatih klub basket(`ヘ´)\=3 pengen banget ketemu kakak! Kakak harus sembuh! Kakak harus ikut kompetisi, aku yakin kakak bakal menang kok. Oh iya, jangan ngerokok juga, kakak kan punya asma, kalo ngerokok dan asma nya makin parah gimana? Aku kasih tiga inhaler itu buat jaga jaga aja ya. Pokoknya... Cepet sembuh! Aku suka kakak! Selamanya!' gitu Ko..." Ucap Linda setelah membacakan pesan dari Anne.


"Lah? Kok nama gua disebut?" Tanya Elang setelah mendengar kata 'Paboss' tadi.


Chiko tertawa kecil sambil melihat inhaler itu. Anne, bernama lengkap Ariene itu adalah junior Elang di klub basket. Anak yang sangat aktif dan cantik itu menyukai Chiko saat ia tak sengaja ditabrak Chiko di hari pertamanya masuk SMA. Ia mengikuti klub basket juga karena melihat Chiko, namun ia hendak keluar saat tahu chiko juga keluar karena masalah kesehatannya. Tidak tanggung tanggung, ia juga menyatakan perasaannya pada Chiko. Bagaimana ya? Menurut Chiko ia masih kecil dan belum bisa berpacaran dengannya, makannya sekarang chiko hanya menganggapnya adik setelah bulan.


"Kak Chiko, aku mau keluar klub basket aja," Ungkap Anne waktu itu.


"Kenapa? Padahal bagus lho, masa bakat kamu mau di pendem lagi?" Tanya Chiko lembut.


"Ya gimana ya? Kalo gak ada kakak malah jadi gak seru, aku juga jadi gak semangat lagi," Jawab Anne menundukkan kepalanya.


Chiko sempat kaget, tapi setelah itu ia tersenyum dan mengelus kepala anne, bukan mengelus, ia bahkan mengacak acak rambutnya karena gemas.


"Harusnya gak gitu dong... Jadi kamu masuk klub basket cuma gara gara kak Chiko doang? Hmm, kalo gitu kak Chiko boleh marah dong sama kamu." Ucap Chiko memasang wajah cemberut.


"Eh?! B,bukan gitu...


'aduh! Gue gak kuat! Wajahnya gemes banget!' Batin Anne memerah.


"Awalnya kak Chiko juga masuk klub basket karena liat kak Elang maen basket juga. Tapi ternyata... Itu bukan karena kak Elang, tapi emang karena keinginan kakak sendiri. Dengerin yah, Kak Chiko keluar klub itu bukan karna apa apa kok. Kak chiko...


"Dikeluarin kan sama bang Elang? Makannya itu aku agak kesel juga sama Bang Elang karena ngeluarin kak Chiko sembarangan," Potong Anne memasang wajah kesal.


"Bukan! Kak Elang emang ngeluarin kak Chiko bukan karna gak suka, tapi karna kesehatan kak Chiko juga^^ Kak Chiko punya asma dari kecil, dari bayi malah. Dan sekarang asmanya makin jadi pas mulai maen basket, udah kakak tutup tutupin kok biar gak ketauan kak Elang, tapi kamu tau kan? Insting kak Elang tuh tajem, makannya dia tau kalo kak chiko sakit,"


Deg!


Anne tak percaya kalau seorang Chiko mempunyai asma. Bagaimana caranya ia tidak menangis di depan Chiko. Ia tak mau kelihatan lemah.


"Why? Kenapa nangis eh? Kak chiko cerita gini bukan karena pengen bikin kamu nangis, biar kamu tau aja. Jadi... Selagi bisa, lakuin. Jangan sampe kayak kak Chiko, kak Chiko masih pengen main, tapi ternyata gak bisa karena asma nya terlanjur parah. Kak Chiko juga tau, kalo kamu masih pengen main kan?" Tanya Chiko sambil mengusap air mata Anne dan dijawab anggukkan olehnya.


"Sok, kamu harus main. Kamu wujudin keinginan kakak yang gak bisa tercapai, kakak juga bakal seneng kok, ya? Jangan nangis lagi, jelek tau." Lanjut Chiko yang membuat Anne tertawa.


Chiko memejamkan matanya tatkala mengingat kejadian itu. Ia malah tersenyum senyum sendiri dan tertawa kecil.


"Eh lu mikirin si anne ya? Gua sampein salam lu ya?" Ujar Elang julid.


"Iya, salamin aja. Bilangin gua bakal sembuh, makasih atas semuanya." Jawab Chiko sambil tersenyum hangat.


"Hah?! Hmm... Akhirnya hati loe terbuka juga ya???"


Chiko pun tertawa juga bersama mereka. Anne juga menatap langit biru yang cerah sambil mengelap keringatnya.


"Kak Chiko! Aku bakal berjuang! Demi kakak!!!"


Ariene newlydz


Siswi cantik, andalan paboss alias panda boss, julukan untuk elang yang wajahnya mirip panda. Orang aktif dan selalu ceria juga imut. Ia suka ada chiko, tak tanggung tanggung ia menyatakan perasaannya juga padanya.


...



...