Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 77



Keesokan harinya...


Saat Elang membuka matanya pelan pelan, ia merasakan kehangatan di hidungnya. Apalagi bulu bulu yang sangat mengganggu hidungnya itu.


"Hah?! Kukku?! Huaaaaaa!"


Elang berteriak di pagi buta yang menyebabkan penghuni di sebelahnya harus terbangun karena suara teriakan nya yang keras. Terutama Zhao yang memang sensitif dengan suara Elang kalau sudah berteriak keras.


"Apa sih ribut ribut subuh gini? Bikin kaget aja," Ketus Zhao yang membuka pintu kamar Elang dengan paksa.


"Eh?! Bukan apa apa, kaget aja si kukku tiba tiba tidur, pantatnya ada di muka Elang," Jawab Elang cengengesan, ia merasa bersalah karena teriakannya sampai membangunkan orang lain.


"Kucing?! Kamu tidur sama kucing?!" Tanya Zhao kaget, ia lalu menghampiri Elang, melihat wajahnya yang sudah memerah.


'Pasti alergi loe kambuh lagi, Gimana dong?' Batin Zhao khawatir.


"Tenang teh... Elang gak akan kenapa napa kok, jangan salahin si kukku ya? Dia masih bayi, gak tau apa apa. Oke kan?" Ucap Elang memegang tangannya.


"Beneran? Wajah kamu udah merah lho, gimana? Mau istirahat aja?" Tanya Zhao padanya, Elang segera menolaknya lembut.


"Jangan dong... Elang mau nyanyi sekarang. Gak bisa istirahat gitu aja, gak papa teh. Oke? Kalo gitu, Elang mau mandi dulu, bye..."


Elang berlalu meninggalkan Zhao menuju kamar mandinya. Di kamar mandi, Elang terus bersin bersin, di tambah dinginnya air yang mengalir dari shower yang membasahi seluruh tubuh nya.


"Parah... Gua di pantatin kucing. Gimana dong...? Gua harus nyanyi kan? Sekarang acara terakhir kan?" Gumam Elang cemas, ia tidak mau mundur sekarang. Ia akan menjadi egois dulu demi Bulan.


Selain bersin yang berulang ulang, hidungnya juga berair, matanya merah dan suaranya semakin serak.


"Sayang, jangan maksain. Istirahat aja yuk, mamah yang nemenin kamu." Bujuk mamah dengan lembut, agar Elang menurut padanya.


"Enggak mam, Elang gak papa. Gak sampe sesek kok, lagian... Sesek mulu tiap hari, nggak kok, Elang juga harus ikut lomba nyanyi di sekolah." Jawab Elang tersenyum manis pada mamahnya yang membuat mamahnya percaya padanya.


"Yaudah... Kalo gitu, semoga menang ya? Mamah doain kamu, harus menang oke? Anak mamah kan golden voice," Ucap mamah memuji Elang yang membuatnya senyam senyum lagi karena malu.


"Oke mah! Apapun demi mamah, pasti Elang menang. Mungkin sih... Haha," Jawab Elang lagi.


"Hayu ah, Teteh mau ikut kesana. Pengen liat kamu nyanyi," Ajak Zhao padanya.


"Boleh! Boleh banget! Sok silakan datang, ke konser Elang! Hahahaha,"


Karena kebanyakan bersin bersin dan hidungnya memerah gara gara alergi nya kambuh, alhasil Elang pergi ke sekolah pakai masker, membuat Chiko dan Kevin terkejut saat melihatnya.



"Tumben pake masker, Malu loe mau nyanyi hah?" Tanya Chiko padanya, Kevin memperhatikan Elang yang terus batuk dan bersin.


"Hatchih! Hatchih! Uhuk uhuk,"


Kevin membuka masker Elang dan mendapati wajahnya memerah, Ia pun sadar kalau Elang terkena alergi.


"Alergi gua kambuh... Si Kukku mantatin gua..." Jawab Elang kembali menutup wajahnya dengan masker.


"Lah... Gimana dong? Ah, ada ada aja loe mah, bisa bisanya lagi kayak gini loe malah alergi. Elang... Elang... Ada aja ya penyakit lu tuh," Ucap Kevin tak habis pikir.


"Gak papa lah... Hatchih! Istirahat bentar gak akan ngaruh ke suara kan?" Tanya Elang padanya.


"Mau istirahat disini? Ke rumah aja lah, nanti di bangunin." Jawab Chiko padanya, Elang langsung menggelengkan kepalanya.


Karena keinginan Elang yang keras kepala itu, akhirnya mereka pergi ke kelas dan menunjukan baju yang akan di pakai Elang nanti ketika bernyanyi. Vino senang karena ia mendapat pujian dari Elang karena Vino mengerjakan baju nya dengan sangat rapi dan teliti.


"Kalo gitu, loe istirahat di kelas aja. Sekalian jagain baju," Kata Theo yang juga sedang berada di kelas untuk bersiap ke lomba selanjutnya.


"Kalo gitu, kalian juga jangan kasih tau bulan ya? Gua takut dimarahin nih... Gua maen kucing semalem soalnya," Ucap Elang pada keempat teman temannya.


"Telat, udah di ambang pintu tuh," Jawab Chiko menunjuk Bulan yang berdiri tegap memperhatikan Elang dengan mata sinis nya.


"Ah... Hahahah... Bulan... Hatchih! Apa kabar?" Tanya Elang berbasa basi.


"Dibilangin jangan maen kocheng! Jadi sakit kan lu sekarang hah?!" Ucap Bulan yang menelinting telinga Elang dengan kencang.


"A,aaaahhh! S,sakit! Hatchih! Jangan diputer dong sayang..." jawab Elang meringis kesakitan.


"Makannya nurut dong kalo gak mau di marahin," Sahut Vino ikut ikutan.


"Masa bodo ya? Itu masalah loe, cabut ah. Kita nonton," Ajak Kevin pada teman temannya yang lain.


Elang mendapat ceramah dari Bulan tentang pentingnya menjaga kesehatan. Setelah puas menceramahi elang, Bulan pun pergi untuk melanjutkan acara perlombaan yang belum selesai tadi. Elang bisa membuka maskernya dan ia menyandarkan tubuhnya di kursi dan mencoba memejamkan matanya untuk sebentar agar ia bisa beristirahat sejenak.


Karena ia terlelap, Elang sampai tak menyadari ada seseorang yang masuk ke kelasnya untuk mengambil baju yang akan ia pakai nanti.


Saat dua jam ia terlelap, Akhirnya ia terbangun dari tidurnya, keadaannya mulai membaik. Ia merenggangkan tubuhnya dan tersadar ada sesuatu yang hilang.


"Bentar! Baju nya kemana?!"


Elang mencoba mencarinya di kelas itu, tapi ia tak kunjung menemukannya. Ia merasa bersalah karena malah tidur dan bukan menjaga bajunya.


"Kenapa Lang? Nyariin apa?" Tanya Vino dari belakang, membuatnya terkejut.


"Sorry Vink, gua gak bisa jaga bajunya. Bajunya ilang," Ungkap Elang tertunduk, ia takut di pukul Vino jika ia marah.


"Bajunya ilang?! Beneran?! Kenapa bisa ilang?!" Tanya Vino terkejut.


"Gua barusan tidur, gua gak tau bajunya ada yang ambil. Sorry Vin, gua gak bisa jaga baik baik bajunya," Jawab Elang lagi, ia sangat merasa bersalah karena Vino orang yang memerjuangkan agar ia bisa tampil keren.


"Haah... it's okay Lang. Gak papa kalo bajunya ilang, gua punya cadangan. Gua juga gak bisa nyalahin loe karena gak bisa jaga, loe juga kan lagi sakit. Tapi... Baju cadangannya simple, gak sebagus yang tadi." Ucap Vino sambil menepuk bahu nya agar Elang tak terlalu merasa bersalah lagi.


"Kalo gitu... Gak papa! Yang penting gua masih bisa make. Gua bakal egois dulu sekarang, gua bakal menang demi loe biar loe gak kecewa! " Seru Elang semangat.


"Ahahaha, gak usah sebegitunya Lang,"


"Ini buat ganti baju yang ilang itu, jadi gua bakal berusaha keras biar bisa bayar kerja keras loe." Jawab Elang lagi, membuat Vino terharu saja.


Acara nya di mulai pada malam hari, sekaligus upacara penutupan perlombaan, hanya ada dua perlombaan yang tersisa, Yaitu menyanyi dan Fashion show.


"Baju buat fashion show nya udah gua simpen baik baik di rumah, jadi loe jangan khawatir." Ucap Vino lagi berbisik pada Elang.


"Oke oke,"


"Loe siap siap aja. Bentar lagi nama loe dipanggil," Ucap Chiko juga.


"Sipp! Thanks ya!"


Bersambung...